Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Catatan Memperingati Hari Tani Nasional ke-46: Daya Upaya Menembus Kebuntuan

Expand Messages
  • Rumah Kiri
    Catatan Memperingati Hari Tani Nasional ke-46: Daya Upaya Menembus Kebuntuan Oleh Samsir Mohamad Membicarakan apalagi membahas sesuatu, diperlukan azas. Sebab
    Message 1 of 2 , Sep 24, 2006
    • 0 Attachment
      Catatan Memperingati Hari Tani Nasional ke-46: Daya Upaya Menembus
      Kebuntuan

      Oleh Samsir Mohamad

      Membicarakan apalagi membahas sesuatu, diperlukan azas. Sebab tanpa
      azas, kita akan melebar, lalu kesasar ke mana-mana, baik disengaja
      ataupun tidak. Dan mengenai hal-hal yang ganjil, sampai sebutlah
      keliru, kita menyibukkan diri mencari-cari pembenaran yang bisa
      menjerumuskan kita pada "dalih-berdalih", dan yang paling tinggi cuma
      membawa kita pada kebenaran yang semu. Yang saya maksud dengan azas
      ialah kebenaran yang sungguh, bukan semu, apalagi pengelabuan yang
      ramai dalih-berdalih. Dan untuk itu, kita perlu mempersiapkan pikiran
      kita supaya bekerja (memikir) beraturan. Tidak sesuka hati
      semau-maunya saja yang seringkali dituntun oleh ego. Kita berpikir,
      harus lurus dan benar. Lurus maknanya tidak boleh selingkuh, dan benar
      maknanya seperti adanya. Berpikir demikian akan membawa kita pada
      kebenaran yang sungguh dan menempuh proses untuk menembus kebuntuan.

      Selengkapnya silahkan baca di:
      http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=view&id=147&Itemid=2
    • fahmi yaya
      Untuk Presiden dan Wakil Rakyat Kau mengabdi pada tanah ini Gunung emas, gas dan minyak bumi Hutan, batubara dan tembaga Serta tanah yang memberimu nasi dan
      Message 2 of 2 , Sep 27, 2006
      • 0 Attachment
        Untuk Presiden dan Wakil Rakyat
         
         
        Kau mengabdi pada tanah ini
        Gunung emas, gas dan minyak bumi
        Hutan, batubara dan tembaga
        Serta tanah yang memberimu nasi dan air
        Telah ludes kau jual semua. Ya, semuanya.

        Ketika harga pupuk naik!!!!
        Mereka bilang "silahkan..."
        Ketika TDL dirancang untuk naik!!!!
        Mereka bilang "ya....ya....."
        Ketika anggaran pendidikan dan kesehatan harus
        di potong!!!
        Mereka bilang "harus...."
        Ketika Subsidi rakyat harus di cabut!!!!
        Mereka bilang "cabut saja..."

        Sialan dan bangsat betul mereka..
        Rakyat tak punya harga
        Tanah Terjual, tergadaikan


        Segera Berlawan!!!
        Itu kataku....Pasti.


        Liga DIY, 27 September 2006
         


        Apakah Anda Yahoo!?
        Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.