Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Pelayanan Kesehatan bagi Orang Miskin

Expand Messages
  • Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika
    ... From: Zely Ariane Date: 24 Jul 2007 18:54 Subject: Pelayanan Kesehatan bagi Orang Miskin To: diskusibulanpurnama@yahoogroups.com,
    Message 1 of 4 , Jul 25, 2007
    • 0 Attachment


      ---------- Forwarded message ----------
      From: Zely Ariane <zely.ariane@...>
      Date: 24 Jul 2007 18:54
      Subject: Pelayanan Kesehatan bagi Orang Miskin
      To: diskusibulanpurnama@yahoogroups.com, Diskusi-Pembebasan@yahoogroups.com

      Zely Ariane

      Pelayanan Kesehatan bagi Orang Miskin

      Edisi 593 | 19 Jul 2007 | Cetak Artikel Ini

      Salam Perspektif Baru,

      Selamat berjumpa kembali sahabat Perspektif, saya Jaleswari Pramodhawardani bersama Zely Ariane , seorang aktifis dari Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika. Kali ini kita akan berbicara tentang masalah yang menjadi perhatian kita bersama, yaitu Rakyat Miskin Kota.

      Kita tahu bahwa kita dikejutkan dengan harga minyak goreng yang melambung tinggi serta mulai jarangnya susu dipasaran. Tahun 2005 dimulai dengan harga BBM yang naik dsb, lalu kemudian BPS menurunkan sebuah angka yang menurut kita cukup signifikan yaitu tentang presentasi rakyat miskin di Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 40%.

      Ketimbang kita membicarakan tentang presentase rakyat miskin, kita akan membicarakan hal yang lebih konkrit dan saya pikir Zely Ariane adalah orang yang paling berkompeten untuk berbicara tentang rakyat miskin. Paling tidak bisa dideteksi lewat posko perjuangan rakyat miskin (POPRAM ) yang digelutinya selama ini.

      Berikut wawancara Jaleswari Pramodhawardani dengan Zely Ariane.

      Saya tertarik dengan berita atau informasi singkat tentang Zely Ariane. Sejak tahun 2003 anda bergelut dengan hal-hal yang berhubungan dengan rakyat miskin, perempuan, aktif diberbagai organisasi seperti Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika. Mungkin bisa diceritakan sedikit mengenai ini mbak.

      Saya dari Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika (JNPM). JNPM ini mewadahi perempuan-perempuan yang sudah memiliki organisasi massa, namun juga mewakili perempuan-perempuan yang belum memiliki organisasi, tapi intinya memang lebih pada pemberdayaan kesadaran perempuan agar menjadi lebih mandiri, politis, dan mengerti apa yang terjadi disekitarnya dan apa dampaknya terhadap dirinya.

      Siapapun bisa masuk ya ?

      Siapapun bisa, pegawai negeri, guru, dokter, bahkan wartawan, kita juga lewat jaringan ke aliansi jurnalis indonesia. Individu, dsb.

      Kegiatannya lebih fokus kemana ?

      Saat ini kita fokus kepada pemberdayaan perempuan kaum miskin kota. Karena kebetulan, saat ini yang sangat aktif didalam perjuangan perempuan justru ibu-ibu dari kaum miskin kota. Ternyata kita tidak bisa memandang remeh perempuan, apalagi mereka yang miskin, bahwa mereka tidak punya daya. Di lapangan itu, dengan situasi sekarang yang semakin sulit, kaum perempuan di kelompok yang kurang mampu itu justru semakin berdaya.

      Strategi kelangsungan hidup rumah tangga miskin ini yang lebih dikedepankan ?

      Ya. Khususnya agar mereka mengerti haknya, kemudian bangkit untuk membenahi apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki nasibnya.

      Program – program tentang pemberdayaan rumah tangga miskin kota ini lebih fokus kemana?

      Yang konkrit yang sudah kita lakukan adalah menangani advokasi kesehatan, sebelumnya kita menangani advokasi Bantuan Tunai Langsung [BLT] dan advokasi Raskin (beras untuk rakyat miskin). Yang terkini adalah Gakin [kartu keluarga miskin] dan Askeskin (asuransi kesehatan bagi rakyat miskin), sebagai alat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di Rumah Sakit yang bekerjasama dengan pemerintah.

      Yang membedakan antara Askes, Gakin dan Askeskin itu apa Mbak?

      Askes itu kita harus membayar premi, dipotong gaji tiap bulan, kalau Gakin atau Askeskin itu tidak. Karena Gakin dan Askeskin itu merupakan hak yang diberikan pemerintah agar masyarakat miskin yang berpendapatan sangat rendah itu bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis. Sebetulnya kalau di negara maju tidak ada pembedaan dalam pelayanan kesehatan gratis, pelayanan tersebut berlaku untuk segala strata, namun di Indonesia masih seperti itu

      Hal-hal apa saja yang dapat ditanggung, karena anggapan kita kan kalau gratis berarti berbeda pelayanannya?

      Pada prakteknya memang berbeda. Untuk jatah Gakin atau Askeskin ini obat yang diberikan adalah obat generik. Walaupun beberapa penelitian membuktikan obat generik bukanlah obat jelek. Tapi itu sudah merupakan pembedaan dengan orang-orang yang berobat biasa atau dengan Askes. Kemudian pelayanan berbeda, di Rumah Sakit itu ada counter khusus Gakin dan Askeskin. Disana tidak bisa dengan mudah juga kita peroleh, kalau sudah punya kartu tersebut tidak serta merta jadi gratis semuanya, Rumah Sakit biasanya punya alasan-alasan tertentu untuk mempersulit, yang sering kita lawan, karena seharusnya pemegang kartu Gakin dan Askeskin gratis semuanya, maka masyarakat miskin jadi tidak dapat haknya.

      Itu pembedaan juga

      Hak-hak dan informasi semacam ini sebenarnya mereka tau atau tidak?

      Pengalaman terakhir, kira-kira satu minggu yang lalu, ada himbauan/instruksi dari dinas kesehatan DKI Jakarta bahwa ada program untuk membuat 6000 kartu keluarga miskin.

      Kenapa 6000, masyarakat miskin saja lebih dari 6000?

      Tidak ada penjelasan, tapi OK Kita penuhi 6000 ini. Warga kita berikan penjelasan, silakan melaksanakan pembuatan tersebut, urus RT, RW, Kelurahan, Puskesmas, verifikasi dsb. Dari mulai tingkat RT saja, sudah ada hambatan, mereka merasa, kami tidak tahu ada instruksi 6000, atau kami harus membayar dsb. Itu hambatan sekali, dari contoh satu kasus ini saja, terlihat program yang seharusnya bagus, menjadi tidak terlaksana dengan baik karena sosialisasi dan dananya terlalu kecil dan terjadi potongan sana-potongan sini berbagai tingkat birokrasi, efektifitasnya sudah menjadi turun lagi bagi warga.

      Bagaimana cara mendapatkan kartu ini ?

      Silakan datang ke RT dan RW membuat surat keterangan keluarga miskin [SKTM]. RT seharusnya sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan. Nanti RT akan memverifikasi. Kemudian diurus lagi ke RW, lalu Kelurahan. Kelurahan memberikan keterangan benar warga yang memohon miskin. Lalu kemudian diberikan surat itu ke puskesmas, jadi ada 2 tahapan verifikasi. Verifikasi lewat jalur administrasi pemerintah dalam hal ini melalui RT/RW, Kelurahan. Setelah itu ada juga verifikasi dari dinas kesehatan, dalam hal ini melalui Puskesmas.

      Apa yang diverifikasi?

      Dia akan melihat kondisi kehidupan rakyat miskin itu, semacam survei. Ini problem sekali, karena indikator kemiskinan ini sangat tidak masuk akal. Sebenarnya kategori miskin itu adalah mereka berpendapat berapa. Kalau dari bank dunia jelas, bila satu hari mereka berpendapatan dibawah 2 dolar atau 19.000,- mereka sudah miskin. Nah di Indonesia tidak seperti itu, terdapat lagi banyak kriteria. Selain pendapatan dibawah 200.000,-/ bulan bagi yang sangat miskin. Ada 14 kriteria lagi misalnya: anda punya rumah kecil, anda punya tegel, tidak punya MCK, tapi punya kipas angin, itu tidak termasuk miskin. Itu problem sekali.

      Saya pikir itu problem dari jaman dulu ya, ketika kita bicara IDT [inpres desa tertinggal] kriterianya pun agak "konyol". Ketika kriteria itu disepakati seharusnya kita mendapat kartu itu ya?

      Seharusnya seperti itu, bahkan seharusnya kita tidak perlu karena sudah tanggung jawab RT.

      Menurut anda, persoalan apa yang penting di lapangan?

      Yang pertama, tidak ada inisiatif dari struktur pemerintahan untuk mendata warga miskinnya, atau memasukkan warga miskinnya ke dalam program ini. Kalaupun ada, disini terjadi kebolongan, bahwa mereka akan mendaftarkan orang-orang terdekatnya. Bukan warga miskin yang sebenarnya. Problem kedua adalah dihambat dari sisi pembiayaan. Mereka harus membayar untuk membuat kartu miskin tersebut.

      Membayar berapa rupiah?

      Itu seperti pungli saja. Tidak resmi, macam-macam. Untuk menebus SKTM tadi, anda mau bayar berapa? Jika membayar, saya akan buatkan surat SKTM untuk anda. Atau bisa juga misalkan anda juga tidak miskin namun kalau sanggup membayar dapat juga menebus SKTM tadi. Itu problem yang paling pokok. Problem yang lain, setelah anda dapat Gakin pun tidak lantas prosesnya menjadi mudah. Setelah dapat Gakin silakan anda berobat ke Rumah Sakit yang bekerja sama dengan pemerintah. Ada daftar Rumah Sakit yang mendapatkan subsidi tersebut untuk menerima pasien miskin.

      Apakah hal ini mereka informasikan sejak awal?

      Setahu saya warga yang kami tangani, di Jakarta, di Makassar, mereka tidak tau bahwa ada program seperti itu, Rumah Sakit mana pun yang dirujuk mereka tidak tahu. Tanggung jawab ini seharusnya menjadi tanggung jawab RT/RW dan kelurahan. Tapi ini tidak berjalan, silakan kalau ada elemen masyarakat lain yang mau melakukan bantuan sosialisasi ini. Akan sangat bagus, seperti yang kami lakukan saat ini.

      Dengan kondisi dalam konteks ini, apa yang dilakukan kawan-kawan di Posko Perjuangan Rakyat Miskin [POPRAM]?

      Sejauh ini kami berdiri sejak pertengahan 2004, namun baru fokus menangani Gakin dan Askeskin sejak pertengahan tahun 2006. Yang pertama kami lakukan adalah setelah mendapatkan dokumen-dokumen dari dinas kesehatan masyarakat kita mengedarkan ke warga yang kita bina, warga yang bisa kita kelola. Himbauan, silakan melakukan proses Gakin tsb. Bila ada hambatan, adukan kepada kami. Nanti kita akan cari solusinya. Pada perjalanannya semua mengalami hambatan. Akhirnya yang kami lakukan adalah mengadvokasi di tingkat RT. Tidak ada pilihan, akhirnya demonstrasi menjadi satu-satunya pilihan di tingkat kelurahan.

      Tahun 2006 kita ke Menkokesra juga Presiden. Tekanan yang paling dekat yaitu di Kelurahan. Terpaksa metode ini harus dijalani. Pengalaman kami, setelah melakukan metode ini, baru keluarlah SKTM, Gakin. Nah setelah keluar pun, warga kami persilakan untuk berobat sendiri, berobat ke Rumah Sakit yang bekerjasama tersebut. Ada hambatan lagi, bahwa ternyata Rumah Sakit menyatakan tidak bisa full 100%.

       

       

       

      Apa hal-hal yang dihadapi rumah tangga miskin untuk mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan waktu di RS?

      Setelah anda memegang kartu Gakin, atau kartu SKTM, anda akan dihadapi dengan pernyataan RS yaitu anda tidak bisa mendapatkan 100% full gratis.

      Dalam hal ini yang benar yang mana? Apakah ini diinformasikan sejak awal atau memang peraturan seperti itu tapi tidak dilakukan?

      Peraturannya, bagi pemegang kartu Gakin, Askeskin, SKTM itu berhak atas pelayanan kesehatan gratis 100%. Biaya pengobatan, perawatan, pemeriksaan itu gratis 100%. Aturan di Kepmen seperti itu, harusnya Rumah Sakit sudah tahu bahwa telah ada dana yang menanggung hal tersebut. Setelahnya Rumah Sakit tinggal mengajukan tagihan saja ke PT. Askes. Yang kedua yang paling sering ditemui adalah perrnyataan "kami tidak punya kamar". Rumah tangga miskin yang memiliki kartu Gakin atau SKTM itu jatahnya kamar kelas 3, kalau dia harus dirawat. Sangat sering informasi yang kami dapatkan tidak ada kamar kelas tiga. Dua hambatan pokok yang pasti akan dihadapi peserta program ini. Caranya hanya ada dua, pertama jelaskan bahwa tidak benar harus ada biaya, kita harus negosiasi di situ. Semuanya gratis. Bahkan kami pernah mengadvokasi cuci darah seumur hidup itu gratis. Contoh-contoh keberhasilan advokasi kami, premi sebesar 125 juta berhasil, gratis. 250 juta, cangkok jantung, kita berhasil advokasi. Itu termasuk hak di dalam gakin tsb.

      Anggapan bahwa orang miskin itu hanya sakit batuk, pilek tidak benar, mereka juga mengidap penyakit yang dialami orang-orang lain yang lebih mampu, dan ini harusnya ditanggung, karena ini kesehatan umum ya?

      Umum, tidak memandang kelas manusia. Sampai saat ini ada sekitar 1200 kasus begitu yang sudah berhasil. Dari yang tingkat kecil sampai tingkat tinggi seperti tadi preminya sampai 250 juta bisa gratis. Itu memang tidak bisa warga sendiri datang, karena warga miskin bila sudah mendapat ultimatum "tidak bisa gratis, titk!," biasanya langsung takut dan tidak bicara lagi. Karena itu harus didampingi.

      Tanpa kita sadari ada soal diskriminasi terhadap kawan-kawan yang dari rumah tangga miskin, kemana mereka harus mengadu selain ke teman-teman POPRAM? Ada tidak posko-posko di seluruh Jakarta? Di Indonesia?

      Saat ini POPRAM, di lima wilayah kotamadya Jakarta, wilayah Kepulauan Seribu belum terjangkau. Kalau di luar Jakarta : Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara [Lampung]. Telp. hotline 021-92859600, 0852 13575382

      Selama ini kawan-kawan di POPRAM berinteraksi langsung dengan kawan-kawan di Rumah Tangga miskin, Pernah tidak kawan-kawan di POPRAM melakukan diskusi secara langsung dengan aktor-aktor kesehatan, dokter, dinas kesehatan, membicarakan persoalan-persoalan di tingkat bawah ini?

      Kita mendapatkan informasi semacam ini, dari pertengahan 2006, karena kita menyelenggarakan dialog satu bulan sekali di tiap kampung secara bergilir. Tema Persoalan Kesehatan salah satunya. Kita mengundang Menkes, ada stafnya yang datang, ada juga perwakilan komisi IX- DPR RI, perwakilan PT. Askes juga ada yang datang. Kita bisa mendapatkan MOU melalui dialog ini. MOU bahwa POPRAM ini legal dan boleh mengadvokasi kesehatan.

      Akses tersebut dapat kita peroleh karena terselenggaranya dialog diatas. Jadi para stakeholder kesehatan menjadi tahu bahwa problem yang terjadi itu nyata, sehingga tidak bisa mereka anggap remeh. Kalau bentuk dialog-dialog yang lain, kita sempat ketemu direktur PT. Askes., Persatuan Rumah Sakit, disitu mereka ceritakan problem masing-masing pihak. Rumah Sakit menyatakan bahwa ada persoalan claim yang lambat dikeluarkan oleh Askes misalnya, jadi mereka memperlambat proses pelayanan ke orang miskin. Itu menjadi problem lanjutan yang membayangi persoalan kesehatan ini.

      --
      Komite Nasional
      Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika
      Jl. Tebet Dalam 2G No.1
      Telp/Fax. 021-8354513
      Mobile. [62] [815-8946404]
    • Anselmus masiku
      TELAH MENINGGAL DENGAN TENANG, KAWAN SEPERJUANGAN KITA DARI SULAWES SELATAN. AL ILYAS AKBAR PADA TANGGAL 20 AGUSTUS 2007 PUKUL 07.00 WITA MOHON DOANYA. ...
      Message 2 of 4 , Aug 19, 2007
      • 0 Attachment
        TELAH MENINGGAL DENGAN TENANG, KAWAN SEPERJUANGAN KITA
        DARI SULAWES SELATAN.
         
        " AL ILYAS AKBAR"
         
        PADA TANGGAL 20 AGUSTUS 2007 PUKUL 07.00 WITA
         
        MOHON DOANYA.


        Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

      • EUGENIUS KAU SUNI
        Dari Kupang Nusa Tenggara Timur, saya bersama segenap sahabat seperjuangan, mengalami duka yang mendalam atas berpulangnya Sahabat Al Ilyas Akbar. Semoga
        Message 3 of 4 , Aug 20, 2007
        • 0 Attachment
          Dari Kupang Nusa Tenggara Timur, saya bersama segenap sahabat seperjuangan, mengalami duka yang mendalam atas berpulangnya Sahabat Al Ilyas Akbar.
           
          Semoga arwanya diterima disisi Yang Maha Kuasa.
           
          Salam,
           
          Egi Suni


          Anselmus masiku <amasiku@...> wrote:
          TELAH MENINGGAL DENGAN TENANG, KAWAN SEPERJUANGAN KITA
          DARI SULAWES SELATAN.
           
          " AL ILYAS AKBAR"
           
          PADA TANGGAL 20 AGUSTUS 2007 PUKUL 07.00 WITA
           
          MOHON DOANYA.


          Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!


          Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.