Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Hendak 'Demo' Presiden, 22 Warga Digiring ke Polres

Expand Messages
  • Hans Gebze
    Harian Cenderawasih Pos, 26 Agustus 2004 Hendak Demo Presiden, 22 Warga Digiring ke Polres Kapolres: Mereka Tidak Ada Surat Pemberitahuan dan Kunjungan Mega
    Message 1 of 1 , Aug 26 5:13 PM
    • 0 Attachment

      Harian Cenderawasih Pos, 26 Agustus 2004


      Hendak 'Demo' Presiden, 22 Warga Digiring ke Polres
      Kapolres: Mereka Tidak Ada Surat Pemberitahuan dan Kunjungan Mega Bukan Dalam Rangka Kampanye


      SEMENTARA ITU - ada insiden kecil dan menarik dalam kunjungan Presiden Megawati Soekarnoputri ke Jayapura, Rabu (25/8) kemarin yakni 22 anggota masyarakat dari Mamberamo Raya terpaksa digiring ke Polres Jayapura yang berlokasi di Sentani, gara-gara ingin 'demo' untuk menyampaikan aspirasinya.

      Mereka terpaksa digiring ke Polres, karena tak ada surat pemberitahuan (Izin) ke Polres Jayapura saat hendak menyampaikan aspirasi tersebut. Awalnya, massa berjumlah 22 orang tersebut datang dari arah Abepura menuju Bandara Sentani, pasalnya mereka tahu kalau pagi kemarin Presiden Megawati akan datang.

      Namun mereka yang pergi dengan menggunakan sebuah truk itu, ketika melewati depan Mako Polres Jayapura (Sebelum Sampai Bandara), dicegat jajaran Polres Jayapura, karena dikhawatirkan akan mengganggu jalannya rangkaian kunjungan Presiden RI itu.

      Kapolres Jayapura AKBP Robert Djoenso saat ditemui Cenderawasih Pos mengatakan, yang jelas polisi komit dengan aturan main. Menurutnya, dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1999 tentang mengemukakan pendapat di depan umum dijelaskan, bahwa tiga hari sebelum pelaksanaan harus memberitahukan kepada aparat keamanan atau kepolisian tentang maksud dari aksi itu, tempatnya dimana, jam berapa melibatkan berapa massa dan sebagainya.

      "Karena mereka tidak memberitahukan telebih dahulu, sehingga aksi tersebut kita gagalkan. Disamping itu, kunjungan Ibu Mega ke sini juga bukan dalam rangka kampanye, tetapi berdialog dengan para pimpinan gereja," ungkapnya.

      Sementara Oktavianus AR Moep yang menjadi koordinator dari massa yang hendak menyampaikan aspirasi itu menyatakan, memang dirinya bersama massa lainnya ketika hendak menyampaikan aspirasi tidak memberitahuankan terlebih dahulu ke Polres Jayapura.

      Terkait maksud aksi itu, pihaknya menjelaskan bahwa tujuannya adalah menyampaikan aspirasi tentang dukungan terhadap pasangan Megawati-Hasyim Muzadi untuk menjadi Presiden RI periode 2004-2009. "Disamping itu, kita juga bermaksud untuk menyampaikan aspirasi tentang pemekaran Kabupaten Mamberamo Raya agar dipercepat. Apabila Mamberamo Raya ini nanti dimekarkan, maka wilayahnya meliputi Distrik Mamberamo Hulu, Mamberamo Hilir dan Mamberamo Tengah," paparnya saat ditanya Cenderawasih Pos di Mapolres Jayapura, kemarin.

      Rencana aksi tersebut, mereka dengan membawa dua spanduk yang bertuliskan Masyarakat Mamberamo Raya Mendukung Penuh Megawati Soekarno Putri dan Hasyim Muzadi sebagai Presiden dan Wapres 2004 - 2009, sedangkan yang satunya lagi bertuliskan pilih pasangan Capres dan Cawapres No. 2 dan bergambarkan Megawati dan Hasyim Muzadi.

      Koordinator aksi itu mengaku, pihaknya meminta agar pemekaran Mamberamo Raya menjadi kabupaten dipercepat karena Mamberamo Raya memiliki potensi sumber daya alam yang sangat bagus, diantaranya Burung Cenderawasih, buaya dan gas alam serta potensi hutan.

      Dari pantauan Cenderawasih Pos, sekitar pukul 14.00 WIT ke-22 massa itu diperbolehkan kembali ke tempatnya masing-masing setelah semuanya diambil keterangannya secara bergantian oleh Tim Penyidik Polres Jayapura. (
      fud)



      =========
      Hans Gebze
      Sekertaris Jendral
      Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
      Mobile: --


      Do you Yahoo!?
      Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.