Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Berbagai ocehan Tommy Soeharto yang aneh-aneh

Expand Messages
  • Umar Said
    Berita-berita tentang Tommy ini juga disajikan di website http://umarsaid.free.fr/ Berbagai ocehan Tommy Soeharto yang aneh-aneh Sudilah kiranya para pembaca
    Message 1 of 1 , Sep 12, 2009
      Berita-berita tentang Tommy  ini juga disajikan di website http://umarsaid.free.fr/

                  Berbagai ocehan Tommy Soeharto

                  yang aneh-aneh

      Sudilah kiranya para pembaca menyimak sebentar sejumlah berita-berita di bawah ini mengenai Tommy Soeharto, yang dengan resmi telah mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar baru-baru ini, dan ucapan-ucapannya yang “menarik”, karena aneh-aneh serta bisa mencengangkan bagi banyak orang,

      Umpamanya, ia mengatakan bahwa “Belakangan ini, suara Golkar selalu menurun. Jika saya menjadi ketua umum, semoga perolehan suara Golkar pada pemilu (2014) minimal 60 persen, atau bahkan 74 persen seperti yang pernah diraih pada masa Orde Baru”. (Komentar kecil : Apa tidak terlalu gede kepala yang begini ini ? Banyak orang tahu bahwa Golkar pada masa-masa Orde Baru bisa meraih suara sampai 60 persen, bahkan 74 persen (!) , karena rakyat digiring dengan todongan pistol dan bedil, intimidasi lewat KORPRI atau lurah, camat, bupati dan gubernur dan macam-macam praktek busuk lainnya. Di samping itu dana gelap atau uang haram yang bisa digalang –juga dengan paksa -- untuk memenangkan Golkar adalah luar biasa besarnya. Sekarang ini, golongan militer sudah tidak bisa lagi main  “backing” sepenuhnya seperti dulu.  Karena itu,  dalam pemilu 2009 Golkar hanya peroleh 19 % suara)

      Atau, jawabannya atas pertanyaan wartawan mengenai motivasinya mencalonkan diri, Tommy mengaku prihatin dengan persoalan bangsa yang terus menyengsarakan rakyat. "Tidak mungkin saya berdiam diri semata," ujarnya. (Komentar kecil : sejak kapan Tommy Soeharto “prihatin dengan persoalan bangsa yang terus menyengsarakan rakyat” ? Sejak mendekam di Nusakambangan ? Persoalan bangsa yang terus menyengsarakan rakyat itu justru adalah diktatur yang dikepalai oleh ayahnya, dengan bantuan penuh selama 32 tahun dari Golkar. Bukanlah apa-apa lainnya. Sekarang, kalau Tommy berdiam diri saja, malahan lebih baik untuk negara dan rakyat. Karena, jadi berkuranglah sampah dan kotoran.)

      Atau ucapannya yang lain lagi, yang menyatakan ““Golkar adalah partai yang mementingkan kepentingan rakyat” Karena itu ia berjanji bahwa nantinya Golkar lebih merakyat. (Komentar kecil : Omong kosong besar !!! Sudah 45 tahun lamanya (sejak 1964) justru Golkar sudah melupakan atau mengkhianati kepentingan rakyat. Itu sebabnya kebanyakan pengurus utamanya gendut-gendut kantongnya, atau banyak simpanan di bank-bank mereka, atau punya dua tiga mobil, atau rumah mereka serba mewah-mewah).

      Tommy  juga mengklaim menjadi korban berbagai kasus hukum yang melilitnya, termasuk kasus pembunuhan hakim agung Syaifudin Kartasasmita. Ia menyatakan bahwa semua orang tahu kalau itu sandiwara. (Komentar kecil : Tommy rupanya berusaha “membersihkan diri” dari kasus hukum yang melilit-lilit sekitar persoalan Cengkeh, mobil Timor, Humpuss, dan seabreg-abreg kasus kotor lainnya. Namun, kasusnya yang berkaitan dengan pembunuhan hakim agung Syafiudin Kartasasmita,adalah sudah begitu jelas bukti-bukti dan kesaksian-kesaksiannya, sehingga sulit dikatakan sebagai sandiwara saja. Tommy sama sekali  bukanlah korban kasus hukum, melainkan justru perusak hukum atau penyalahgunaan hukum, yang besar dan  lihay pula).

       

      A. Umar Said

       

      Paris, 12 September 2009

       

       

      Harap baca berita-berita yang berkaitan, yang  selengkapnya sebagai berikut :

      =  = = = = = =

      Jawa Pos, 11 September 2009

      Tommy Janjikan Golkar Lebih Merakyat dan Independen

      JAKARTA - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto akhirnya resmi mencalonkan diri. Putra mantan Presiden Soeharto itu kemarin mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar di Gedung Granadi, Kuningan. Dalam pernyataan politiknya, Tommy berjanji akan membawa Golkar lebih merakyat dan independen.

      ''Partai Golkar harus menjadi partai yang independen. Artinya, Golkar bukan partai koalisi pemerintah. Golkar adalah partai yang mementingkan kepentingan rakyat. Kalau pemerintah baik, didukung. Kalau tidak baik, harus dikritisi,'' tegas Tommy di depan puluhan undangan.

      Acara deklarasi tersebut sepi dari pejabat teras partai beringin. Yang terlihat, antara lain, Ketua DPP Partai Golkar Endang Agustini, Syarwan Hamid, Yuddy Chrisnandi, dan sejumlah perwakilan ketua DPD II Golkar. Hadir pula mantan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI-AD Mayjen TNI (pur) Saurip Kadi dan cucu Soeharto, Ari Sigit.

      Mantan terpidana kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifuddin Kartasasmita itu mengaku tak bisa melepaskan diri dari partai yang kelahirannya dibidani ayahnya tersebut. Sebab, Golkar adalah bagian dari hidupnya. Karena itu, kendati tidak secara langsung terjun di kepengurusan Golkar, Tommy mengaku aktif di Dewan Pembina MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong), salah satu organisasi pendiri Golkar.

      Itu pula yang menjadi kartu truf Tommy untuk lolos dari ganjalan AD/ART. Dalam pasal 112 AD/ART Partai Golkar disebutkan bahwa calon ketua umum harus pernah aktif di kepengurusan DPP dan atau DPD I atau pada organisasi pendiri atau yang didirikan Golkar. Nah, MKGR adalah salah satu organisasi pendiri Golkar.

      ''Lagi pula, calon-calon lain pun tidak memungkinkan lolos dari syarat itu. Jadi, wajar saja kalau saya lewat jalur ini,'' kata Tommy. Dia merujuk pada langkah Aburizal Bakrie alias Ical yang memperoleh surat keputusan (SK) bukti kepengurusan dari SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) dan Surya Paloh yang mungkin bakal masuk dari Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI).

      Tommy juga berjanji bakal menghidupkan kembali budaya konvensi menjaring sosok capres di internal Golkar. Budaya konvensi dirintis Golkar pada 2004. ''(Pada) 2004, konvensi ini sudah baik, kenapa tidak dilakukan di 2009 ini? Ini karena semata-mata elite partainya yang membuatnya tidak terjadi. Kalau perlu, konvensi bukan hanya di tingkat capres, tapi juga di tingkat gubernur atau wali kota,'' papar mantan suami Ardhia Pramesti Regita Cahyani alias Tata itu.

      Soal sejarah kelam kasus hukumnya, Tommy tak ambil pusing. Dia balik mengklaim menjadi korban berbagai kasus hukum yang melilitnya, termasuk kasus pembunuhan hakim agung. ''Semua orang tahu (kalau itu sandiwara, Red). Masyarakat sudah bisa memilih. Saya akan serahkan sepenuhnya kepada DPD II,'' kata Tommy.

      Dia juga menegaskan, targetnya saat ini adalah menjadi ketua umum Partai Golkar, bukan jabatan lain. ''Kalau saya kalah dan ada yang menawari menjadi pengurus, lebih baik program saya saja yang dibawa. Saya akan kembali ke habitat saya, ke bisnis,'' ujarnya.

      Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono menyambut baik kepastian Tommy ikut maju sebagai ketua umum. Dia berharap, majunya Tommy dapat meramaikan bursa ketua umum pada Munas Golkar di Riau, Oktober mendatang. ''Saya kira semua orang punya hak untuk itu. Ini akan menambah suasana demokratis di Golkar,'' kata Agung kemarin.

      Sementara itu, tadi malam, 24 pimpinan DPD I Golkar mengunjungi kediaman kandidat ketum Golkar lainnya, Aburizal Bakrie alias Ical. Mereka menyerahkan surat pernyataan dukungan kepada anggota Dewan Penasihat Golkar itu sebagai bentuk dukungan untuk maju menjadi ketua umum. Deklarasi dukungan tersebut dihasilkan dalam pertemuan para pimpinan DPD I di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, malam sebelumnya, Rabu (9/9). (aga/dyn/agm)

      * * *

      Belum Apa-apa, Tommy Soeharto Sudah

      Dicalonkan sebagai Presiden

      Jumat, 11 September 2009

      JAKARTA, KOMPAS. - Belum resmi calon ketua umum Partai Golkar periode 2009-2014 Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto terpilih memimpin partai berlambang pohon beringin, ternyata sudah ada suara yang menghendakinya maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Hal tersebut misalnya disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Daerah (DPD) Maluku Tengah Agustinus Rarsina pada acara silaturahmi dan buka bersama jajaran petinggi DPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta.


      "Kita harapkan pada tahun 2014, Bung Tommy bisa jadi calon presiden RI," pekik Agustinus begitu diberikan kesempatan untuk bersuara. Hal ini langsung disambut tepuk tangan oleh sebagian tamu dan undangan yang hadir.
      Agustinus menambahkan, "Kami percaya dengan sungguh-sungguh pernyataan (deklarasi) Bung Tommy (untuk memajukan Golkar). Semoga Bung Tommy diberkati Allah."


      Beberapa petinggi DPD lainnya juga tidak ketinggalan menunjukkan dukungannya kepada putra bungsu Presiden HM Soeharto tersebut. "Saya siap mendukung dan memfasilitasi Pak Tommy menjadi ketua umum Partai Golkar," ujar Ketua DPD Sukoharjo Rusmanto.


      Mendengarkan dukungan-dukungan dari sekian DPD yang hadir sore itu, Tommy Soeharto, yang pernah divonis penjara selama 15 tahun terkait kasus penembakan terhadap hakim agung Syafiuddin Kartasasmita, hanya tersenyum. Namun dirinya mengakui, tentang usulan pencalonan diri sebagai presiden terlalu dini.
      Menurut Tommy, dirinya hendak fokus kepada Musyawarah Nasional ke-VIII Partai Golkar yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, pada tanggal 4-7 Oktober mendatang. Tommy, pada kesempatan tersebut, berharap masa lalunya tidak akan mengganjal pencalonannya sebagai ketua umum Partai Golkar, yang saat ini tengah diemban oleh M Jusuf Kalla.


      "Kita ini negara hukum. Semua ini saya serahkan kepada DPD untuk menilai, apakah (vonis penjara) itu dipolitisir atau tidak," imbuhnya. Sementara itu, menanggapi rencana Jaksa Agung Hendarman Supandji yang akan mengajukan peninjauan kembali terkait kalahnya pemerintah Indonesia di Guernsey, Inggris, dalam perkara uangnya di rekening Garnet Investment Limited di Banque Nationale de Paris dan Paribas cabang Guernsey, Tommy yakin pemerintah akan gagal.
      Kemenangan, kata Tommy, tinggal masalah waktu saja. "Kita harapkan Kejaksaan Agung, ke depannya, lebih mengetahui hukum. Di Inggris tidak mengenal istilah peninjauan kembali," ujarnya.

      * * *

      Tommy Soeharto Resmi Calonkan Diri sebagai Ketum Golkar  

      Kamis, 10 September 2009

      JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Partai Golkar Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Kamis (10/9) sore di Gedung Granadi, Jakarta, secara resmi mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar.

      "Dengan mengucap bismillah hirahman nirahim, dan atas restu para sesepuh serta permintaan dan dukungan dari daerah-daerah, maka, saya, Hutomo Mandala Putra, dengan ini mendeklarasikan pencalonan diri sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2009-2014," ujar Tommy di hadapan para petinggi Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

      Seusai mendeklarasikan diri, Tommy Soeharto langsung mendapat sambutan meriah dari para tamu dan undangan. Ditanya mengenai motivasinya mencalonkan diri, Tommy mengaku prihatin dengan persoalan bangsa yang terus menyengsarakan rakyat. "Tidak mungkin saya berdiam diri semata," ujarnya.

      ++++

      Tommy Berharap Masa Lalunya Tak Mengganjal

      Kamis, 10 September 2009

      JAKARTA, KOMPAS.com — Calon ketua umum Partai Golkar Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto berharap masa lalunya tidak mengganjal pencalonannya sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2009-2014.

      Seperti diberitakan, Tommy Soeharto pernah dijatuhi vonis hukuman penjara selama 15 tahun pada tahun 2002 karena telah terbukti tanpa hak menguasai, menyimpan, dan menyembunyikan senjata api dan bahan peledak di Apartemen Cemara, Jakarta.

      Selain itu, dirinya dinilai terbukti membujuk seseorang untuk membunuh Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita, serta dengan sengaja melarikan diri. "Kita ini negara hukum. Semua ini saya serahkan kepada DPD untuk menilai, apakah (vonis penjara) itu dipolitisasi atau tidak," ujarnya di hadapan petinggi DPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta.

      Terkait dana untuk membiayai pencalonan dirinya, Tommy mengatakan, hal itu bukanlah yang utama. Sementara itu, syarat formal bahwa seorang calon ketua harus pernah menjadi pengurus DPP atau organisasi sayap Golkar selama satu periode, Tommy mengatakan, dirinya memenuhi hal tersebut. "Saya pernah menjadi Ketua Dewan Pembina MKGR (Musyawarah Kerja Gotong Royong)," ujarnya.

      ++++

      Tommy Soeharto: Partai Golkar Akan Dikte Pemerintah

      Kamis, 10 September 2009

      JAKARTA, KOMPAS.com — Jika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengatakan, partainya tidak akan berkoalisi dengan pemerintah. Sebaliknya, partai berlambang pohon beringin tersebut akan mengkritisi dan memperjuangkan hak rakyat yang tidak dipenuhi pemerintah. "Partai Golkar akan mendikte pemerintah melalui gagasan-gagasan dan solusi cerdas yang bisa diimplementasikan," ujar Tommy pada acara silaturahim dan buka puasa bersama dewan pengurus daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta.

      Selain itu, Partai Golkar juga akan membangun budaya politik akal sehat dan menjunjung tinggi etika moral. Di atas segalanya, kata Tommy, Partai Golkar tidak akan memperdagangkan kepercayaan rakyat dengan jabatan atau materi. Dengan kata lain, tidak ada praktik politik dagang sapi di masa mendatang.

      Selain itu, lanjut Tommy, Partai Golkar juga akan berubah menjadi partai modern, di mana kadernya diwajibkan memperjuangkan demokrasi politik sebagai alat untuk mewujudkan demokrasi ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan semua aspek kehidupan lainnya sehingga keberadaan partai akan dirasakan langsung oleh rakyat

      * * *

      Jika Tak Terpilih, Tommy Kembali Jadi Pengusaha

       

      Kamis, 10 September 2009

      JAKARTA, KOMPAS.com — Calon ketua umum Partai Golkar Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta, mengatakan, dirinya akan mencurahkan waktunya untuk mengurus partai jika terpilih menjadi ketua umum pada Musyawarah Nasional ke-VIII Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, pada bulan Oktober mendatang.

      "Usaha saya sendiri sudah diurus oleh orang-orang profesional," ujarnya pada acara silaturahim dan buka puasa bersama jajaran petinggi dewan pengurus daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

      Tommy sendiri menargetkan dirinya memenangkan pemilihan ketua umum sehingga mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar, terutama pada saat pemilihan umum mendatang.

      "Belakangan ini, suara Golkar selalu menurun. Jika saya menjadi ketua umum, semoga perolehan suara Golkar pada pemilu minimal 60 persen, atau bahkan 74 persen seperti yang pernah diraih pada masa Orde Baru," ujarnya.

      Lantas, bagaimana jika tidak terpilih? "Saya akan kembali menjadi pengusaha, dan membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia," ujarnya sambil tersenyum.

       * * *

       

       



       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.