Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

The 3rd Nanoscience and Nanotechnology Symposium, Juni 2010

Expand Messages
  • din@fi.itb.ac.id
    The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium, Bandung 2010 Key Dates Abstract submission deadline: 30 April 2010 Notification of acceptance: 07 May 2010
    Message 1 of 12 , Apr 14, 2010
    • 0 Attachment
      The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium, Bandung 2010

      Key Dates
      Abstract submission deadline: 30 April 2010
      Notification of acceptance: 07 May 2010
      Registration deadline: 16 May 2010
      Conference day: 16 June 2010
      Manuscript submission deadline: 23 June 2010

      URL to this page : http://portal.fi.itb.ac.id/NNSB2010

      Mikra
    • din@fi.itb.ac.id
      Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar dalam Conference
      Message 2 of 12 , Apr 23, 2010
      • 0 Attachment
        Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium
        2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar
        dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP).
        Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings
        tersebut.

        1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai
        200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy.
        Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta
        ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung
        (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai
        sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp
        150.000,- dengan proceedings AIP.

        2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings
        tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah
        kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah
        publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).

        3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review
        makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang
        diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing
        dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan
        online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng.
        Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir
        dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan
        komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.

        4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP
        atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta
        (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,-
        sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh.
        Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena
        makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi
        kita secara internasional juga meningkat.

        Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang kita laksanakan dimuat
        dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang
        berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi peneliti Indonesia akan melonjak
        drastis. Katakanlah satu peneliti rata-rata dapat menghasilkan dua makalah
        di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan ribuan
        rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Jika ini
        dapat dilakukan maka rekaman publikasi institusi-institusi di Indonesia
        akan menyaingi institusi di wilayah Asean yang saat ini posisinya jauh di
        atas kita.

        Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kreatif untuk
        mengangkat nama institusi Indonesia ke level internasional.
        Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar
        dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali
        perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer,
        dan bahkan dicibir kebanyakan orang.

        Untuk society-society yang ternama, mari lupakan cara-cara usang yang
        menerbitkan sendiri proceedings seminar. Seminar-seminar di luar sudah
        jarang yang menggunakan cara-cara tersebut. Kita harus melompat ke depan
        agar posisi bangsa ini tidak dilecehkan bangsa lain. Namun hal ini bisa
        kita lakukan jika riset yang kita lakukan adalah riset yang serius. Tentu
        AIP, IOP, Elsvier tidak sudi proceedings-proceedingsnya diisi hasil riset
        asal-asalan yang tidak jelas originalitasnya.

        Kita juga harus mulai melakukan riset mandiri tanpa keterlibatan asing.
        Kita harus tunjukan pada dunia bahwa kita juga bisa melakukan hal yang
        sama seperti mereka. Mari kita bersihkan nama orang asing di
        makalah-makalah publikasi kita. Kami di ITB sudah membuktikan hal ini.
        Makalah-makalah terbaru kami di jurnal-jurnal internasional sudah steril
        dari nama orang asing.

        Have a nice weekend
        Mikra
      • agus ismail
        like this...
        Message 3 of 12 , Apr 26, 2010
        • 0 Attachment
          like this...

          Pada tanggal 23/04/10, din@... <din@...> menulis:
          > Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium
          > 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar
          > dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP).
          > Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings
          > tersebut.
          >
          > 1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai
          > 200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy.
          > Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta
          > ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung
          > (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai
          > sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp
          > 150.000,- dengan proceedings AIP.
          >
          > 2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings
          > tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah
          > kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah
          > publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).
          >
          > 3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review
          > makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang
          > diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing
          > dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan
          > online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng.
          > Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir
          > dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan
          > komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.
          >
          > 4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP
          > atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta
          > (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,-
          > sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh.
          > Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena
          > makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi
          > kita secara internasional juga meningkat.
          >
          > Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang kita laksanakan dimuat
          > dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang
          > berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi peneliti Indonesia akan melonjak
          > drastis. Katakanlah satu peneliti rata-rata dapat menghasilkan dua makalah
          > di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan ribuan
          > rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Jika ini
          > dapat dilakukan maka rekaman publikasi institusi-institusi di Indonesia
          > akan menyaingi institusi di wilayah Asean yang saat ini posisinya jauh di
          > atas kita.
          >
          > Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kreatif untuk
          > mengangkat nama institusi Indonesia ke level internasional.
          > Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar
          > dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali
          > perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer,
          > dan bahkan dicibir kebanyakan orang.
          >
          > Untuk society-society yang ternama, mari lupakan cara-cara usang yang
          > menerbitkan sendiri proceedings seminar. Seminar-seminar di luar sudah
          > jarang yang menggunakan cara-cara tersebut. Kita harus melompat ke depan
          > agar posisi bangsa ini tidak dilecehkan bangsa lain. Namun hal ini bisa
          > kita lakukan jika riset yang kita lakukan adalah riset yang serius. Tentu
          > AIP, IOP, Elsvier tidak sudi proceedings-proceedingsnya diisi hasil riset
          > asal-asalan yang tidak jelas originalitasnya.
          >
          > Kita juga harus mulai melakukan riset mandiri tanpa keterlibatan asing.
          > Kita harus tunjukan pada dunia bahwa kita juga bisa melakukan hal yang
          > sama seperti mereka. Mari kita bersihkan nama orang asing di
          > makalah-makalah publikasi kita. Kami di ITB sudah membuktikan hal ini.
          > Makalah-makalah terbaru kami di jurnal-jurnal internasional sudah steril
          > dari nama orang asing.
          >
          > Have a nice weekend
          > Mikra
          >
          >
          >
          >
        • soedarsono tamy
          Maaf melalui jalur umum, Apakah Pak Herman dari Teknik Metalurgi UI ada di milis ini? Mohon saya diberitahu e-mail beliau. Terima kasih. Tamy- FKG UI ... From:
          Message 4 of 12 , Apr 26, 2010
          • 0 Attachment
            Maaf melalui jalur umum,

            Apakah Pak Herman dari Teknik Metalurgi UI ada di milis ini? Mohon saya diberitahu e-mail beliau. Terima kasih.

            Tamy- FKG UI

            --- On Mon, 4/26/10, agus ismail <agusismail@...> wrote:

            From: agus ismail <agusismail@...>
            Subject: Re: [MNI] Mari Internasionalkan Proceedings Kita
            To: MNI@yahoogroups.com
            Date: Monday, April 26, 2010, 10:50 PM

            like this...

            Pada tanggal 23/04/10, din@... <din@...> menulis:
            > Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium
            > 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar
            > dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP).
            > Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings
            > tersebut.
            >
            > 1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai
            > 200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy.
            > Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta
            > ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung
            > (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai
            > sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp
            > 150.000,- dengan proceedings AIP.
            >
            > 2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings
            > tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah
            > kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah
            > publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).
            >
            > 3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review
            > makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang
            > diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing
            > dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan
            > online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng.
            > Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir
            > dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan
            > komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.
            >
            > 4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP
            > atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta
            > (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,-
            > sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh.
            > Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena
            > makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi
            > kita secara internasional juga meningkat.
            >
            > Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang  kita laksanakan dimuat
            > dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang
            > berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi peneliti Indonesia akan melonjak
            > drastis. Katakanlah satu peneliti rata-rata dapat menghasilkan dua makalah
            > di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan ribuan
            > rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Jika ini
            > dapat dilakukan maka rekaman publikasi institusi-institusi di Indonesia
            > akan menyaingi institusi di wilayah Asean yang saat ini posisinya jauh di
            > atas kita.
            >
            > Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kreatif untuk
            > mengangkat nama institusi Indonesia ke level internasional.
            > Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar
            > dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali
            > perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer,
            > dan bahkan dicibir kebanyakan orang.
            >
            > Untuk society-society yang ternama, mari lupakan cara-cara usang yang
            > menerbitkan sendiri proceedings seminar. Seminar-seminar di luar sudah
            > jarang yang menggunakan cara-cara tersebut. Kita harus melompat ke depan
            > agar posisi bangsa ini tidak dilecehkan bangsa lain. Namun hal ini bisa
            > kita lakukan jika riset yang kita lakukan adalah riset yang serius. Tentu
            > AIP, IOP, Elsvier tidak sudi proceedings-proceedingsnya diisi hasil riset
            > asal-asalan yang tidak jelas originalitasnya.
            >
            > Kita juga harus mulai melakukan riset mandiri tanpa keterlibatan asing.
            > Kita harus tunjukan pada dunia bahwa kita juga bisa melakukan hal yang
            > sama seperti mereka. Mari kita bersihkan nama orang asing di
            > makalah-makalah publikasi kita. Kami di ITB sudah membuktikan hal ini.
            > Makalah-makalah terbaru kami di jurnal-jurnal internasional sudah steril
            > dari nama orang asing.
            >
            > Have a nice weekend
            > Mikra
            >
            >
            >
            >


            ------------------------------------

            Yahoo! Groups Links

            <*> To visit your group on the web, go to:
                http://groups.yahoo.com/group/MNI/

            <*> Your email settings:
                Individual Email | Traditional

            <*> To change settings online go to:
                http://groups.yahoo.com/group/MNI/join
                (Yahoo! ID required)

            <*> To change settings via email:
                MNI-digest@yahoogroups.com
                MNI-fullfeatured@yahoogroups.com

            <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                MNI-unsubscribe@yahoogroups.com

            <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                http://docs.yahoo.com/info/terms/


          • widodo@eepis-its.edu
            tapi saya melihat ada yg kontradiktif Pak Mikra,.. satu sisi menerbitkan melalui Amerik, tetapi dilain sisi kok ingin membersihkan nama orang asing dari
            Message 5 of 12 , Apr 26, 2010
            • 0 Attachment
              tapi saya melihat ada yg kontradiktif Pak Mikra,..

              satu sisi menerbitkan melalui Amerik, tetapi dilain sisi kok ingin membersihkan
              nama orang asing dari tulisan makalah. padahal dalam bidang ilmiah khan tidak
              mengenal batas-batas teritorial, bangsa, budaya, dan negara bukan,.. ?

              Wassalam,
              RTW



              > like this...
              >
              > Pada tanggal 23/04/10, din@... <din@...> menulis:
              >> Dalam rangka pelaksanaan The 3rd Nanoscience & Nanotechnology Symposium
              >> 2010 kami sudah menandatangi kontrak publikasi makalah-makalah seminar
              >> dalam Conference Proceedings of the American Institute of Physics (AIP).
              >> Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh dari penerbitan dalam proceedings
              >> tersebut.
              >>
              >> 1) Biaya tidak terlalu besar. Untuk proceedings dengan ketebalan sampai
              >> 200 halaman, kita hanya membayar $25/copy untuk pemesanan di atas 50 copy.
              >> Selama ini kita biasanya membuat sendiri proceeding, mulai dari meminta
              >> ISBN, membuat format, layout, editing, cetak, dll. Kalau dihitung-hitung
              >> (termasuk ongkos lelah dan transport) mungkin biayanya jatuh pada nilai
              >> sekitar Rp. 100.000.-/ekpsemplar. Ini berarti hanya berbeda sekitar Rp
              >> 150.000,- dengan proceedings AIP.
              >>
              >> 2) Di samping memberikan hard copy, AIP juga menerbitkan proceedings
              >> tersebut secara online dan diindeks di mana-mana. Dengan demikian, makalah
              >> kita dapat dicite dengan mudah oleh peneliti mana saja dan rekaman jumlah
              >> publikasi kita secara internasional (Scopus dll otomatis meningkat).
              >>
              >> 3) Dengan penerbitan ini, OC hanya perlu melakukan proses review
              >> makalah-makah yang masuk dan mengedit sesuai dengan template yang
              >> diberikan AIP. Selanjutnya semua makalah hasil review dan hasil editing
              >> dikirim ke AIP dan tinggal menunggu keluar proceedings (hardcopy dan
              >> online) dalam swaktu sekitar 2 bulan. Pekerjaan OC menjadi lebih enteng.
              >> Untuk meringankan biaya editing, kita dapat menghire orang yang mahir
              >> dalam bidang tersebut. Banyak lulusan SMK, diploma atau lembaga pendidikan
              >> komputer yang dapat diperkerjakan selaman 1 – 2 bulan.
              >>
              >> 4) Selisih biaya penerbitan proceedings sendiri dan penerbitan melalui AIP
              >> atau society internasional lainnya hanya sekitar Rp 150.000,- per peserta
              >> (makalah). Jadi, dengan menaikkan biaya registrasi sekitar Rp 150.000,-
              >> sampai Rp 200.000,- maka banyak sekali manfaat yang kita peroleh.
              >> Pekerjaan OC jadi lebih ringan, para peserta menjadi senang karena
              >> makalahnya terpublikasi secara internasional, dan rekaman jumlah publikasi
              >> kita secara internasional juga meningkat.
              >>
              >> Kalau semua seminar/symposium/konferensi yang kita laksanakan dimuat
              >> dalam proceedings seperti ini pada society-sociaty internasional yang
              >> berkaitan, yakinlah, rekaman publikasi peneliti Indonesia akan melonjak
              >> drastis. Katakanlah satu peneliti rata-rata dapat menghasilkan dua makalah
              >> di proceedings tersebut selama setahun, maka akan terjadi lonjakan ribuan
              >> rekaman Scopus. Kalau tidak sanggup dua, misalkan satu saja. Jika ini
              >> dapat dilakukan maka rekaman publikasi institusi-institusi di Indonesia
              >> akan menyaingi institusi di wilayah Asean yang saat ini posisinya jauh di
              >> atas kita.
              >>
              >> Menurut saya, kita perlu segera melakukan langkah-langkah kreatif untuk
              >> mengangkat nama institusi Indonesia ke level internasional.
              >> Langkah-langkah tersebut mungkin tidak populer dan mungkin saja keluar
              >> dari kebiasaan-kebiasaan yang ada selama ini. Namun, seringkali
              >> perubahan-perubahan besar diawali dari langkah-langkah yang tidak populer,
              >> dan bahkan dicibir kebanyakan orang.
              >>
              >> Untuk society-society yang ternama, mari lupakan cara-cara usang yang
              >> menerbitkan sendiri proceedings seminar. Seminar-seminar di luar sudah
              >> jarang yang menggunakan cara-cara tersebut. Kita harus melompat ke depan
              >> agar posisi bangsa ini tidak dilecehkan bangsa lain. Namun hal ini bisa
              >> kita lakukan jika riset yang kita lakukan adalah riset yang serius. Tentu
              >> AIP, IOP, Elsvier tidak sudi proceedings-proceedingsnya diisi hasil riset
              >> asal-asalan yang tidak jelas originalitasnya.
              >>
              >> Kita juga harus mulai melakukan riset mandiri tanpa keterlibatan asing.
              >> Kita harus tunjukan pada dunia bahwa kita juga bisa melakukan hal yang
              >> sama seperti mereka. Mari kita bersihkan nama orang asing di
              >> makalah-makalah publikasi kita. Kami di ITB sudah membuktikan hal ini.
              >> Makalah-makalah terbaru kami di jurnal-jurnal internasional sudah steril
              >> dari nama orang asing.
              >>
              >> Have a nice weekend
              >> Mikra
              >>
              >>
              >>
              >>
              >
              >
              > ------------------------------------
              >
              > Yahoo! Groups Links
              >
              >
              >
              >


              --
              Rusminto Tjatur WIDODO

              Academic Affairs
              Digital Electronic Laboratory, Electronics Department
              Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS)
              Institute Technology of Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya - INDONESIA
              Fax: +62 31 5946114, Phone: +62 31 5947280 ext. 4113, 2702
              081 330 23 24 68
              e-mail: widodo@...


              -----------------------------------------
              This email was sent using Webmail of EEPIS-ITS.
              http://webmail.eepis-its.edu/
            • din@fi.itb.ac.id
              Tidak kontradiktif Pak Tjatur. Simposium/conferensi manapun di dunia ini sudah menggunakan fasilitas Proceedings AIP dan Proc. lin untuk mempublikasikan hasil
              Message 6 of 12 , Apr 26, 2010
              • 0 Attachment
                Tidak kontradiktif Pak Tjatur.

                Simposium/conferensi manapun di dunia ini sudah menggunakan fasilitas
                Proceedings AIP dan Proc. lin untuk mempublikasikan hasil karya sehingga
                dikenal masyarakat internasional secara luas. Ini hanya masalah penerbitan
                saja. Kalau kita terbitkan sendiri, cakupannya tidak luas dan kepakaran
                kita akan kurang dikenal di masyarakat internasional.

                Ini tidak ada bedanya dengan publikasi ke jurnal ilmiah internasional.
                Jelas jurnal tersebut bukan milik kita, tetapi milik pihak lain. Namun
                jurnal adalah media yang netral.

                Yang terpenting adalah karya. Karya kita berupa publikasi adalah murni
                dari kita. Kalau karya itu murni dari kita, mau diterbitkan di
                jurnal/proceedings mana pun, tetap kita yang yang menjadi pemiliknya.
                Kalau selalu nama orang asing tertera di paper kita, sebagian orang akan
                bilang, "ah dia cuma bisa publikasi karena ada orang asing itu". Tentu ini
                tidak kita harapkan. Kita harus tunjukkan pada orang bahwa kita pub bisa
                melakukan hal yang setara.

                Kita mempublikasikan di Proc. AIP untuk mengangkat citra insttisi bangsa
                ini di level Asean. Sekarang jumlah publikadi institusi Indonesia yang
                terekam di SCOPUS (misalnya) sangat parah. ITB memegang rekor tertinggi di
                Indonesia dengan jumlah paper di SCOPUS tahun 2009 sekitar 200. PT lain
                jauh di bawah ITB. LIPI sebagai pusat riset di Indonesia tidak sampai 100,
                padahal isinya peneliti semua dan kerjanya cuma meneliti. ITB dan PT lain
                masih dibebani pengajaran dan pengabdian masyarakat (Tri Darma).

                Kita kalah jauh dari Singapura, Tailand, Malaysia, dll. Apakah kita ingin
                seperti ini terus? Publikasi di Proc Internasional yang terindex secara
                internaisonal merupakan salah satu cara untuk mendongkrak posisi institusi
                kita. Sudah saatnya kita keluar dari cara-cara tradisional dalam publikasi
                ilmiah seminar/simposium/konferensi.

                Demikian

                Mikra

                > tapi saya melihat ada yg kontradiktif Pak Mikra,..
                >
                > satu sisi menerbitkan melalui Amerik, tetapi dilain sisi kok ingin
                > membersihkan
                > nama orang asing dari tulisan makalah. padahal dalam bidang ilmiah khan
                > tidak
                > mengenal batas-batas teritorial, bangsa, budaya, dan negara bukan,.. ?
                >
                > Wassalam,
                > RTW
                >
                >
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.