Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fw: Info sehat

Expand Messages
  • Rinina
    Rinina ... From: Sapto Rachmadi Date: Thu, 12 Aug 2010 09:36:43 To: ; ;
    Message 1 of 1 , Aug 12, 2010

      Rinina


      From: "Sapto Rachmadi" <sapto_rachmadhie@...>
      Date: Thu, 12 Aug 2010 09:36:43 +0700
      To: <cristinarochayanti@...>; <eyus62@...>; budi dhewajani<budidhewajani@...>; <dianb3101@...>; <delia@...>; <nananurdiana13@...>; Nani Sumarni<nani@...>; Nilda Nurfachmi<nurnilda@...>; nieke dewayani<niekedewa@...>; <noniknovi@...>; <retno_em@...>; <rnuradiati@...>
      Subject: FW: Info sehat

       

       

       

      Air Mendidih Saja Belum Cukup

       

      KOMPAS/ LASTI KURNIA

      ·                                  

      JAKARTA, KOMPAS.com — Keracunan tidak melulu berasal dari makanan. Air minum juga bisa menjadi sumber kuman. ”Pada air mentah, banyak kuman yang bisa menimbulkan gejala keracunan, seperti diare,” kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara. Maka, memasak air menjadi penting untuk membunuh kuman yang ada di air.

       

      Mulyadi menjelaskan, banyak orang keracunan karena tidak memasak air dengan cara yang benar. Anggapannya, mendidih saja sudah cukup. ”Padahal, air harus dimasak pada suhu 100 derajat celsius selama 5 sampai 10 menit, baru dimatikan,” kata Mulyadi. Dengan demikian, kuman baru benar-benar akan mati.

       

      Air dari dispenser juga tidak selamanya bebas kuman. Memang, biasanya orang dewasa tidak mengalami keluhan atau gangguan saat mengonsumsi air galon. Namun, ada baiknya jika dikonsumsi oleh anak-anak, air galon dimasak terlebih dahulu. Air yang digunakan untuk membuat susu sebaiknya dimasak terlebih dahulu sampai 100 derajat celsius untuk membunuh kuman yang masih tersisa.

       

       


      :BCA:

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.