Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Pasar Maling riwayatmu kini - Tak lagi menyeramkan seperti dulu

Expand Messages
  • Arie Pramusintho
    Pasar Maling riwayatmu kini - Tak lagi menyeramkan seperti dulu KESAN miring tentang Pasar Maling atau lebih sering disebut dengan nama PM memang sulit
    Message 1 of 1 , Apr 4, 2006
    • 0 Attachment

      Pasar Maling riwayatmu kini - Tak lagi menyeramkan seperti dulu

       

       

      KESAN miring tentang Pasar Maling atau lebih sering disebut dengan nama PM memang sulit ditepis. Karena itu pula masih banyak warga kota Semarang yang kehilangan barang, mulai dari alat-alat elektronik, sepatu, gitar, raket atau sejenisnya kemudian buru-buru mencari di pasar tersebut. Kondisi demikian memang tidak bisa ditampik para pedagang. Apalagi para pedagang pun sulit untuk membedakan barang curian dengan barang milik penjual barang yang datang ke PM. ''Meski demikian terkadang pedagang juga harus curiga dengan barang tertentu, sehingga kita juga membeli dengan teliti dan hati-hati. Kalau tidak bisa dituduh sebagai penadah," kata seorang pedagang.

      Tentang sejarah mengapa pasar tersebut dinamai pasar maling, para pedagang sendiri pun tidak bisa memastikan dan dari mana sebutan itu muncul. Dulunya, PM sendiri merupakan akronim dari Pasar Maling. Bagaimana sebutan itu muncul, tak ada yang bisa memastikan kebenarannya. Namun dari cerita yang berkembang, kawasan tersebut dulunya menjadi tempat bagi para pencuri untuk melego barang jarahannya.

      Bagaimana kebenarannya, tak ada yang bisa memastikan. Tapi sekarang, yang jelas, kawasan PM tak seseram yang dulu orang membayangkan. ''Tempatnya sekarang lebih bersih dan tidak menakutkan," kata beberapa pengunjung.

      Merek terkenal

      Yang menjadi pertanyaan mengapa PM sampai saat ini semakin diminati? Banyak yang memang harus diurai. Untuk mendapatkan sepatu bermerek misalnya, kita tidak perlu mengeluarkan uang banyak, karena harga di mal atau konter memang mahal.

      Salah satunya deretan toko sepatu yang ada di sana kalau boleh disebut sebagai kios, adalah milik Margo (48) yang dikenal sebagai juragan sepatu. Margo mengakui sejak beberapa tahun terakhir, geliat transaksi sepatu di PM makin ramai. Kenaikan BBM tahun 2005 silam, membuat lebih banyak orang yang mengalihkan tujuannya ke PM.

      ''Setelah harga BBM naik tahun lalu, makin banyak orang yang beli sepatu dan sandal di kaki limaan seperti ini. Apalagi kalau hari libur, pembelinya nggak cuma orang Semarang . Dari luar kota juga banyak. Karena harganya memang jauh lebih murah di banding toko,'' ujar Margo.

      Meski begitu, sebagai pedagang yang sudah bergelut dengan sepatu selama puluhan tahun, Margo menyarankan pembeli untuk teliti. ''Memang lebih murah. Tapi pembeli harus pintar-pintar memilih dan menawar. Karena kalau nggak bisa nawar, salah-salah malah nanti dapat harga terlalu mahal. Juga nggak sedikit barang dari Cina yang masuk untuk jenis sepatu kets. Meski ada juga yang asli buatan Indonesia ,'' kata Margo.

      Setelah kenaikan BBM, omzet pedagang sepatu memang mengalami penambahan. ''Sekarang rata-rata per hari, saya bisa menjual 25 pasang sepatu. Dulu, nggak sampai segitu. Alhamdulillah, jumlah itu masih bisa nambah pas hari libur,'' ujar Margo. Dalam seminggu, Margo bisa lebih dari dua kali menerima stok sepatu. ''Nggak bisa ditentukan kapan stok sepatu datang. Sekali datang juga belum tentu jumlahnya selalu sama. Kadang 60 pasang untuk satu jenis. Pernah juga sampai 800 pasang,'' ceritanya.

      Harga

      Berbeda dengan sepatu kets. Untuk sepatu kulit, Margo menjamin orisinalitasnya. Harga yang dipatok, untuk sepatu atau sandal laki-laki antara Rp 60 ribu -Rp 200 ribu. Sedangkan untuk cewek, variasinya Rp 30 ribu- Rp 125 ribu. Selain sepatu, produk berbahan kulit yang dijual adalah sabuk yang berbandrol Rp 50 ribu -Rp 80 ribu. Ada juga dompet seharga Rp 30 ribu - Rp 100 ribu. ''Saya juga jual topi laken impor asli impor. Harganya antara Rp 65.000 - Rp 125 ribu. Ini satu-satunya toko di Semarang yang jual topi seperti ini,'' imbuh Margo setengah berpromosi sembari menunjuk model topi yang menyerupai bentuk topi pet.

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.