Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Update: Berita FRM dan LMND

Expand Messages
  • Rudy hartono
    Berita-Berita Aksi Front Rakyat Menggugat (FRM) dan LMND di Berbagai Daerah. Gelombang penolakan terhadap rencana pemerintah SBY-JK menaikkan harga BBM terus
    Message 1 of 1 , May 22 12:11 PM
    • 0 Attachment
      Berita-Berita Aksi Front Rakyat Menggugat (FRM) dan LMND di Berbagai
      Daerah.


      Gelombang penolakan terhadap rencana pemerintah SBY-JK menaikkan harga
      BBM terus terjadi. Eskalasi penolakan kenaikan harga BBM ini sudah
      meluas dan melibatkan hampir seluruh sektor rakyat (kaum buruh,
      mahasiswa, petani dan kaum miskin kota), juga beberapa elit politik
      nasional dan ekonom. Berikut berita-berita aksi Front Rakyat Menggugat
      (FRM) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) diberbagai
      daerah.

      Jakarta (20/05/08): Gelombang penolakan atas rencana pemerintah
      menaikkan BBM semakin meningkat. Di Jakarta, sekitar 8000-an lebih
      massa Front Rakyat Menggugat melakukan aksi massa di bunderan Hotel
      Indonesia dan Istana Negara. FRM merupakan gabungan dari puluhan
      organisasi seperti Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI),
      Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin
      Indonesia (SRMI), POPRAM, Partai Persatuan Pembebasan Nasional
      (Papernas), Dewan Tani Indonesia (DTI), Repdem, Front Aksi Mahasiswa
      untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED), FAM Untirta, ISBI, GMNK, GMNI,
      GMKI, Front Pemuda 98, dan HikmahBudhi. Di Bunderan Hotel Indonesia,
      berbagai perwakilan organisasi menyampaikan orasi-orasi politik yang
      diselingi oleh lagu-lagu perjuangan oleh Serikat Pengamen Merdeka (SPM).

      Dita Indahsari, MPP Papernas menyatakan rencana pemerintahan SBY-JK
      menaikkan harga BBM untuk ketiga kalinya semasa berkuasa, merupakan
      buah dari sistem ekonomi dan politik yang menghamba kepada kepentingan
      Imperialisme. Dominasi asing terhadap sumber-sumber ekonomi sangat
      nampak dalam sektor pertambangan. Sekitar 90% lapangan migas di
      Indonesia dikuasai dan diekspolitasi oleh pihak korporasi asing,
      sedangkan keuntungan migas pemerintah hasil bagi hasil dengan pihak
      asing tidak diarahkan kepada kepentingan dalam negeri, akan tetapi
      diekspor kepada negara-negara maju alam bentuk minyak mentah. Situasi
      ini menyebabkan pemerintah harus terus menerus mengimpor BBM dari
      negara-negara lain. Sebagai contoh, Indonesia adalah penghasil gas
      terbesar di dunia, akan tetapi hanya 20% yang dipasok untuk kebutuhan
      dalam negeri, akibatnya industri dalam negeri bangkrut karena tidak
      adanya pasokan gas. Jalan keluar mengatasi krisis energi dan APBN saat
      ini adalah nasionalisasi Industri pertambangan dan penghapusan utang
      luar negeri.

      Lebih Lanjut Dita Sari mengungkapkan, Rakyat Indonesia saat ini bukan
      hanya membutuhkan pergantian presiden, akan tetapi yang terpenting
      adalah jalan baru, haluan ekonomi baru, presiden baru yang disebut
      dengan gerakan banting setir.

      Rieke Dyah Pitaloka yang hadir ditengah-tengah massa turut memberikan
      semangat kepada pengunjuk rasa. Beberapa menit kemudian, Rizal Ramli,
      mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Gusdur menyampaikan orasi
      politik. Rizal menilai, menaikkan harga BBM bukanlah solusi terakhir.
      Masih banyak jalan yang bisa ditempuh oleh pemerintah seadainya mereka
      memang memiliki kemandirian ekonomi dan politik, bukan didikte oleh
      kepentingan asing. Menurut dia, pemerintah harus berani menyikat mafia
      yang mengutip minimal US$2 per barel dari impor minyak. Revisi skema
      bagi hasil minyak dan gas antara pemerintah dan perusahaan asing,
      harus segera dilakukan sehingga menguntungkan pihak Indonesia.

      Setelah berorasi di bunderan HI, massa FRM bergerak menuju Istana
      Merdeka dengan melakukan longmarch. Di depan istana negara sempat
      terjadi dorong-dorongan dengan pihak kepolisian yang menghadang massa
      FRM yang hendak melansungkan aksinya tepat didepan istana. Rizal Ramli
      dan Dita Sari kembali menyampaikan orasi politiknya didepan istana.
      Beberapa jam kemudian, massa FRM meninggalkan istana bergerak menuju
      Tugu Proklamasi untuk menginap. Rencananya FRM akan melanjutkan aksi
      esok harinya.

      Jakarta (21/05/08): sekitar 150-an massa FRM yang menginap ditugu
      proklamasi kembali melanjutkan aksinya menolak kenaikan harga BBM.
      Aksi diawali di bunderan HI yang kemudian bergerak istana negara.
      Sepanjang jalan, massa FRM meneriakkan yel-yel penolakan kenaikan BBM.
      Di istana negara, ribuan pengunjuk rasa dari berbagai kelompok sudah
      melansungkan aksinya. Niat FRM untuk menyampaikan tuntutannya tepat
      didepan istana terhalang oleh pihak kepolisian yang bertameng.
      Bentrokan tidak dapat dihindari, beberapa pengunjukrasa dipukuli oleh
      pihak polisi dan dibalas oleh massa aksi. 18 peserta aksi ditangkap
      oleh polisi yang terdiri dari 2 aktivis LMND (Reno dan Bilal), sisanya
      dari FAMRED dan Front Pemuda 98. Beberapa menit kemudian, FRM kembali
      berkumpul dan melakukan aksi duduk. Hingga berita ini diturunkan, 7
      orang aktivis FRM masih ditahan di POLDA Metro Jaya.

      Bandung -Jawa Barat (21/05/08): penolakan terhadap rencana pemerintah
      menaikkan harga BBM dilakukan oleh 50-an orang aktivis Liga Mahasiswa
      Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jawa barat. Massa bergerak dari kampus
      UNPAD menuju Gedung Sate untuk menyampaikan tuntutan penolakan
      kenaikan harga BBM. Leonard, Jubir LMND, menyatakan tidak ada alasan
      bagi rejim SBY-JK untuk menaikkan harga BBM. Jika harga minyak dunia
      menggelembung, seharunya Indonesia memperoleh keuntungan besar berupa
      wind-fall profit. Akan tetapi, karena hampir semua lapangan migas kita
      dikuasai asing, Indonesia harus menanggung beban sebagai negara
      importer. Lebih jauh Leonard menyimpulkan, pemerintah harus
      menasionalisasi Industri pertambangan untuk ketahanan energi dan basis
      industrialisasi nasional.

      Di gedung Sate, sudah berkumpul ribuan massa dari berbagai elemen
      buruh, tani, dan elemen gerakan rakyat lainnya. massa LMND dihadang
      oleh aparat kepolisian. Beberapa menit terjadi aksi dorong-dorongan
      yang berujung tindakan brutal kepolisian yang memukuli pengunjuk rasa.
      Akibatnya, 5 orang anggota LMND mengalami luka-luka akibat pukulan.


      Palu- Sulawesi Tengah (21/05/08): 300-an massa yang tergabung dalam
      Gerakan Rakyat Anti Kenaikan BBM melakukan aksi unjuk rasa dikantor
      DPRD Sulteng. Gerakan Rakyat Anti kenaikan BBM terdiri dari Liga
      Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin
      Indonesia (SRMI) dan WALHI. Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah
      agar membatalkan rencana kenaikan BBM. Ahimsa, Pengurus LMND Sulteng
      menyampaikan orasinya. "kita menuntut pemerintah segera
      menasionalisasi Industri pertambangan asing dan menghapuskan utang
      luar negeri" Ungkap Ahimsa.

      Kendari-Sulawesi Tenggara (21/05/08) : penolakan kenaikan BBM juga
      berlansung di kota kendari, Sulawesi Tenggara. Massa yang tergabung
      dalam Front Rakyat Menggugat(FRM) melakukan aksinya dikampus UNHALU
      menuju kantor DPRD Sultra. FRM merupakan gabungan dari beberapa
      organisasi seperti LMND, SRMI, FMPR, AMIK Yappenas, dan AMIK Catur
      Sakti. Didepan kampus Unhalu, massa sempat menutup jalan sebelum
      memulai aksinya menuju kantor DPRD. FRM kendari menolak kenaikan harga
      BBM karena hanya akan menambah beban penderitaan rakyat, dan memukul
      industri dalam negeri. Mereka menuntut nasionalisasi Industri
      pertambangan dan penghapusan utang luar negeri.

      Bima-NTB (21/05/08): Ratusan orang yang terdiri dari LMND, Gong, SMI,
      dan BPM STIKIP Bima melakukan aksi menentang rencana pemerintah
      menaikkan BBM. Akan tetapi, niat pengunjuk rasa digagalkan oleh pihak
      kepolisian yang tiba-tiba secara brutal membubarkan aksi dan menangkap
      pengunjuk rasa. Akibatnya 11 pengunjuk rasa di tangkap oleh pihak
      kepolisian.

      Makassar (21/05/08): Ribuan massa Front Rakyat Menggugat (FRM)
      Sulawesi Selatan melakukan aksi menolak kenaikan BBM di depan kediaman
      Yusuf Kalla dan didepan kantor PT. INCO. Massa yang terdiri dari
      Mahasiswa, buruh, petani, dan kaum miskin kota menolak kenaikan BBM
      karena akan semakin menambah tekanan ekonomi rakyat Indonesia.
      Muhammad Anshar, Ketua Papernas Sulsel menyatakan bahwa kenaikan BBM
      karena kita tidak memiliki ketahanan energi. Hampir seluruh sektor
      pertambangan kita, terutama migas, dikuasai oleh korporasi-korporasi
      asing. Sehingga pemerintah harus berani mengambil langkah
      nasionalisasi perusahaan tambang asing sebagai jalan keluar krisis
      energi dan dominasi imperialisme.

      Toraja –Sulawesi selatan (21/05/08): 600 pengunjukrasa dari Aliansi
      Mahasiswa Se-Tana Toraja menduduki kantor DPRD Tana Toraja menolak
      kenaikan harga BBM. Massa terdiri dari Liga Mahasiswa Nasional untuk
      Demokrasi (LMND) Tana Toraja, BEM UKI, AKBID , AKPER, BEM STAKN
      Rantepao. Aksi para mahasiswa juga mendapat dukungan dari
      dosen-dosennya yang ikut berunjukrasa. "pemerintah tidak perlu
      menaikkan BBM!" teriak koordinator lapangan. Paskah Linting, pengurus
      LMND Kota Toraja menyatakan pemerintah harus berani menasionalisasi
      Industri pertambangan asing karena selama ini justru dikuasai pihak
      asing. Selain itu, harus berani menghapus Utang luar negeri yang
      selama ini membebani APBN.

      Massa sempat memaksa DPRD dan pemerintah Tana Toraja untuk
      mengeluarkan sikap penolakan kenaikan harga BBM. Menurut rencana,
      esoknya (22/05/08) pihak DPRD akan menggelar rapat paripurna untuk
      membahas sikap tersebut. Untuk itu, massa berencana akan kembali akan
      melakukan aksi massa yang lebih besar untuk mengawal dan menekan DPRD
      untuk memutuskan sikap penolakannya dalam paripurna tersebut.

      Manado-Sulawesi Utara (21/05/08): Ratusan Massa dari Front Mahasiswa
      dan Rakyat Bersatu melakukan aksi menolak kenaikan BBM di kantor DPRD
      dan kantor gubernur Sulawesi Utara. Front Mahasiswa dan Rakyat Bersatu
      terdiri dari LMND Manado, PMKRI, PMII, HMI-Dipo, HMI-Mpo, GMNI, KAMMI,
      PII, WALHI dan KMPA. Massa bergerak dari Unsrat menuju kantor DPRD
      dengan melakukan long-march. Dari kantor DPRD, massa melanjutkan
      aksinya menuju kantor Gubernur sambil memperagakan aksi teatrikal. di
      kantor Gubernur Sulut, Massa melakukan orasi-orasi politik dan
      pembacaan puisi. tiba-tiba seorang anggota polisi masuk ketengah massa
      mencoba merampas poster SBY-JK yang dibawa massa aksi. massa membentuk
      border lingkaran dan membakar poster SBY-JK. Polisi menyerbu massa
      aksi dan melepaskan tembakan untuk membubarkan aksi tersebut. Beberapa
      pengunjuk rasa di seret, dipukuli, dan ditendang secara brutal oleh
      pihak kepolisian. beberapa pengunjuk rasa ditangkap, yakni Ances
      (LMND), Irwan Hayun (LMND), Amas Mahmud (MPO) Firman Ikhwan (PMII),
      dan Vence Tahe (mahasiswa FISIP).

      Lampung (21/05/08) : puluhan organisasi seperti LMND, SPKL, SRMI,
      LPRKROB, UKM UBL, HIPMAWAN, SEMA Lambar, BEM STIKIP, STN, BEM FH-UTB,
      WALHI, FORMALAT, RESCO, KALAM-PBR, BEM UML, dan LIMA, melakukan aksi
      massa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Massa menilai,
      jika SBY-JK tetap ngotot memaksakan kenaikan harga BBM, maka imbasnya
      akan menambah beban ekonomi dan penderitaan yang dialami oleh rakyat
      dari berbagai sektor. Massa juga menuntut nasionalisasi terhadap
      perusahaan tambang asing. Setelah menyampaikan orasi politik secara
      bergantian, massa akhirnya membubarkan diri.

      Medan-Sumatra Utara (21/05/08): ratusan massa yang tergabung dalam
      Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM) melakukan aksi penolakan
      kenaikan BBM dikantor DPRD Sumut. Massa yang terdiri dari kaum miskin
      kota, buruh dan petani membawa tuntutan utama; menolak kenaikan harga
      BBM, turunkan harga sembako, dan nasionalisasi Industri pertambangan
      asing. Di gedung DPRD, massa FRM melebur dengan beberapa kelompok lain
      seperti organisasi mahasiswa dan organisasi pengemudi (KESPER).

      Semarang-Jawa Tengah (21/05/08): aksi penolakan kenaikan BBM di
      Semarang dilakukan oleh Front Rakyat Menggugat (FRM) yang merupakan
      gabungan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat
      Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Partai Persatuan Pembebasan
      Nasional (Papernas). Massa yang berjumlah ratusan orang ini melakukan
      aksinya di kantor DPRD Jawa tengah. Dalam tuntutannya, FRM menilai
      pemerintahan SBY-JK sebagai boneka Imperialis karena terlalu patuh
      kepada kepentingan asing. Massa membakar poster dan beberapa foto
      bergambar Presiden SBY sebagai bentuk protes.

      Salatiga- Jawa Tengah (21/05/08): ratusan massa mendatangi kantor DPRD
      Salatiga. Massa yang tergabung dalam Koalisi Indonesia, yang terdiri
      dari LMND, PMII, dan beberapa LSM Lokal melakukan aksi menolak rencana
      pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Di depan kantor DPRD, kedatangan
      massa dihadang oleh barikade pihak kepolisian sehingga menimbulkan
      aksi dorong-dorongan. Massa juga menuntut agar SBY-JK segera turun
      dari jabatannya.

      Purwekerto- Jawa Tengah (21/05/08): Ratusan Massa dari KAMMI, LMND,
      PMII, HMI-MPO, GMNI, SMI dan FMN melakukan aksi penolakan terhadap
      rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Dalam orasinya, pengunjuk rasa
      menilai kenaikan harga BBM akan menambah beban ekonomi yang dirasakan
      oleh rakyat Indonesia, utamanya kaum buruh, tani, dan kaum miskin kota.

      Ternate- Maluku Utara (21/05/08): aksi penolakan BBM di kantor DPRD
      Ternate, Maluku Utara diwarnai tindakan brutal pihak kepolisian. Aksi
      penolakan kenaikan BBM yang dilakukan oleh 500-an massa dari LMND, BEM
      Fakultas se-UNKHAIR, GAMHAS, LISMI, HMI, SAMURAI, Pedagang kaki lima,
      dan HMI awalnya berlansung damai, namun, tiba-tiba dibubarkan paksa
      oleh pihak kepolisian. Akibatnya, 14 orang pengunjuk rasa ditangkap
      oleh pihak kepolisian.

      Aksi ini menuntut agar pemerintah agar pemerintah membatalkan rencana
      menaikkan harga BBM. Pengunjuk rasa menilai, tindakan menaikkan BBM
      hanya akan menambah beban baru bagi masyarakat disamping melambungnya
      harga Sembako. Aksi berlansung di kantor DPRD Maluku Utara. Hingga
      berita ini diturunkan, masih ada 4 aktifis yang ditahan sebagai
      tersangka, dengan tuduhan melakukan pengrusakan mobil dinas anggota DPR.

      Palembang- Sumatera Selatan (21/05/08): puluhan aktivis yang menamakan
      diri Gerakan Rakyat Palembang Menggugat (GRPM), melakukan aksi menolak
      kenaikan BBM di dua tempat yakni DPRD dan kantor Gubernur. Front ini
      terdiri dari Prabam, LMND dan PMII. Dalam orasinya, mereka menolak
      kenaikan harga BBM dan menuntut SBY-JK turun. Selain itu, massa juga
      menuntut agar perusahaan tambang asing dinasionalisasi sebagai cara
      untuk mengatasi krisis BBM.

      Medan-Sumut (22/05/08): penentangan terhadap rencana kenaikan BBM
      kembali dilakukan oleh gerakan buruh. di Medan, ratusan buruh yang
      tergabung dalam Gabungan Suara Buruh (GSB) melakukan aksi menentang
      kenaikan BBM. aksi dilakukan di kantor DPRD dan Pertamina. dalam
      orasinya, para buruh memperhitungkan dampak luas kenaikan BBM terhadap
      kesejahteraan buruh, seperti efisiensi dan PHK massal.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.