Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

KOREKSI: BERITA DUKA; Ibu SUDJINAH WAFAT

Expand Messages
  • Mira Wijaya Kusuma
    BERITA DUKA: Telah meninggal dunia Ibu SUDJINAH pada hari Kamis, 06 September 2007 , Pukul 14.30 w.i.b. Menurut info yang saya terima bahwa almarhumah akan
    Message 1 of 2 , Sep 6, 2007
    • 0 Attachment

      BERITA DUKA:

      Telah meninggal dunia Ibu SUDJINAH pada hari Kamis, 06 September 2007 , Pukul 14.30 w.i.b.

      Menurut info yang saya terima bahwa almarhumah akan dimakamkan di pd. rangon pada hari Jumát, 07 September 2007, Pukul 11.00 dan akan diberangkatkan dari Rumah Jompo: Jln. Kramat V nomor 1 - Jakarta Pusat.

      Ibu Sudjinah dikenal sebagai salah satu pimpinan di Organisasi Perempuan GERWANI, dilahirkan di Solo 27 Juli 1928. Beliau adalah anak sulung dari seorang pegawai Keraton Surakarta.
      Periode kemerdekaan 1945 beliau menjadi anggota Mobile Pelajar dan Pemuda Putri Indonesia yang turut aktip digaris depan pertempuran.
      Pada tahun 1949, beliau menjadi kurir batalyon Bramastra di selatan Bengawan Solo.
      Tahun 1950 - 1955 , Ibu Sudjinah mendapat beasiswa untuk kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada (UGM).
      Setahun kemudian beliau menjadi aktivis perempuan di Organisasi GERWIS cabang Yogjakarta.
      Tahun 1955 - 1957 dipercayakan oleh pimpinan pusat GERWIS, yang kemudian menjadi GERWANI untuk mengikuti delegasi pemuda ke Festival Pemuda Sedunia di Warsawa, Polandia dan kemudian diminta untuk bekerja di Sekretariat GWDS di Berlin. Selama masa bekerjanya beliau hadir di berbagai konferensi Internasional, dari Helsinki, Kopenhagen, Lausane sampai Paris.
      1957 beliau kembali ke Indonesia dan menjadi Jurnalis Freelance di sejumlah surat kabar dan sebagai penterjemah untuk wartawan Pravda (koran terbitan Uni Soviet)
      Tahun 1963, beliau diminta membantu sebagai penterjemah bagi Delegasi Buruh Wanita Sedunia di Bukarest, Rumania.

      17 Februari 1967 beliau ditangkap dan mendapat sisksaa sangat kejam, yang kemudian dimasukan dalam sel isolasi tersendiri di penjara Bukit Duri.
      Tahun 1976 Ibu Sudjinah di pindahkan ke Plantungan, Kendal.
      Pada 17 Agustus 1983 Ibu Sudjinah dibebaskan secara bersayarat dengan mendapat pengawasan ketat selama 2 tahun.

      Selamat Jalan Ibu Sudjinah untuk menuju tempat Damai di terima di sisi ALLAH  S.W.T. Amin.

      Jasa Perjuangan Ibu Sudjinah akan tetap di ingat dan akan diteruskan demi menuju Keadilan Sosial dan Kebenaran Hukum Negara Kemerdekaan Indonesia.

      Turut berduka,
      MiRa

      La Luta Continua!



      Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65click: http://www.progind.net/  
      http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/


      Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
      Play Sims Stories at Yahoo! Games.
    • bustami arifin
      Aksi Diam Mengenang Munir Tempo Interaktif, Surabaya: Jum at, 07 September 2007Aksi diam mengenang kematian aktivis hak asasi manusia, Munir, digelar di depan
      Message 2 of 2 , Sep 6, 2007
      • 0 Attachment
        Aksi Diam Mengenang Munir
        Tempo  Interaktif, Surabaya: Jum'at, 07 September 2007Aksi diam mengenang kematian aktivis hak asasi manusia, Munir, digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (7/9). Aksi ini diikuti sekitar 40 orang yang sebagian besar mengenakan baju hitam. Hari ini, tiga tahun lalu, Munir meninggal dalam penerbangan dari Jakarta transit di Singapura menuju Amsterdam, Belanda.Dalam aksi ini mereka memanjatkan doa agar kasus terbunuhnya Munir segera terungkap. Mereka juga mengingatkan masyarakat agar terus mendukung perjuangan menegakkan kebebasan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
        Kordinator aksi, Direktur LBH Surabaya M Saiful Aris, mengatakan penuntasan pembunuhan Munir memasuki babak penting, yakni digelarnya sidang peninjauan kembali (PK) atas tersangka Polycarpus. Berbagai bukti baru yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum mampu menyentak kesadaran publik. "Memang ada banyak hal dan permainan intelijen di balik pembunuhan Munir," katanya.
        Namun demikian, kata Aris, digelarnya PK atas Polycarpus dirasa belum cukup untuk membongkar seluruh skenario dan siapa saja yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan Munir. Ia mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama-sama untuk mendesak negara agar serius dan berani untuk mencari dan meminta pertanggungjawaban pembunuh Munir.Aris menegaskan, bagi komunitas pembela hak asasi manusia, pembunuhan Munir diartikan tidak semata-mata ditujukan untuk membunuh dan membungkam sikap kritis Munir. "Ini menunjukkan sinyal resistensi berlebihan dari kelompok tertentu akan hadirnya kaum kritis dalam upaya promosi dan pembelaan hak asasi manusia," katanya.



        Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.