Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Dua Kebutuhan Dasar Agar Jakarta Bebas Banjir

Expand Messages
  • Mulyadi Dharmadi Liu
    *Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak SBY karena dukungan TNI, khususnya bapak Wadanramil Jaenudin, saat ini pelataran toko kami kini hampir
    Message 1 of 1 , Jan 16, 2013
    • 0 Attachment





      Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak SBY karena dukungan TNI,  khususnya bapak Wadanramil Jaenudin, saat ini pelataran toko kami kini hampir sepenuhnya bebas dari pendudukan para preman.  Selama 6 bulan, saya sering melaporkan ulah para preman yang mendapat backing dari beberapa  oknum nakal. Seperti yang pernah  saya mohonkan kepada Presiden, seorang oknum kasar yang bersama preman pernah akan mengeroyok saya, kini sudah dimutasikan ke Lampung. Sedang oknum (hampir pensiun) koordinator preman yang perlu minum alkohol dulu jika ingin memarahi  saya, tetap dibiarkan. Dengan pengawasan pak Jaenudin, sejak 2 Januari pelataran toko kami dijaga Mitra TNI/ Babinsa, secara bertahap menjadi semakin tenang dan kondusif.Tanggal 4 Januari, backing pengganti oknum yang dimutasi tiba-tiba berubah jadi ramah setelah saya ajak ngobrol di ruang tamu dimana foto saya dengan pak SBY dpajang di dinding.  

      Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada GOOGLE, karena saat hampir penuh tanpa diminta kuota memori GMAIL saya pernah ditambah dari 5 GB menjadi 10 GB. Sementara saya jarang  membuka email selama 2 bulan belakangan, kini 10 GB kuota memori saya dari GMAIL, sudah sekitar 73% penuh. Saya memang menerima sangat banyak email. Setiap hari saya menerima sekitar 400 surat masuk dari sekitar 200 ribu teman milis. Namun, seperti yang pernah saya canangkan  kepada CiptaMediaBersama, saya mentargetkan memiliki jaringan dengan 1 juta teman milis. Sementara ini saya masih memikirkan beberapa pilihan solusinya. Seandainya saya harus menghapus arsip inbox, atau membagi jaringan dalam beberapa email,  saya sudah membayangkan bagaimana repotnya saya. Namun mungkin dalam waktu dekat saya akan mengajukan permohonan kepada GOOGLE yang mudah2an bisa diperhatikan dan permohonan tambah quota memori bisa dikabulkan.

      Saya juga mohon maaf kepada Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok, kepada warga Jakarta dan teman2 secara umum, sementara pemulihan kesehatan pasca sakit dan masa kedukaan, sementara  pembantu kami dan ibu berhenti, menyebabkan saya baru sempat melanjutkan upaya penawaran konsep saya.  Karena menunda membuka email, saya baru tahu 3 hari yl bahwa bulan Desember lalu, inisyatif saya sudah mendapat respons ke-2 dan ke-3 dari Wagub Ahok inisyatif saya. Terima kasih untuk perhatian bapak Wakil Gubernur.

       

      Dua Kebutuhan Dasar Agar Jakarta Bebas Banjir

       

      Teman2,

      Saya menyesal karena belum sempat konsep saya diterima gubernur Jokowi, banjir sudah banyak terjadi pada musim ini. Walau mungkin konsep saya belum bisa efektif sepenuhnya dilaksanakan pada musim hujan  ini, saya harap poyek itu bisa dilaksakan seusai musim hujan ini berakhir.

       

      Masalah Klasik Jakarta

      Sejak masa gubernur Sutiyoso, saya  sudah memikirkan konsep solusi masalah klasik Jakarta. Karena saya masih sedih atas penyerbuan kantor kami yang  dipimpin oleh  pak Sutiyoso tanggal 27 Juli 1997, saya baru mau menawarkannya pada masa Foke. Sayangnya Foke menunjukkan ketidak tertarikan pada konsep saya sejak awal kekuasaannya. Bahkan menjelang Pilkada, surat penawaran saya macet di tangan pak Sekda. Sembilan kali saya menghubungi tata usaha Gubernur, jawabannya selalu sama bahwa suratnya masih belum diturunkan oleh pak Sekda. Bahkan karena belakangan terkesan bagian TU sudah enggan menerima telepon dari saya, saya putuskan untuk menghentikan upaya itu.

      Beberapa teman menyatakan pesimis mengetahui rencana penawaran konsep yang saya lakukan, karena itu terasa janggal dan tidak real. Mereka belum pernah mendengar ada orang yang mau membeli suatu konsep yang tidak kelihatan. Karena tidak ada bentuk fisik yang nyata, tidak ada pekerjaan yang jelas, lalu apa yang akan saya tawarkan?

      Mari kita sama-sama belajar dari Colonel Sanders

      Tahun 1955, pada masa pensiun di usia 65 tahun, Colonel Harland Sanders mencoba suatu ide yang mungkin bisa dianggap gila. Ia berkeliling restoran di Amerika untuk menawarkan resep ayam goreng yang sangat lezat. Untuk imbalannya, ia akan meminta persentasi keuntungan dari penjualan ayam goreng itu. Setelah upayanya mengalami penolakan sebanyak 1009 X, sebuah restoran mau menerima penawaran itu. Setelah itu, kerja sama diwujudkan, restoran yang menggunakan resep Sanders itu kemudian menjadi sangat laris karena digemari masyarakat kota Salt Lake City. Polpularitas kesuksesan restoran di Salt Lake City itu menyebar, sehingga kemudian outlet yang menjual ayam goreng ala Sanders menyebar hingga keseluruh Amerika dan Canada bahkan keseluruh dunia. Beberapa tahun kemudian Kentucky Fried Chicken menjadi restoran cepat saji yang paling popular dan pakung digemari di 80 negara di seluruh dunia.

      Perjuangan aneh yang dianggap gila di tahun 1955 memjadi karya nyata bagi kita di tahun 2013.  Sementara  tahun 1955 orang lain mentertawakan kakek aneh itu, Colonel Sanders sudah menyadari keampuhan resepnya yang bisa kita butikan sendiri  di KFC pada tahun 2013 ini.

      Konsep Solusi Banjir adalah Hal Sederhana

      Ada berbagai ide yang pernah sempat dibahas Pemda DKI. Namun menurut saya, ide2 itu umumnya terlalu rumit, terlalu mahal, bahkan mungkin kurang efektif.

      Delegasi RRT yang menemui pak Ahok pernah mengungkapkan teknologi penggunaan bakteri untuk membersihkan sampah dari sungai. Saya pernah mendengar mengenai RRC yang menampung tinja manusia yang kemudian berkat kinerja bakteri saprofit (pembusuk) dalam tinja itu menghasilkan bio-gas, produk biogas yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi karena bisa digunakan untuk memasak. Keberhasilan mengubah sampah menjijikan menjadi produk bermanfaat dengan nilai ekonomi  adalah ide kreatif yang hebat. Namun saya kira menghancurkan sampah sungai dengan bekteri pembusuk adalah kurang realistis. Sebagai gambaran, bagaiman mungkin bakteri pembusuk tiap hari mampu menghancurkan ratusan ribu  bungkus gado-gado& botol plastik pada sungai Jakarta.  Seandainya mungkin, pasti sampah itu perlu didiamkan dulu beberapa minggu yang justru akan menyumbat sungai-sungai.

      Pembangunan proyek deep-tunnel di bawah hutan beton Jakarta?  Walau sulit dan mahalnya sudah diketahui,  saya kurang  yakin efektifitasnya. Lalu seandainya deep-tunnel itu sampai tersumbat, gimana solusinya?

      Buat yang hobi teknik, boleh baca kisah ini…

      Sekitar 12 tahun lalu saya membuat  tanki kotak container dari besi plat dengan 20 kompartmen kedap cairan dan kedap udara bertekanan yang masing-masing berukuran 30,5cm x 30,5cmx244cm. Setelah diujidengan  tekanan hingga 5 Atmosfir tidak bocor, seluruh tanki dan semua dinding dalam dan luar kompartmen saya galvanis dengan lapisan seng. Pada bagian atas tiap kompartmen saya pasangkan ball valve 2” (untuk inlet/mengisi oli dari drum oli Pertamina / Shell),  sebuah lubang untuk tabung pentil ban truk untuk inlet udara bertekanan dari distributor udara bertekanan yang berasal dari sebuah compressor listrik, dan sebuah pipa PVC 0,5” hingga hampir menyentuh dasar untuk outlet oli yang akan naik ke atas jika kran nomor yang bersangkutan pada dispenser dibuka. Tanki  berat itu saya masukkan dalam bak beton di bawah tanah, celahnya  saya padatkan dengan pasir dan oli yang murah agar tidak melembung dan tidak karatan. Di atas tanki2 itu saya tutup dengan 20 bh ubin yang bisa dilepas yang terbuat dari besi plat diberi rangka berukuran 30,5cmx30,5cm.  Dengan demikian kotak container tempat 20 drum oli itu berada di bawah lantai yang bisa diinjak oleh para pelayan toko.

      Selama sekian lama toko kami bisa menjual 20 jenis oli drum berbeda yang dicurahkan tanpa becek/ kotor,tidak  sempit karena  drum maupun pompanya tidak kelihatan. Yang tampak oleh pengunjung adalah 20 kran berderet pada dispenser oli  yang berada dipojok dekat dinding.

      Misalnya pada kompartmen nomor 1 masih terisi oleh 180 liter oli hidrolik Turalik-48. Karena compartment itu terhubung dengan distributor udara bertekanan 2 atmosfir, maka pada permukaan oli terdapat udara bertekanan yang sebesar 2 atmosfir.  Seandainya kran nomor 1 pada dispenser dibuka, maka dari oli dalam pipa PVC akan naik keatas karena  tekanan udara  sebesar 2 atmosfir pada permukaan akan mendesak oli Turalik-48 dalam compartment 1 untuk keluar melalui slang menuju kran nomor 1. Kran nomor 1 mengeluarkan oli Turalik-48 yang literan pengukur untuk dijual.

      Jika oli dalam kompartmen nomor 1 habis, valve udara nomor 1  pada distributor udara dikunci dulu suoaya tidak mengurangi tekanan udara dalam 19 kompartmen llain, ball valve inlet oli nomor 1 dibuka perlahan supaya tekanan udara sama dengan udara luar =(1 Atmosfir). Isi 1 drum oli Pertamina/ Shell (misalnya oli Pertamina Turalik-48) dimasukkan ke compartment bawah tanah itu. Ball valve ditutup lagi, valve distributor udara dibuka, oli akan naik kembali jika keran ybs dibuka. Jika tekanan udara pada tanki menurun, secara otomatis atau manual, compressor listrik  aktif, sehingga tekanan udara pada tabung cukup kencang menjadi sekitar 2 atmosfir yang cukup memadai untuk mendorong dan mengeluarkan oli secara  lancar..

      Entah karena karat atau adanya las yang jebol karena sempat perbedaan tekanan antar kompartmen  yang tidak seimbang, saya dilaporkan bahwa ada 4 kompartmen oli sering tercampur. Karena itu belakangan ini karyawan saya lebih suka menggunakan cara konvensional dengan menggunakan pompa putar pada drum yang ditaruh di lahan parkir. Setelah memikirkan solusi perbaikan, saya perkirakan akan repot serta biaya perbaikan  bisa lebih besar dibanding pembuatannya. Karena itu kemungkian saya putuskan akan menimbun tanki lama, dan memindahkan stok oli curah itu dalam 20 tanki pipa PVC diameter 35cm setinggi 200cm yang  saya letakkanberdiri secara independen di lantai atas.  Walau akan memakai disepenser lama, untuk menaikkan oli ke tanki PVC lantai atas, saya bisa memasukkan udara bertekanan compressor kedalam drum dari Pertamina/ Shell untuk mengisi dari lubang tutup tanki PVC dengan ketinggian tutup tanki 6 meter di atas lantai. Sedangkan untuk menjual oli eceran, saya masih bisa menggunakan ke 20 kran yang berbaris pada dispenser lama. Tinggal buka kran, dengan gaya gravitasi tanpa bantuan tenaga compressor, oli akan turun dengan sendirinya.

      Mungkin dari pengalaman di atas, saya bisa menunjukkan walau sekilas akan tampak lebih lapang, pembuatan dan perawatan  deep tunel di bawah tanah, akan jauh lebih mahal dan sulit dibanding saluran air di atas tanah.

      Konsep solusi banjir yang akan saya tawarkan ke Pemda DKI terdiri dari 3 sub-konsep: Dua sub-konsep preventif,  secara teoritis akan mampu mencegah terjadinya banjir di Jakarta. Namun seandainya metode preventif itu kurang efektif, saya memiliki satu metode kuratif, yaitu pesawat penghenti banjir. Dengan menggunakan pesawat ini, begitu ada tanda-tanda akan terjadi banjir, pesawat  ini secara otomatis akan aktif sehingga banjir bisa segera distop.

      Bagaimana caranya?

      Itulah yang saya maksud dengan resep Colonel Sanders. Colonel Sanders tidaklah menjual ayam goreng, tapi menawarkan resepnya. Ayam goreng enak yang dibuat Colonel Sanders, akan habis dalam 1 kali makan. Setelah beberapa dekade dan generasi sejak restoran pertama di Salt Lake City hingga kini selanjutnya,  ayam goreng  selezat buatan Colonel Sanders  terbukti mampu disajikan lebih dari  1 milyar porsi ayam goreng lezat setiap tahun.  Jadi kita pahami bahwa resep yang baik lebih berharga dari makanan enak. Konsep yang berkwalitas lebih bermanfaat dari proyek yang mahal.

      Seperti yang saya katakan, untuk resep ini mungkin saya tidak akan mendaftarkan dahulu ke lembaga paten. Walau saya percaya keampuhan konsep saya, namun sebenarnya konsep itu sendiri tidak bisa mengatasi banjir Jakarta. Lho, koq? Maksudnya, supaya penerapan konsep itu bisa efektif,  saya perlu memperoleh dukungan 2 kebutuhan dasar: Kepercayaan dan Kesempatan.

      Untuk penawaran konsep ini, saya tidak menyiapkan barang, proto-type maupun resepnya. Jadi yang saya tawarkan adalah meyakinkan Pemda atas kemampuan  saya untuk mengatasi masalah banjir. Seandainya mendapat kepercayaan, saya akan meminta kesepakatan kerja sama supaya bisa dilaksanakan sesuai termijn-termijnnya.

      Selain kepercayaan, saya juga membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk mengerjakan sesuai tanggung jawab . Selain dukungan secara teknis, saya juga bisa mendapatkan dukungan atas hak saya dimuka sebelum resep  teknisnya yang saya serahkan secara per-termijn. Selain secara moral, saya juga akan bertanggung jawab secara hukum atas segala kesalahan ataupun kegagalan yang mungkin terjadi sesuai kesepakatan yang tertera dalam perjanjia kerja sama

      Walau tidak banyak memberikan contoh barang ataupun kerja fisik yang nyata, adapun yang saya tawarkan adalah legal, dalam arti sah secara hukum. Seandainya terkena pajak, tentu itu bisa diperhitungkan sesuai kesepakatan, berapa persen kewajiban penjual (inventor) dan berapa persen yang ditanggung pembeli (Pemda DKI).

      (Sebelum saya bagikan pengajaran ini, saya mohon permisi kepada pak Edwin dan pak Budi..)

      Menjelang  reuni akbar Unpar, pak Budi Setia Dharma (alumni Unpar yang saat itu menjabat Dirut ASTRA) menceritakan bahwa beliau banyak belajar dari om William Suryajaya. Dalam pengamatannya sejak menjadi staf senior ASTRA, pak Budi  memahami bahwa 2 kunci  keberhasilan om William Suryajaya membangun ASTRA adalah karena Om Wilem  senantiasa: 1. Berpikir Besar dan 2. Membangun Reputasi sebagai Pekerjaan Seumur Hidupnya.  Sejak kantor ASTRA masih kecil di jl. Wastukencana,  Om Wiliam sudah berpikir dengan keberanian skala yang sangat besar yang mungkin saat itu dianggap berlebihan tidak masuk akal. Demikian pula dalam menjalankan bisnis, om Wilem senantiasa  membangun reputasi dengan etika yang baik dan bersih. Reputasi itu bukan hanya pada masa  pertumbuhan dan pada masa jayanya, namun juga tetap dipertahankan pada masa sulit  dalam krisis ASTRA. Pada saat kesulitan likuiditas, beliau menepati janji dengan membayar seluruh hutangnya, walau untuk itu ia harus melepaskan ASTRA beserta segenap staf dan anak perusahaan yang dulu almarhum rintis sejak di Wastukencana – Bandung.

      Saya percaya seandainya resep saya bisa diterima dan diterapkan adalah juga suatu mimpi besar yang perlu diwujudkan dengan cara membangun reputasi kita semua, baik untuk masa kini maupun bagi masa- masa mendatang yang dimana kita menaruh harapan baik.  Seperti halnya  bapak William Suryajaya, reputasi kita adalah asset yang sangat mahal dan berharga yang perlu kita bangun dan pelihara seumur hidup kita.

      Teman2,

      Di musim hujan seperti ini, mungkin agak sulit untuk menerapkan poyek preventif mencegah banjir yang saya prakirakan akan menghabiskan waktu sekitar 10 bulan.  Namun untuk tindakan darurat pembuatan pesawat penghenti banjir juga membutuhkan waktu tidak sedikit.  Dengan bantuan 10 orang (asisten + tukang) dan peralatan memadai, untuk merakit prototype pesawat penghenti banjir mungkin saya membutuhkan waktu kerja sekitar seminggu.  Untuk uji coba saya perkirakan memerlukan waktu tambahan sekitar seminggu.  Walau itu mungkin bisa selesai lebih cepat, anggaplah kita sediakan cadangan waktu resiko  meleset sekitar2 minggu. Jadi  untuk pemasangan 1 unit prototype pesawat itu akan membutuhkan waktu  antara 15 hingga 30 hari. Sedangkan untuk menghentikan banjir Jakarta, saya prakirakan akan dibutuhkan sekitar 50 pesawat. Bahka jika banjirnya parah bisa lebih dari itu. Untungnya pesawat selanjutnya  bisa diproduksi bertahap atau sekaligus secara masal. Menurut pengalaman saya, untuk membuat produk kedua ataupun secara masal, waktunya akan jauh lebih sedikit dibanding pembuatan percobaan/ contoh awal.

      Namun itu akan saya  bicarakan dengan pak Jokowi dan pak Ahok setelah mendapat kepercayaan dan kesempatan dari Pemda DKI.

       

      Teman2  dukung dan doakan ya….

      Salam Jakarta Baru !

       

      https://sites.google.com/site/YohanesMulyadiLiu

       

       

       

      Feed back teman2…

      Supardiyanto Hadi Prasetyo  ElshintaGroup@yahoogroups.com 25/ Oct 2012

      Banjir DKI bukan hanya dari hujan tapi dari pasang laut. Kemacetan gak begitu dirisaukan kok Alon2 asal kelakon. Gremet2 waton selamet Takkan lari kantor dikejar.

      Yang pasti, baik banjir maupun kemacetan Jakarta adalah pemborosan yang merepotkan serta merugikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Demikian pula, walau sebagian pemukiman di negri Belanda berada di bawah permukaan laut, saya kira mereka tidak terkena banjir. Demikian pula karena sempitnya lahan tanah, Hongkong pernah membangun banyak apartemen di perairan pantai sehingga beberapa lantai dari apartemen pemukiman itu berada di bawah permukaan air laut. Pasang air laut di teluk Jakarta, hanyalah sesaat dengan kenaikan permukaan yang tidak terlalu signifikan. Seandainya tidak terjadi gejala alam mayor seperti tanah amblas beberapa meter atau terjadi gelombang tsunami, insya Allah saya mampu mengatasinya. Matur nuwun pak Supardiyanto…

      Roeslan         26 Oct 2012            nasional-list@yahoogroups.com

      Yang ingin saya tanggapi disini adalah adanya ketidak beresan pemerintah dalam menangani hasil cipta warganya; Ketidak beresan itu tercremin dalam keluan Sdr. Mulyadi Dharmadi Liu dalam bagian tulisannya yang berjudul

      Karya Intelektual  Lainnya... saya kutip: Saya sebenarnya sering mendaftarkan karya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Departemen Kehakiman/ Hukum dan HAM RI untuk memohon perlindungan (atas Hak Cipta, Paten, Merk). Pada prakteknya setelah saya deskripsinya disampaikan dan penjelasan substansinya diuji, sementara sertifikat perlindungan belum berhasil saya peroleh, metodenya sudah diterapkan dipasaran.

      Misalnya...

      Tahun 1997, saya mendaftarkan Sistem Transfer Dana Dengan Menggunakan Telepon/hp (Teltrans) dan tahun 1998 saya mendaftarkan Sistem Transfer Dengan Internet (Teltrans ’98). Beberapa tahun kemudian, BCA menggunakan sistim transfer dengan metode yang sama dengan Teltrans dan Teltrans ’98 (hanya namanya berbeda (m-BCA dan Internet Banking. Sedang alat kunci yang saya namakanVariabel PIN diberi nama Key BCA). Setelah beberapa tahun BCA menerapkan, jejaknya disusul oleh bank Permata, CitiBank dan kini banyak bank yang juga menggunakannya. Hingga saat ini tidak ada satupun bank yang meminta izin apalagi memberi royalti kepada saya sebagai penemunya... (kutipan selesai)

      Komentar saya : Menurut pengamatam saya setelah membaca berita dari tulisannya Sdr. Mulyadi Dharmadi Liu, saya simpulkan bahwa di Indonesia nampaknya tidak ada regulasi Pasar sempurna, jika proses daya cipta (Hak Patent) warga yang ditawarkan bisa saya kaitkan dengan hak patent dalam politik pasar bebas. Maka tulisan Sdr. Mulyadi Dharmadi Liu adalah merupakan pencerminan dari politik pasar bebas di Indonesia yang menjalankan kebijakkan  ``servival of the fittest``, artinya `siapa yang menang bersaing adalah yang benar. Dengan cara apa bisa menang tidak dipersoalkan. Padahal  teori ekonomi Adam Smith adalah teori evolusi yang lebih mementingkan `` Survival of the wisest`` (pasar sempurna). Dalam pasar sempurna inilah terciptanya suatu invisible hand, dan membawa peserta pasar (Sdr. Mulyadi Dharmadi Liu) dan seluruh masyarakat dapat mencapai kesejahteraan yang tinggi.

      Dalam contoh diatas ternyata tidak demikian halnya, Bank (BCA) yang banyak uang telah merampas Hak Patent Sdr. Mulyadi Dharmadi Liu, dan pemerintah diam saja. Disini artinya Bank telah menjadi pemenagnya, tanpa susah payah menciptakan Sistem transfer (Teltrans), dan menggukannya untuk menarik keuntungan tanpa minta izin pada penciptanya, apalagi memberi royalti kepadanya sebagai penemunya. Bukankah ini dapat dikatakan bahwa Bank telah melakukan pembantaian terhadap Hak Cipta individu seseorang? Inilah dampak dari survival of the fittest yang diberlakukan di negara kita.

      Dari berita tuilisan Sdr. Mulyadi Dhamadi Liu, saya berkesan bahwa pemerintah Indonesia belum bisa (atau tidak mau) menghayati aspeks rangsangan kreativitas individu, yang juga akan mempengaruhi mempengaruhi masyarakat IPTEK di Indonesia.

      Dengan alasan seperti tersebut diatas saya ikutan urun rembuk untuk medukung tuntutan Sdr. Mulyadi Dharmadi Liu, dalam usahanya untuk mendapatkan hak Ciptanya (Patentnya).

      Saya segala sesuatu perlu dimulai dengan itikad baik. Dengan good will, apapun yang kita kerjakan mengarah kepada kebaikan. Trims pRoeslan.

       

      Ir. Sumarno 26 Okt 2012   ama-dki@yahoogroups.com

      Cerita ngibul begini seharusnya disensor saja.

       

      Ebert Lau   mediacare@yahoogroups.com 26 Oct 2012

      Hal yang diceritakan ini sangat mengharukan, dan tidak tahan saya ingin memberikan komentar.
      begini bro, hak cipta / kekayaan intelektual ini hanya terbatas pada produk jadi, kalau konsep itu sangat "luas" dimana hal yang telah Anda buat / temukan tadi sudah menjadi trend di belahan dunia yang lain, (jadi tidak bisa dimasukan kedalam kategori HAKI). Mengenai konsep pengelolaan banjir dan lalu lintas kalau Anda mempunyai konsep yang sangat-sangat bagus mending jadikan proyek saja, so pas dibuka pelelangan DKI masukin saja... kan bisa dapat duitnya sekalian..

      Herman    mediacare@yahoogroups.com    27 Oct 2012

      Setuju dengan bung Ebert. Pak Mul, Saya juga bergerak di industri kreatif dan setau saya konsep itu ngga bisa diklaim. Masih seperti mimpi yg ngga ada nilainya kalo belum diwujudkan jadi produk. Hampir tiap minggu saya bertemu dengan orang-orang yg punya ide bagus. Ada yg orisinil, yg copy-cat, modifikasi atw yg cumi (cuma mirip). setelah digoogle ternyata idenya sudah ada di tempat lain. Kata orang Inggris, "there is nothing new under the sun." 

      Billy N  mediacare@yahoogroups.com   28 Oct 2012

      Konsep yang masih kasar kalau bisa dipatenkan, repot dunia bisnis. Dari zaman dulu banyak orang mimpi pergi ke luar angkasa, repot NASA kalau harus bayar royalti, he..he..
      Lagi kalau soal solusi banjir/macet, lebih baik bekerja di konsultan atau jadi PNS dinas terkait saja, dapat gaji. Kalau mau lebih mantap lagi, calonkan diri jadi anggota legislatif atau kepala daerah.

      Trims teman2 untuk feed back serta diskusinya…

      Eka DJ mediacare@yahoogroups.com   28 Oct 2012

      Pak Mul, saya salah seorang end-user potensial dan tertarik dengan aneka-ragam konsep solusi yang bapak tawarkan, dan yang terpenting saya juga menghargai hak kekayaan intelektual. Kalau boleh saya ingin mengetahui harga/biaya konsep-konsep tersebut, mudah-mudahan terjangkau dengan keuangan saya. Saya tunggu, dan terima kasih.

      Saya senantiasa belajar dari sesuatu dari setiap hal yang saya saksikan. Demikian dari setiap persoalan, saya memikirkan konsep solusinya. (Klo baca/ nonton masalah, saya sering tidak mau istirahat dan bisa cape sendiri). Jadi setiap hari saya akan menemukan konsep solusi baru. Namun jika memang ada kasus yang diminta untuk dicarikan solusi, saya biasanya melakukan analisa singkat sambil memikirkan jawabannya. Sayangnya hingga kini belum pernah konsep/ invensi saya memberikan hasil ekonomis secara langsung.  Jadi saya juga belum ada pengalaman untuk hal itu. Anyway, thanks pak Eka.

       

      Dr. Benny Handojo Rahardjo  fonsvitae-alumni@yahoogroups.com  02 Dec 2012

      Mul, tolong bantu Jokowi tuh soal MRT, Monorel, Busway untuk atasi kemacetan yg makin parah di Jakarta. Carikan solusinye ye..

      Wah Ben, ay sendiri nganggap MRT dan Monorel kurang efektif untuk diterapkan di Jakarta. Apalagi jika dibanding dengan kapasitas FRT (Flash Rapid Transportation) yang konsepnya masih disimpan di hard disc  dalam kepala. Mengenai penggunaan buswae, sebenarnya efektiitasnya bisa ditingkatkan beberapa kali ganda. Apapagi jika menggunakan 1-Stop-Public-Transportation-System.

      Namun seandainya konsep Reduksi 80% Hambatan Lalin Perkotaan bisa diterima Menhub Mangindaan dan diterapkan, saya perkirakan pada jam-jam paling sibuk di Jakarta, kamu masih bisa nyetir dengan kaki ga pegel dengan kecepatan 40 km/ jam. Apa kurang oke kalo Jakarta udah bisa segitu…?

      Oya, sementara ini bagi Jokowi saya lagi fokus menawarkan 3 konsep solusi banjir dulu. Any way, thank you for your trust and support.

      Eh, hampir lupa…

      Saya juga pernah tanya kepada pak Budi Setia Dharma apakah ASTRA bisa dukung perlindungan karya intelektual kendaraan anti macet. Seandainya ASTRA bisa mensponsori, ASTRA bisa memproduksi kendaraan dan komponennya. Mungkin karena saat itu kurang mengerti pertanyaan saya, beliau menjawab bahwa untuk mendaftarkan paten khan biayanya tidak seberapa mahal…

      Lalu problem selanjutnya adalah soal ukuran:  Apa yang bagi ASTRA tidak seberapa, mungkin menurut  saya bisa jadi seberapa…

      Konsep itu terdiri dari 2 versi, yang keduanya sangat cocok untuk kendaraan pribadi. Saya yakin resep saya akan sangat laris karena rasanya melebihi semua jenis kendaraan pribadi di pasaran. Mungkin jika konsep-konsep lalin saya sudah laku, saya akan kembali menawarkan resep franchise kepada ASTRA ataupun produsen lainnya. Nti klo udah diproduksi, you ikut beli promo diskon  ya Ben… ?

      Ardhyanto Budirachman  fonsvitae-alumni@yahoogroups.com  02 Des 2012

      Dear Brother Mul Bolehkah saya dapatkan no HP bapak . Thanks dan salam Ardhyanto

      Tentu,  Ardhyanto. Klo gasalah kamu dari semester VI BE yang rambutnya agak ikal khan?

      Thank you, brother. Salam dari VI AE…

      M. Mathori Munawar    02 Des 2012

      BANJIR & macet ? Sungai-2 diperindah, diperdlm sehingga memungkinkan utk transportasi. Ketemu bukan ? Trim's

      Foke pernah gagal dalam menerapkan konsep itu. Selain itu luas sungai di Jakarta berada di bawah 5% dari total luas jalan lalu lintas darat. Jadi saya kira walaupun ide itu bisa dikembangkan, namun efektifitasnya tidak akan signifikan dengan kebutuhan jalur lalu lintas Jakarta. Walau demikian, terima kasih untuk ide pak Mathori…

      Dr. Irawan  3 Des 2012

      Pendaftaran Hak Cipta /Patent masih kurang diminati para inventor Indonesia, karena aparat yang menangani sering dirasa masih kurang handal.

      Ketika meliput berita bagi “Indonesia Media” saya pernah mengunjungi fasilitas milik Zantar Abadar di Ciawi- Bogor. Zantar Abadar adalah putra dari almarhum Husein Ambadar yang berasal dari Iran, inventor dari “Tirta Surya” (Pompa dan penjernih air bertenaga surya). Saat ini hak pengelolaan atas invensi itu dipegang oleh Zantar. Menurut Zantar, dalam mengurus perlindungan paten karya intelktual almarhum ayahnya itu dilaksanakan dan didaftarkan pada lembaga perlindungan hak atas karya intelektual di Amerika.

      Hingga kini standar hukum Indonesia masih sering terjadi kerancuan. Bukan karena kurang nasionalis, namun saya berpendapat ada baiknya pak Mul memikirkan option itu sebagai suatu cadangan. Dilain pihak, kita harap kinerja lembaga HKI perlu diutamakan secara keseluruhan system. Dengan demikian kemudahan pendaftaran serta perlindungan atas karrya intelektual tidak hanya tergantung pada satu atau dua orang staf saja. Kita harapkan dengan kemajuan kwalitas pelayanan dari Departemen Hukum dan HAM RI, Indonesia lebih tanggap untuk menerima serta melindungi hak Cipta dan hak Patent, sehingga akan menyerap dan mendukung kreatifitas karya putera-putri demi kemajuan bangsa kita.

      Thank you for your information and advice, Dr. Irawan.

      Tapi ada juga kasus negatif di Singapura, negara yang dikenal sebagai negara paling disiplin dalam menegakkan aturan dan hukum.

      Seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Singapura dicurigai dibunuh oleh professor yang adalah mentornya sendiri. Diduga professor itu ingin mencuri penemuan hasil riset yang menyatakan bahwa blue-tooth mampu mendatangkan energi listrik. Efektifitasnya hasil risetnya sempat diperlihatkan dengan melakukan quick charging baterai hp temannya dengan menggunakan blue tooth secara nir-kabel. Temannya yang orang Indonesia itu merasa aneh karena tidak lama, mahasiswa genius itu secara misterius dinyatakan meninggal dunia karena bunuh diri.  Namun temannya itu kemudian mengungkapkan kecurigaan bahwa mahasiswa genius itu meninggal karena ditikam dan dijatuhkan oleh professor yang adalah mentor dari mahasiswa Indonesia itu. Dukungan untuk penyidikan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui polling internet untuk upaya penyidikan, tidak mampu menggoyahkan sikap pemerintah Singapura yang hingga kini berusaha menutupi kasus itu. Menurut  beberapa temannya, professor itu dicurigai bermaksud  merebut hak atas invensi mahasiswa genius dari tanah air kita.

      Mungkin saja Amerika memiliki system hukum dan perlindungan intelektual yang lebih baik. Walau demikian, mendaftarkan invensi di Amerika merupakan suatu hal yang patut dipertimbangkan, namun saya kira bukan saat ini. Selain tidak mudah mengatasi pembajakan, sementara ini saya cenderung ‘more to earn money than to spend money’

       

      Ahok Basuki Tjahaya Purnama (Wagub DKI)  04 Des 2012

      Baik. Kami pelajari dulu usulannya. Terima kasih.

      Maaf saya baru  membaca 3 hari yang lalu. Mungkin setelah mendapat tanggapan dari Gubernur Jokowi, saya akan lebih dulu menawarkan konsep dan design teknis pesawat penghenti banjir. Saya yakin biaya yang dibutuhkan, sangat kecil dan tidak ada artinya dibanding nilai manfaat untuk menghindari kerugian yang lebih banyak. 

      Terima kasih atas perhatian dan respons pak Ahok.

       

      Omie RumahKitaBersama 06 Des 2012 

      Sepertinya Jkt dan Bogor hrs bekerja sama utk mengatasi masalah banjir ya.

      Masa kini Jakarta dan Bogor sangatlah erat berkaitan baik di bidang ekonomi maupun bidang  lainnya. Selain itu, saya menganggap Jakarta adalah sebagai rumah kami yang ketiga (setelah toko kami dan rumah ibu di Bogor).

      Thank you, Omie. Salam dari tanah air…

         

             ELSHINTAgroup@yahoogroups.comForum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com, Nasional-List@yahoogroups.com, PROLETAR@yahoogroups.comMediaCare@yahoogroups.com,Media-Jakarta@yahoogroups.com,PERS-Indonesia@yahoogroups.comRumahKitaBersama@yahoogroups.com, Indo-Marxist@yahoogroups.com,Reformasi_Birokrasi@yahoogroups.com

       

      JakartaBaru@yahoogroups.com, suaraTransJakarta@yahoogroups.com, JaBoDeTaBek@yahoogroups.comDPR-Indonesia@yahoogroups.comDPR-RI@yahoogroups.comDPR-MPR-watch@yahoogroups.comMedia-Indonesia@yahoogroups.com ,GosipPolitik@yahoogroups.com ,Berita_Korupsi@yahoogroups.comEkonomi-Nasional@yahoogroups.com

       

       

      Referensi@yahoogroups.com, ama-DKI@yahoogroups.com KemahMarComm@yahoogroups.com Lingkungan@yahoogroups.com,  InternetSehat@yahoogroups.comIslam-Kristen@yahoogroups.com BIJAKSANA@yahoogroups.com,Spiritual_Indonesia@yahoogroups.com,  FILSAFAT@yahoogroups.com WDN_Center@yahoogroups.com

       

       

      WDNCenter_RH@yahoogroups.comKataSiBijak@yahoogroups.comSekolah-Kehidupan@yahoogroups.com,  kasih_kekal@yahoogroups.com,  KisahKehidupan@yahoogroups.com,  SahabatKristen@yahoogroups.comDebate-Religious-Spirituality@yahoogroups.com MotivasiIndonesia@yahoogroups.com,  TungDWclub@yahoogroups.com,  Trainer-Indonesia@yahoogroups.com

       

      BumiManusia@yahoogroups.comKomunitas_Tionghoa_Indonesia@yahoogroups.comWordSmartCenter@yahoogroups.com, PenulisLepas@yahoogroups.comBuruh-Migran@yahoogroups.comJaringan-Bisnis@yahoogroups.com,Gelora45@yahoogroups.comJaKer@yahoogroups.comBizNett@yahoogroups.comAsosiasi-SDM-Indonesia@yahoogroups.com

       

      Diskusi-Pembebasan@yahoogroups.comJejaringAntarIman-indonesia@yahoogroups.com,GPIB@yahoogroups.comBOGOR-milis@yahoogroups.comLimaMenitDuaAyat@yahoogroups.com,Partai_Demokrat@yahoogroups.com,Berpikir-Positif@yahoogroups.com

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.