Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

FPI, FAKI, apapun namanya...

Expand Messages
  • joko santoso
    Kebencian dan kekerasan, adalah dua hal yang erat bertaut membentuk rantai mematikan. Kebencian diakibatkan oleh perasaan terancam, takut, dan rasa tidak aman.
    Message 1 of 2 , Mar 30, 2007
      Kebencian dan kekerasan, adalah dua hal yang erat bertaut membentuk
      rantai mematikan. Kebencian diakibatkan oleh perasaan terancam,
      takut, dan rasa tidak aman. Perasaan ini lalu dilampiaskan dalam
      bentuk kekerasan. Intinya, sebagian besar orang yang melakukan
      kekerasan adalah orang yang menderita.

      Saya menulis artikel ini kepada kawan-kawan Papernas dengan harapan
      untuk memberi semangat agar tetap berkomitmen pada gerakan non-
      kekerasan dan kemanusiaan – seperti yang telah dilakukan sejauh ini,
      walaupun Papernas sendiri diserbu dengan kekerasan, walaupun setiap
      aktivitas Papernas terus menerus dirusuh oleh ormas-ormas yang
      kurang terbuka wawasannya sehingga salah paham (menganggap Papernas
      sebagai Komunis atau apapun sebutan mereka). Saya juga turut
      prihatin atas penyerangan yang terjadi, baik yang di Wisma Sejahtera
      (Kaliurang), Surabaya, ataupun yang terjadi baru-baru ini hari Kamis
      29 Maret lalu.

      Saya ingin mengingatkan bahwa kekerasan hanyalah jalan yang dipilih
      preman, bukan intelektual yang berkomitmen pada kemanusiaan -
      sekalipun ia diserang dengan kekerasan. Ketika terpaksa dihadapkan
      pada acungan parang preman-preman ini, maka menurut saya, solusinya
      hanya dua: Melawan lewat jalur hukum (toh kita masih punya hukum dan
      aparat hukum – walau masih tertatih-tatih dalam proses koreksi dan
      pembelajaran); atau jalan yang militan, terus melawan secara pasif
      (damai) seperti yang dilakukan Hippies ataupun Gandhi. Kekerasan
      tentunya bukanlah pilihan. Toh, di era sekarang di mana media massa
      bergerak begitu leluasa, perlawanan pasif adalah strategi yang
      justru efektif untuk menarik simpati (*NB: Contohnya, teman-teman
      SMA saya yang sama sekali tak pernah dengar apa itu PRD apalagi
      Papernas, tiba-tiba berbicara tentang Deklarasi Papernas).

      Komitmen pada kemanusiaan sifatnya universal, tidak pandang agama,
      ras, ekstrim kanan-ekstrim kiri, penjahat ataupun imam. Komitmen
      pada kemanusiaan didasarkan pada kasih, BUKAN kebencian. Mereka yang
      menyerbu pertemuan Papernas juga manusia – hanya saja manusia yang
      menderita. Saya kira pendapat yang senada juga diutarakan oleh Paulo
      Freire – Revolusi harus didasarkan pada kasih; tujuan Revolusi bukan
      untuk membantai lawan Revolusi, tetapi menyelamatkan kedua pihak
      yang bertentangan (yang tertindas ataupun yang menindas). Karena
      sesungguhnya, yang terlilit penderitaan adalah kedua-duanya, baik
      yang menindas ataupun kelas yang tertindas – "...sadisme bagi yang
      menindas, dan masokisme bagi yang tertindas". Hanya saja kita
      seharusnya memilih berada di sisi yang tertindas karena memang
      merekalah pihak yang tertindas dan lebih urgent kebutuhannya untuk
      dibantu.

      Untuk kasus ormas-ormas tersebut, entah namanya FPI, FAKI, apapun,
      semoga secara personal kawan-kawan yang diserang tidak memberi ruang
      untuk kebencian, apalagi dendam, karena kebencian tidaklah membantu,
      justru merugikan. Saya ingat kata-kata Don Corleone dalam film
      Godfather III, "Never hate your enemies, it affects your judgement" –
      terlepas dari pribadi Michael Corleone, kuotasi ini barangkali
      dapat menyampaikan sebuah pesan: bahwa kebencian itu tak ada gunanya
      sama sekali, yang ada hanya efek merugikan (bahkan bagi mafiosi yang
      Machiavellian sekalipun). Lagipula, menurut saya, kembali ke
      pengantar tadi, mereka yang takut menghadapi pertemuan sederhana
      segelintir orang di wisma kelas dua, adalah either orang-orang
      paranoid yang dicekam ketakutan akan `bahaya laten' tertentu, atau
      orang-orang yang didikte kerakusan akan kekuasaan dan popularitas –
      kedua-duanya adalah orang-orang yang tak seharusnya dibenci, mereka
      justru patut dikasihani.

      Saya sendiri secara pribadi tumbuh di lingkaran agama Katholik, dan
      satu hal yang saya pelajari dari seorang Yesus (Nabi Isa) adalah
      ketika ia dianiaya, disalib, dan ditusuk, ia justru meminta kepada
      Allah untuk mengampuni mereka yang melakukannya. Saya yakin agama-
      agama lain pun sesungguhnya mengandung nilai kasih yang sama dalam
      doktrinnya. Mereka yang mengatas-namakan agama Islam untuk melakukan
      kekerasan adalah mereka yang misguided. Islam `yang mana' yang
      mereka bela? Faktanya mereka juga menyerang kaum Muslim – termasuk
      cendekiawan seperti Gus Dur, termasuk simpatisan maupun anggota
      Papernas yang juga beragama Islam. Saya yang non-Muslim tidak
      percaya bahwa mereka mewakili Islam, toh ada juga tokoh Islam
      seperti Abdul Ghafar Khan (Afghanistan) yang bisa disejajarkan
      dengan Gandhi.
      Sekali lagi, untuk kawan-kawan Papernas: Teruslah berjuang untuk
      kemanusiaan tanpa melanggar kemanusiaan!
    • juru selamat
      Kronologi Pembubaran Konferda II Partai Persatuan Pembebasan Nasional Kab Kendal Sabtu,14 April 2007 15.16 Peserta memasuki ruang sidang kembali. Sidang
      Message 2 of 2 , Apr 14 12:01 PM

         
        Kronologi Pembubaran Konferda II
        Partai Persatuan Pembebasan Nasional
        Kab Kendal
        Sabtu,14 April 2007
        15.16
        Peserta memasuki ruang sidang kembali. Sidang pertama dimulai
        08.15
        Panitia meluncur kelokasi dengan ditemani beberapa oragan pendukung papernas; Nopeng (Kp- SRMK Kendal), Entong (slanker Kendal) menemui pak Satir dan menjelaskan, kalo hari Kamis (13 April 07) didatangi dua orang yang mengaku dari kepolisian menyuruh pihak hotel untuk membatalkan/menolak acara konferda, yang membuat pihak hotel kebingungan. Hari berikutnya pihak hotel didatangi lagi oleh kedua orang tersebut ditambah dua orang laon lagi. Sementara pada hari yang sama pak Stir mendapatkan SMS, yang memberitakan: FPI sudah merapat dan akan menyerang konferda,kalo pihak hotel tidak membatalkan, mereka akan meyerang hotel juga.
        08.30
        Panitia memberikan penjelasan ke pihak hotel, vahwa partai kami partai legal, dan sudah mengirimkan ijin kepada kepolosian. Pihak hotel memahami penjelasan tsb, dan memberi ijin untuk menggunakan tempat tersebut. Kamar muali dibuka.
        09.00-09.10
        Pak Singgih, dari Kesbanglonmas Kendal datang ke lokasi, minta penjelasan berkaotan dengan acara Konferda II Kendal.
        09.10-09.20
        3 orang intel polres datang. Menyakan acara, panitia juga memberikan ad/art partai
        09.20-09.30
        Wakapolres Kendal datang ke lokasi, panitia menenui dan menjelaskan acara akan dimuali jam 13. wakapolres meninggalkan lokasi.
        09.30
        2 polisi dari polsek singorojo mendatangi lokasi dengan mengendarai mobil patroli polisi. Pihak hotel memberitahukan ke panitia, orang-orang yang datang hari kamis dan jumat, yang mendesak untuk membatalkan acara, ada dalam rombongan tersebut.
        10.00
        Para peserta sudah datang.(dari kecamatan gemuh), kemudian masuk ke ruang panitia
        11.00
        Kasdim kendal, dan 1 oarang sopir masuk kedalam hotel dan mengdakan pertemuan dengan pihak kepolisian serta hotel secara tertutup.
        11.15
        Panitia berbincang dengan kasat Intel Kendal, yang menyampaikan, kalau polisi sebenarnya bisa memaklumi, dan secara tidak langsung terbersit ada tekanan yang memang datang daro kodim. Maka kepolisia juga menganjurkan untuk membubarkan diri.
        11.30
        Kasat menyampaikan ke panitia, kalo acara ini tidak bisa dilanjutkan ( setelah mereka melakukan pertemuan, antara wakapolres, kasdim). Panitia masih nego, dan peserta belum datang semua, dan masih dalam perjalanan
        14.05
        Regritrasi dan pembagian kamar tetap berjalan.
        14.44
        Panitia memberikan briefing, serta mensnyampaikan informasi mengenai desakan untuk membatalkan acara. Panitia menawarkan, konferda akan dipersingkat.
        15.00
        coffebreak
        15.20
        Kasat intel masuk kedalam ruang sidang dan mnyuruh sidang untuk dicukupkan karena dianggap tidak sah, kalau tidak akan dibubarkan paksa. Negosiasi di upayakan. Secara tegas kami sampaikan juga, POLRI dalam hal ini tidak konsisten mengamakan wilayah-wilayah sipil dan kebesan berserikat. Polisi tidak independen, karena pembubaran tersebut dibawah tekan kodim dan koramil setempat
        15.30
        Wakapolres mengambil alih sidang, dengan merebut microfone, kemudian memberikan penjelasan polisi independen, tidak terpengaruh pihak manapun. Terbukti saat kongres dan konferda i jawa tengah polisi memberikan ijin dan pengamanan optimal. Wakapolres memberikan ultimatum, dengan waktu 5 menit untuk segera berkema-kemas dan meninggalkan lokasi.
        15.40
        Pnitia dan peserta yg lain sepakat untuk tidak akan bubar. Tapi kemudian dibubarkan secara paksa.











        * Konferda darurat akan diselenggarakan pada hari munggu 15 april 2007 secara tertutup


        Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
        Check out new cars at Yahoo! Autos.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.