Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Mengagas Tahun Emas Penemuan Sejarah Nusantara dan Sejarah Indonesia

Expand Messages
  • andre andreas
    Mengagas Dasawarsa Emas Penemuan Sejarah Nusantara dan Sejarah Dasawarsa Emas Pembongkaran Rekayasa Sejarah (2000-2010) Adrian Vickers Guru Besar Sejarah Asia
    Message 1 of 1 , Oct 9, 2008
    • 0 Attachment
      Mengagas Dasawarsa Emas Penemuan Sejarah Nusantara dan Sejarah

      Dasawarsa Emas Pembongkaran Rekayasa Sejarah (2000-2010)

      Adrian Vickers Guru Besar Sejarah Asia Tenggara dari Australia mencatat sejak 1998 telah terbit 1600 judul baru tentang sejarah.

      Ini momentumnya………

      100 Tahun Kebangkitan Nasional
      10 Windu Sumpah Pemuda
      1 Dasawarsa Reformasi

      Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya,
      kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya.
      Kalau dia tak mengenal sejarahnya.
      Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya,”

      -Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer-

      Berakhirnya Orde Baru sesungguhnya mengakhiri sekaligus membongkar periode panjang monopoli dan penggelapan sejarah Indonesia. Meminjam judul buku Katharine E McGregor (dosen sejarah Asia Tenggara), inilah berakhirnya monopoli “History in Uniform” (History in Uniform : Military and the Construction of Indonesia). Entah tepat atau tidak kemudian dalam edisi Indonesia yang diterbitkan oleh Syarikat bulan Mei tahun ini diterjemahkan menjadi Ketika Sejarah Berseragam (: Membongkar Ideologi Militer Dalam Menyusun Sejarah Indonesia).

      Militerisasi Sejarah Indonesia (meminjam Asvi Marwan Adam) memang belum bisa dibongkar sepenuhnya terutama dari mata ajaran di sekolah-sekolah. Tapi ‘sejarah berseragam’ terus menerus digerogoti legitimasinya dan ditelanjangi.
      Terkait dengan studi sejarah Indonesia, Jatuhnya Soeharto membukakan kontak Pandora rekayasa sejarah oleh Orde Baru sekaligus benih yang baik bagi berkembangnya tafsir kritis sejarah dan perspektif baru dan beragam dalam penulisan sejarah Indonesia.

      Buku Perspektif Baru : Penulisan Sejarah Indonesia yang disunting oleh Henk Schulte Nordholt, Bambang Purwanto dan Ratna Saptari barangkali bisa menjadi gambaran tentang terbukanya kontak Pandora (kotak tempat menyimpan tokoh-tokoh atau peran-peran dalam dunia wayang). Di era inilah muncul ledakan tebitan artikel dan buku yang menyuarakan peristiwa sejarah yang digelapkan, juga kisah pelaku-pelaku sejarah dari sisi kiri maupun kanan dan nasional, yang digelapkan, juga kisah tentang orang-orang kecil dan rakyat yang dihilangkan. Termasuk suara-suara korban pembantaian 1965 dan tindak sewenang-wenang lainnya, juga misalnya tentang etnis Cina dll.


      selanjutnya

      http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/2008-tahun-emas-penemuan-sejarah.html



    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.