Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Ibadah Manusiawi ~ suatu renungan

Expand Messages
  • Mulyadi Dharmadi Liu
    *Mungkin ada teman tanya, koq lama ya pak Mul tidak postingà? * *Selain kesalahan teknis posting 28April, saya baru melewati hari-hari sulit. Namun disitu
    Message 1 of 1 , May 25, 2013
    View Source
    • 0 Attachment

      Mungkin ada  teman tanya, koq lama ya pak Mul tidak posting…?

      Selain kesalahan teknis posting 28April, saya baru melewati hari-hari sulit. Namun disitu kita bisa belajar bahwa di dalam ketidak berdayaan, Allah senantiasa bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi ummat yang mengasihi Dia.

      ~ ~ ~

      Ibadah Manusiawi  ~  suatu renungan

       

      Hari-hari yang sulit

      Minggu, 14 April saya berkesempatan mengikuti Perayaan HUT Perhimpunan Indonesia-Tionghoa, dimana saya juga sempat berdiskusi dan membuat foto dengan pak Agum Gumelar, sdri. Inayah Wahid, pak Michael (seorang founder INTI), para pembicara dan panitia Juga di kantor INTI, 20 April, saya mengkikuti seminar Mindful Parenting  (cara kreatif berkomunikasi dengan anak ) bersama Melly Kiong dan seminar Feng Shui dalam Dunia Usaha bersama konsultan Suhana Lim. Sayangnya, foto2 itu terhapus ketika saya akan membuat dokumentasi bagi keluarga Luhulima. Sebagai kolektor, hilangnya foto, apalagi setelah lenyapnya hard-disk dari mobil yang kacanya dibobol, sangatlah kami sayangkan.

      Sementara penawaran Konsep Solusi Banjir belum mendapat jawaban dari Wagub Ahok, saudara kawanua (pak Adrie Sengkey) menyarankan supaya saya langsung menemui pak Jokowi. Oleh karena itu 30 April pagi dari Bogor saya berangkat ke kantor Gubernur untuk menyampaikan surat permohonan audiensi dengan pak Jokowi. Dalam surat itu saya memohon kesempatan diskusi mengenai konsep Solusi Banjir, konsep Kampung Cluster (Gabungan konsep Kampung Deret, Kampung Susun dan Green Energy) serta diskusi bagi Manajemen Transportasi Jakarta.  Selain ke Balai Kota, saya juga lama bergulat dalam kemacetan, sehingga beberapa agenda tidak keburu dilaksanakan  hari itu. Setiba di rumah singgah keluarga di Jaktim, saya melanjutkan aktifitas  dengan menggunakan sepeda motor.  Jam 21:30, lalu lintas sangatlah lancar. Ketika akan berputar arah di terminal Kampung Melayu, tangan kanan saya patah tertabrak mikrolet ngebut yang memasuki jalur bus (way).

      Keesokannya saya ke RS tulang di Pasar Minggu. Lusanya lengan kanan saya dibedah dan kedua tulang lengan dipasangkan 2 pen (plat stainless steel) dengan total 12 sekrup.  Di hari ketiga saya pulang ke rumah. Setelah kondisi tulang dan rumah terkendali,  pembantu kami dan semua pembantu apoh hampir bersamaan keluar dan berhenti kerja.   

      Walau pemulihan paska operasi cukup terawat, tangan& kaki masih nyeri karena luka dan bengkak sementara tangan kanan hingga lengan atas menghitam karena sirkulasi darah terhambat pembekuan. Mungkin karena kondisi keluarga saya saat itu dinilai kurang siap, adik bungsu mengajak apoh minap di rumahnya hingga hari ini. Saat siang hari,  biasanya apoh 82 tahun seakan kembali menikmati aktifitas muda  dengan bekerja sebagai kasir di toko adik di Bekasi (hebat euiy…).

      Sementara itu saya dengan satu setengah tangan (sampai  sikut), ikut menolong bu Ansye  menjaga dan mengurus Elsha, Dona, Jovan sambil mengerjakan pekerjaan toko. Kami bersyukur pada pekan kedua kami mendapat pembantu baru.

      Penyembuhan luka saya termasuk cepat.  Selain berkat antibiotika, Calcium dan pereda nyeri dari dokter, saya berinisyatif membuka perban.  Beberapa kali sehari bu Ansye membersihkan luka dengan Rifanol, Betadine dan meaburinya dengan bubuk Sulfanilamide hingga kering. Untuk mengobati bengkak dan memar, saya minum obat terpukul YuNan BaYao (kadang ThromboGel) hingga dalam 3 hari penggunaan, lengan kanan saya berangsur kembali berwarna sawo setengah matang. Jika terlalu pegal atau nyeri saya minum DoloNeurobion atau Ponstan. Pada pekan ke3, saya sudah bisa mengemudi dengan satu setengah tangan.

       

      Tiga jam yang berkesan

      Anthony Robbins mengatakan bahwa dari satu kejadian, kita bisa memetik  penggalan kisah yang akan kita jadikan fokus.  Fokus pada hal-hal yang positif akan mendatangkan semangat dan keberanian. Namun jika memfokuskan hal-hal negatif, itu bisa merugikan dan melemahkan. Begitu juga dalam pengalaman hidup kita. Memang benar sejak tertabrak motor, progres aktifitas saya seakan terhenti. Saat ini berat badan saya turun hingga mencapai 75kg (berat ideal).  Namun dalam hari-hari  sulit itu, yang saya ingat adalah kejadian antara jam 21:30 hingga jam 00:30. Dalam setiap kesempatan, saya ceritakan kepada banyak orang, bagaimana saya ditolong oleh orang  tidak dikenal sehingga saya mampu melewati malam musibah tanpa harus membuat keluarga  di Bogor cemas dan bingung.

       

      Ibadah manusiawi ~ malaikat penolong di saat musibah

      Kontradiksi dengan seharian macet yang meletihkan, jam 21:30, lalu lintas Otista sangatlah lapang. Saat mengurangi kecepatan sebelum menyebrangi Jalur Bus (Way) untuk berputar di terminal Kampung Melayu, dari arah belakang ada Mikrolet melaju sangat kencang memasuki jalur bus (way) yang sangat dekat dengan saya. Seakan dalam slow-motion, saya merasa mikrolet ngebut itu sudah terlalu dekat dan kemudian  menabrak samping kanan saya.  Walau tidak sadar bagian apa yang ditabrak (belakangan saya tahu bahwa yang ditabrak adalah lengan kanan saya 6 cm dari pergelangan yang kemudian punggung telapak tangan menabrak stang spion hingga melintir), motor oleng dan jatuh ke arah kanan. Secara reflex sikut menahan  beban motor dan tubuh.  Kerasnya benturan yang tidak tertahan kaki dan tangan kanan menyebabkan helm membentur aspal dan kemudian terlepas dari kepala (saya memang jarang mengancing helm, karena tidak tahan gerahnya). Tidak lama, beberapa orang menolong dan membantu  saya berdiri.

      Ketika berdiri, saya melihat lengan kanan tampak memendek dan menumpuk seperti membentuk huruf N. Sambil berjalan mengikuti orang yang membimbing ke pinggir jalan, perlahan saya tarik punggung jemari kanan sehingga lengan kanan memanjang hingga sekitar 4cm. Di pinggir jalan,  uni pemilik warung Padang dengan simpati menyodorkan air putih hangat: ”Minum dulu, pak…”. Saya minum beberapa teguk.

      Diantara penolong ada yang mengusulkan agar saya ke rumah sakit. Ada lagi yang bilang: “Ke Guru Singa aja, sekarang masih buka…” dan beberapa usulan lainnya. Waktu saya tanyakan, pria itu menjelaskan bahwa klinik tulang Guru Singa buka 24 jam dan berada di Pondok Kelapa. Mengingat dokter jaga IGD RS di Jatinegara biasanya bukan dokter spesialis tulang, saya minta bantuan pria itu mengantarkan saya ke Guru Singa. Pria itu(belakangan saya tahu namanya pak Iman) meminta temannya (pak Mulyadi, namanya seperti saya) mengikuti sambil mengendarai motor pak Iman, karena pak Iman akan menggunakan motor saya untuk membonceng.

      Seakan mengabaikan trauma dan rasa nyeri pada guncangan pada jalan arteri sekitar 20 km itu, pak Iman terus mengemudikan motor dengan kencangnya. Setiba di kompleks klinik sederhana yang cukup luas dan ramai, saya menghampiri ruang terapi dengan 3 dipan dan 1 bangku terapi yang terisi pasien yang sedang dilayani. Tidak lama saat 1 dipan kosong, saya didahulukan untuk diurut oleh adik Guru Singa sendiri. Setelah cincin kawin dibantu lepaskan (resiko jari bengkak), saya sempat menggeliat sambil menutup mata dengan tangan kiri (rasanya sedeng juga sih…). Sekitar 15 menit kemudian, lengan kanan dibungkus kapas, dijepit 2 papan tipis dilapis perban dan dibebat dengan pembalut elastis Tensocrept. (Ah…,  rasanya sangat lebih nyaman). Tarif berobatnya untuk terapi pertama itu Rp 300ribu dan Rp 50ribu untuk  pengganti Tensocrept. Disarankan saya minap disitu. Karena ingin pulang, saya disarankan kembali setelah 3 hari untuk periksa/ terapi dengan biaya sukarela.

      Sebelum diantar pulang ke rumah singgah keluarga, saya mengajak pak Iman dan pak Mulyadi makan Padang di jalan Panjaitan. Disitu kami baru berkenalan. Pak Iman dan pak Mulyadi memang tadi kebetulan sedang makan di warung Padang sebrang terminal (milik uni ramah yang menawarkan air hangat). Semula ia mengira bahwa saya tadi terlindas mikrolet. Namun ketika saya berdiri dengan tangan memendek, ia juga menduga bahwa tangan saya memang begitu. Pak Iman menjelaskan bahwa ketika membonceng, ia melarikan  motor dengan begitu kencang karena takut saya keburu pingsan sebelum sampai di Guru Singa. Saya bilang, biasanya jika melihat kecelakaan orang hanya sebatas kasihan sementara  pak Iman dan pak Mulyadi mau mengantar saya ke Pondok Kelapa hingga tengah malam ini. Beliau mengatakan memang umumnya begitu, bahkan tidak jarang berbuat iseng (jahat) kepada orang yang terkena musibah.

      Di rumah singgah, setelah pak Iman bantu memarkirkan motor, saya mengucapkan terima kasih. Saya katakan, jika keadaan saya sudah baik, saya akan ajak istri dan anak-anak untuk berkenalan dan berterimakasih pada pak Iman dan pak Mulyadi. Pak Iman mengatakan:” Tidak usah repot-repot pak.  Saat ini saya menolong bapak saat musibah, siapa tahu lain waktu saya ditolong orang lain juga. Yang penting bapak menjadi baik, dan juga percaya bahwa kami ihklas menolong tanpa berniat kurang baik kepada bapak…”.

      Kepada setiap orang menanyakan tangan saya, saya ceritakan bagaimana saya ditolong oleh orang yang belum dikenal, padahal sering  ada  yang senang jika orang bermata sipit mengalami musibah.  Pada kesempatan terpisah, beberapa orang berkomentar: “Masih ada ya (masih banyak/ di Jakarta) orang seperti itu”. Ada lagi yang bilang: “Itu adalah suatu ibadah, pak…”. “Pak, jaman sekarang, sekat-sekat etnis dan agama di Indonesia sudah menipis. Menolong orang  adalah ibadah…”

      Di rumah singgah jam 00:30, saya menelpon bu An mengatakan bahwa saya sangat capek dan mau tidur, sehingga tidak pulang malam itu. Walau bu Ansye protes, hp saya padamkan setelah bilang: “Udah, saya capek banget, mau istirahat”. (padahal bukan hanya capek, tapi mulai terasa sakit lagi akibat guncangan motor).  Setelah semalaman tidak bisa tidur, pagi jam 6:30 saya baru nelpon bu Ansye memberitahu kecelakaan. Saya minta bu An (hampir nangis) agar sopir toko menjemput dan mengantarkan saya ke rumah sakit di Pasar Minggu. Menjelang siang setelah siap, anak-anak dan bu An boleh ditemani apoh menjenguk saya ke Siaga Raya (rs alm. Prof. Shihab).

       

      Pemulihan

      Kini luka-luka saya sudah hampir rapat sempurna dan sudah bisa mengetik komputer lagi. Walau belum  mampu menahan beban atau hentakan, tangan saya tidak sakit jika gerak perlahan Sementara pen (plat stainless penahan tulang ) seharusnya baru boleh dicabut nanti setelah 1 tahun. Namun saat pemeriksaan bulan depan, saya ingin usul ke dokter Sofyanudin supaya pen boleh dicabut setelah 6 bulan atau sebelumnya, selain untuk mengeluarkan serpihan tulang yang tertinggal, saya ingin sempurnanya rekontruksi/ rehabilitasi (otot, kulit, tulang) paska operasi/ jahitan bisa bersamaan (bukan 2x) dan tuntas dalam setahun.  Karena memilih pemulihan dipercepat, saya akan siap dengan konsekwensi untuk hati-hati menjaga tulang tangan yang pennya dicabut itu. Setelah konsul dokter bulan depan, saya merencanakan mengajak bu An, Elsha, Dona dan Jovan bertemu dan berterima kasih kepada pak Iman dan pak Mulyadi.

       

      Hikmah yang bisa kita renungkan

      Pada pekan pertama, saya gelisah tidak berdaya karena belum bisa bekerja maupun mengetik. Untuk meminta bantuan istri, bu An sendiri sudah kerepotan mengurusi 3 anak super serta 1 ayah (suaminya ini). Namun saat stress, saya membaca kutipan hikmat I-Ching: “Orang bijaksana akan beristirahat  saat hari sudah gelap”. Jadi dengan sejahtera, saya putuskan saat sakit dan belum berdaya itu harus saya manfaatkan untuk istirahat sampai kondisi baik. Setelah sembuh, saya bisa beraktifitas lagi secara hati-hati  dan dengan aman.

      Dalam diskusi Perhimpunan INTI, sdri. Inayah Wahid mengatakan bahwa ayahnya tidak pernah menganggap dirinya sebagai seorang PLURALIS, namun GusDur percaya bahwa ayahnya adalah seorang HUMANIS. Ketika ke-Islaman-nya diragukan dan diserang pengkritik (yang kemudian berbalik jadi pengikutnya) karena membela minoritas, tanpa ragu Gus Dur menjawab bahwa ia melakukan semua hal itu justru karena ia adalah seorang Islam dan sebagai seorang mayoritas yang humanis ia memiliki belas kasih terhadap kaum minoritas dari perlakuan tidak adil. Inayah mengambil contoh petunjuk keselamatan pesawat terbang selalu mengajarkan penggunaan masker oksigen pada kondisi darurat.  Orang tua perlu cukup oksigen supaya kuat menolong anaknya. Jika orang tuanya sampai habis napas, siapa yang kuat menolong anaknya yang kecil?  Jadi kekuatan yang dibarengi karakter humanis, bukan kekuatan untuk ditakuti, namun suatu potensi yang kita rindukan.  Semasa hidup, Gus Dur adalah sosok yang sangat berani dan jadi pelopor dalam mengayomi segenap masyarakat, sehingga kita semua merasa aman dan tentram.

      Umat Muslim percaya, dengan berbuat kebaikan kepada orang lain, kita akan mendapat balasan kebaikan pula. Dalam mengamalkan welas asih demi kebahagiaan segenap makhluk, umat Buddha melakukan ibadah berdhana. Umat Kristiani percaya bahwa iman tanpa perbuatan baik dan cinta kasih adalah kosong dan sia-sia.  Kebaikan sebenarnya  buah dari  pohon cinta kasih. Kebaikan adalah ibadah manusiawi yang universal dan mampu  mengatasi sekat-sekat perbedaan. 

       

      Teman2,

      Saya belum pernah melihat malaikat. Namun saya pernah merasakan kebaikan pak Iman dan pak Mulyadi saat menolong saya melewati musibah, sehingga  keadaan menjadi lebih baik.  Semoga Allah swt membalas kebaikan serta melimpahkan berkat bagi mereka berdua dan para penolong saya.

      Banyak hal tertunda yang ingin saya selesaikan di masa  pemulihan kesehatan ini. Dalam waktu dekat, saya akan mengkonfirmasi kemungkinan audiensi dengan pak Jokowi. Mudah2an pak Jokowi berkenan, dan semoga pertemuan itu menghasilkan kerja sama progresif yang bermanfaat bagi kita semua. (Teman2 dukung dalam doa, ya…)

      Hari ini umat Buddha memperingati Kelahiran, Pencerahan dan Wafat Sang Buddha, Sidharta Gautama.  Kepada umat Buddha, saya bersama keluarga ikut mengucapkan Selamat Hari Tri Suci Waisak 2557/ 2013. Semoga semua mahluk Tuhan berbahagia.

       

      Salam baik,   

      shared with everyone in the world ~ inspiration for goodness

      YohanesMulyadiLiu

      https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/arsip-dokumen

       

       

       To: 

      ELSHINTAgroup@yahoogroups.com, Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com, Nasional-List@yahoogroups.com, PROLETAR@yahoogroups.com, MediaCare@yahoogroups.com, Media-Jakarta@yahoogroups.com, PERS-Indonesia@yahoogroups.com, RumahKitaBersama@yahoogroups.com, Indo-Marxist@yahoogroups.com, JakartaBaru@yahoogroups.com,

       

      JaBoDeTaBek@yahoogroups.com, DPR-Indonesia@yahoogroups.com, DPR-RI@yahoogroups.com, DPR-MPR-watch@yahoogroups.com, Media-Indonesia@yahoogroups.com, Ekonomi-Nasional@yahoogroups.com, Referensi@yahoogroups.com, ama-DKI@yahoogroups.com, KemahMarComm@yahoogroups.com, Lingkungan@yahoogroups.com,

       

      InternetSehat@yahoogroups.com, Islam-Kristen@yahoogroups.com, BIJAKSANA@yahoogroups.com, Spiritual_Indonesia@yahoogroups.com, FILSAFAT@yahoogroups.com, KataSiBijak@yahoogroups.com, Sekolah-Kehidupan@yahoogroups.com, KisahKehidupan@yahoogroups.com, SahabatKristen@yahoogroups.com, Debate-Religious-Spirituality@yahoogroups.com

      MotivasiIndonesia@yahoogroups.com, Trainer-Indonesia@yahoogroups.com, BumiManusia@yahoogroups.com, Komunitas_Tionghoa_Indonesia@yahoogroups.com, WordSmartCenter@yahoogroups.com, PenulisLepas@yahoogroups.com, Buruh-Migran@yahoogroups.com, Jaringan-Bisnis@yahoogroups.com, Gelora45@yahoogroups.com,

       

      BizNett@yahoogroups.com, Asosiasi-SDM-Indonesia@yahoogroups.com, Diskusi-Pembebasan@yahoogroups.com, JejaringAntarIman-indonesia@yahoogroups.com, BOGOR-milis@yahoogroups.com, Partai_Demokrat@yahoogroups.com, Berpikir-Positif@yahoogroups.com, JaKer@yahoogroups.com, sekred@...

       

      redaksi@..., redaksi@..., newsroom@..., redaksi@..., redaksi@..., kirimanpembaca@..., koran@..., john@..., info@..., info@...,

      LEADERSHIP62 <AsiaWorks_LP_62@yahoogroups.com>, LPgabungan@yahoogroups.com, AW_awe@yahoogroups.com, FonsVitae-alumni@yahoogroups.com, KKMKKAJ@yahoogroups.com, BatuHidup@yahoogroups.com, Komunitas-Tionghoa@...,

      Manager-Indonesia@yahoogroups.com, TrainersClub@yahoogroups.com, Free-English-Course@yahoogroups.com, Berita_Katolik@yahoogroups.com, INTI-net@yahoogroups.com, Tionghoa@yahoogroups.com, Budaya_Tionghua@yahoogroups.com, Indonesia_Damai@yahoogroups.com, Politik-Indonesia@yahoogroups.com, Forum_Tionghoa@yahoogroups.com,

       

      sparklingINDONESIA@..., UNSTOPPABLEpowerwithinIndonesia2006@yahoogroups.com, FinansialINDONESIA@..., INDONESIA-1@..., CourtneySmithTraders@..., Dunia-Emas@yahoogroups.com, Dunia-Pengetahuan@..., Forum-Bela_NKRI@..., fellowChristians@..., IES <ChristianLIFEcommunity@...>

       

      UNPAR <myUniversitasParahyangan@...>, myAsiaWorks@..., myToastMaster@..., JAbrahamSing2005@yahoogroups.com, ASIAinvesTraders@..., ,Mulyadi.Lau@..., koh@..., Basuki Tjahaja Purnama <ahokbtp@...>, Salam_Indonesia@..., "Persaudaraan" <KungFu-TaiChi_AlamSemesta@yahoogroups.com>,

       

      Ars’79 <Sinar_Tanudjaja@...>, Ars’79 LiemBunHong <Fugui_Liem@...>, SimSuparmanG <IdeKreasi@...>,
      Lau <Leoni_Sur@...>, Jia-Xiang Sabria <samocha@...>, UKMaranatha SugiriKusteja <ibcindon@...>,  SNAFS-PRANA <Herman_Holidei@...>, SNAFS <Gunadi_W@...>, DKI.SunnyTanuwidjaja < stanuwid@... >,  

       

      InTi Michael <MPurnama@...>,  InTi <Wati.Tjakra@...>,  MenataKeluarga <Melly_Kiong@... >,  FengShui <SuhanaLim@...>, InTiBM AndySavero <NLPturboTriner@...>, lak Brenda <BrendaBuluAyam@...>, pp< cdo@...>,

       

       milis-Indonesiaku@...,

       

       





    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.