Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Tulisan dari Perlawanan Rakyat Kampar

Expand Messages
  • tabloid_prd
    Koran Kampar oleh: Fitra (tergabung dalam LMND) (12 Februari 2004) kamis yang berasal dari bermacam-macam organisasi seperti POPOR- LMND-JMD- FNPBI-HMI MPO-
    Message 1 of 2 , Apr 1 7:34 PM
      Koran Kampar

      oleh: Fitra (tergabung dalam LMND)

      (12 Februari 2004) kamis yang berasal dari bermacam-macam organisasi
      seperti POPOR- LMND-JMD-
      FNPBI-HMI MPO- FORUM PUTIH IAIN SUSQA- KAMMI mengadakan aksi di
      Pakan Baru. Dengan tuntutan pemenjaraan Akbar Tanjung.
      Aksi ini dilakukan serentak oleh elemen-elemen pro-demokrasi hampir
      diseluruh Indonesia, dimana pada waktu itu di Gedung
      Makamah Agung RI di Jakarta berlangsung drama
      pembacaan kasasi ?pembebasan AkbarTanjung?. Aksi Front
      dengan acara mimbar bebas berisikan pembacaan
      orasi-orasi dan pembagian selebaran berakhir pukul
      11.00. Setelah aksi bubar saya mendapat kabar bahwa
      pada jam 10.30 waktu Bangkinang - ibukota Kabupaten
      Kampar, aksi guru dan pelajar dan masyarakat Kampar
      di Bangkinang (jaraknya 60km sebelah barat
      Pekanbaru) direpressip oleh aparat kepolisian dan
      militer, yang pada hari itu juga di Jakarta, Mahasiswa
      mengalami tindakan represip yang sama brutalnya
      seperti di Bangkinang.

      Sejak itu, tgl 12 Februari
      sampai 29 Maret 2004 saya bersama Fitra (LMND) dan
      Lukman Hakim (Ketua PRD Bidang Ekonomi, Perburuhan, Pertanian) ikut
      berada ditengah tengah pemberontakan rakyat Kampar dengan membentuk
      FRONT PELAJAR MAHASISWA DAN RAKYAT KAMPAR BERSATU (FRONT
      PEMARKASA) pada Jam 12 waktu setempat Sabtu 14
      Februari 2004 diaula STIE BANGKINANG setelah
      selesainya aksi.


      Minggu 22 Februari 2004-. Kembali saya menyadari bahwa
      revolusi diabad ini masih bisa terjadi diBangkinang
      ibukota Kabupaten Kampar Propinsi Riau yang terletak
      di sebelah Timur Tengah Pulau Sumatra dalam negara
      Republik Indonesia, sebuah daerah yang selama ini
      mungkin tidak pernah terdengar, dimana Rakyat Kampar
      kembali membuktikan kepada dunia, kepada puluhan juta
      umat manusia, ditengah kebisuan mayoritas masyarakat
      tertindas, disaat rakyat Indonesia disuguhi
      sogokan-sogokan kampanye para politikus-politikus dari
      24 partai-partai yang sedang hanyut mimpi-mimpi indah
      untuk berkuasa - dengan propaganda -propaganda
      usangnya agar rakyat mau termobilisir ke TPS-TPS
      tanggal 5 April.
      Pemberontakan Rakyat Kampar yang tidak terduga dan
      aksinya cenderung spontan ini, dimulai hari Selasa
      tanggal 10 Februari 2004, telah berhasil
      ?menggulingkan sementara sampai dikirimnya tulisn ini
      diinternet? Bupati Jefri Noer dan wakil Bupati A.
      Zakir yang dianggap tidak becus, hanya dalam waktu
      6minggu.-SK Mendagri no 131.2M.329 tahun 2004 tentang
      Jefri Noer dan Zakir tidak tegas memecat hanya
      menonaktifkan dan disuruh sekolah kepemimpinan- Luar
      biasa, bahkan di Pulau Jawa yang tingkat kesadaran
      politiknya lebih tinggi tidak pernah mampu menurunkan
      seorang Bupati atau Gubernur seperti Sutiyoso
      sekalipun. Seorang seperti Jefri Noer yang penuh
      kontraversial, yang ijasah sekolah SLTAnya diragukan,
      yang berkuasa lebih kurang 2 tahun 3 bulan.
      Begitulah gambaran bagaimana Seorang Bupati bisa turun
      dari jabatannya, kejadian yang bermula/ dipicu dari
      keberanian seorang Abdul Latif Hasyim yang berani
      berdebat dengan seorang Bupati Jefri Noer karena
      kebijakan-kebijakan Jefri sangat tidak peduli terhadap
      dunia pendidikan dan mengeluarkan kata-kata yang
      sangat tidak layak diucapkan oleh seorang Bupati
      kepada rakyatnya ditambah akumulasi
      kebijakan-kebijakan kontraversialnya selama ini.
      Salut pada guru-guru dan pelajar Kampar dimana para
      borjuasi di Kampar (anggota DPRD, kontraktor2, broker
      politik) yang tidak mendapat remah-remah kue proyek
      pernah membuat gerakan sampai keluarnya rekomendasi
      pemecatan Jefri oleh DPRD 12 Oktober 2002, dengan uang
      dan fasilitas yang mereka miliki. Tetapi borjuasi
      Kampar yang sama seperti watak borjuasi Indonesia
      umumnya yang pengecut, pandir, dungu, oportunis, tidak
      mandiri ternyata terbukti kalah dibandingkan dengan
      Guru-guru dan Pelajar Kampar yang berhasil mencatatkan
      sejarah emas yang bernama revolusi Kampar. Sebuah
      pemberontakan dari rakyat tertindas yang diharapkan
      mampu menjadi Barometer bagi penindas ? penindas
      rakyat baik di Kabupaten ?Kabupaten lainnya meluas
      pada Propinsi-propinsi dan bermuara pada rezim Mega
      ?Hamzah Akbar ataupun rezim baru hasil pemilu 2004
      sebagai penindas utama rakyat Indonesia.



      Setelah melakukan aksi tgl 12 Februari di IAIN
      SUSQA, saya, Fitra, Lukman Hakim berangkat
      keBangkinang dan melakukan investigasi mencari
      kontak-kontak dari ribuan masa yang berkumpul di
      halaman gedung Mahligai Bungsu mendengar orasi-orasi
      dipanggung. Setelah kami mendengar langsung kejadian
      yang sebenarnya dan merasa cukup data yang diperoleh
      kami langsung pulang ke Pekanbaru dengan maksud
      mengadakan konferensi pers pada hari Jumat 13/2.
      Setelah mengadakan Konferensi pers yang hanya dihadiri
      beberapa koran lokal, saya, Fitra dan Sere ( pernah aktif di PRD &
      STN),kembali
      kebangkinang dengan maksud memberikan pernyatan sikap
      tentang tindakan repressip aparat tgl 12/2 dan
      mendukung perjuangan radikalisasi Kampar.

      14/2
      pernyataan sikap kami dari Aliansi Mahasiswa dan
      Rakyat Miskin yang terdiri dari POPOR, LMND, JMD,
      FNPBI, Forum Putih IAIN SUSQA dibacakan didepan mimbar
      umum, tentu saja para guru-guru dan pelajar yang sudah
      melakukan mogok belajar-mengajar ini menyambut
      antusias dengan tepuk tangan karena perjuangan mereka
      mendapat dukungan.


      Sabtu 15/2 aksi masa saya, fitra dan sere sudah ikut
      turun kejalan berdemonstrasi
    • grev lanov
      Barisan Oposisi Bersatu Berunjuk Rasa di KPU JAKARTA Ribuan orang dari berbagai organisasi demokratik yang menamakan diri Barisan Oposisi Bersatu melakukan
      Message 2 of 2 , Apr 3 4:00 AM
        Barisan Oposisi Bersatu Berunjuk Rasa di KPU


        JAKARTA Ribuan orang dari berbagai organisasi
        demokratik yang menamakan diri Barisan Oposisi Bersatu
        melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi
        Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Sabtu.
        Mereka sebelumnya berkumpul di Bundaran Hotel
        Indonesia (HI) dan memarkirkan sejumlah kendaraan umum
        yang mengangkut mereka di depan HI, kemudian mereka
        berjalan kaki menuju KPU.
        Sesampai di KPU ada juga kelompok pengunjuk rasa lain
        dari Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) yang
        menyampaikan aspirasi menolak adanya pemilu lanjutan
        dan menuntut KPU dibubarkan.
        Selain itu ada juga sekelompok massa yang menamakan
        diri Forum Masyarakat Peduli Bangsa melakukan aksi di
        tempat tersebut.
        Di bawah pengawalan dari aparat kepolisian, para
        pengunjuk rasa yang terdiri atas anak-anak, mahasiswa,
        aktivis buruh, hingga orang tua, Barisan Oposisi
        Bersatu mengusung berbagai spanduk yang antara lain
        berisi tulisan "Ganti pemerintahan Mega Hamzah.
        Hancurkan Akbar-Golkar, Tinggalkan Reformis Gadungan,
        dan Bentuk Pemerintahan Persatuan Rakyat."
        Barisan Oposisi Bersatu terdiri dari puluhan
        organisasi antara lain berasal dari sejumlah elemen
        gerakan demokratik FNPBI, PRD, Pijar, FPDRA, HMI MPO,
        LMND, JMD, dan Barisan Miskin Kota.
        Dalam Orasinya, Dita Sari yang merupakan koordinator
        Barisan Oosisi Bersatu menyatakan, koalisi antek
        penjajah, koruptor dan militeristik PDIP-GOLKAR hanya
        bisa di kalahkan dengan koalisi gerakan rakyat. Dita
        menyerukan kepada seluruh tokoh, seperti Cak Nur,
        Melono Suwondo, Cak Nun, Rizal Ramli dan Partai �
        Partai yang bertendensi demokratik seperti PNBK.
        Partai Pelopor, PSI, PBSD dan Partai Kedailan
        Sejahtera untuk bersatu bersama gerakan mahasiswa,
        serikat buruh, serikat tani, kamu miskin perkotaan dan
        seluruh gerakan rakyat lainnya untuk menghadang
        Koalisi Moncong Putih dan Pohon Beringin. Jika mereka
        tak mau bergabung, Dita menegaskan bahwa merekapun tak
        tertutup kemungkinan menjadi Reformis Gadungan.
        Sementara itu, Bayu dari Komite Buruh Cakung,
        menegaskan bahwa Pemerintahan hasil Pemilu 2004 nanti
        tak akan mampu menyelasaikan persoalan � persoalan
        buruh, oleh karena itu yang di butuhkan adalah
        Pemerintahan Persatuan Rakyat, hasil dari koalisi
        gerakan rakyat yang konsisten.
        Sedangkan Yusuf Lakaseng, ketua Umum PRD meyampaikan
        orasi tentang Ancaman Penjajah Barat melalui lembaga �
        lembaga keuangan Internasional, Militerisme dan
        Korupsi yang terus � menerus di jalankan oleh Rezim
        Mega � Hamzah sebagai kelanjutan dari Rezim Orde Baru
        Golkar. Yusuf juga meegaskan bahwa PRD akan mengglang
        kekuatan bersama gerakan � gerakan Demokratik di
        seluruh kota di Indonesia untuk menghadang koalisi
        Golkar � PDIP.
        Selain Demontrasi di KPU, Demontrasi serupa juga
        terjadi di berbagai kota lainnya, antara lain
        Surabaya, Jember, Palembang, Lubuk Linggau,
        Yogyakarta, Mataram, Palu, Kendari dan Makasar.
        Beberapa hari yang lalu Rapat Umum dengan tema yang
        sama berlangsung di Bau � Bau, Sulawesi Tenggara yang
        melibatkan 2500 massa dari Persatuan Gerakan Rakyat.



        __________________________________
        Do you Yahoo!?
        Yahoo! Small Business $15K Web Design Giveaway
        http://promotions.yahoo.com/design_giveaway/
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.