Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

harus kah ada penindasan

Expand Messages
  • jiwa_indonesia
    Kasus kasus yang Nyata. Kembali seorang TKW Indonesia di Malaysia diperkosa ramai ramai . semoga saja keputusannya bukannya salah TKW itu karena perempuan atau
    Message 1 of 1 , Sep 17, 2008
      Kasus kasus yang Nyata.

      Kembali seorang TKW Indonesia di Malaysia diperkosa ramai ramai .
      semoga saja keputusannya bukannya salah TKW itu karena perempuan atau
      dianggap akan menjajakan diri sehingga mengudang syahwat dan akhirnya
      diperkosa. Kejadian ini bukan yang pertama dan hampir pasti bukan yang
      terakhir. Kalau bisa kita semua dan Pemerintah Indonesia menjadikannya
      yang sebagai yang terakhir. Bagaimana caranya disitulah seninya. TKW
      pergi ke Malaysia mencari nafkah adalah sebuah usaha yang luar biasa
      beranai dan juga pengorbanan yang besar telah meninggalkan keluarga
      dikampung atas harapan mewujudkan keinginan mendapatkan kehidupan yang
      lebih baik.

      Bagaimana jika pemerintah tidak mampu menolong warganegaranya yang
      mengalami nasib seperti ini dan Cuma menyampaikan kami telah
      mengusahakannya sekarang tinggal semoga saja usahanya berhasil.
      Bagaimana nasib para pekerja dari Indonesia tersebut yang secara nyata
      berjuang dan mengabdi buat negaranya tetapi tidak mampu ditolong dan
      dibantu negaranya?. Hanya ini Pekerjaan rumah yang tidak mudah hanya
      harus dikerjakan.

      Lain lagi, Pertamina karena merasa tidak ada aturannya maka harga
      elpiji dinaikan saja dan yang terjadi akibat spekulasi seperti biasa
      maka elpiji menjadi hilang dan Elpiji dari 3 kg disedot dan dimasukan
      ke yang 12 kg supaya harganya lebih baik dan hilang dipasaran sehingga
      harganya membumbung. Presiden , mengatakan Meneg BUMN harus
      mengkoreksi Pertamina? , bagaimana mengkoreksinya kan kata banyak
      orang Petinggi Pertamina lebih kuat dari Meneg BUMN?. Walaupun dalam
      kontek ini Presiden kelihatan sangat bersungguh sungguh karena
      hilangnya dan mahalnya elpiji akibat spekulasi ini bukan atas
      penugasan Pemerintah tetapi akibat ulah beberapa Oknum?. Apakah
      Presiden sekarang sudah merasakan bahwa ini juga bisa dianggap
      penindasan?. Logikanya masyarakat ditawari dan didorong menggunakan
      elpiji sebagai pengganti minyak tanah dengan susah payah mereka
      merubah budaya dan mengikuti anjuran dan petunjuk pemerintah tetapi
      tiba tiba harga naik dan sebelumnya serta sampai hari ini dibeberapa
      kota Elpiji masih menghilang, apa bukan menjebak rakyat dan secara
      tidak sengaja ini menindasnya?.

      Kesadaran bahwa menghentikan penindasan itu bukan hanya penting tetapi
      juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

      Siapa yang tidak tahu senayan city sedemikian megah tetapi terbetik
      berita bahwa ternyata gedung megah tersebut dibangun diatas tanah yang
      dipunyai orang lain dan ahli warisnya sampai saat ini belum berhasil
      menuntut haknya. Pertanyaannya apakah dengan berbelanja kesana berati
      sama dengan mengabadikan penindasan? Alasannya dengan kita mengisi
      kocek pemilik gedung dan penjual pejual sehingga bisa membayar kepada
      pemilik Gedung maka pemilik syah tanah akan semakin kesulitan menuntut
      haknya. Coba saja bagaimana susahnya melawan terdakwa yang bersalah
      tetapi mempunyai banyak uang dan jaringan serta pada faktanya palingan
      kalaupun dihukumpun seringan ringannya. Dalam kasus ini tidak akan
      beda jauh nasibnya?. Pertanyaannya apakah dibulan puasa ini dan terus
      kedepan akan dibiarkan saja penindasan model seperti ini berlangsung?.
      Atau kita akan mengambil sikap bahwa berbelanja ke Senayan City
      berarti melestarikan penindasan kepada pemilik tanahnya. Kembali lagi
      dalam hal ini yang penting penindasan itu harus dihentikan. Seseorang
      mengatakan kepada saya bahwa ia telah mengalami 3 kali penggusuran.
      Dari Kodam Bintaro, Ulujami dan sekitar TB simatupang setiap rumahnya
      pindah harga tanahnya dipatok dan terakhir diganti Rugi Rp.250 ribu
      semeternya. Ia sekarang mampunyai beli tanah dipinggiran Bekasi tetapi
      juga sulit dipakai usaha sehingga dalam mendapatkan nafkah mengojek
      saja. Dulu katanya banyak korupsi tetapi rakyat bisa makan sekarang
      banyak koruptor ditangkapi tetapi rakyat susah sekali.

      Sebagai orang yang tergusur rasanya sakit sekali padahal bagi
      masyarakat yang sekarang menggunakan jalan Tolnya nikmat sekali.
      Mengusur tanah dengan tidak sebagaimana mestinya berarti melakukan
      penindasan. Oleh karenanya membuat tanah menjadi sengketa serta
      menggusur tanah dengan paksa adalah juga penindasan yang kerusakannya
      akan panjang.

      Contoh kasus lain juga adalah pada sebuah waduk yang tadinya petani
      ikannya ada 15.000 orang sehingga saat ini hanya tinggal 5.000 orang
      yang disalahkan adalah hanya perubahan kualitas airnya saja padahal
      kenyataannya dilapangan. Bagaimana petani ikan itu bisa berkembang
      jika bibit, pakan dan hasil ikannya semua harganya ditentukan dan
      dinaikan seenak enaknya oleh penguasa lokal dan kejahatan ini sangat
      konspirative sehingga rakyat setempat tidak punya laternative,
      hasilnya sudah tentu kesengsaraan. Padahal bagi penindasnya semua
      hasilnya dapat membangun kenikmatan dan kemewahan sehingga dunia ini
      begini indah dan nyaman

      Kejadian ini juga terjadi pada usaha kerajinan jati, batik, pakaian
      dan berbagai usaha menengah kecil lainnya. Apakah semua ini hanya
      tetap menjadi ilustrasi sebuah program saja. Dan pada kenyataannya
      semua program program itu hanya untuk keuntungan embuat program dan
      kelompoknya sedangkan rakayatnya tetap sengsara walaupun masyarakat
      yang tertindas itu tetap tidak berbuat jahat dan produktive mengais
      ngais untuk dapat meneruskan kehidupannya.

      Bagi pemerintahan yang peka akan segera tahu bahwa saat ini anggaran
      belanja negara sudah 1000 Triliun rupiah dan ditahun 2008 tidak jauh
      dibawah itu, artinya dana yang digelontorkan pemerintah jauh lebih
      banyak dibanding dengan pemerintahan pemerintahan yang sebelumnya.
      Oleh karenanya tidak ada pilihan lain untuk mengatakan bahwa jika
      kesejahteraan itu tidak datang juga maka semua itu bisa dipersepsikan
      hanya untuk mempertahankan penindasan yang sekarang sedang terjadi
      dimana mana.

      Maksudnya, Presidennya sudah terang mengatakan bahwa Indonesia harus
      segera lebih baik dan bisa. Lalu jika yang habis Cuma keuangan negara
      dan menjadi hutang negara yang harus dibayari generasi dan
      pemerintahan beriktunya yang salah siapa?.

      Sekali lagi mari kita hentikan penindasan diberbagai bidang dan kiita
      harus mendorong semua nya menjadi lebih baik karena Indonesia punya
      kapasitas itu. saya khawatir jika penidasan itu tetap berlangsung maka
      itu adalah bukti bahwa kehidupan beragama kurang berjalan sebagaimana
      seharusnya. sebaiknya kita introspeksi


      Demikian semoga bermanfaat.
      Agus Muldya natakusumah.
      Indosolution.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.