Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: FWD: IKLAN: TALKSHOW INDIGO + Kritik & Saran Vincent Liong

Expand Messages
  • vincentliong
    TALKSHOW INDIGO PUSAT KEBERBAKATAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA (Kamis, 22 Februari 2007) Indigo telah menjadi sebuah fenomena dewasa ini. Seorang
    Message 1 of 1 , Feb 21, 2007
    • 0 Attachment
      TALKSHOW INDIGO
      PUSAT KEBERBAKATAN
      FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA
      (Kamis, 22 Februari 2007)

      Indigo telah menjadi sebuah fenomena dewasa ini. Seorang anak yang
      memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu atau masa kini, dan bahkan
      mampu bertelepati dengan sesama anak indigo. Penjelasan mengenai
      fenomena ini belum banyak diketahui oleh masyarakat umum, terutama
      penjelasan dalam sudut pandang ilmu psikiatri. Lantas bagaimana ilmu
      psikiatri menjelaskan fenomena indigo ini? Bagaimana juga penghayatan
      pengalaman orang tua dari anak-anak indigo ini? Talkshow ini akan
      menjelaskan kepada anda tentang hal-hal tersebut.

      WAKTU
      13.00 – 15.00

      TEMPAT
      Auditorium Gedung H Fakultas Psikkologi Universitas Indonesia

      at: http://groups.yahoo.com/group/R-Mania/message/5179
      Zakaria Ramadhan <ilnuovoaqua@...> wrote:


      FASILITAS
      Snack, sertifikat, dan makalah

      INVESTASI
      Rp50.000 per person

      INFORMASI & PENDAFTARAN
      Lina atau Ani Khairani (0818-107191)
      Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
      Gedung B lantai 2 Ruang B.104
      Kampus Baru UI. Depok
      Telp: 021-7270005 ext.1227
      Fax: 021-786-3526




      Vincent Liong wrote:

      Kritik dan saran Vincent Liong terhadap akan diselenggarakannya
      TALKSHOW INDIGO di Pusat Keberbakatan fakultas Psikologi universitas
      Indonesia.

      Yang sangat penting diperhatikan oleh pihak pembicara Talkshow Indigo
      di fakultas Psikologi Universitas Indonesia adalah bahwa talkshow ini
      akan membawa nama ilmu Psikiatri. Bisa berefek baik atau buruk yang
      otomatis judgement penonton & masyarakat akan ditujukan kepada paum
      Psikiatri dan Psikologi sebagai lembaga.

      Pada tanggal 8 Maret 2007 jam 22.30 malam dan tanggal 11 Maret jam
      15.05 sore di Metro TV akan ditayangkan Kick Andy Show yang bertema
      Fenomena Indigo. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh
      para pembicara di acara Talkshow Indigo adalah soal beberapa
      sudutpandang tentang Indigo yang dibahas dalam acara Kick Andy Show.

      Dalam shooting acara tersebut ada beberapa sudutpandang yang
      ditampilkan, dengan urut:
      1. Fenomena seorang anak indigo yang dapat melihat roh halus yang
      dibawakan oleh seorang kelinci percobaan yang masih anak kecil.
      2. Indigo hanyalah sekedar operating sistem yang bisa diinstall dan
      diuninstall pada setiap manusia yang dibawakan oleh Vincent Liong.
      3. Indigo adalah seseorang yang beraura dengan warna Indigo (Nila),
      dibawakan oleh psikiatri yaitu dokter Erwin Kusuma.
      4. Anak Indigo menurut sisi metafisika / paranormal Mama Lauren.

      Durasi acara tsb adalah 45 menit yang dibagi menjadi 5 babak yang
      masing-masing 9 menit. Untuk sudutpandang yang dibawakan oleh Vincent
      Liong "Indigo hanyalah sekedar operating sistem yang bisa diinstall
      dan diuninstall pada setiap manusia." diberi waktu 2 x 9 menit.
      Sembilan menit pertama membahas mengenai sudutpandang Indigo menurut
      Vincent Liong dan latarbelakang perjalanan Vincent Liong secara
      pribadi sebagai anak yang dianggap indigo. Sembilan menit kedua
      Vincent Liong diminta menjelaskan melalui rumus himpunan ala
      measurement (pengukuran) soal bagaimana mengubah operating sistem
      manusia normal menjadi operating sistem manusia Indigo tanpa
      menghubungakn dengan hal-hal yang bersifat metafisika.

      Pada sembilan menit pertama shooting ditampilkan seorang anak yang
      dinyatakan indigo dan menceritakan kemampuan dirinya ke bidang
      metafisika misalnya bisa melihat roh. Pada sembilan menit kedua dan
      ketiga giliran Vincent Liong yang berbicara. Pada sembilan menit
      keempat giliran dokter Erwin yang membawa ke teori aura dan cakra.
      Pada sembilan menit kelima mama Lauren yang berbicara.

      Nah, pada pergantian dari sembilan menit pertama ke sembilan menit
      kedua, para pemirsa di Kick Andy Show termasuk si Andy-nya sendiri
      agak shock berhubung Vincent Liong membahas Indigo tidak ke arah
      metafisika melainkan ke rumus matematika yang bisa dilakukan oleh
      orang normal (siapa saja) tanpa membedalan bakat atau tidak bakat.
      Pada pergantian sembilan menit ketiga ke sembilan menit keempat, para
      pemirsa agak shock berhubung Vincent Liong yang biasa diberitakan
      sebagai anak Indigo kok lebih tidak metafisika dibandingkan si dokter
      yang membahas tema Indigo ke teori cakra dan aura yang metafisika.

      Nah, dalam acara TALKSHOW INDIGO di Pusat Keberbakatan fakultas
      Psikologi Universitas Indonesia, jangan sampai ketika konsumen
      pemirsa tema Indigo ini menganggap pembahasan ala akademisi lebih
      metafisika (tidak logis) dibandingkan ala agamawan dan ala Vincent
      Liong yang dianggap anak Indigo dan dukun. Kalau sampai itu terulang
      kembali seperti di shooting acara Talkshow Indigo maka akan
      mempermalukan para praktisi Psikiatri dan Psikologi di hadapan
      masyarakat umum.

      Sekilas sebagian kalimat yang saya ucapkan di shooting Kick Andy
      tersebut;
      "Kalau kita berbicara seorang nabi maka kita berbicara tentang
      sesuatu yang sifatnya past tense (masa lampau) tentang seseorang yang
      telah melakukan sesuatu yang kongkrit bagi masyarakat, itu pun masih
      disebut sebagai bidang non logika alias metafisika dan agama. Dalam
      pembahasan Indigo ini kita melihat orang orang dengan gelar, jabatan,
      berijasahkan sebagai kaum berpendidikan yang dianggap logis tetapi
      berbicara tentang masa depan seorang anak kecil yang biasanya berumur
      kurang dari sepuluh tahun bahwa di masa depan (beberapa puluh tahun
      ke depan) yang sifatnya future tense akan menjadi penuntun jaman
      tanpa ada hal kongkrit tentang tindakan si anak terhadap masyarakat
      yang bersifat past tense. Para ahli bergelar, jabatan dan berijasah
      ini tidak memperhitungkan bagaimana keluguan masyarakat Indonesia ini
      yang langsung mengurutkan begitu saja bahwa sesuatu yang bergelar,
      ijasah, dlsb berarti logis (dapat dilogikakan) sehingga efek samping
      ke anak Indigo adalah setelah dipropagandakan sebagai anak indigo
      memang senang sesaat, tetapi setelah sadar maka akan memaksa si anak
      kabur menyepi dari semua orang (orangtua, teman, masyarakat) biasanya
      mulai 3 bulan sampai setengah tahun setelah shooting, karena tidak
      ada plihan bebas lagi sebagai anak kecil, tidak ada lagi pilihan mau
      jadi apa di masa depan kecuali menjadi penyelamat yang harus menolong
      orang lain dengan mengabaikan faktor pribadi diri sendiri atau
      dianggap messias gagal, atau indigo banci/cacat. Dimanakah
      tanggungjawab ilmiah kaum bergelar dan berijasah tsb terhadap
      kepercayaan masyarakat?"

      (Note: Ini juga berhubungan dengan fenomena akhir-akhir ini banyak
      ahli ADHD, Autis, Gangguan Sensorik, dlsb.)

      Semoga pembodohan terhadap masyarakat dengan tujuan komersialisasi
      tidak terulang kesekian kalinya dalam acara TALKSHOW INDIGO di Pusat
      Keberbakatan fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Kalau masih
      mau diarahkan ke pembodohan dan komersialisasi seperti acara
      sebelumnya ya monggo saja, resiko ditanggung sendiri.

      Ttd,
      Vincent Liong
      (turut memperhatikan nasib siap anak-anak yang dijadikan bintang
      Iklan Indigo.)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.