Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Apa itu BRAND AWARENESS ?

Expand Messages
  • sukardi_arifin
    Salam MC-ers and Pak Edon, Thanx atas tanggapannya. Dapat saya sampaikan bahwa pada tulisan terdahulu saya menyatakan tidak semua produk memerlukan brand
    Message 1 of 6 , May 1, 2009
    View Source
    • 0 Attachment
      Salam MC-ers and Pak Edon,

      Thanx atas tanggapannya.
      Dapat saya sampaikan bahwa pada tulisan terdahulu saya menyatakan "tidak semua produk memerlukan brand awareness yang tinggi untuk dapat dijadikan pilihan konsumen".

      Artinya, dengan brand awarenss yang rendah pun konsumen akan membeli product tersebut. Jadi, pernyataan Bapak dan saya tidak bertoak belakang.

      Tapi saya tertarik melihat diskusi dari bapak dari sisi yang berbeda. Pada beberapa penelitian yang saya lakukan, hampir 60% (atau 6 dari 10 orang) tidak mampu menyebutkan merek SEPEDA yang mereka miliki, mungkin rekan-rekan MC-ers bisa mencoba dilingkungan sendiri (di Sekolah atau dijalanan). Coba bandingkan pengetahuan mereka dengan merek motor yang dimiliki. 95% (artinya 95 dari 100 orang) mampu menyebutkan merek motor yang mereka miliki, walaupun motor tersebut tidak pernah mereka gunakan atau bukan mereka sendiri yang melakukan pembelian.

      Nah, ini yang saya maksud dengan kekuatn BRAND AWARENSS, kalau anda bersaing dalam pasar dimana merek is a must, maka kita harus membangun brnd awareness untuk dapat ikut bersaing. Tapi jika Anda masuk dalam pasar dimana brand awarenss bukan hal penting, maka membangun brand awareness bisa dilakukan setengah hati....!

      Nunggu komentar lain lagi.

      Salam
      SUKARDI ARIFIN



      --- In MC-ers@yahoogroups.com, edon mohamad <ini.edon@...> wrote:
      >
      > Selamat siang Mas Sukardi...
      >
      > Tulisan Anda sungguh mencerahkan.
      > Namun ada satu hal saja yang ingin saya tanyakan kembali pada Anda terutama
      > pada paragraf di bawah ini dan, terutama, kalimat yang saya garis miring-i.
      >
      >
      > > Namun, tidak semua produk memerlukan Brand Awarenss yang tinggi untuk dapat
      > > dijadikan pilihan konsumen. Produk-produk yang masuk kategori komoditi
      > > termasuk dalam kelompok ini. Misalnya produk beras, produk garam, dan produk
      > > komoditi lainnya. *Bahkan pada produk sepeda pun konsumen relatif tidak
      > > memperhatikan mereknya.*
      > >
      > Apakah benar konsumen sepeda tidak memperhatikan merek sepeda yang mereka
      > beli?.
      > Mungkin memang benar jawabannya adalah relatif. Tapi jawaban ini saya rasa
      > hanya cocok untuk orang-orang yang hanya ingin memakai sepedanya sebagai
      > alat transportasi biasa (sepeda sebagai benda yang fungsional). Misalnya
      > para abang siomay, loper koran dan lain-lain.
      >
      > Tapi, ini pun masih bisa dipertanyakan (untuk sebagian masyarakat lainnya
      > yang juga ingin menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dan memiliki
      > dana yang lumayan), karena di lapangan, kenyataannya, orang-orang yang saya
      > temui, selalu menanyakan 1-3 merek sepeda lokal sebelum membeli.
      > "Pak, punya sepeda U*****.... gak?, kalo yang P*****N ada gak?"
      >
      > Namun, berbeda lagi jawabannya jika si pembeli sepeda adalah orang-orang
      > yang memang menyukai olah raga sepeda, para hobbiest. Bagi mereka, merek
      > juga menjadi pertimbangan penting untuk membeli. Merek yang banyak dipakai
      > orang biasanya menjadi merek favorit mereka dan memiliki brand awereness
      > yang tinggi.
      > Fenomena ini saya lihat di banyak komunitas sepeda yang ada di Jakarta
      > seperti komunitas pekerja sepeda Indonesia (B2W Indonesia), komunitas sepeda
      > onthel Jakarta, komunitas sepeda lipat dll.
      >
      > Jadi menurut saya, yang awam dalam marketing, setiap membeli barang apapun,
      > sekarang ini, rasanya popularitas merek tetap menjadi hal yang penting
      > sebelum mereka memutuskan membeli, termasuk juga sepeda.
      >
      > Salam...
      > --
      > Ini.edon
      > 0811-99-70-26, 0818-99-70-26
      > YM : abangedon@...
      > http://selasaredon.blogspot.com/
      >
      >
      > [Non-text portions of this message have been removed]
      >
    • edon mohamad
      Salam Pak Sukardi... Nah, ini yang saya maksud dengan kekuatn BRAND AWARENSS, kalau anda bersaing dalam pasar dimana merek is a must, maka kita harus membangun
      Message 2 of 6 , May 10, 2009
      View Source
      • 0 Attachment
        Salam Pak Sukardi...

        Nah, ini yang saya maksud dengan kekuatn BRAND AWARENSS, kalau anda bersaing dalam pasar dimana merek is a must, maka kita harus membangun brnd awareness untuk dapat ikut bersaing. Tapi jika Anda masuk dalam pasar dimana brand awarenss bukan hal penting, maka membangun brand awareness bisa dilakukan setengah hati....!

        Oh begitu tokh maksud bapak...
        kalo demikian, saya setuju sekali!
        terima kasih untuk pencerahannya.


        salam
        edon
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.