Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Mikroskop dan Teknologi Nano

Expand Messages
  • Ratno Nuryadi
    Bapak/ibu member MNI Yth, Berikut saya postingkan sedikit catatan kecil ttg tulisan mikroskop & nanotech. Mohon maaf bila kurang berkenan. wassalam Ratno N
    Message 1 of 12 , Apr 4, 2006
    • 0 Attachment
      Bapak/ibu member MNI Yth,
      Berikut saya postingkan sedikit catatan kecil ttg tulisan mikroskop & nanotech.
      Mohon maaf bila kurang berkenan. 
      wassalam
      Ratno N
       
       
      Rabu, 5 April 2006 00:04:43
      Mikroskop dan Teknologi Nano (1)


      Berbicara tentang teknologi nano, maka tidak akan bisa lepas dari mikroskop, yaitu alat pembesar untuk melihat struktur benda kecil tersebut. (Teknologi nano : teknologi yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter = sepermilyar meter). Tentu yang dimaksud di sini bukanlah mikroskop biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter. Di bagian pertama tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengulas sejarah perkembangan mikroskop dan kemampuannya dalam mengamati suatu obyek benda.

      Kata mikroskop (microscope) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron=kecil dan scopos=tujuan, yang maksudnya adalah alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.

      Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 lahir mikroskop elektron. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik. Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan.

      Ada 2 jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan, yaitu tunneling electron microscopy (TEM) dan scanning electron microscopy (SEM). TEM dikembangkan pertama kali oleh Ernst Ruska dan Max Knoll, 2 peneliti dari Jerman pada tahun 1932. Saat itu, Ernst Ruska masih sebagai seorang mahasiswa doktor dan Max Knoll adalah dosen pembimbingnya. Karena hasil penemuan yang mengejutkan dunia tersebut, Ernst Ruska mendapat penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986. Sebagaimana namanya, TEM bekerja dengan prinsip menembakkan elektron ke lapisan tipis sampel, yang selanjutnya informasi tentang komposisi struktur dalam sample tersebut dapat terdeteksi dari analisis sifat tumbukan, pantulan maupun fase sinar elektron yang menembus lapisan tipis tersebut. Dari sifat pantulan sinar elektron tersebut juga bisa diketahui struktur kristal maupun arah dari struktur kristal tersebut. Bahkan dari analisa lebih detail, bisa diketahui deretan struktur atom dan ada tidaknya cacat (defect) pada struktur tersebut. Hanya perlu diketahui, untuk observasi TEM ini, sample perlu ditipiskan sampai ketebalan lebih tipis dari 100 nanometer. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu keahlian dan alat secara khusus. Obyek yang tidak bisa ditipiskan sampai order tersebut sulit diproses oleh TEM ini. Dalam pembuatan divais elektronika, TEM sering digunakan untuk mengamati penampang/irisan divais, berikut sifat kristal yang ada pada divais tersebut. Dalam kondisi lain, TEM juga digunakan untuk mengamati irisan permukaan dari sebuah divais.

      Tidak jauh dari lahirnya TEM, SEM dikembangkan pertama kali tahun 1938 oleh Manfred von Ardenne (ilmuwan Jerman). Konsep dasar dari SEM ini sebenarnya disampaikan oleh Max Knoll (penemu TEM) pada tahun 1935. SEM bekerja berdasarkan prinsip scan sinar elektron pada permukaan sampel, yang selanjutnya informasi yang didapatkan diubah menjadi gambar. Imajinasi mudahnya gambar yang didapat mirip sebagaimana gambar pada televisi.

      Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut discan dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.

      Demikian, SEM mempunyai resolusi tinggi dan familiar untuk mengamati obyek benda berukuran nano meter. Meskipun demikian, resolusi tinggi tersebut didapatkan untuk scan dalam arah horizontal, sedangkan scan secara vertikal (tinggi rendahnya struktur) resolusinya rendah. Ini merupakan kelemahan SEM yang belum diketahui pemecahannya. Namun demikian, sejak sekitar tahun 1970-an, telah dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan "scanning probe microscopy (SPM)". SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope (STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical microscope (SNOM). Mikroskop tipe ini banyak digunakan dalam riset teknologi nano. Detail tentang mikroskop ini akan dipaparkan di tulisan kedua.

      Dr. Ratno Nuryadi, P3TM BPPT, Postdoctoral fellow bidang Nanotechnology Semiconductor di Shizuoka University Japan dan Ketua Istecs Chapter Japan, E-mail : ratno@...
    • agus haryono
      makasih mas Ratno atas kiriman tulisannya... ada pertanyaan: 1. Jika SEM dan TEM diterjemahkan ke bhs Indonesia, kata-kata apa yg tepat yah? 2. Untuk obyek yg
      Message 2 of 12 , Apr 6, 2006
      • 0 Attachment
        makasih mas Ratno atas kiriman tulisannya...
        ada pertanyaan:
        1. Jika SEM dan TEM diterjemahkan ke bhs Indonesia, kata-kata apa yg tepat yah?
        2. Untuk obyek yg lebih kecil (sekitar 5 nm), kadang High Resolution (HR)-TEM lebih kelihatan jelas obyeknya. Apa beda HR-TEM dengan TEM biasanya?
        3. Kelemahan riset nanosains/tech di Indonesia (seperti pernah disebut pas Sarinanto di milis ini), adalah sarana prasarana penunjang, termasuk SEM/TEM ini. Coba mas Ratno bikin sendiri SEM dan TEM itu, dengan harga murah....pasti nanti banyak yg beli. Ini sekedar harapan saya untuk mas Ratno yg dalam waktu dekat balik ke Indonesia...
         
        salam,
        agusharyono
        Kimia LIPI

        Ratno Nuryadi <ratno@...> wrote:
        Bapak/ibu member MNI Yth,
        Berikut saya postingkan sedikit catatan kecil ttg tulisan mikroskop & nanotech.
        Mohon maaf bila kurang berkenan. 
        wassalam
        Ratno N
         
         
        Rabu, 5 April 2006 00:04:43
        Mikroskop dan Teknologi Nano (1)


        Berbicara tentang teknologi nano, maka tidak akan bisa lepas dari mikroskop, yaitu alat pembesar untuk melihat struktur benda kecil tersebut. (Teknologi nano : teknologi yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter = sepermilyar meter). Tentu yang dimaksud di sini bukanlah mikroskop biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter. Di bagian pertama tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengulas sejarah perkembangan mikroskop dan kemampuannya dalam mengamati suatu obyek benda.

        Kata mikroskop (microscope) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron=kecil dan scopos=tujuan, yang maksudnya adalah alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.

        Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 lahir mikroskop elektron. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik. Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan.

        Ada 2 jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan, yaitu tunneling electron microscopy (TEM) dan scanning electron microscopy (SEM). TEM dikembangkan pertama kali oleh Ernst Ruska dan Max Knoll, 2 peneliti dari Jerman pada tahun 1932. Saat itu, Ernst Ruska masih sebagai seorang mahasiswa doktor dan Max Knoll adalah dosen pembimbingnya. Karena hasil penemuan yang mengejutkan dunia tersebut, Ernst Ruska mendapat penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986. Sebagaimana namanya, TEM bekerja dengan prinsip menembakkan elektron ke lapisan tipis sampel, yang selanjutnya informasi tentang komposisi struktur dalam sample tersebut dapat terdeteksi dari analisis sifat tumbukan, pantulan maupun fase sinar elektron yang menembus lapisan tipis tersebut. Dari sifat pantulan sinar elektron tersebut juga bisa diketahui struktur kristal maupun arah dari struktur kristal tersebut. Bahkan dari analisa lebih detail, bisa diketahui deretan struktur atom dan ada tidaknya cacat (defect) pada struktur tersebut. Hanya perlu diketahui, untuk observasi TEM ini, sample perlu ditipiskan sampai ketebalan lebih tipis dari 100 nanometer. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu keahlian dan alat secara khusus. Obyek yang tidak bisa ditipiskan sampai order tersebut sulit diproses oleh TEM ini. Dalam pembuatan divais elektronika, TEM sering digunakan untuk mengamati penampang/irisan divais, berikut sifat kristal yang ada pada divais tersebut. Dalam kondisi lain, TEM juga digunakan untuk mengamati irisan permukaan dari sebuah divais.

        Tidak jauh dari lahirnya TEM, SEM dikembangkan pertama kali tahun 1938 oleh Manfred von Ardenne (ilmuwan Jerman). Konsep dasar dari SEM ini sebenarnya disampaikan oleh Max Knoll (penemu TEM) pada tahun 1935. SEM bekerja berdasarkan prinsip scan sinar elektron pada permukaan sampel, yang selanjutnya informasi yang didapatkan diubah menjadi gambar. Imajinasi mudahnya gambar yang didapat mirip sebagaimana gambar pada televisi.

        Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut discan dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.

        Demikian, SEM mempunyai resolusi tinggi dan familiar untuk mengamati obyek benda berukuran nano meter. Meskipun demikian, resolusi tinggi tersebut didapatkan untuk scan dalam arah horizontal, sedangkan scan secara vertikal (tinggi rendahnya struktur) resolusinya rendah. Ini merupakan kelemahan SEM yang belum diketahui pemecahannya. Namun demikian, sejak sekitar tahun 1970-an, telah dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan "scanning probe microscopy (SPM)". SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope (STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical microscope (SNOM). Mikroskop tipe ini banyak digunakan dalam riset teknologi nano. Detail tentang mikroskop ini akan dipaparkan di tulisan kedua.

        Dr. Ratno Nuryadi, P3TM BPPT, Postdoctoral fellow bidang Nanotechnology Semiconductor di Shizuoka University Japan dan Ketua Istecs Chapter Japan, E-mail : ratno@...


        Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

      • MM Sarinanto
        Saya jadi ikut nimbrung saja nih pak Agus, Kalau untuk pertanyaan 1 dan 2 biar pak Ratno saja yang menjawab. Saya hanya ingin komentari butir ke 3. Sebetulnya
        Message 3 of 12 , Apr 6, 2006
        • 0 Attachment
          Saya jadi ikut nimbrung saja nih pak Agus,
          Kalau untuk pertanyaan 1 dan 2 biar pak Ratno saja yang menjawab.
          Saya hanya ingin komentari butir ke 3.
           
          Sebetulnya keunggulan dari para peneliti di negara maju (Amerika, Eropa, Jepang dll) adalah ruang lingkup yang mereka dalami cukup luas sehingga banyak sarana penelitian yang dilahirkan oleh mereka sendiri.
          Dan seorang peneliti material (electronics) seperti pak Ratno bukanlah orang yang punya kompetensi untuk melahirkan alat sekelas mikroskop elektronik (yang transmisi ya, bukan yang scanning). Setahu saya orang fisika (atau kimia) yang justru punya tema penelitian dasarlah yang biasa merekayasa alat-alat seperti ini, karena mereka perlu mainan untuk mengira-ngira struktur atom dan molekul secara lebih baik. Apalagi TEM perlu berbagai perangkat yang jelas mahal harganya, dan industri (maupun lab) kita tidak terlalu mendukung hal itu kalau kita mau produksi di Indonesia (supaya murah).
          Perkembangan mikroskop murah (atau relatif lebih murah) justru dimulai dengan berkembangnya teknologi laser dan fabikasi mikro yang berkembang seiring meningkatnya teknologi proses silikon, yaitu melahirkan AFM (Atomic Force Microscope) maupun saudaranya STM (Scanning Tunneling Microscope) -- sepertinya cerita pak Ratno akan berlanjut ke sini. Dan pak Bambang Widyatmoko di Jepang dengan Prof Ohtsu juga setahu saya mengembangkan mikroskop jenis lain yang berbasis laser juga, jadi sebetulnya bisa saja dihasilkan oleh para peneliti dengan inovasi yang hebat.
           
          Sekian dulu,
          M.M.Sarinanto
          BPPT
          ----- Original Message -----
          Sent: Thursday, April 06, 2006 6:30 PM
          Subject: Re: [MNI] Mikroskop dan Teknologi Nano

          makasih mas Ratno atas kiriman tulisannya...
          ada pertanyaan:
          1. Jika SEM dan TEM diterjemahkan ke bhs Indonesia, kata-kata apa yg tepat yah?
          2. Untuk obyek yg lebih kecil (sekitar 5 nm), kadang High Resolution (HR)-TEM lebih kelihatan jelas obyeknya. Apa beda HR-TEM dengan TEM biasanya?
          3. Kelemahan riset nanosains/tech di Indonesia (seperti pernah disebut pas Sarinanto di milis ini), adalah sarana prasarana penunjang, termasuk SEM/TEM ini. Coba mas Ratno bikin sendiri SEM dan TEM itu, dengan harga murah....pasti nanti banyak yg beli. Ini sekedar harapan saya untuk mas Ratno yg dalam waktu dekat balik ke Indonesia...
           
          salam,
          agusharyono
          Kimia LIPI

        • HARTADY . HR DEDDY
          Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta untuk bidang nano teknology bisa dak yah... mungkin teman-teman ada masukan terimakasih agus haryono
          Message 4 of 12 , Apr 19, 2006
          • 0 Attachment
            Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta untuk bidang nano teknology bisa dak yah...
            mungkin teman-teman ada masukan
            terimakasih


            agus haryono <haryonolipi@...> wrote:
            makasih mas Ratno atas kiriman tulisannya...
            ada pertanyaan:
            1. Jika SEM dan TEM diterjemahkan ke bhs Indonesia, kata-kata apa yg tepat yah?
            2. Untuk obyek yg lebih kecil (sekitar 5 nm), kadang High Resolution (HR)-TEM lebih kelihatan jelas obyeknya. Apa beda HR-TEM dengan TEM biasanya?
            3. Kelemahan riset nanosains/tech di Indonesia (seperti pernah disebut pas Sarinanto di milis ini), adalah sarana prasarana penunjang, termasuk SEM/TEM ini. Coba mas Ratno bikin sendiri SEM dan TEM itu, dengan harga murah....pasti nanti banyak yg beli. Ini sekedar harapan saya untuk mas Ratno yg dalam waktu dekat balik ke Indonesia...
             
            salam,
            agusharyono
            Kimia LIPI

            Ratno Nuryadi <ratno@...> wrote:
            Bapak/ibu member MNI Yth,
            Berikut saya postingkan sedikit catatan kecil ttg tulisan mikroskop & nanotech.
            Mohon maaf bila kurang berkenan. 
            wassalam
            Ratno N
             
             
            Rabu, 5 April 2006 00:04:43
            Mikroskop dan Teknologi Nano (1)


            Berbicara tentang teknologi nano, maka tidak akan bisa lepas dari mikroskop, yaitu alat pembesar untuk melihat struktur benda kecil tersebut. (Teknologi nano : teknologi yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter = sepermilyar meter). Tentu yang dimaksud di sini bukanlah mikroskop biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter. Di bagian pertama tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengulas sejarah perkembangan mikroskop dan kemampuannya dalam mengamati suatu obyek benda.

            Kata mikroskop (microscope) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron=kecil dan scopos=tujuan, yang maksudnya adalah alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang. Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 ilmuwan Jerman, yaitu Hans Janssen dan Zacharias Janssen (ayah-anak) pada tahun 1590. Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optic memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.

            Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 lahir mikroskop elektron. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik. Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan.

            Ada 2 jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan, yaitu tunneling electron microscopy (TEM) dan scanning electron microscopy (SEM). TEM dikembangkan pertama kali oleh Ernst Ruska dan Max Knoll, 2 peneliti dari Jerman pada tahun 1932. Saat itu, Ernst Ruska masih sebagai seorang mahasiswa doktor dan Max Knoll adalah dosen pembimbingnya. Karena hasil penemuan yang mengejutkan dunia tersebut, Ernst Ruska mendapat penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986. Sebagaimana namanya, TEM bekerja dengan prinsip menembakkan elektron ke lapisan tipis sampel, yang selanjutnya informasi tentang komposisi struktur dalam sample tersebut dapat terdeteksi dari analisis sifat tumbukan, pantulan maupun fase sinar elektron yang menembus lapisan tipis tersebut. Dari sifat pantulan sinar elektron tersebut juga bisa diketahui struktur kristal maupun arah dari struktur kristal tersebut. Bahkan dari analisa lebih detail, bisa diketahui deretan struktur atom dan ada tidaknya cacat (defect) pada struktur tersebut. Hanya perlu diketahui, untuk observasi TEM ini, sample perlu ditipiskan sampai ketebalan lebih tipis dari 100 nanometer. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu keahlian dan alat secara khusus. Obyek yang tidak bisa ditipiskan sampai order tersebut sulit diproses oleh TEM ini. Dalam pembuatan divais elektronika, TEM sering digunakan untuk mengamati penampang/irisan divais, berikut sifat kristal yang ada pada divais tersebut. Dalam kondisi lain, TEM juga digunakan untuk mengamati irisan permukaan dari sebuah divais.

            Tidak jauh dari lahirnya TEM, SEM dikembangkan pertama kali tahun 1938 oleh Manfred von Ardenne (ilmuwan Jerman). Konsep dasar dari SEM ini sebenarnya disampaikan oleh Max Knoll (penemu TEM) pada tahun 1935. SEM bekerja berdasarkan prinsip scan sinar elektron pada permukaan sampel, yang selanjutnya informasi yang didapatkan diubah menjadi gambar. Imajinasi mudahnya gambar yang didapat mirip sebagaimana gambar pada televisi.

            Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut discan dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.

            Demikian, SEM mempunyai resolusi tinggi dan familiar untuk mengamati obyek benda berukuran nano meter. Meskipun demikian, resolusi tinggi tersebut didapatkan untuk scan dalam arah horizontal, sedangkan scan secara vertikal (tinggi rendahnya struktur) resolusinya rendah. Ini merupakan kelemahan SEM yang belum diketahui pemecahannya. Namun demikian, sejak sekitar tahun 1970-an, telah dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan "scanning probe microscopy (SPM)". SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope (STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical microscope (SNOM). Mikroskop tipe ini banyak digunakan dalam riset teknologi nano. Detail tentang mikroskop ini akan dipaparkan di tulisan kedua.

            Dr. Ratno Nuryadi, P3TM BPPT, Postdoctoral fellow bidang Nanotechnology Semiconductor di Shizuoka University Japan dan Ketua Istecs Chapter Japan, E-mail : ratno@...


            Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.


            YAHOO! GROUPS LINKS






            How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

          • agus haryono
            Dear Mr. Hartady, Kalau dilihat dari kemampuan SDM yg ada di Indonesia, saya yakin sudah saatnya ada jurusan Nanoteknologi di universitas2 di Indonesia. Sama
            Message 5 of 12 , Apr 20, 2006
            • 0 Attachment
              Dear Mr. Hartady,
               
              Kalau dilihat dari kemampuan SDM yg ada di Indonesia, saya yakin sudah saatnya ada jurusan Nanoteknologi di universitas2 di Indonesia. Sama halnya dengan jurusan Bioteknologi yg sudah mulai ada.
              Semoga usaha ini bisa ikut membuka aliran deras ilmu nanosains/nanoteknologi ke masyarakat Indonesia. Di MNI sendiri ada Bidang Nanoedukasi, yg mungkin bisa ikut membantu.
               
              agus haryono
              Kimia - LIPI

              "HARTADY . HR DEDDY" <koica_hong@...> wrote:
              Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta untuk bidang nano teknology bisa dak yah...
              mungkin teman-teman ada masukan
              terimakasih


               


              Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

            • taufiqu nurul
              Dear Pak Hartady, Benar apa yang disampaikan Pak Agus Haryono, secara SDM mungkin kita sdh cukup siap malakukan / membuka bidang baru di beberapa universitas.
              Message 6 of 12 , Apr 20, 2006
              • 0 Attachment
                Dear Pak Hartady,

                Benar apa yang disampaikan Pak Agus Haryono, secara
                SDM mungkin kita sdh cukup siap malakukan / membuka
                bidang baru di beberapa universitas. Namun, perlu
                koordinasi rasanya untuk mendapatkan hasil yg optimal.

                Sekarang ini, program MNI, salah satunya adalah
                kerjasama dengan beberapa universitas untuk memberikan
                kuliah nanoteknologi dan penyelenggaraan event bersama
                yang tujuannya adalah sosialisasi/ mengekspose hasil
                riset nanoteknologi yang telah ada. Disamping juga
                melakukan bimbingan mahasiswa di bidang nanoteknologi
                untuk tugas akhirnya.

                Semoga dalam waktu dekat akan semakin marak.

                Demikian kiranya masukannya,

                Nururl Taufiqu Rochman
                Pusat Penelitian Fisika -LIPI

                > Dear Mr. Hartady,
                >
                > Kalau dilihat dari kemampuan SDM yg ada di
                > Indonesia, saya yakin sudah saatnya ada jurusan
                > Nanoteknologi di universitas2 di Indonesia. Sama
                > halnya dengan jurusan Bioteknologi yg sudah mulai
                > ada.
                > Semoga usaha ini bisa ikut membuka aliran deras
                > ilmu nanosains/nanoteknologi ke masyarakat
                > Indonesia. Di MNI sendiri ada Bidang Nanoedukasi, yg
                > mungkin bisa ikut membantu.
                >
                > agus haryono
                > Kimia - LIPI
                >
                > "HARTADY . HR DEDDY" <koica_hong@...> wrote:
                > Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta
                > untuk bidang nano teknology bisa dak yah...
                > mungkin teman-teman ada masukan
                > terimakasih
                >
                >
                >
                >
                >
                > ---------------------------------
                > Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for
                > ridiculously low rates.


                __________________________________________________
                Do You Yahoo!?
                Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                http://mail.yahoo.com
              • MM Sarinanto
                Teman-teman sekalian, senang rasanya membaca beberapa e-mail belakangan ini, yang menunjukkan antusiasme kita terhadap nanoteknologi serta semangat untuk
                Message 7 of 12 , Apr 20, 2006
                • 0 Attachment
                  Teman-teman sekalian,
                  senang rasanya membaca beberapa e-mail belakangan ini, yang menunjukkan
                  antusiasme kita terhadap nanoteknologi serta semangat untuk
                  mensosialisasikan dan memperkuat barisan.
                  Tapi tentunya kita harus senantiasa memikirkan keseimbangan antara
                  pengembangan dan penerapannya. Apalagi nanoteknologi itu sendiri bukan
                  sekedar 'science' melainkan sudah mengandung kata 'technology' yang
                  mengandung makna bahwa merupakan bagian dari upaya kita memanfaatkan ilmu
                  pengetahuan bagi kehidupan manusia, termasuk mempermudah kehidupan
                  sehari-hari kita.

                  Jadi maksud saya bahwa kita harus juga membuka wacana di sebagian anggota
                  komunitas MNI ini untuk membuka mata lebar-lebar terhadap
                  penerapan-penerapan yang mungkin dilakukan, khususnya di Indonesia. Salah
                  satu contohnya adalah tentu saja industri multinasional yang banyak tersebar
                  di kawasan industri di Indonesia ini (seperti di jalur industri tol
                  cikampek). Kita bisa saja mulai mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan
                  strategi ke depan dari industri-industri tersebut di Indonesia khususnya
                  dalam penerapan nanoteknologi dalam produk mereka atau dalam proses yang
                  dilakukan.
                  Di antara berbagai proses yang ada, apakah ada yang akan dialihkan untuk
                  menjalankan proses yang 'berbau nanoteknologi' misalnya.
                  Atau kita melakukan ekstrapolasi dari riset-riset yang dilakukan di seluruh
                  dunia, kemudian menarik beberapa garis hubung ke arah penerapan di beberapa
                  tahun ke depan, lalu mencoba menganalisa di tahun berapa dan dalam tema apa
                  Indonesia akan 'kecipratan' dengan produk nanoteknologi. Setelah itu baru
                  kita coba kembangkan diskusi yang intinya mencoba menghubungkan
                  nanoteknologi ini dengan dunia usaha kita.

                  Dengan demikian teman-teman yang masih berada di luar negeri pun akan bisa
                  ikut merapatkan barisan dan mencoba memfokuskan kegiatan penelitiannya pada
                  hal-hal yang mungkin akan langsung berguna sewaktu pulang ke Indonesia, di
                  beberapa tahun ke depan.

                  Kalau sekedar mau membuka diskusi, mungkin bisa saja kita mulai dengan
                  brainstorming ringan melalui listing bidang teknologi apa dan kongkritnya
                  produk apa yang potensial.

                  Trims,
                  M.M.Sarinanto

                  Bidang teknologi Produk
                  -------------------------------------------
                  Nano-elektronika
                  Nano-bioteknologi
                  Nano-metal
                  Nano-mesin
                  ...
                  ..
                  .

                  ----- Original Message -----
                  From: "taufiqu nurul" <ufiq2000@...>
                  To: <MNI@yahoogroups.com>
                  Sent: Friday, April 21, 2006 8:10 AM
                  Subject: Re: [MNI] Pendidikan Nanoteknologi


                  >
                  > Dear Pak Hartady,
                  >
                  > Benar apa yang disampaikan Pak Agus Haryono, secara
                  > SDM mungkin kita sdh cukup siap malakukan / membuka
                  > bidang baru di beberapa universitas. Namun, perlu
                  > koordinasi rasanya untuk mendapatkan hasil yg optimal.
                  >
                  > Sekarang ini, program MNI, salah satunya adalah
                  > kerjasama dengan beberapa universitas untuk memberikan
                  > kuliah nanoteknologi dan penyelenggaraan event bersama
                  > yang tujuannya adalah sosialisasi/ mengekspose hasil
                  > riset nanoteknologi yang telah ada. Disamping juga
                  > melakukan bimbingan mahasiswa di bidang nanoteknologi
                  > untuk tugas akhirnya.
                  >
                  > Semoga dalam waktu dekat akan semakin marak.
                  >
                  > Demikian kiranya masukannya,
                  >
                  > Nururl Taufiqu Rochman
                  > Pusat Penelitian Fisika -LIPI
                  >
                  >> Dear Mr. Hartady,
                  >>
                  >> Kalau dilihat dari kemampuan SDM yg ada di
                  >> Indonesia, saya yakin sudah saatnya ada jurusan
                  >> Nanoteknologi di universitas2 di Indonesia. Sama
                  >> halnya dengan jurusan Bioteknologi yg sudah mulai
                  >> ada.
                  >> Semoga usaha ini bisa ikut membuka aliran deras
                  >> ilmu nanosains/nanoteknologi ke masyarakat
                  >> Indonesia. Di MNI sendiri ada Bidang Nanoedukasi, yg
                  >> mungkin bisa ikut membantu.
                  >>
                  >> agus haryono
                  >> Kimia - LIPI
                  >>
                  >> "HARTADY . HR DEDDY" <koica_hong@...> wrote:
                  >> Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta
                  >> untuk bidang nano teknology bisa dak yah...
                  >> mungkin teman-teman ada masukan
                  >> terimakasih
                  >>
                  >>
                  >>
                  >>
                  >>
                  >> ---------------------------------
                  >> Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for
                  >> ridiculously low rates.
                  >
                  >
                  > __________________________________________________
                  > Do You Yahoo!?
                  > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                  > http://mail.yahoo.com
                  >
                  >
                  >
                  > Yahoo! Groups Links
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                • Miftachul Hadi
                  Yth. MNI Dengan hormat, Maaf, kira-kira definisi ilmu nanosains , nanoteknologi itu apa? Kira-kira untuk jurusan nanoteknologi di universitas, silabus apa
                  Message 8 of 12 , Apr 21, 2006
                  • 0 Attachment
                    Yth. MNI
                     
                    Dengan hormat,
                     
                    Maaf, kira-kira definisi "ilmu nanosains", "nanoteknologi" itu apa? 
                     
                    Kira-kira untuk jurusan nanoteknologi di universitas, silabus apa saja ya?
                     
                    Setahu kami, di universitas dalam negeri terdapat mata kuliah: fisika kuantum, mekanika kuantum, dst. Apakah ini bisa mewakili silabus untuk studi nanosains?
                     
                    Makasih.
                     
                    Salam,


                    Miftachul Hadi
                    Physics Research Centre LIPI & ITPM
                    Puspiptek, Serpong, Tangerang, Banten 15310, INDONESIA
                    Fax : +62 (021) 7560554
                    http://lipi.fisika.net
                    http://www.geocities.com/miftach_ul/ITPM.html
                    E-mail: miftach@...

                     

                    Fisika LIPI - http://lipi.fisika.net
                  • Hery Haerudin
                    Pendaftaran diperpanjang hingga 28 April 2006 yad. Broschure terlampir. Salam, H-H __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of
                    Message 9 of 12 , Apr 21, 2006
                    • 0 Attachment
                      Pendaftaran diperpanjang hingga 28 April 2006 yad.

                      Broschure terlampir.

                      Salam,

                      H-H

                      __________________________________________________
                      Do You Yahoo!?
                      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                      http://mail.yahoo.com
                    • HARTADY . HR DEDDY
                      Terimakasih... tapi bagaimana kalau kita siapkan saja pak. karena saya sangat optimis dalam pembentukan atau pelatihan untuk persiapan sdm tersebut. karena
                      Message 10 of 12 , Apr 23, 2006
                      • 0 Attachment
                        Terimakasih... tapi bagaimana kalau kita siapkan saja pak. karena saya sangat optimis dalam pembentukan atau pelatihan untuk persiapan sdm tersebut. karena teman di mni udah cukup banyak dan berpotensi . Sebab pembukaan jurusan baru itu sangat didyukung oleh pemerintah khususnya diknas
                        terimakasih

                        agus haryono <haryonolipi@...> wrote:
                        Dear Mr. Hartady,
                         
                        Kalau dilihat dari kemampuan SDM yg ada di Indonesia, saya yakin sudah saatnya ada jurusan Nanoteknologi di universitas2 di Indonesia. Sama halnya dengan jurusan Bioteknologi yg sudah mulai ada.
                        Semoga usaha ini bisa ikut membuka aliran deras ilmu nanosains/nanoteknologi ke masyarakat Indonesia. Di MNI sendiri ada Bidang Nanoedukasi, yg mungkin bisa ikut membantu.
                         
                        agus haryono
                        Kimia - LIPI

                        "HARTADY . HR DEDDY" <koica_hong@...> wrote:
                        Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta untuk bidang nano teknology bisa dak yah...
                        mungkin teman-teman ada masukan
                        terimakasih


                         

                        Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.


                        Celebrate Earth Day everyday! Discover 10 things you can do to help slow climate change. Yahoo! Earth Day

                      • Agus Sukarto W
                        Assalamu alaikum wrwb Perkenalkan, nama saya Agus Sukarto W, dari P2Fisika-LIPI. Saya ingin urun rembug dikit mengenai jurusan NANO. Saya sekarang sekolah di
                        Message 11 of 12 , Apr 24, 2006
                        • 0 Attachment
                          Assalamu'alaikum wrwb

                          Perkenalkan, nama saya Agus Sukarto W, dari
                          P2Fisika-LIPI. Saya ingin urun rembug dikit mengenai
                          jurusan NANO.

                          Saya sekarang sekolah di jurusan Nano Structured and
                          Advanced Materials-Kagoshima University. Disini pun,
                          kalau tidak salah baru dibangun beberapa tahun yang
                          lalu. Dan meliputi material organik (komposit,
                          material baru, proses baru, surface dll) maupun non
                          organik (bio material dll).

                          Saya pikir, anggota MNI memiliki cabang yang lebih
                          luas dari apa yang ada di jurusan nano disini. Kalau
                          anggota MNI bisa mensupport bidang-bidang tsb, sangat
                          mungkin untuk dibentuk jurusan nano di Indonesia.

                          Wassalamu'alaikum wrwb
                          Agus SW
                          Kagosima Univ - P2F.LIPI


                          --- "HARTADY . HR DEDDY" <koica_hong@...> wrote:

                          > Terimakasih... tapi bagaimana kalau kita siapkan
                          > saja pak. karena saya sangat optimis dalam
                          > pembentukan atau pelatihan untuk persiapan sdm
                          > tersebut. karena teman di mni udah cukup banyak dan
                          > berpotensi . Sebab pembukaan jurusan baru itu sangat
                          > didyukung oleh pemerintah khususnya diknas
                          > terimakasih
                          >
                          > agus haryono <haryonolipi@...> wrote:
                          > Dear Mr. Hartady,
                          >
                          > Kalau dilihat dari kemampuan SDM yg ada di
                          > Indonesia, saya yakin sudah saatnya ada jurusan
                          > Nanoteknologi di universitas2 di Indonesia. Sama
                          > halnya dengan jurusan Bioteknologi yg sudah mulai
                          > ada.
                          > Semoga usaha ini bisa ikut membuka aliran deras
                          > ilmu nanosains/nanoteknologi ke masyarakat
                          > Indonesia. Di MNI sendiri ada Bidang Nanoedukasi, yg
                          > mungkin bisa ikut membantu.
                          >
                          > agus haryono
                          > Kimia - LIPI
                          >
                          > "HARTADY . HR DEDDY" <koica_hong@...> wrote:
                          > Mas saya ingin membuka diploma 3 di di jakarta
                          > untuk bidang nano teknology bisa dak yah...
                          > mungkin teman-teman ada masukan
                          > terimakasih
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > ---------------------------------
                          > Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for
                          > ridiculously low rates.
                          >
                          > SPONSORED LINKS
                          > Nanotechnology Nanotechnology company
                          > Nanotechnology investing Nanotechnology
                          > investment Science Nanotechnology research
                          >
                          > ---------------------------------
                          > YAHOO! GROUPS LINKS
                          >
                          >
                          > Visit your group "MNI" on the web.
                          >
                          > To unsubscribe from this group, send an email
                          > to:
                          > MNI-unsubscribe@yahoogroups.com
                          >
                          > Your use of Yahoo! Groups is subject to the
                          > Yahoo! Terms of Service.
                          >
                          >
                          > ---------------------------------
                          >
                          >
                          >
                          >
                          >
                          > ---------------------------------
                          > Celebrate Earth Day everyday! Discover 10 things
                          > you can do to help slow climate change. Yahoo! Earth
                          Day


                          __________________________________________________
                          Do You Yahoo!?
                          Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                          http://mail.yahoo.com
                        • Hery Haerudin
                          Yth. Kawan-kawan Nano s, Saya dititipi informasi berikut untuk disampaikan ke kawan-kawan, yaitu undangan International Conference on Fuctional Material and
                          Message 12 of 12 , Apr 26, 2006
                          • 0 Attachment
                            Yth. Kawan-kawan Nano's,

                            Saya dititipi informasi berikut untuk disampaikan ke
                            kawan-kawan, yaitu undangan

                            International Conference on Fuctional Material
                            and International Workshop on Nanophysiscs and
                            Nanotechnology, Vietnam 6-9 December 2006.

                            Salam,

                            Hery Haerudin
                            Pusat Penelitian Kimia - LIPI



                            __________________________________________________
                            Do You Yahoo!?
                            Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                            http://mail.yahoo.com
                          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.