Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Undangan Diskusi Publik PRP Tentang Buruh Migran

Expand Messages
  • Mohamad Zaki Hussein
    Hadirilah Diskusi Publik Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) “Derita Buruh Migran Indonesia: Apa Jalan Keluarnya?” Belakangan ini, kasus buruh migran mencuat
    Message 1 of 1 , Nov 30, 2010
    Hadirilah Diskusi Publik Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP)
    “Derita Buruh Migran Indonesia: Apa Jalan Keluarnya?”


    Belakangan ini, kasus buruh migran mencuat kembali ke permukaan. Sumiati (23), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dianiaya secara keji oleh majikannya di Arab Saudi hanya karena dianggap tidak cakap bekerja. "Kedua kakinya nyaris lumpuh, kulit tubuh dan kepalanya terkelupas, jari tengah retak, alis matanya rusak," ujar seorang petugas Rumah Sakit (RS) King Fahd seperti dilansir oleh Antara (15/11). Lebih mengerikan lagi, bibir bagian atasnya digunting oleh majikannya. Penganiayaan juga dialami oleh Kikim Komalasari, seorang TKI asal Cianjur, Jawa Barat, yang bekerja di Arab Saudi. Bedanya, kalau Sumiati masih hidup, Kikim disiksa majikannya sampai tewas. Jenazahnya pun dibuang ke tong sampah.

    Persoalan memang tak henti-hentinya menimpa buruh migran Indonesia. Menurut data Migrant Care, terdapat 45.845 masalah buruh migran Indonesia di tahun 2010. Enam masalah terbesar adalah deportasi dari Malaysia sebanyak 22.745 kasus; disusul dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dan tidak digaji sebanyak 8080 kasus; lalu dipenjara di Malaysia sebanyak 6845 kasus; persoalan sakit saat bekerja sebanyak 3568 kasus; penganiayaan sebanyak 1187 kasus, dan pelecehan seksual sebanyak 874 kasus. Sebelumnya, pada tahun 2009, terdapat 5314 kasus kekerasan terhadap buruh migran Indonesia. Dari 5314 kasus itu, 97% dialami oleh perempuan, sementara hanya 3% yang dialami laki-laki. Ini belum menyebutkan praktek calo, penipuan, pemerasan dan pungli yang biasa mereka hadapi.

    Ironis memang jika kita mengingat besarnya kontribusi buruh migran terhadap perekonomian Indonesia. Menurut buku Migration and Remittances: Factbook 2011, yang diterbitkan Bank Dunia, remiten (perpindahan aset) para pekerja migran yang masuk ke Indonesia selama 2003-2010 cenderung meningkat. Pada tahun 2003, remiten pekerja migran Indonesia adalah 1,489 milyar dolar AS. Jumlah ini naik di tahun 2004 menjadi 1,866 milyar dolar AS. Pada tahun 2005, jumlah ini melonjak menjadi 5,420 milyar dolar AS. Pada tahun 2006, 2007 dan 2008, jumlah ini naik lagi menjadi masing-masing 5,722 milyar, 6,174 milyar, dan 6,794 milyar dolar AS. Remiten pekerja migran sempat turun sedikit di tahun 2009 menjadi 6,793 milyar dolar AS, tetapi kemudian naik lagi pada tahun 2010 menjadi sekitar 7,139 milyar dolar AS (data tahun 2010 ini masih berupa perkiraan).

    Pertanyaannya, kenapa buruh migran Indonesia rentan terkena masalah, khususnya kekerasan? Apa saja faktor-faktor penyebabnya? Apa ada kaitannya dengan hubungan yang tidak setara antara negara pengirim tenaga kerja dengan negara penempatan? Lalu, kenapa banyak  dari  buruh  migran  Indonesia  yang  terkena  kekerasan  adalah perempuan? Apakah terkait dengan persoalan gender? Apa solusi bagi persoalan-persoalan buruh migran Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas itulah, Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) hendak menyelenggarakan diskusi dengan tema ”Derita Buruh Migran Indonesia: Apa Jalan Keluarnya?” Diskusi akan diselenggarakan pada:

    Hari/Tanggal: Jum’at, 3 Desember 2010
    Waktu: Pukul 19.00-21.30 WIB
    Tempat:
    Studio Dolorosa
    Jl. Pinang Ranti No. 40, Pondok Gede, Jakarta Timur
    (Perempatan Garuda, seberang Taman Mini Square)

    Pembicara:
    1. Anis Hidayah (Direktur Migrant Care)
    2. Darto (Ketua Biro Buruh Migran KASBI) (masih dalam konfirmasi)   
    3. Jamal (Serikat Buruh Migran Indonesia)
    4. Dian Kartikasari (Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia)

    Untuk konfirmasi, hubungi kontak person:
    1. Mohamad Zaki Hussein: 08128083247
    2. Ari Yurino: 08567931713


Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.