Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: Venezuela dan Para Walikota FMLN El Salvador Sepakat Membangun Kerjasama

Expand Messages
  • dpo_psa
    salam kenal... saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela, memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya di
    Message 1 of 8 , Apr 20, 2006
      salam kenal...
      saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
      memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
      di Amerika tapi juga di Asia..
      bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
      Indonesia..?

      Lala
    • nisha torevo
      Untuk bisa mengkomperasikan dengan kondisi situasi politik di indonesia terlebih dahulu kita harus bisa memahami kondisi politik dan ekonomi di Venezuela dan
      Message 2 of 8 , Apr 21, 2006
        Untuk bisa mengkomperasikan dengan kondisi situasi politik di indonesia terlebih dahulu kita harus bisa memahami kondisi politik dan ekonomi di Venezuela dan kita juga harus memahami kondisi ekonomi politik di Indonesia, kemudian baru memberi kesimpulan-kesimpulan terhadap situasi tersebut. secara umum pasti banyak persamaan dengan indonesia situasi disana. namun secara khusus pasti akan mengalami banyak perbendaan. cuma yang menarik untuk dipelajari adalah keberhasil membangun sosialisme setelah mengambil alih kekuasan melalui parlementer. padahal usaha seperti ini sudah pernah terjadi di Chili namun bisa dikalahkan dengan mudah oleh borjuis setelah kekuatan kiri berkuasa. hal ini lebih disebabkan oleh tidak adanya penuntasan revolusi dengan menggunakan cara insureksi. nah Venezuela pengambil alihan kekuasaan melalui parlementer dan penuntasan revolusi terus dilakukan dengan cara insureksi. bahkan kawan chavez selalu menyerukan rakyat untuk terus mengorganisir diri dan menjalankan undang-undang bolivarian dengan cara yang revolusioner.
         
        nah untuk di indonesia dengan persoalan pokok kapitalisme dengan intervensi modal asing maka musuh pokoknya sudah sama dengan di Venezuela yaitu neoimperialisme.
         
        dan yang masih menjadi persoalan adalah gerakan kiri di indonesia masih bersifat fragmentasi serta masih kekanak-kanakan, dengan cara menuduh reformis bila terlibat dalam pengambil alihan kekuasaan dengan cara parlementer. tapi ingan jangan tinggalkan insureksi.
         
        tapi  Bolivia juga layak kita jadikan satu diskursus
         
        mungkin itu dulu dari saya.
         
        salam Apa aja ya

        dpo_psa <dpo_psa@...> wrote:
        salam kenal...
        saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
        memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
        di Amerika tapi juga di Asia..
        bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
        Indonesia..?

        Lala


        Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less.

      • inicumalay savio
        dpo_psa wrote: salam kenal... saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela, memberikan alternatif baru untuk
        Message 3 of 8 , Apr 23, 2006
          dpo_psa <dpo_psa@...> wrote:
          salam kenal...
          saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
          memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
          di Amerika tapi juga di Asia..
          bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
          Indonesia..?

          Lala

          ................
           
          Anda mungkin sudah membaca email balasan dari kawan Nisha torevo. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan kawan Nisha  bahwa, perlu pemahaman mengenai situasi ekonomi politik di Venezuela maupun di Indonesia untuk dapat mengkomparasikan perkembangan politik ekonomi kedua negara tersebut. Yang ingin saya tambahkan, menurut saya (barangkali) analisis Gramscian lebih relevan untuk menganalisis perkembangan tersebut daripada teori-teori marxisme klasik manapun. Di venezuela, Cile atau amerika latin pada umumnya, sedang bangkit sebuah kesadaran ekonomi-koorporatif yang ingin mematahkan dominasi dan eksploitasi modal asing di Amarika latin (kerjasama/kesepakatan Venezuela dan para Walikota EL salvador merupakan salah satu contoh yang menunjukkan gejala tersebut). Yang menarik adalah (apakah) kesadaran koorporatif ini melibatkan kepentingan rakyat kelas bawah dan kekuatan sosial lain sehingga dapat mencapai fase hegemonik melampaui fase koorporatifnya. Ingat kegagalan Salvador Alende di Cile terjadi karena kekuatan kiri yang mengambil alih kekuasaan tidak mampu menjadi kelas yang hegemonik. 
          Di Indonesia selain gerakan rakyat masih fragmentaris dan kekanak-kanakan, juga tidak muncul kesadaran ekonomi-koorporatif antara klas buruh, tani, dan kaum miskin kota serta kaum borjuis kecil yang jelas-jelas dirugikan dan tersingkirkan dengan kebijakan pemerintahan yang berhaluan neo liberal. Ini dapat kita lihat dalam berbagai kasus yang terjadi akhir-akhir ini, revisi UUD Perburuhan misalnya, hanya dilihat sebagai masalah kaum Buruh, padahal kalau revisi itu benar-benar dilaksanakan impaknya akan sangat luas tidak hanya pada kaum buruh, tetapi juga kaum tani, kaum miskin kota dan bahkan kaum borjuis kecil sekalipun.

          saya pikir hanya itu saja dari saya, semoga bisa membantu.
          oyah apakah anda tertarik dengan perkembangan politik ekonomi di Timor Leste? Kalau tertarik mungkin anda bisa memberikan pandangan anda.

          Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
          Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com





          Yahoo! Mail goes everywhere you do. Get it on your phone.

        • inicumalay savio
          inicumalay savio wrote: dpo_psa wrote: salam kenal... saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi
          Message 4 of 8 , Apr 24, 2006
            inicumalay savio <anak_maubere@...> wrote:

            dpo_psa <dpo_psa@...> wrote:
            salam kenal...
            saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
            memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
            di Amerika tapi juga di Asia..
            bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
            Indonesia..?

            Lala

            ................
             
            Anda mungkin sudah membaca email balasan dari kawan Nisha torevo. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan kawan Nisha  bahwa, perlu pemahaman mengenai situasi ekonomi politik di Venezuela maupun di Indonesia untuk dapat mengkomparasikan perkembangan politik ekonomi kedua negara tersebut. Yang ingin saya tambahkan, menurut saya (barangkali) analisis Gramscian lebih relevan untuk menganalisis perkembangan tersebut daripada teori-teori marxisme klasik manapun. Di venezuela, Cile atau amerika latin pada umumnya, sedang bangkit sebuah kesadaran ekonomi-koorporatif yang ingin mematahkan dominasi dan eksploitasi modal asing di Amarika latin (kerjasama/kesepakatan Venezuela dan para Walikota EL salvador merupakan salah satu contoh yang menunjukkan gejala tersebut). Yang menarik adalah (apakah) kesadaran koorporatif ini melibatkan kepentingan rakyat kelas bawah dan kekuatan sosial lain sehingga dapat mencapai fase hegemonik melampaui fase koorporatifnya. Ingat kegagalan Salvador Alende di Cile terjadi karena kekuatan kiri yang mengambil alih kekuasaan tidak mampu menjadi kelas yang hegemonik. 
            Di Indonesia selain gerakan rakyat masih fragmentaris dan kekanak-kanakan, juga tidak muncul kesadaran ekonomi-koorporatif antara klas buruh, tani, dan kaum miskin kota serta kaum borjuis kecil yang jelas-jelas dirugikan dan tersingkirkan dengan kebijakan pemerintahan yang berhaluan neo liberal. Ini dapat kita lihat dalam berbagai kasus yang terjadi akhir-akhir ini, revisi UUD Perburuhan misalnya, hanya dilihat sebagai masalah kaum Buruh, padahal kalau revisi itu benar-benar dilaksanakan impaknya akan sangat luas tidak hanya pada kaum buruh, tetapi juga kaum tani, kaum miskin kota dan bahkan kaum borjuis kecil sekalipun.

            saya pikir hanya itu saja dari saya, semoga bisa membantu.
            oyah apakah anda tertarik dengan perkembangan politik ekonomi di Timor Leste? Kalau tertarik mungkin anda bisa memberikan pandangan anda.

            Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
            Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com





            Yahoo! Mail goes everywhere you do. Get it on your phone.


            How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

          • Zely Ariane
            Mengkomparasi Venezuela dengan Indonesia (tanpa menghilangkan kebutuhan untuk lebih detail menjabarkan situasi ekonomi politik masing-masing negeri) boleh jadi
            Message 5 of 8 , Apr 26, 2006
              Mengkomparasi Venezuela dengan Indonesia (tanpa menghilangkan kebutuhan untuk lebih detail menjabarkan situasi ekonomi politik masing-masing negeri) boleh jadi dapat diringkas sebagai berikut:

              1. Persoalan pokok rakyat Venezuela (Amerika Latin pada umumnya) sebelum Chavez memerintah (menang) adalah dominasi modal asing (kapitalisme-neoliberal/imperlialisme); pemerintahan boneka imperialisme; dan feodalisme atau sisa-sisa feodalisme (butuh diteliti lebih lanjut). Persoalan pokok ini sama dengan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini. Yang membedakannya dengan rakyat Indonesia adalah problem pokok militerismenya. Di Indonesia, tentara selain sebagai penjaga modal, juga masih menjadi alat bagi modal yang efektif (militer kapitalis). Karena tentara Indonesia adalah tentara 'warisan/didikan' KNIL dan PETA yang terdidik bermental dan berwatak calo/pedagang/kapitalis calo (teliti asal muasal tentara Indonesia) daripada patriot. Sedangkan tentara di Venezuela, memiliki beberapa 'keunikan'  (Martha Hannecker menyebutnya Anomali) yang berperan baik untuk perjuangan demokrasi: (i) sejak 1971 tentara nasional VZ tak lagi dididik di Forth Bening AS--sebab2nya sedang dipelajari--melainkan mendapat didikan di dalam negeri, (ii) mayoritas tentara berpangkat perwira kebawah berasal dari keluarga miskin, (iii) Korupsi para jenderal serta standar hidup yang begitu jauh berbeda dengan para perwira dan prajurit  memicu  terkonsolidasinya  idealisme para prajurit, (iv)  tentara  VZ juga tidak  kenal  pembarakan, mereka bertugas dan pulang kembali ke tempat tinggalnya setiap hari, situasi ini membuat integrasi tentara  dengan rakyat miskin begitu erat, (v) gubungan gerilyawan komunis dengan para perwira progressif sudah terkonsolidasi sejak pemberontakan tentara bersama gerilyawan sipil pertama di awal tahun 1960an (kalau tak salah mereka membentuk front patriotik), (vi) tentara juga mendapat pendidikan politik dan sosial yang sama dengan mahasiswa biasa, di universitas umum biasa, sehingga integrasi tentara dan mahasiswa sudah sejak lama terbangun, diskusi2 politik pun berkembang.

              2. Situasi gerakan di VZ dan Indonesia sebetulnya hampir sama sebelum Chavez berkuasa. Fragmentasi gerakan dan issu juga terjadi. Ada berbagai kekuatan dan partai kiri yang berbeda taktik dan sulit bersatu memberi alternatif pada rakyat yang sebetulnya sudah resah sejak awal 80an dan memuncak di tahun 1989 akibat kenaikan BBM, transport dan SPP yang memicu peritiwa Caracazo. Yang membedakan adalah, kemunculan Chavez bersama gerbong MBR'nya (sel progressif tentara) memberontak dan berupaya mengambil alih kekuasaan di tahun 1992 (menurut perjanjiannya seharusnya juga melibatkan kelompok sipil progressif namun pada kenyataannya tidak maksimal). Chavez kalah, namun kepeloporan tindakan politiknya memanen hasil dukungan rakyat hingga menghantarkan kemenangannya di tahun 1998. Menurutku pointnya ada pada ketepatan taktik dan ketepatan isu yang digunakan sejak 1992 hingga 1998. Di Indonesia, mayoritas gerakan memang masih segan-segan bicara soal kekuasan politik alternatif, dan dengan riil membangunnya lewat perebutan panggung politik di segala lini (parlementer dan ekstraparlementer). Memang tidak bisa mentah-mentah disamakan dengan VZ, karena sejarah perjuangan demokrasi mereka sudah berlangsung sejak 1958 (penggulingan kediktatoran di tahun 1958),sementara kita baru di tahun 1998. Apalagi, kita masih dihambat dengan deideologisasi yang dilakukan Soeharto selama 33 tahun, sehingga wacana2 alternatif begitu sayup terdengar dan dijadikan diskursus.


              Ada beberapa hal yang saya anggap penting dari dua pendapat sebelumnya, yakni:
              Membangun sosialisme setelah mengambil alih kekuasaan lewat jalan Parlementer
                 > Bagaimana kegagalan Chile menjadi pelajaran bagi Sosialisme ala Venezuela?

              Dan menurutku, juga, pembangunan gerakan solidaritas sangat penting ditengah gempuran AS terhadap Chavez dan VZ saat ini.

              Ini bisa dijadikan topik diskusi lanjutan.

              Terima Kasih,
              zy




              On 21/04/06, dpo_psa <dpo_psa@... > wrote:
              salam kenal...
              saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
              memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
              di Amerika tapi juga di Asia..
              bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
              Indonesia..?

              Lala







              Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
              Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com


              Yahoo! Groups Links

              <*> To visit your group on the web, go to:
                  http://groups.yahoo.com/group/Diskusi-Pembebasan/

              <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                  Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com

              <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                   http://docs.yahoo.com/info/terms/






              --
              Zely Ariane
            • nisha torevo
              untuk Zely....!!! Bagaimana dengan Militer di Indonesia dan di VZ setau saya di VZ sudah pernah terjadi reformasi di tubuh militer, sehingga lahir seperti
              Message 6 of 8 , Apr 26, 2006
                untuk Zely....!!!
                 
                Bagaimana dengan Militer di Indonesia dan di VZ
                setau saya di VZ sudah pernah terjadi reformasi di tubuh militer, sehingga lahir seperti Chaves. sedangkan di Indonesia reformasi belum bisa menghancurkan atau mereformasikan kekuatan militer. maka di Indonesia juga harus dipikirkan kalau kelompok kiri bisa berkuasa dengan cara parlementer, bagaimana dengan potensi kudeta militer. karena militer di VZ dengan di Indonesia berbeda jauh
                 
                Aku harap Zely bisa memberi gambaran tentang itu

                Zely Ariane <zely.ariane@...> wrote:
                Mengkomparasi Venezuela dengan Indonesia (tanpa menghilangkan kebutuhan untuk lebih detail menjabarkan situasi ekonomi politik masing-masing negeri) boleh jadi dapat diringkas sebagai berikut:

                1. Persoalan pokok rakyat Venezuela (Amerika Latin pada umumnya) sebelum Chavez memerintah (menang) adalah dominasi modal asing (kapitalisme-neoliberal/imperlialisme); pemerintahan boneka imperialisme; dan feodalisme atau sisa-sisa feodalisme (butuh diteliti lebih lanjut). Persoalan pokok ini sama dengan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini. Yang membedakannya dengan rakyat Indonesia adalah problem pokok militerismenya. Di Indonesia, tentara selain sebagai penjaga modal, juga masih menjadi alat bagi modal yang efektif (militer kapitalis). Karena tentara Indonesia adalah tentara 'warisan/didikan' KNIL dan PETA yang terdidik bermental dan berwatak calo/pedagang/kapitalis calo (teliti asal muasal tentara Indonesia) daripada patriot. Sedangkan tentara di Venezuela, memiliki beberapa 'keunikan'  (Martha Hannecker menyebutnya Anomali) yang berperan baik untuk perjuangan demokrasi: (i) sejak 1971 tentara nasional VZ tak lagi dididik di Forth Bening AS--sebab2nya sedang dipelajari--melainkan mendapat didikan di dalam negeri, (ii) mayoritas tentara berpangkat perwira kebawah berasal dari keluarga miskin, (iii) Korupsi para jenderal serta standar hidup yang begitu jauh berbeda dengan para perwira dan prajurit  memicu  terkonsolidasinya  idealisme para prajurit, (iv)  tentara  VZ juga tidak  kenal  pembarakan, mereka bertugas dan pulang kembali ke tempat tinggalnya setiap hari, situasi ini membuat integrasi tentara  dengan rakyat miskin begitu erat, (v) gubungan gerilyawan komunis dengan para perwira progressif sudah terkonsolidasi sejak pemberontakan tentara bersama gerilyawan sipil pertama di awal tahun 1960an (kalau tak salah mereka membentuk front patriotik), (vi) tentara juga mendapat pendidikan politik dan sosial yang sama dengan mahasiswa biasa, di universitas umum biasa, sehingga integrasi tentara dan mahasiswa sudah sejak lama terbangun, diskusi2 politik pun berkembang.

                2. Situasi gerakan di VZ dan Indonesia sebetulnya hampir sama sebelum Chavez berkuasa. Fragmentasi gerakan dan issu juga terjadi. Ada berbagai kekuatan dan partai kiri yang berbeda taktik dan sulit bersatu memberi alternatif pada rakyat yang sebetulnya sudah resah sejak awal 80an dan memuncak di tahun 1989 akibat kenaikan BBM, transport dan SPP yang memicu peritiwa Caracazo. Yang membedakan adalah, kemunculan Chavez bersama gerbong MBR'nya (sel progressif tentara) memberontak dan berupaya mengambil alih kekuasaan di tahun 1992 (menurut perjanjiannya seharusnya juga melibatkan kelompok sipil progressif namun pada kenyataannya tidak maksimal). Chavez kalah, namun kepeloporan tindakan politiknya memanen hasil dukungan rakyat hingga menghantarkan kemenangannya di tahun 1998. Menurutku pointnya ada pada ketepatan taktik dan ketepatan isu yang digunakan sejak 1992 hingga 1998. Di Indonesia, mayoritas gerakan memang masih segan-segan bicara soal kekuasan politik alternatif, dan dengan riil membangunnya lewat perebutan panggung politik di segala lini (parlementer dan ekstraparlementer). Memang tidak bisa mentah-mentah disamakan dengan VZ, karena sejarah perjuangan demokrasi mereka sudah berlangsung sejak 1958 (penggulingan kediktatoran di tahun 1958),sementara kita baru di tahun 1998. Apalagi, kita masih dihambat dengan deideologisasi yang dilakukan Soeharto selama 33 tahun, sehingga wacana2 alternatif begitu sayup terdengar dan dijadikan diskursus.


                Ada beberapa hal yang saya anggap penting dari dua pendapat sebelumnya, yakni:
                Membangun sosialisme setelah mengambil alih kekuasaan lewat jalan Parlementer
                   > Bagaimana kegagalan Chile menjadi pelajaran bagi Sosialisme ala Venezuela?

                Dan menurutku, juga, pembangunan gerakan solidaritas sangat penting ditengah gempuran AS terhadap Chavez dan VZ saat ini.

                Ini bisa dijadikan topik diskusi lanjutan.

                Terima Kasih,
                zy




                On 21/04/06, dpo_psa <dpo_psa@... > wrote:
                salam kenal...
                saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
                memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
                di Amerika tapi juga di Asia..
                bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
                Indonesia..?

                Lala







                Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
                Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com


                Yahoo! Groups Links

                <*> To visit your group on the web, go to:
                     http://groups.yahoo.com/group/Diskusi-Pembebasan/

                <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                    Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com

                <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                     http://docs.yahoo.com/info/terms/






                --
                Zely Ariane

                __________________________________________________
                Do You Yahoo!?
                Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                http://mail.yahoo.com

              • bawah sadar
                Zely, Ulasan yang kamu paparkan sangatlah menarik. bentuk komparasi situasi Venezuela dan Indonesia yang ringkas! sebelum maju ke topik diskusi yang kamu
                Message 7 of 8 , Apr 27, 2006
                  Zely,
                  Ulasan yang kamu paparkan sangatlah menarik. bentuk komparasi situasi Venezuela dan Indonesia yang ringkas!
                  sebelum maju ke topik diskusi yang kamu tawarkan, ada baiknya kalau kita terlebih dahulu menggali penyebab dari perbedaan karakteristik militer yang ada di kedua negara yang sedang kita komparasikan (kalau itu yang menjadi perbedaan yang mendasar mengenai situasi politik Venezuela dan Indonesia menurut kawan Zely).
                  mengenai bentuk solidaritas yang harus dibangun pada prinsipnya sama saja dengan kebutuhan dari seluruh gerakan kiri dunia. adalah sebuah persoalan memformulasikan bentuk dari solidaritas kedalam sebuah issue yang meng-Internasional. sebut saja Terrorisme VS Terrorisme yang belum mempunyai kekuatan baku untuk mampu mengklasifikasikan kekuatan-kekuatan politik Internasional mengenai fokus issue Terrorisme. bentuk jelasnya bagaimana merumuskan sebuah bentuk solidaritas untuk iran yang di ujung tanduk.
                  merupakan hal yang jelas menjadikan Amerika sebagai musuh utama dalam rangka mengkonsolidasikan seluruh gerakan negara rakyat di dunia.
                  tawaranku sudah saatnya gerakan kiri memulai sebuah kerjasama yang rapi dengan kelompok-kelompok Islam radikal untuk memperjelas ending dari formulasi Terrorisme VS terrorisme ala Amerika. tapi masalah yang lain akan timbul seperti masalah-masalah 'cupet pikiran'-nya gerakan kiri untuk membangun kerjasama dengan basis Ideologi yang berbeda sengan mereka.
                  tapi Lula di brazil, gerakan kiri di Nepal yang berhasil membangun koalisi organisasi partai dan non partai, ataupun juga Chavez di Venezuela yang sudah mengajarkan gerakan kiri dunia untuk keluar dari jurang 'kecupetan pikiran' mereka untuk membangun kembali sebuah konsolidasi besar menghadapi neolioberalisasi.
                   
                  sementara segini dulu...( sebenarnya masih banyak yang mau disampaikan... tapi aku buru-buru mau pergi.... maap yaa)
                   
                  tapi makasih materinya yaaa.....
                   
                  lala

                  ly Ariane <zely.ariane@...> menulis:
                  Mengkomparasi Venezuela dengan Indonesia (tanpa menghilangkan kebutuhan untuk lebih detail menjabarkan situasi ekonomi politik masing-masing negeri) boleh jadi dapat diringkas sebagai berikut:

                  1. Persoalan pokok rakyat Venezuela (Amerika Latin pada umumnya) sebelum Chavez memerintah (menang) adalah dominasi modal asing (kapitalisme-neoliberal/imperlialisme); pemerintahan boneka imperialisme; dan feodalisme atau sisa-sisa feodalisme (butuh diteliti lebih lanjut). Persoalan pokok ini sama dengan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini. Yang membedakannya dengan rakyat Indonesia adalah problem pokok militerismenya. Di Indonesia, tentara selain sebagai penjaga modal, juga masih menjadi alat bagi modal yang efektif (militer kapitalis). Karena tentara Indonesia adalah tentara 'warisan/didikan' KNIL dan PETA yang terdidik bermental dan berwatak calo/pedagang/kapitalis calo (teliti asal muasal tentara Indonesia) daripada patriot. Sedangkan tentara di Venezuela, memiliki beberapa 'keunikan'  (Martha Hannecker menyebutnya Anomali) yang berperan baik untuk perjuangan demokrasi: (i) sejak 1971 tentara nasional VZ tak lagi dididik di Forth Bening AS--sebab2nya sedang dipelajari--melainkan mendapat didikan di dalam negeri, (ii) mayoritas tentara berpangkat perwira kebawah berasal dari keluarga miskin, (iii) Korupsi para jenderal serta standar hidup yang begitu jauh berbeda dengan para perwira dan prajurit  memicu  terkonsolidasinya  idealisme para prajurit, (iv)  tentara  VZ juga tidak  kenal  pembarakan, mereka bertugas dan pulang kembali ke tempat tinggalnya setiap hari, situasi ini membuat integrasi tentara  dengan rakyat miskin begitu erat, (v) gubungan gerilyawan komunis dengan para perwira progressif sudah terkonsolidasi sejak pemberontakan tentara bersama gerilyawan sipil pertama di awal tahun 1960an (kalau tak salah mereka membentuk front patriotik), (vi) tentara juga mendapat pendidikan politik dan sosial yang sama dengan mahasiswa biasa, di universitas umum biasa, sehingga integrasi tentara dan mahasiswa sudah sejak lama terbangun, diskusi2 politik pun berkembang.

                  2. Situasi gerakan di VZ dan Indonesia sebetulnya hampir sama sebelum Chavez berkuasa. Fragmentasi gerakan dan issu juga terjadi. Ada berbagai kekuatan dan partai kiri yang berbeda taktik dan sulit bersatu memberi alternatif pada rakyat yang sebetulnya sudah resah sejak awal 80an dan memuncak di tahun 1989 akibat kenaikan BBM, transport dan SPP yang memicu peritiwa Caracazo. Yang membedakan adalah, kemunculan Chavez bersama gerbong MBR'nya (sel progressif tentara) memberontak dan berupaya mengambil alih kekuasaan di tahun 1992 (menurut perjanjiannya seharusnya juga melibatkan kelompok sipil progressif namun pada kenyataannya tidak maksimal). Chavez kalah, namun kepeloporan tindakan politiknya memanen hasil dukungan rakyat hingga menghantarkan kemenangannya di tahun 1998. Menurutku pointnya ada pada ketepatan taktik dan ketepatan isu yang digunakan sejak 1992 hingga 1998. Di Indonesia, mayoritas gerakan memang masih segan-segan bicara soal kekuasan politik alternatif, dan dengan riil membangunnya lewat perebutan panggung politik di segala lini (parlementer dan ekstraparlementer). Memang tidak bisa mentah-mentah disamakan dengan VZ, karena sejarah perjuangan demokrasi mereka sudah berlangsung sejak 1958 (penggulingan kediktatoran di tahun 1958),sementara kita baru di tahun 1998. Apalagi, kita masih dihambat dengan deideologisasi yang dilakukan Soeharto selama 33 tahun, sehingga wacana2 alternatif begitu sayup terdengar dan dijadikan diskursus.


                  Ada beberapa hal yang saya anggap penting dari dua pendapat sebelumnya, yakni:
                  Membangun sosialisme setelah mengambil alih kekuasaan lewat jalan Parlementer
                     > Bagaimana kegagalan Chile menjadi pelajaran bagi Sosialisme ala Venezuela?

                  Dan menurutku, juga, pembangunan gerakan solidaritas sangat penting ditengah gempuran AS terhadap Chavez dan VZ saat ini.

                  Ini bisa dijadikan topik diskusi lanjutan.

                  Terima Kasih,
                  zy




                  On 21/04/06, dpo_psa <dpo_psa@... > wrote:
                  salam kenal...
                  saya tertarik dengan terobosan-terobosan yang terjadi di venezuela,
                  memberikan alternatif baru untuk perkembangan sosialisme tidak hanya
                  di Amerika tapi juga di Asia..
                  bisakah bantu saya untuk mengkomparasikan dengan situasi politik
                  Indonesia..?

                  Lala







                  Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
                  Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com


                  Yahoo! Groups Links

                  <*> To visit your group on the web, go to:
                       http://groups.yahoo.com/group/Diskusi-Pembebasan/

                  <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                      Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com

                  <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                       http://docs.yahoo.com/info/terms/






                  --
                  Zely Ariane


                  Apakah Anda Yahoo!?
                  Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.