Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Balasan: Re: [Diskusi-Pembebasan] Re: Venezuela dan Para Walikota FMLN El Salvador Sepakat Membangun Kerjasama

Expand Messages
  • bawah sadar
    Zely, Ulasan yang kamu paparkan sangatlah menarik. bentuk komparasi situasi Venezuela dan Indonesia yang ringkas! sebelum maju ke topik diskusi yang kamu
    Message 1 of 8 , Apr 27, 2006
      Zely,
      Ulasan yang kamu paparkan sangatlah menarik. bentuk komparasi situasi Venezuela dan Indonesia yang ringkas!
      sebelum maju ke topik diskusi yang kamu tawarkan, ada baiknya kalau kita terlebih dahulu menggali penyebab dari perbedaan karakteristik militer yang ada di kedua negara yang sedang kita komparasikan (kalau itu yang menjadi perbedaan yang mendasar mengenai situasi politik Venezuela dan Indonesia menurut kawan Zely).
      mengenai bentuk solidaritas yang harus dibangun pada prinsipnya sama saja dengan kebutuhan dari seluruh gerakan kiri dunia. adalah sebuah persoalan memformulasikan bentuk dari solidaritas kedalam sebuah issue yang meng-Internasional. sebut saja Terrorisme VS Terrorisme yang belum mempunyai kekuatan baku untuk mampu mengklasifikasikan kekuatan-kekuatan politik Internasional mengenai fokus issue Terrorisme. bentuk jelasnya bagaimana merumuskan sebuah bentuk solidaritas untuk iran yang di ujung tanduk.
      merupakan hal yang jelas menjadikan Amerika sebagai musuh utama dalam rangka mengkonsolidasikan seluruh gerakan negara rakyat di dunia.
      tawaranku sudah saatnya gerakan kiri memulai sebuah kerjasama yang rapi dengan kelompok-kelompok Islam radikal untuk memperjelas ending dari formulasi Terrorisme VS terrorisme ala Amerika. tapi masalah yang lain akan timbul seperti masalah-masalah 'cupet pikiran'-nya gerakan kiri untuk membangun kerjasama dengan basis Ideologi yang berbeda sengan mereka.
      tapi Lula di brazil, gerakan kiri di Nepal yang berhasil membangun koalisi organisasi partai dan non partai, ataupun juga Chavez di Venezuela yang sudah mengajarkan gerakan kiri dunia untuk keluar dari jurang 'kecupetan pikiran' mereka untuk membangun kembali sebuah konsolidasi besar menghadapi neolioberalisasi.
       
      sementara segini dulu...( sebenarnya masih banyak yang mau disampaikan... tapi aku buru-buru mau pergi.... maap yaa)
       
      tapi makasih materinya yaaa.....
       
      lala

      ly Ariane <zely.ariane@...> menulis:
      Mengkomparasi Venezuela dengan Indonesia (tanpa menghilangkan kebutuhan untuk lebih detail menjabarkan situasi ekonomi politik masing-masing negeri) boleh jadi dapat diringkas sebagai berikut:

      1. Persoalan pokok rakyat Venezuela (Amerika Latin pada umumnya) sebelum Chavez memerintah (menang) adalah dominasi modal asing (kapitalisme-neoliberal/imperlialisme); pemerintahan boneka imperialisme; dan feodalisme atau sisa-sisa feodalisme (butuh diteliti lebih lanjut). Persoalan pokok ini sama dengan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini. Yang membedakannya dengan rakyat Indonesia adalah problem pokok militerismenya. Di Indonesia, tentara selain sebagai penjaga modal, juga masih menjadi alat bagi modal yang efektif (militer kapitalis). Karena tentara Indonesia adalah tentara 'warisan/didikan' KNIL dan PETA yang terdidik bermental dan berwatak calo/pedagang/kapitalis calo (teliti asal muasal tentara Indonesia) daripada patriot. Sedangkan tentara di Venezuela, memiliki beberapa 'keunikan'  (Martha Hannecker menyebutnya Anomali) yang berperan baik untuk perjuangan demokrasi: (i) sejak 1971 tentara nasional VZ tak lagi dididik di Forth Bening AS--sebab2nya sedang dipelajari--melainkan mendapat didikan di dalam negeri, (ii) mayoritas tentara berpangkat perwira kebawah berasal dari keluarga miskin, (iii) Korupsi para jenderal serta standar hidup yang begitu jauh berbeda dengan para perwira dan prajurit  memicu  terkonsolidasinya  idealisme para prajurit, (iv)  tentara  VZ juga tidak  kenal  pembarakan, mereka bertugas dan pulang kembali ke tempat tinggalnya setiap hari, situasi ini membuat integrasi tentara  dengan rakyat miskin begitu erat, (v) gubungan gerilyawan komunis dengan para perwira progressif sudah terkonsolidasi sejak pemberontakan tentara bersama gerilyawan sipil pertama di awal tahun 1960an (kalau tak salah mereka membentuk front patriotik), (vi) tentara juga mendapat pendidikan politik dan sosial yang sama dengan mahasiswa biasa, di universitas umum biasa, sehingga integrasi tentara dan mahasiswa sudah sejak lama terbangun, diskusi2 politik pun berkembang.

      2. Situasi gerakan di VZ dan Indonesia sebetulnya hampir sama sebelum Chavez berkuasa. Fragmentasi gerakan dan issu juga terjadi. Ada berbagai kekuatan dan partai kiri yang berbeda taktik dan sulit bersatu memberi alternatif pada rakyat yang sebetulnya sudah resah sejak awal 80an dan memuncak di tahun 1989 akibat kenaikan BBM, transport dan SPP yang memicu peritiwa Caracazo. Yang membedakan adalah, kemunculan Chavez bersama gerbong MBR'nya (sel progressif tentara) memberontak dan berupaya mengambil alih kekuasaan di tahun 1992 (menurut perjanjiannya seharusnya juga melibatkan kelompok sipil progressif namun pada kenyataannya tidak maksimal). Chavez kalah, namun kepeloporan tindakan politiknya memanen hasil dukungan rakyat hingga menghantarkan kemenangannya di tahun 1998. Menurutku pointnya ada pada ketepatan taktik dan ketepatan isu yang digunakan sejak 1992 hingga 1998. Di Indonesia, mayoritas gerakan memang masih segan-segan bicara soal kekuasan politik alternatif, dan dengan riil membangunnya lewat perebutan panggung politik di segala lini (parlementer dan ekstraparlementer). Memang tidak bisa mentah-mentah disamakan dengan VZ, karena sejarah perjuangan demokrasi mereka sudah berlangsung sejak 1958 (penggulingan kediktatoran di tahun 1958),sementara kita baru di tahun 1998. Apalagi, kita masih dihambat dengan deideologisasi yang dilakukan Soeharto selama 33 tahun, sehingga wacana2 alternatif begitu sayup terdengar dan dijadikan diskursus.


      Ada beberapa hal yang saya anggap penting dari dua pendapat sebelumnya, yakni:
      Membangun sosialisme setelah mengambil alih kekuasaan lewat jalan Parlementer
         > Bagaimana kegagalan Chile menjadi pelajaran bagi Sosialisme ala Venezuela?

      Dan menurutku, juga, pembangunan gerakan solidaritas sangat penting ditengah gempuran AS terhadap Chavez dan VZ saat ini.

      Ini bisa dijadikan topik diskusi lanjutan.

      Terima Kasih,
      zy




      On 21/04/06, dpo_psa <dpo_psa@... > wrote:
      salam kenal...
      saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
      memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
      di Amerika tapi juga di Asia..
      bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
      Indonesia..?

      Lala







      Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
      Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com


      Yahoo! Groups Links

      <*> To visit your group on the web, go to:
           http://groups.yahoo.com/group/Diskusi-Pembebasan/

      <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
          Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com

      <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
           http://docs.yahoo.com/info/terms/






      --
      Zely Ariane


      Apakah Anda Yahoo!?
      Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.