Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Diskusi-Pembebasan] penangkapan Rinaldi saat aksi pedagang pasar Senapelan Pekanbaru

Expand Messages
  • grev lanov
    mana statemntnya...bosss..? ... __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25¢
    Message 1 of 4 , Apr 20 4:52 AM
    • 0 Attachment
      mana statemntnya...bosss..?


      --- extreme kiri <extreme_kiri@...> wrote:
      > Salam Pemberontakan,
      > Pasar Senapelan atau pasar kodim merupakan pasar
      > tradisional yang terletak dijantung kota Pekanbaru.
      > Pasar ini akan dibangun pasar modern/ mal Senapelan
      > dengan mengundang investor. Investor yang membangun
      > adalah PT Makmur Papan Sejati. dengan izin walikota
      > Pekanbaru :SK WK 121 Tahun 2002. Alamat Plaza
      > Sukaramai Blok BD 04 - 05 Jalan Jendral Soedirman
      > Telp.( 0761) 839 648 - 839649. Pembangunan Pasar
      > Senapelan ini dengan dalih pembangunan modern tidak
      > memperhatikan kemampuan pedagang lama untuk membeli
      > kios-kios yang dibangun. Terbukti harga yang dipatok
      > oleh investor tidak mampu dibeli hampir 90%
      > Pedagang. Hal ini sudah pernah diadukan
      > beramai-ramai oleh pedagang kepada Walikota
      > Pekanbaru tetapi seperti biasa walikota tidak
      > memihak kepada para pedagang tetapi kepada investor.
      > Begitu juga ketika para pedagang bertemu dengan
      > wakil rakyat (DPRD Tingkat 2 Pekanbaru) yang
      > diberikan hanya janji-janji kosong. Tetapi Investor
      > bersikeras akan tetap melaksanakan pembangunan pasar
      > dengan
      > membuat tempat penampungan sementara (TPS). Jumlah
      > pedagang di Pasar Tradisional Senapelan dari data
      > yang didapat dilapangan sekitar 2000 pedagang:
      > 1, Terdiri dari 1050 pedagang terdaftar dengan
      > perincian 550 yang berdagang di kios dan 500
      > pedagang kakilima, pedagang ini dipugut restribusi
      > oleh PEMDA sebesar Rp 750/hari.
      > 2.Sekitar 950 lainnya adalah pedagang kakilima yang
      > tidak terdaftar. Para pedagang ini dipungut bayaran
      > oleh preman dan aparat negara sebesar Rp 1000 tetapi
      > dalam satu hari bisa 5 s/d 7 kali oleh berbagai
      > organisasi dipasar.
      > Investor sudah membangun TPS sekitar sebulan yang
      > lalu tetapi hanya 950 TPS. Para pedagang tidak mau
      > pindah keTPS karena harga yang ditetapkan oleh
      > investor tidak dapat mereka jangkau. Tetapi pihak
      > investor PT Makmur Papan Sejati bersikap arogan
      > dengan memberi ultimatum para pedagang harus pindah
      > paling lambat tgl 17 April 2004. Kios-kios yang
      > masih dipakai berdagang harus dikosongkan untuk
      > dibongkar demi pembangunan Mall Senapelan. Hari
      > Kamis Tgl 15 April 2004 sekitar jam 14.00 sekitar
      > 30orang aparat yang terdiri TNI, Polisi, Satuan
      > Polisi Pamong Praja dan Securiti PT MPS merusak
      > kantor Koperasi FKPPS (Forum Komunikasi Pedagang
      > Pasar Senapelan) dengan mengobrak-abrik seluruh
      > dokumen-dokumen dan peralatan yang ada dikantor yang
      > terletak didalam pasar senapelan tersebut. FKPPS ini
      > merupakan salah satu wadah organisasi para pedagang
      > dalam menyampaikan aspirasinya.
      > Para pedagang tentu saja tidak menerima hal ini.
      > Akhirnya sekitar jam 14.30 puluhan pedagang dengan
      > spontanitas merusak beberapa TPS yang dibangun di
      > jalan Teratai oleh PT MPS. 30 aparat yang lagi
      > istirahat setelah merusak kantor FKPPS (disuguhi
      > makanan dan minuman di kantor PT MPS di samping
      > pasar Senapelan) mendengar tindakan para pedgang
      > langsung mengejar para pedagang dan menangkap
      > orang-orang yang ada disekitar TPS yang telah rusak
      > itu. Para pedagang yang ditangkap adalah:
      > 1. Marwa Tanjung (Pedagang Sepatu)
      > 2. Rafli Sani alias Haji Rab (Pedagang ikan)
      > 3. Ronal (Anak seorang pedagang baju Muslim)
      > 4. Nurman (Pedagang Sepatu)
      > 5. Hendra (Pedagang Kain)
      > 6. Sapar (Pedagang Bumbu Masakan)
      > 7. Namanya belum diketahui.
      >
      > Para pedagang ini sampai malam ini ditahn dimarkas
      > BRIMOB Pekanbaru yang terletak di Jl KH. Ahmad
      > Dahlan/ jalan Pelajar.
      >
      >
      > yang terbaru hari ini telah ditangkap kawan Rinaldi
      > alias cinal pada saat aksi bersama 300an masa
      > pedagang kaki lima dan pedagang pasar senapelan,
      > penangkapan yang berlangsung saat membaca surat
      > yasin ini dilakukan oleh aparatus mega hamzah akbar
      > dan saat ini kawan cinal ditahan dikantor brimob.
      > seluruh kaum kiri di indonesia harus segera
      > memberikan solidaritas atas penangkapan kawan cinal
      > ini yang berjuang membela pedagang pasar yang
      > menolak penggusuran.
      >
      >
      >
      > ---------------------------------
      > Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping"
      > your friends today! Download Messenger Now





      __________________________________
      Do you Yahoo!?
      Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�
      http://photos.yahoo.com/ph/print_splash
    • sueeb abimanyu
      tolong bantu penyebarannya!!!!!!! __________________________________ Do you Yahoo!? Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
      Message 2 of 4 , May 2, 2004
      • 0 Attachment
        tolong bantu penyebarannya!!!!!!!




        __________________________________
        Do you Yahoo!?
        Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
        http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover
      • usman usman
        grev lanov wrote:mana statemntnya...bosss..? ... __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital
        Message 3 of 4 , May 8, 2004
        • 0 Attachment


          grev lanov <grev_us@...> wrote:
          mana statemntnya...bosss..?


          --- extreme kiri wrote:
          > Salam Pemberontakan,
          > Pasar Senapelan atau pasar kodim merupakan pasar
          > tradisional yang terletak dijantung kota Pekanbaru.
          > Pasar ini akan dibangun pasar modern/ mal Senapelan
          > dengan mengundang investor. Investor yang membangun
          > adalah PT Makmur Papan Sejati. dengan izin walikota
          > Pekanbaru :SK WK 121 Tahun 2002. Alamat Plaza
          > Sukaramai Blok BD 04 - 05 Jalan Jendral Soedirman
          > Telp.( 0761) 839 648 - 839649. Pembangunan Pasar
          > Senapelan ini dengan dalih pembangunan modern tidak
          > memperhatikan kemampuan pedagang lama untuk membeli
          > kios-kios yang dibangun. Terbukti harga yang dipatok
          > oleh investor tidak mampu dibeli hampir 90%
          > Pedagang. Hal ini sudah pernah diadukan
          > beramai-ramai oleh pedagang kepada Walikota
          > Pekanbaru tetapi seperti biasa walikota tidak
          > memihak kepada para pedagang tetapi kepada investor.
          > Begitu juga ketika para pedagang bertemu dengan
          > wakil rakyat (DPRD Tingkat 2 Pekanbaru) yang
          > diberikan hanya janji-janji kosong. Tetapi Investor
          > bersikeras akan tetap melaksanakan pembangunan pasar
          > dengan
          > membuat tempat penampungan sementara (TPS). Jumlah
          > pedagang di Pasar Tradisional Senapelan dari data
          > yang didapat dilapangan sekitar 2000 pedagang:
          > 1, Terdiri dari 1050 pedagang terdaftar dengan
          > perincian 550 yang berdagang di kios dan 500
          > pedagang kakilima, pedagang ini dipugut restribusi
          > oleh PEMDA sebesar Rp 750/hari.
          > 2.Sekitar 950 lainnya adalah pedagang kakilima yang
          > tidak terdaftar. Para pedagang ini dipungut bayaran
          > oleh preman dan aparat negara sebesar Rp 1000 tetapi
          > dalam satu hari bisa 5 s/d 7 kali oleh berbagai
          > organisasi dipasar.
          > Investor sudah membangun TPS sekitar sebulan yang
          > lalu tetapi hanya 950 TPS. Para pedagang tidak mau
          > pindah keTPS karena harga yang ditetapkan oleh
          > investor tidak dapat mereka jangkau. Tetapi pihak
          > investor PT Makmur Papan Sejati bersikap arogan
          > dengan memberi ultimatum para pedagang harus pindah
          > paling lambat tgl 17 April 2004. Kios-kios yang
          > masih dipakai berdagang harus dikosongkan untuk
          > dibongkar demi pembangunan Mall Senapelan. Hari
          > Kamis Tgl 15 April 2004 sekitar jam 14.00 sekitar
          > 30orang aparat yang terdiri TNI, Polisi, Satuan
          > Polisi Pamong Praja dan Securiti PT MPS merusak
          > kantor Koperasi FKPPS (Forum Komunikasi Pedagang
          > Pasar Senapelan) dengan mengobrak-abrik seluruh
          > dokumen-dokumen dan peralatan yang ada dikantor yang
          > terletak didalam pasar senapelan tersebut. FKPPS ini
          > merupakan salah satu wadah organisasi para pedagang
          > dalam menyampaikan aspirasinya.
          > Para pedagang tentu saja tidak menerima hal ini.
          > Akhirnya sekitar jam 14.30 puluhan pedagang dengan
          > spontanitas merusak beberapa TPS yang dibangun di
          > jalan Teratai oleh PT MPS. 30 aparat yang lagi
          > istirahat setelah merusak kantor FKPPS (disuguhi
          > makanan dan minuman di kantor PT MPS di samping
          > pasar Senapelan) mendengar tindakan para pedgang
          > langsung mengejar para pedagang dan menangkap
          > orang-orang yang ada disekitar TPS yang telah rusak
          > itu. Para pedagang yang ditangkap adalah:
          > 1. Marwa Tanjung (Pedagang Sepatu)
          > 2. Rafli Sani alias Haji Rab (Pedagang ikan)
          > 3. Ronal (Anak seorang pedagang baju Muslim)
          > 4. Nurman (Pedagang Sepatu)
          > 5. Hendra (Pedagang Kain)
          > 6. Sapar (Pedagang Bumbu Masakan)
          > 7. Namanya belum diketahui.
          >
          > Para pedagang ini sampai malam ini ditahn dimarkas
          > BRIMOB Pekanbaru yang terletak di Jl KH. Ahmad
          > Dahlan/ jalan Pelajar.
          >
          >
          > yang terbaru hari ini telah ditangkap kawan Rinaldi
          > alias cinal pada saat aksi bersama 300an masa
          > pedagang kaki lima dan pedagang pasar senapelan,
          > penangkapan yang berlangsung saat membaca surat
          > yasin ini dilakukan oleh aparatus mega hamzah akbar
          > dan saat ini kawan cinal ditahan dikantor brimob.
          > seluruh kaum kiri di indonesia harus segera
          > memberikan solidaritas atas penangkapan kawan cinal
          > ini yang berjuang membela pedagang pasar yang
          > menolak penggusuran.
          >
          >
          >
          > ---------------------------------
          > Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping"
          > your friends today! Download Messenger Now





          __________________________________
          Do you Yahoo!?
          Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�
          http://photos.yahoo.com/ph/print_splash



          ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
          Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
          Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
          http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
          http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/3hSolB/TM
          ---------------------------------------------------------------------~->

          Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
          Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com


          Yahoo! Groups Links

          <*> To visit your group on the web, go to:
          http://groups.yahoo.com/group/Diskusi-Pembebasan/

          <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
          Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com

          <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
          http://docs.yahoo.com/info/terms/

          PENGGUSURAN PASAR SENAPELAN BUKAN UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT!!

          Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat Bukan untuk Bangsa Asing - Kelas Pemodal!!

          PT. Peputra Maha Jaya memukul, menggusur paksa ketika ibu-ibu pedagang dan mahasiswa membaca yasin

          Sudah 6 hari Mahasiswa Mogok Makan, Walikota masih Arogan

          Mari beramai-ramai aksi bantu rakyat Pedagang tertindas dikantor DPRD Pekanbaru

          Rakyat hanya dibutuhkan pada waktu pemilu saja. Sekarang begitu pemilu 5 April berakhir, dan suara belum selesai dihitung. Watak dari pemerintahan korup yang asli, kembali memperjelas kiblatnya dan keberpihakannya pada Kapitalis (pemilik modal/ investor) dan Neoliberalisme. Menggusur paksa pedagang pasar tradisional/miskin dengan dalih pembangunan pasar modern. Pola pembangunan militeristik dan anti rakyat yang dulu menjadi pola pemerintahan Orde Baru ternyata berlanjut hingga saat ini. Walikota Herman Abdullah dan anggota DPRD Pekanbaru menjadi pewaris tulen kebijakan Orde Baru, bersekutu, patuh, tunduk dan menjadi budak bagi kemauan pemilik modal asing dan lokal yaitu PT Peputra Mahajaya dengan rencana liciknya bersama-sama mempraktekkan penggusuran pada pedagang kecil pasar Senapelan.

          Sabtu 17 April ratusan pedagang dibantu puluhan mahasiswa dan pemuda dari PRD, HMI-MPO, LMND, JMD, Kaliptra, Aliansi Rakyat (Barisan Oposisi Bersatu) mengadakan aksi perlawanan penggusuran. Tanpa llelah hingga Minggu 18 April jam 15.50 masa aksi paling depan yaitu ibu-ibu pedagang dan beberapa mahasiswa yang beragama Islam dan Kristen sedang larut berdoa menurut agama masing-masing. Para pedagang semuanya larut dalam doa memohon ridha Allah dan ketika ibu-ibu pedagang mengelar baca yasin. Saat itulah aparat membubar paksa masa aksi, memukuli ibu-ibu pedagang dan mahasiswa-mahasiswa yang sedang khusuk membaca yasin. Parahnya lagi mereka menangkap Rinaldi (anggota PRD mahasiswa IAIN SUSQA) dan Rahmat (pedagang). Saat iitulah dimulai penggusuran paksa dengan escavator.

          Padahal Herman Abdullah Walikota Pekanbaru diwakili oleh Drs. M. Din Hasni, Mariya Direktur PT Peputra Mahajaya (investor), Syaiful Bahri (wakil pedagang) sebagai Ketua FKPPS (Forum Komunikasi Pedagang Pasar Senapelan) dan H. Adrian Ali Pimpinan DPRD Pekanbaru dan bersama-sama telah menandatangani kesepakatan dan menyetujui Surat Keputusan Rapat pada Sabtu 25 Januari 2003 yang isinya sbb :

          1. Menghentikan sementara segala bentuk aktifitas Pembangunan Pasar Senapelan Kota Pekanbaru sampai kesepakatan tercapai.
          2. Bahwa terhadap para pihak yang melanggar hasil keputusan ini akan dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia

          Pemukulan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka memar, adalah bukti sebuah pelanggaran KUHP pasal 170 : barang siapa dengan sengaja melakukan tindak kekerasan terhadap barang atau orang, menyebabkan luka-luka akan diancam hukuman lima tahun. Bagi yang bersalah akan diancam hukuman 9 tahun penjara. Walikota Pekanbaru Herman Abdulah telah melakukan pelangaran terhadap UU. HAM No. 39 Tahun 1999? Penghilangan terhadap mata pencarian orang merupakan pelanggaran terhadap dua pasal di UU tersebut. Tapi, pertanyaannya adalah; MANA HUKUMAN UNTUK MEREKA!!

          Para pedagang pasar Senapelan setuju dengan peremajaan pasar tradisional, dengan catatan kehidupan rakyat pedagang semakin lebih baik. Tapi secara sistematik - terencana pembangunan pasar Senapelan terbukti mengusir paksa � menindas � terjadi pemiskinan masal kehidupan ribuan pedagang kecil dan orang-orang yang hidup disekitarnya karena :

          1. Harga ditentukan sepihak oleh PT Peputra Maha Jaya & disetujui Walikota, dilantai dasar&satu 20juta/m2 dan kios ini dinyatakan sudah habis, pedagang terpaksa mengambil dilantai 2 & 3 (lokasi sepi pembeli).
          2. Denah lokasi /site plan ada tiga gedung A,B,C. Lokasi A tempat paling depan dan strategis adalah Mall dijual hanya kepengusaha kaya yang sahamnya dipunyai oleh orang asing. Pedagang hanya disediakan di Gedung B dan C, lokasi tidak strategis. Ini akan mematikan pedagang kecil yang lemah secara modal berhadapan langsung dalam satu lokasi pengusaha asing yang kuat modal.
          3. Pengelolaan pasar di pegang oleh investor selama 20 tahun, artinya investor bisa dengan semena-mena menentukan besarnya uang pengelolaan yang tidak berpihak kepada pedagang kecil.

          Rakyat pedagang Senapelan terus bergerak baik persuasip maupun berdemonstrasi dimulai 19 April, tidak mau menyerah meski tidak ada tanggapan, akhirnya diambil keputusan menduduki gedung DPRD dan mogok makan sejak tgl 1 Mei. Kurang lebih 70 orang pedagang terpaksa membawa anak-anaknya untuk bisa makan, datang ke DPRD karena ada dapur umum sesama pedagang, karena tidak bisa jualan dan kehilangan pendapatan. Tapi dasar watak korup, bebal, oportunis tidak satupun anggota DPRD mau menanggapi. Pendudukan DPRD dan Mogok makan terus dilanjutkan, tgl 4 Mei rakyat pedagang tidak ada jalan lain- menyandera Ketua DPRD Adrian Ali, barulah Ketua DPRD terpaksa memanggil Walikota Herman Abdullah. Terjadilah pertemuan Rabu 5 Mei di Gedung DPRD.

          Dalam pertemuan itu keluhan pedagang tentang harga yang sangat tinggi, penggusuran paksa, penculikan, pemukulan dan pelanggaran kesepakatan tgl 25 Januari 2003 sama sekali tidak ditanggapi. "Saya terus melanjutkan pembangunan Pasar Senapelan, saya ingin Pekanbaru seperti kota-kota besar lainnya" kata Herman Abdullah dengan arogannya. Hasilnya perwakilan pedagang dan Barisan Oposisi Bersatu mengambil sikap -tidak ada kesepakatan - aksi mogok makan dan pendudukan DPRD terus berlanjut.

          Bahkan Wakapoltabes Pekanbaru tanpa rasa bersalah sedikitpun mengatakan "Kami sudah mengantongi izin Walikota untuk penggusuran, jika ada penangkapan, pemukulan pada pedagang minggu 18 April itu tidak menjadi masalah". Itulah watak militeristik mengingatkan kita betapa biadapnya Polisi pada peristiwa brutal-berdarah pemukulan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia tgl 1 Mei di Ujung Pandang, Trisakti, Semanggi, 27 Juli 199, Tanjung Priok, Kedung Ombo, Bulukumba, Halmahera, Ambon dll.

          Dr. Tabrani yang datang menjenguk dan memberikan pengobatan gratis pada Rinaldi (mahasiswa yg mogok makan), Kamis 6 Mei mengatakan "Saya heran melihat arogannya Herman Abdulah memaksakan pembangunan pasar modern Senapelan, padahal pedagang tidak sanggup dengan harga sebegitu tingginya. Paham Kapitalisme itu memihak investor � tidak memihak rakyat. Saya baru dari Beijing, pasar tradisional disana dipertahankan dimana-mana, tidak dipaksakan seperti disini" " Buat apa bangun mal-maltapi rakyat menderita, saya dukung aksi mogok makan dari Barisan Oposisi Bersatu karena membantu rakyat tertindas".

          Gubernur Riau Rusli Zainal

          (Riau Mandiri, Sabtu 17 April 2004 hal.7) tanpa malu-malu untuk yang kesekian kalinya terus mengobral janji "Angka Kemiskinan Riau mencapai 2,1 juta jiwa (40% dari total penduduk Riau) untuk mengatasinya, PemProv Riau membuat program-program konkrit untuk penanggulangan kemiskinan". Presiden Megawati, Mentri Dalam Negri, Kapolda juga pernah diminta & dikirim surat tentang kecurangan dan penindasan yang dihadapi pedagang Senapelan. Namun tidak mendapat tanggapan sedikitpun.

          Pasar Sukaramai sudah jadi milik bangsa asing, Pasar Senapelan diambang pintu dan Pasar Cik Puan terminal (rencana penggusuran bulan Juni) jika tidak dilawan akan menjadi milik bangsa asing juga.

          Aksi jumat 7Mei terus berlanjut, rinaldi masih terus bertahan didprd, ibu-ibu tetap bertahan didapur umum. Dibundaran jalan Sudirman tepat dimuka kantor Walikota Puluhan Pedagang dan BOB membakar Patung gamar Herman Abdullah walikota Pekanbaru, Adrian Ali Ketua DPRD dari PAN, Maria direktur PMJ sebagai simbol penindasan mereka. Jumat 22.10 Rinaldi dilarikan kerumah sakit Tabrani Rab karena hatinya mulai tersa denyutan, diganti dengan Adrian (pedagang) yang mulai mogok tadi malam.

          Maka, kami dari Barisan Oposisi Bersatu :

          Menyerukan dan mengajak kepada seluruh individu, partai politik, intelektual, budayawan, rohaniawan � yang reformis�untuk bersatu dengan seluruh unsur Gerakan Rakyat ( buruh, pedagang, petani, mahasiswa, LSM - LSM, kaum miskin kota ,supir, tukang ojek, pemuda, perempuan dsbnya), di seluruh daerah, seluruh kota segera merapatkan barisan, membangun persatuan rakyat, membangun Barisan Oposisi Bersatu. Ikut dalam aksi membantu rakyat pedagang tertindas ke-DPRD

          (Menerima Bantuan untuk Rakyat Pedagang Tergusur : no. Rek. 147.000201119.901 BNI Pasar Pusat Pekanbaru)

          Posko Pengaduan Rakyat Pedagang Tergusur � Jl. Ahmad Yani Gg Arida 217 samping Megara Hotel

          BARISAN OPOSISI BERSATU (BOB) - FORUM KOMUNIKASI PEDAGANG PASAR SENAPELAN (FKPPS)

          0812 768 4038 - 0813 6546 0422 � email:

          pedagangsenapelantergusur@...

          Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik Riau (KPW PRD - Riau), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI � MPO) Cabang Pekanbaru, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Riau, Jaringan Mahasiswa Demokratik (JMD) Riau, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Riau, Forum Putih,

          Arak (Aliansi Rakjat), Kaliptra Sumatera, KBH (Kantor Bantuan Hukum) RIAU, KoMa (Komunitas Mahasiswa), FKPPS (Forum Komunikasi Pedagang Pasar Senapelan)


          Do you Yahoo!?
          Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.