Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Apa Sesungguhnya Isi Reformasi Konstitusional di Venezuela - Venezuelanalysis.com

Expand Messages
  • Data Brainanta
    Apa Sesungguhnya Isi Reformasi Konstitusional di Venezuela? November 23, 2007, oleh Chris Carlson - Venezuelanalysis.com
    Message 1 of 1 , Nov 30, 2007
    • 0 Attachment

      Apa Sesungguhnya Isi Reformasi Konstitusional di Venezuela?


      November 23, 2007, oleh Chris Carlson - Venezuelanalysis.com


      http://www.venezuelanalysis.com/analysis/2890


      Terdapat banyak kontroversi seputar proposal baru-baru ini untuk mereformasi 69 pasal dalam konstitusi nasional Venezuela. Baik media nasional maupun internasional memfokuskan perhatiannya pada usulan reformasi dan aksi-aksi protes kaum oposisi terhadapnya. Namun, seperti biasa, media mainstream gagal menjelaskan konteks dan analisa yang dibutuhkan untuk memahami sungguh-sungguh makna dan tujuan reformasi tersebut, dan justru lebih berfokus pada hal-hal yang lebih kecil dan tidak signifikan seperti penghapusan batas masa jabatan presiden.


      Fokus utama reformasi konstitusional Venezuela dan bagaimana hal tersebut masuk dalam gambar lebih luas berupa proses politik yang sedang dijalankan di negeri tersebut telah seluruhnya absen dalam pemberitaan mainstream. Dengan membuang konteks yang lebih luas ini dan tak menyinggung tentang bagaimana proses ini memainkan peran penting dalam program politik pemerintahan Chavez, media-media besar telah menciptakan kesan bahwa tujuan utama reformasi adalah untuk menkonsentrasikan kekuasaan di tangan kepresidenan. Lagi-lagi Hugo Chavez dari Venezuela tampil sebagai otokrat yang haus kekuasaan, diktator yang memahkotai diri sendiri dan duduk di atas kekayaan minyak yang massif, yang kini mereformasi konstitusi sebagai jalan untuk menjadikan dirinya presiden seumur hidup.


      Namun apa sesungguhnya isi usulan reformasi konstitusional di Venezuela? Apakah itu sekedar perebutan kekuasaan secara sembrono oleh presiden Venezuela yang populer tersebut? Ataukah terdapat sesuatu yang lebih dalam dan penting dalam perubahan konstitusional besar-besaran ini? Hanya melalui pemahaman terhadap proyek politik yang direncanakan Chavez dalam membangun negeri tersebut serta kekhususan struktur politik, ekonomi, dan sosial yang menyertainya, maka kita dapat memasukkan reformasi konstitusional ke dalam konteks yang lebih besar dan memahami perannya yang sebenarnya, yakni meletakkan fondasi dari rencana-rencana ke depan pemerintahan Chavez.


      Membangun Panggung bagi Sosialisme Abad 21


      Jauh sebelum dipilih kembali pada bulan Desember 2006, Presiden Chavez telah mengumumkan niatnya untuk memimpin Venezuela menuju sosialisme. Berkeyakinan bahwa permasalahan yang menjangkiti Venezuela dan sebagian besar dunia tidak dapat diselesaikan dalam kapitalisme, Chavez mengusulkan suatu jenis baru sosialisme: Sosialisme untuk Abad 21. Bentuk sosialisme baru ini, yang menekankan untuk tak mengulangi kesalahan sama yang dialami negara-negara sosialis yang lalu, tidak pernah dijelaskan secara detil dan masih merupakan proyek dalam perancangan. Tapi Chavez menegaskan sebelum pemilu tahun lalu bahwa mereka yang memilihnya memilih jalan sosialis dan Venezuela dengan gegap gempita membuka jalan bagi Chavez dan proyek abad 21-nya.


      Pada Januari 2007, saat pidato pengangkatannya di depan Majelis Nasional dan seluruh negeri, Chavez menjelaskan perubahan-perubahan mendatang yang perlu dilakukan untuk menerapkan sistem sosialis baru. Perubahan-perubahan ini dipaparkan dalam lima langkah, lima 'motor' revolusi, sebagaimana Chavez mengistilahkannya. 'Motor-motor' ini akan menyiapkan kerangka kerja bagi pengorganisiran baru negeri tersebut secara social, ekonomi, dan politik.


      Dan meskipun pemerintahan Chavez telah mengedepankan berbagai rencana pembangunan ekonomi, sebelum ini dapat diterapkan haruslah terlebih dahulu ditegaskan bagaimana ekonomi akan diorganisir dan di bawah bentuk kekuasaan seperti apa. Inilah jalan utama bagi lima motor revolusi dalam membangun panggung di mana Sosialisme Abad 21 dapat dibangun.


      "Yang pertama dari lima motor yang saya maksudkan adalah ibu kandung dari semua Undang-undang: Undang-undang Pemberian Wewenang (Enabling Law; semacam dekrit presiden, pen.)," seru Chavez dalam pidato pengangkatannya bulan Januari.


      Undang-undang Pemberian Wewenang adalah motor pertama yang akan diberlakukan, dan merupakan pemberian kekuasaan terhadap presiden untuk menetapkan undang-undang di daerah tertentu selama periode 18 bulan. Undang-undang ini disahkan pada awal 2007, dan telah digunakan untuk menasionalisasi beberapa sektor-sektor ekonomi yang strategis seperti telekomunikasi, listrik, dan operasi perminyakan di Delta Sungai Orinoco.


      Chavez menjelaskan bahwa penyesuaian-penyesuaian tertentu terhadap undang-undang negeri itu, maupun pasal-pasal konstitusi nasional, bukan sekedar keharusan, tapi harus dilaksanakan bersama-sama secara serentak. Berdasarkan alasan ini, motor pertama harus bekerja secara simultan dengan motor kedua, Reformasi Konstitusional, agar semua undang-undang dapat diberlakukan.


      "Undang-undang Pemberian Wewenang dan Reformasi Konstitusional bagaikan dua motor bersaudara, dua motor dalam satu mesin," papar Chavez. "Merupakan suatu keharusan bagi kita untuk segera mengkoordinasikan kedua-duanya karena ada beberapa undang-undang dalam rencana kami yang hanya dimungkinkan bila reformasi telah dilakukan, ketika sebagian konstitusi telah direformasi, karena [konstitusi tersebut] adalah undang-undang dari segala undang-undang, kita tak dapat melangkahinya, itu tak mungkin."


      Motor-motor revolusi lainnya akan bergantung pada perubahan-perubahan legal dalam Undang-undang Pemberian Wewenang dan Reformasi Konstitusional. Motor nomor tiga adalah kampanye pendidikan yang dikenal dengan "Cahaya dan Moral." Nomor empat adalah "Geometri Kekuasaan Baru," dan merupakan suatu reorganisasi struktur politik negeri itu. Dan yang terakhir dari lima motor tadi adalah "Peledakan Kekuasaan Komunal."


      Tiap motor-motor ini memainkan peran spesifik dalam meletakkan negeri tersebut pada jalan menuju model baru pembangunan ekonomi di bawah stuktur organisasi sosial dan politik yang baru. Tapi apa tepatnya model baru ini, dan bagaimana perubahan-perubahan ini memainkan perannya? Walaupun Sosialisme Abad 21 masih menjadi suatu proyek dalam pengembangan dan belum secara jelas didefinisikan, untungnya terdapat beberapa indikator yang dapat memberi kita gambaran tentang seperti apa wujud-rupa model baru ini nantinya.


      Sebuah Model Pembangunan yang Baru


      Terdapat beberapa pilihan model pembangunan ekonomi yang memungkinkan untuk dipilih dan diadopsi oleh suatu negeri dalam membangun kapasitas produktifitas nasionalnya. Model yang paling umum tentunya adalah pembangunan industri di bawah kepemilikan modal swasta, yang menciptakan permasalahan pokok berupa konsentrasi kekayaan dan kekuasaan yang pada akhirnya mengkompromikan demokrasi, sebagaimana diketahui dengan baik dalam dunia kapitalis.


      Termasuk dalam alternatif lain terhadap model ini adalah pembangunan ekonomi nasional di bawah kepemilikan dan kekuasaan negara atau dewan pekerja dan kooperasi, juga dengan permasalahannya tersendiri berupa inefesiensi dan birokrasi.


      Pada bulan Juni lalu Presiden Chavez mengumumkan bagian penting dari proyek pembangunan nasional "Bolivarian" yang diprakarsainya. Untuk membangun kapasitas produktif dan mengawali industri nasional, Chavez mengumumkan pembuatan lebih dari 200 pabrik "sosialis" dalam dua tahun ke depan. Baru-baru ini Chavez menyatakan bahwa 66 pabrik pertama akan didirikan dan diresmikan di seluruh negeri pada pertengahan 2008. Banyak dari pabrik-pabrik ini akan menjadi proyek patungan (joint projects) dengan berbagai negeri lain untuk menghadirkan teknologi asing dari negeri-negeri seperti Iran, Cina, Brasil, dan lainnya.


      Namun sebelum pabrik-pabrik baru dapat didirikan di berbagai penjuru negeri, organisasi dan penguasaannya harus ditegaskan menurut definisi baru kepemilikan (property) dan pengelolaan (management). Di bawah model Bolivarian, alat-alat produksi tampaknya tidak semata-mata akan dikuasai oleh negara, sektor swasta, atau pekerja, namun suatu percampuran dari berbagai jenis kepemilikan dan penguasaan. Teks usulan reformasi konstitusional menggambarkannya sebagai berikut:


      "Negara akan mengambil inisiatif dan mengembangkan berbagai bentuk unit-unit produksi dan ekonomi dari kepemilikan sosial, dari yang dikuasai secara langsung atau komunal, hingga yang dikuasai secara tidak langsung atau dikuasai negara, dan juga unit-unit ekonomi produktif untuk produksi sosial dan/atau distribusi."


      Presiden Chavez menjelaskan ini dalam presentasi proposal reformasinya di hadapan Majelis Nasional pada Agustus tahun lalu:


      "Anda lihat ini adalah segitiga ekonomi dasar: kepemilikan, produksi dan distribusi. Kita sedang memasuki seluruh tiga element tersebut dan pentinglah bagi kita untuk melaksanakan dengan sukses gerakan menuju model sosialis dan pembangunannya... Unit-unit ekonominya dapat berupa susunan percampuran antara kekuasaan negara, sektor swasta dan kekuasaan komunal. Anda lihat, para pebinis di sektor swasta, produsen sektor swasta, Anda tidak disingkirkan. Kami membutuhkan Anda untuk bekerjasama dengan kami. Bersama-sama kita akan membuat bangsa besar sebagaimana kini Venezuela mulai menjadi bangsa besar, dalam bangsa besar Amerika Selatan.


      Dengan demikian, di bawah jenis hubungan kepemilikan inilah reformasi konstitusional mengusulkan alat-alat produksi dalam model Bolivarian. Reformasi itu mengatur kerangka kerja bagi suatu ekonomi di bawah kekuasaan komunitas-komunitas yang terorganisir, negara, kelompok-kelompok swasta, serta berbagai percampuran antara bentuk-bentuk ini. Dan pada tahun 2008, ketika pemerintah mulai mendirikan pabrik-pabrik "sosialis" di negeri itu, pabrik-pabrik tersebut dapat didirikan di bawah kerangka kerja ini.


      September lalu, pemerintah memberikan indikasi tentang bagaimana pabrik-pabrik ini akan diorganisir dengan diresmikannya pabrik baru untuk pengolahan jagung di negara bagian di Barat negeri tersebut, Yaracuy, dan melalui pengumuman tentang unit-unit ekonomi ini secara umum.


      Komite Perencanaan Sentral mendiskusikan pembentukan struktur ekonomi jenis baru ini, dimulai dengan peresmian pabrik pertama dari sepuluh pabrik pengolahan jagung di penjuru negeri. Pabrik pengolahan jagung ini, sebagaimana direncanakan terhadap jenis-jenis pabrik lainnya, dioperasikan oleh komunitas local yang terorganisir ke dalam Dewan Komunal. Chavez baru-baru ini juga telah menyinggung tentang kemungkinan menyerahkan ribuan stasiun pemompaan bahan bakar (SPBU) PDVSA di penjuru negeri untuk dikuasai oleh komunitas-komunitas terorganisir di wilayahnya masing-masing.


      Komite Perencanaan Sentral mendiskusikan pembuatan pabrik-pabrik "sosialis" di bawah penguasaan "komune-komune" sebagai jalan untuk mengembangkan suatu bentuk baru ekonomi sosialis. Presiden Chavez menyatakan bahwa pabrik-pabrik baru ini pada akhirnya dapat diletakkan di bawah kekuasaan komune sebagai suatu bentuk kepemilikan "komunal" atau kepemilikan "sosial", sebagaimana juga dipaparkan dalam reformasi konstitusional.


      "Inilah alat-alat partisipasi dan peran sentral rakyat dalam mempraktekkan langsung kedaulatannya dan bagi pembangunan sosialisme," kata Chavez ketika mempresentasikan proposal reformasinya. "Dan bagi pengelolaan demokratik oleh para pekerja di perusahaan manapun yang berkepemilikan "sosial". Inilah istilah yang dimulai di sini, kepemilikan sosial. Ini hal yang baru, benar-benar baru dalam konstitusi kita."


      Maka, reformasi konstitusional juga merupakan suatu upaya untuk mendirikan organisasi sosial dan politik yang baru di negeri itu ke dalam "komune-komune" sebagai struktur kekuasaan baru. Komunitas-komunitas yang terorganisir, yang kini dalam proses pembentukan dan mengoperasikan Dewan Komunal di seluruh negeri, akan bersatu dengan komunitas di sekelilingnya untuk membentuk komune-komune, dan kelompok-kelompok komune akan bersatu membentuk kota-kota. Teks reformasi tersebut mengatakan sebagai berikut:


      "Unit politik utama dari organisasi territorial nasional adalah Kota, dimengerti sebagai populasi yang berbasis dalam suatu kotapraja (municipality) dan terdiri dari wilayah-wilayah atau jangkauan-jangkauan geografis yang denominasikan sebagai Komune-komune. Komune akan menjadi sel-sel geo-manusia dari wilayah tersebut dan akan terdiri dari komunitas-komunitas, yang mana masing-masing merupakan inti-inti (nuclei) dasar yang tak terbagi-bagi dalam Negara Sosialis Venezuela, di mana warganya akan memiliki kekuasaan untuk membentuk geografi dan sejarahnya sendiri.


      Chavez mengatakan bahwa di seluruh negeri terdapat sekitar 60.000 dewan komunal yang terorganisir menjadi 10.000 komune, 3.000 kota, dan 200 distrik federal.


      Dengan demikian, sebagaimana dapat terlihat, desakan utama usulan reformasi konstitusional Venezuela adalah untuk menciptakan kerangka kerja bagi reorganisasi politik dan sosial negeri tersebut, memberikan kekuasaan secara langsung kepada komunitas-komunitas yang terorganisir sebagai prasyarat pembangunan sistem ekonomi baru: sistem sosialis dengan alat-alat produksi di bawah penguasaan komunal.


      Teks reformasi menyatakan bahwa undang-undang nasional akan disahkan untuk mentransfer penguasaan terhadap pelayanan masyarakat, perusahaan negara, dan unit-unit produktif ke tangan komune-komune, dengan tujuan pembangunan suatu ekonomi sosialis.


      Perubahan-perubahan dalam konstitusi dan undang-undang di negeri itu, sangatlah penting bagi motor-motor revolusi lainnya, seperti reorganisasi geografi politik negeri tersebut (motor 4) dan peran lebih besar bagi kekuasaan komunal (motor 5). Perubahan-perubahan dalam konstitusi akan memungkinkan pemerintahan Venezuela untuk melangkah maju dalam me-reorganisasi negeri ke dalam unit-unit dasar komune, dan kemudian meningkatkan kekuasaan dan pengaruh struktur-struktur tersebut.


      Reformasi penting lainnya dalam proposal tersebut akan memungkinkan pemerintahan federal untuk menentukan berbagai wilayah negeri itu sebagai distrik-distrik federal dan mempercepat perkembangan socio–ekonomik mereka. Dalam suatu negeri pasca-kolonial yang perkembangan antar wilayah-wilayah dalam negerinya berlangsung sangat timpang, alasan bagi penambahan ini sangatlah masuk akal karena pemerintah hendak mengintensifkan fokusnya ke wilayah-wilayah tertentu di dalam negeri untuk menjamin perkembangan sosial dan ekonomi mereka yang cepat dan seimbang.


      "Perubahan-perubahan ini akan memungkinkan kita membebaskan diri dari suatu wilayah yang dirantai oleh struktur politik dan pembagian wilayah yang telah berlangsung berabad-abad lamanya," kata Chavez. "Kita akan memutuskan rantai geografi konservatif, imperial, dan kolonial yang sudah tua."


      Walau reformasi ini menyertakan juga beberapa perubahan-perubahan sekunder, beberapa di antaranya sangat progresif namun juga ada yang regresif, fokus yang jelas terlihat dari reformasi tersebut adalah reorganisasi ekonomi dan politik terhadap negeri itu menurut garis-garis yang dijelaskan di atas.


      Mayoritas jelas rakyat Venezuela memahami bahwa isi hati reformasi ini tak lain adalah kelanjutan proyek Chavez; proses redistribusi kekayaan, pembangunan nasional, dan perluasan kekuasaan rakyat yang telah menghasilkan kemenangan-kemenangan penting beberapa tahun belakangan ini. Proposal Chavez berencana untuk mengambil langkah maju dalam bidang-bidang tersebut, memperluas inisiatif saat ini untuk mengembangkan kapasitas produktif nasional dan memperbesar kekuasaan komunal; ini dilihat oleh mata kepala rakyat Venezuela sendiri dalam komunitas-komunitas mereka. Berdasarkan alasan-alasan inilah, dan juga tingginya kepercayaan yang mereka berikan kepada Presiden Hugo Chavez, mayoritas rakyat Venezuela akan menuju referendum nasional Desember ini untuk memilih "Si."


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.