Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[Jeda] Kampung Ilmu, Surga Pengetahuan Di Kota Surabaya

Expand Messages
  • ulfha
    Kampung Ilmu, Surga Pengetahuan Di Kota SurabayaKamis, 10 Maret 2011 | Jeda Oleh : Kusno BUKU-buku berjubel di toko-toko yang berderet lurus. Diantara
    Message 1 of 1 , Mar 9, 2011
    • 0 Attachment

      Kampung Ilmu, Surga Pengetahuan Di Kota Surabaya

      Kamis, 10 Maret 2011 | Jeda

      Oleh : Kusno

      BUKU-buku berjubel di toko-toko yang berderet lurus. Diantara buku-buku tersebut, ada banyak yang masih terbungkus rapi. Pengunjung hilir-mudik sejak pagi hingga sore hari. Ada sekitar 80-an toko buku yang berjejer di tempat itu; Kampung Ilmu.

      Sebelumnya, lahan ini merupakan lahan tidur milik dinas Pekerjaan Umum (PU). Luasnya kira-kira mencapai 6000 m2. Para pedagang mulai menempati lahan itu sejak tahun 2008. Sebelumnya para pedagang berjualan di Jalan Semarang, Surabaya.

      "Tempat ini kami peroleh melalui perjuangan bersama seluruh pedagang," kata Budi Santoso, koordinator dari Kampung Ilmu, suatu hari kepada Berdikari Online. Nama "Kampung Ilmu" pun dideklarasikan para pedagang sejak tahun 2008.

      Tidak mudah jalan yang ditempuh pedagang untuk mendapatkan tempat ini.

      Pada tahun 2008, ketika Pemkot Surabaya sedang gencar-gencarnya melancarkan penggusuran, pedagang buku jalan Semarang pun terkena getahnya. Perlawanan pun digelar. Jika biasanya korban gusuran melakukan perlawanan pada hari H, maka pedagang buku Jalan Semarang melakukan perlawanan sejak jauh-jauh hari sebelum penggusuran.

      "Sebelum kita digusur oleh pemkot, kita harus menyerang pemkot dulu dengan cara melakukan aksi massa. Bukankah pertahanan yang terbaik adalah menyerang," ungkap Budi Santoso.

      Kali ini pedagang buku bekas Jalan Semarang tidak hanya menyatakan penolakan terhadap rencana penggusuran, tetapi juga menawarkan solusi praktis, yaitu tetap berjualan tetapi dengan menjaga keindahan kota.

      Kini, setelah dua tahun berlalu, Kampung Ilmu telah berkembang pesat. Jika sebelumnya pembangunan dilakukan dengan swadaya para pedagang, kini pihak pemkot turut membantu dengan membangun beberapa gedung dan fasilitas. Tapi itu masih proyek pembangunan tahap I, dan saat ini pedagang sedang menunggu pembangunan tahap II.

      Selain toko buku, Kampung Ilmu kini dilengkapi dengan sebuah pendopo, sebuah aula untuk pertemuan, Musholla, kolam renang untuk anak-anak, sebuah kafe dan fasilitas internet gratis.

      ***

      Bagi para pencinta buku, juga para pelajar dan mahasiswa, Kampung Ilmu merupakan salah satu penyedia buku bekas paling lengkap. Harga-harga bukunya pun sangat murah dibanding buku baru di pasaran. "Bukan cuma kalangan bawah yang datang ke sini, tetapi kalangan menengah dan atas pun kadang berkunjung."

      Bagi anda pencinta buku tua, tempat ini juga menyediakan dan menjual buku-buku jenis tersebut. Mulai dari tulisan-tulisan Bung Karno hingga novel-novel jaman "baheula", semuanya bisa dicari di tempat ini. Asalkan anda telaten dan bersabar dalam mencari.

      "Saya menemukan buku Soekarno berjudul "Sarinah" di sini. Ada juga buku-buku Bung Karno yang lain, seperti "Di Bawah Bendera Revolusi", kata Samirin, salah seorang pedagang buku bekas di Kampung Ilmu.

      Bahkan ada lukisan lama bergambar Bung Karno, yang dijual dengan jutaan. Maklum, lukisan itu sudah berusia lama dan punya kandungan histories yang tidak ternilai.

      Majalah-majalah pun lengkap di Kampung Ilmu. Mulai dari koleksi majalah gaul seperti "Femina", Playboy" dan "Nova", hingga majalah-majalah teori seperti Prisma pun ada di sini. Bahkan, serpihan majalah tahun 1950-an dan 1960-an kadang ditemukan terselip diantara tumpukan majalah gaul.

      Buku-buku terbaru pun ada di sini. Kemarin, ketika koresponden Berdikari Online masih di kampung ilmu, karya-karya penulis seperti Louis Althusser, Albert Camus, dan lain-lain juga ada di sini.

      Tetapi yang paling diburu adalah buku mata pelajaran untuk anak sekolah dan mahasiswa. Sebagian besar pengunjung pun merupakan pelajar dan mahasiswa. Mereka merasa sangat terbantu oleh keberadaan kampung ilmu.

      ***

      Samirin, yang sudah lama menjalani profesi ini, mengaku bahwa pekerjaannya bukan saja menopang hidupnya secara ekonomi, tetapi juga telah memberinya begitu banyak pengetahuan.

      "Banyak baca buku, maka saya tahu banyak hal," ujar Samirin, yang juga dikenal sebagai ketua Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik Surabaya.

      Oleh karenanya, selain menjadi tempat bagi aktivitas ekonomi, kampung Ilmu juga menjadi pusat kegiatan sosial dan kerakyatan. Pada setiap hari minggu, kampung ilmu membuka bimbingan belajar gratis untuk anak-anak kaum miskin.

      "Inilah kontribusi kampung ilmu bagi masyarakat sekitar. Kita tidak hanya berbicara kepentingan kita, tetapi juga masyarakat luas," ujar Budi Santoso kepada Berdikari Online.

      Warga Kampung Ilmu pun rajin menggelar kegiatan sosial, terutama saat memperingati hari-hari nasional seperti Hari Anak Nasional dan Hari Pendidikan. Kegiatan diskusi dan bedah buku juga rutin dilakukan di tempat ini.

      Dan, tidak lupa pada hari-hari libur, para pengunjung kampung ilmu pun akan disuguhi dengan organ tunggal. Ada bisa merequest lagu ataupun ikut bernyanyi.

      Pendek kata, selain menjadi tempat untuk berjualan dan mencari buku bekas, kampung ilmu telah menjadi surganya ilmu pengetahuan.

      http://berdikarionline.com/jeda/20110310/kampung-ilmu-surga-pengetahuan-di-kota-surabaya.html

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.