Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Terbaru di Militan: Papua, Kopenhagen, Internasionale Kelima, dan Hikayat Kidaroen

Expand Messages
  • Militan Indonesia
    BULETIN ELEKTRONIK MILITAN NO. IV/2009 www.militanindonesia.org NASIONAL Berebut Emas di Papua Oleh Elzevira Rozalia Baru-baru ini, sebuah insiden penembakan
    Message 1 of 1 , Dec 21, 2009
    • 0 Attachment
      http://www.militanindonesia.org/images/stories/logo%20militan%20putih.jpg
      BULETIN ELEKTRONIK MILITAN NO. IV/2009
      www.militanindonesia.org


      NASIONAL


      Berebut Emas di Papua
      Oleh
      Elzevira Rozalia   

      Baru-baru ini, sebuah insiden penembakan menyedot perhatian khalayak umum. Di jalur Tembagapura menuju area pertambangan PT.Freeport Indonesia puluhan orang luka-luka, empat orang tewas ditembak dalam rentan waktu panjang tak bersamaan. Itu terjadi sejak Juli 2009, hingga saat ini situasi di jalur itu masih mencekam. Tentara Indonesia menuduh Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka sebagai pelakunya. Tidak lama kemudian, Kelly Kwalik, panglima TPN/OPM, diberitakan tewas ditembak oleh pasukan polisi.

      http://www.militanindonesia.org/analisa-politik/17-akhir/8034-berebut-emas-di-papua.html

      Mengenalkan Revolusi Venezuela di Kampus Unibraw

      Oleh Firman Rendi Sutansyah

      Pada hari Sabtu, 12 Desember, mahasiswa fakultas teknik Universitas Brawijaya Malang berkumpul bersama Hands Off Venezuela untuk membedah film "Revolution will not be televised". Film ini bercerita khususnya mengenai kudeta tahun 2002 terhadap Chavez yang berhasil digagalkan oleh rakyat Venezuela. “Peristiwa kudeta di Venezuela yang saya lihat sekarang berbeda dengan pemberitaan dengan yang selama ini saya dengar. Berbeda dengan sumber-sumber yang saya peroleh di Internet maupun media-media yang lain. Chavez sering digambarkan sebagai seorang diktator yang menakutkan,” kata Kabul, salah seorang peserta bedah film.

      http://www.militanindonesia.org/pergerakan/12-akhir/8035-venezula-unibraw.html

      Kemenangan Buruh Jombang untuk Status Kerja Tetap
      Oleh Fatkhul Khoir

      Dengan persatuan dan organisasi, buruh PT Sejahtera Usaha Bersama di Jombang yang terorganisir di dalam SPBI (Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia) dan SBPJ (Serikat Buruh Plywood Jombang) berhasil memenangkan status kerja tetap dan memaksa pemilik untuk meniadakan lembaga outsourcing. Kemenangan ini menunjukkan bahwa buruh yang terorganisir di dalam serikat buruh mempunyai kekuatan yang berlipat ganda. Seperti yang dikatakan Marx, buruh yang tidak terorganisir adalah bahan mentah untuk dieksploitasi oleh kapitalis.

      http://www.militanindonesia.org/pergerakan/12-akhir/8027-kemenangan-jombang.html

      INTERNASIONAL


      Kegagalan KTT Iklim - Sekarang Mau Kemana?
      Oleh Frederik Ohsten di Kopenhagen

      Kegagalan dramatis pembicaraan-pembicaraan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Kopenhagen berperan dalam menggarisbawahi satu hal: pemerintahan-pemerintahan kapitalis di seluruh dunia tidak mampu menyelesaikan isu yang sangat mendesak, seperti kerusakan lingkungan yang diprovokasi oleh anarki pasar. Kehausan akan keuntungan adalah kontradiksi langsung dengan kepentingan-kepentingan rakyat-pekerja di seluruh dunia. Revolusi sosial dalam skala global adalah jawaban riil satu-satunya bagi persoalan ini.

      http://www.militanindonesia.org/analisa-politik/17-akhir/8037-kegagalan-ktt-iklim-sekarang-mau-ke-mana.html

      Chavez di Kopenhagen: Kita Membutuhkan Sebuah Revolusi Dunia
      Oleh Hands Off Venezuela Denmark

      Dalam sebuah rapat umum yang diorganisir oleh beragam serikat buruh, organisasi politik, dan kampanye solidaritas (termasuk Hands Off Venezuela), lebih dari 3000 orang di Kopenhagen mendengarkan Presiden Hugo Chávez dengan tepat menggarisbawahi bahwa sebuah revolusi sosialis adalah solusi satu-satunya bagi persoalan-persoalan umat manusia.

      http://www.militanindonesia.org/internasional/eropa/8038-chavez-kopenhagen.html

      Honduras: Republik Pisang dan Kudeta
      Oleh Ted Sprague

      Semenjak kudeta yang diluncurkan oleh elit politik, bisnis, dan pihak militer di Honduras bulan Juni lalu, dimana Presiden Jose Manuel Zelaya dipaksa turun dari jabatannya, media internasional telah dipenuhi dengan berita bahwa kudeta ini dilakukan karena Zelaya ingin merubah konstitusi secara tidak demokratis untuk memperkuat kekuasaannya. Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemilik modal di Honduras digambarkan sebagai pembela demokrasi yang siap melakukan apapun untuk melawan kediktaturan Zelaya ini. Akan tetapi, apakah yang sebenarnya terjadi di “Republik Pisang” Honduras ini?

      http://www.militanindonesia.org/internasional/amerika-latin/8029-republik-pisang-kudeta.html

      Kongres Luar Biasa PSUV Pertama - Chavez Menyerukan Pembentukan Internasionale Kelima
      Oleh Alan Woods di Caracs

      Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.

      http://www.militanindonesia.org/internasional/amerika-latin/8028-kongres-luarbiasa-psuv.html

      SASTRA


      Hikayat Kidaroen (Bab I hingga Bab III)
      Oleh Semaoen (1919)

      Militan Indonesia menerbitkan secara berkala setiap minggu sebuah karya sastra revolusioner Indonesia yang dikarang oleh Semaoen.
      Hikayat Kadiroen adalah sebuah novel karangan Semaoen (1899-1977), ketua umum Partai Komunis Indonesia yang pertama. Ditulis oleh Semaoen ketika dia berada di penjara pada tahun 1919 akibat pembangkangannya terhadap Pemerintah Belanda pada saat itu. Buku ini lalu diterbitkan pertama kalinya pada tahun 1920 di Semarang. Hikayat Kidaroen adalah salah satu sumbangsih awal terhadap kesusasteraan Indonesia, salah satu dari sedikit sastra yang berbahasa Melayu pada saat itu. Bercerita mengenai kezaliman penjajah Belanda, novel bernuansa realisme sosialis ini dimaksudkan untuk membangkitkan rasa juang rakyat pekerja dan petani untuk melawan penjajahan.

      http://www.militanindonesia.org/puisi/22-akhir/8032-hikayat.html


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.