Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Pernyataan Sikap Bersama Atas Pelecehan Perempuan Oleh Wapres Jusuf Kalla

Expand Messages
  • yusfi wawan sepriyadi
    ... mengecam keras ... Pelecehan ... menu ... beban - ... kemiskinan ... MENGECAM ... menyerang ... kami ... meminta ... RAHIMA, ... Nani ... SH ... Pernyataan
    Message 1 of 3 , Jul 16, 2006
    • 0 Attachment
      --- In Diskusi-Pembebasan@yahoogroups.com, "spek-ham" <spek-ham@...>
      wrote:
      >
      > Dear Kawan,
      >
      > Kami juga mendukung sepenuhnya pernyataan sikap tersebut dan
      mengecam keras
      > pernyataan Wapres.
      >
      >
      > Salam,
      >
      > Indri Suparno (SPEK-HAM Surakarta)
      > Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan HAM
      > Griyan Baru 107 Perum Dosen UNS Solo 57171
      > telp/Fax : 0271-715012
      >
      > ----- Original Message -----
      > From: "ajsusmana" <ajsusmana@...>
      > To: <Diskusi-Pembebasan@yahoogroups.com>
      > Sent: Wednesday, July 12, 2006 12:56 PM
      > Subject: [Diskusi-Pembebasan] Pernyataan Sikap Bersama Atas
      Pelecehan
      > Perempuan Oleh Wapres Jusuf Kalla
      >
      >
      > Pernyataan Sikap Bersama
      > Atas Pelecehan Perempuan Oleh Wapres Jusuf Kalla
      >
      > Ditulis Oleh: Sikap Bersama
      >
      > Senin, 10 Juli 2006
      >
      > Berikut ini adalah Pernyataan Sikap bersama oleh berbagai organisasi
      > dan individu menentang pernyataan Wapres Jusuf Kalla pada 28 Juni
      > 2006 yang melecehkan kaum perempuan.
      >
      >
      >
      > Kembali kaum perempuan direndahkan di negeri ini, dilecehkan
      > martabatnya, bahkan dianggap sebagai barang dagangan dan sebagai
      menu
      > sajian untuk para tamu dari manca negara. Pelecehan dan penghinaan
      > terhadap perempuan ini terlontar dengan kata-kata ringan tanpa
      beban -
      > seakan mewakili kesadaran sejati yang menyatakan- pada sebuah acara
      > seminar tentang Turis dan hebatnya lagi pernyataan itu di lontarkan
      > oleh orang nomor dua di negara ini, Wakil Presiden Yusuf Kalla.
      >
      >
      > Pernyataan Wakil Presiden Yusuf Kalla: "Jika ada turis Timur Tengah
      > jalan-jalan ke puncak mencari janda,ya tidak apa-apa. Turis-turis
      > tersebut akan memberi banyak keuntungan kepada para janda, anak-
      > anaknya dan dunia hiburan Indonesia. Yusuf Kalla juga menambahkan "
      > kalau janda tersebut akan mendapatkan rumah yang layak , walau
      > kemudian para turis tersebut meninggalkan mereka, ya tidak apa-apa.
      > Karena anak-anak mereka akan punya gen yang bagus dan bisa menjadi
      > aktor dan aktris televisi yang cakep-cakep" (Jakarta Post, 29 Juni
      > 2006)
      >
      >
      > Dari pernyataan di atas adalah secara langsung:
      >
      > 1. Merendahkan martabat perempuan, karena perempuan hanya dianggap
      > sebagai pelayan seksual bagi turis-turis yang datang ke Indonesia
      >
      > 2. Melegalkan memperdagangkan terhadap perempuan
      >
      > 3. Melepaskan tanggung jawab untuk melindungi perempuan
      >
      > 4. Melepaskan tanggung jawab pemerintah atas kesejahteraan
      > perempuan dari tingkat produktifitasnya (kualitas perempuan)
      >
      > 5. Menujukkan tidak adanya kepekaan atas akar persoalan pemiskinan
      > perempuan.
      >
      > 6. Bersifat rasis (merendahkan satu ras dan mengunggulkan ras
      > manusia yang lain)
      >
      > 7. Kemiskinan solusi atau jalan keluar atas problematika
      kemiskinan
      > masyarakat, dan cenderung mengabsahkan masyarakat (terutama
      > perempuan) sebagai obyek penarik kapital.
      >
      >
      >
      > Kami dari berbagai organisasi/LSM perempuan, LSM dan organisasi pro
      > demokrasi yang peduli terhadap persoalan-persoalan perempuan
      MENGECAM
      > KERAS pernyataan yang dikeluarkan oleh Yusuf Kalla. Pernyataan
      > tersebut SANGAT melecehkan kaum perempuan, berpotensi besar
      menyerang
      > hak-hak kaum perempuan, bertentangan dengan hak asasi manusia.
      >
      >
      > Dan dengan tegas kami menuntut:
      >
      > 1. Kepada Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk mencabut pernyataannya
      > dan meminta maaf secara terbuka kepada kaum perempuan Indonesia
      > disampaikan lewat media massa. Bila hal ini tidak dilakukan maka
      kami
      > akan mengambil langkah hukum yang diperlukan.
      >
      > 2. Kepada pimpinan MPR dan DPR RI untuk bertindak tegas dan
      meminta
      > klarifikasi atas pernyataan Wapres
      >
      > 3. Kepada pemerintahan SBY-JK untuk menyediakan lapangan pekerjaan
      > yang bermartabat dan menyejahterakan kaum perempuan.
      >
      >
      > Saat ini serangan terhadap kaum perempuan terus-menerus dilakukan
      > oleh pemerintah, baik itu pemerintahan nasional maupun pemerintah
      > daerah, sebagai bentuk ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi
      > persoalan kemiskinan. Kesemuanya itu diperlihatkan dengan kasat mata
      > dari produk hukum/perundang-undangan yang dihasilkan oleh
      pemerintah:
      > RUU APP, Perda-perda, RUU Traffiking dan ditambah lagi dengan
      > pernyataan Yusuf Kalla tersebut. Kepentingan pemerintah untuk
      > melindungi dan mensejahterakan kaum perempuan semakin hari semakin
      > merosot. Kaum perempuan di paksa untuk kembali pada wilayah domestik
      > yang sama artinya pembodohan terhadap kaum perempuan.
      >
      >
      > Terakhir, kami serukan kepada seluruh perempuan Indonesia untuk
      > menggalang persatuan demi terwujudnya pembebasan perempuan yang
      > sejati.
      >
      >
      >
      > Jakarta, 30 Juni 2006
      >
      >
      > Lembaga:
      >
      > Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika, Divisi Perempuan dan Politik
      > Cetro, Kalyanamitra, SEKAR, Fatayat NU, GPSP, Srikandi Demokrasi
      > Indonesia, Seknas Fitra, CIBA, Yappika, PEKKA, PPSW, MG Perempuan,
      > INFID, Migrant Care, LBH Semarang, FPMP Sulsel, KPI Sulsel, SP Angin
      > Mamiri, FP3 Barru, LBH Apik Sulsel, Rekan Anak dan Perempuan,
      RAHIMA,
      > ICDHRE-Jombang, Walhi, LBH Apik Pontianak, Kapal Perempuan, Nadi,
      > KPI, Perserikatan OWA, KPI Jojgakarta, Walhi, LNH Apik Pontianak,
      > PPSW Borneo, Germawan Kalbar, Piar NTT, PKBH Bengkulu, WCC Cahaya
      > Perempuan-Bengkulu.
      >
      >
      > Individu:
      >
      > Ani Soetjipto, Magdalena Sitorus, Zohra Andi Basso, Ida I Khouw,
      Nani
      > Zulminarni, Andi Nurhanjayani, R Agustini, Aflina Mustafaina, Wahid
      > Rustam, Ansi Alma, Marlina Palo, Macelian May, Syamsiah, Febriana
      > Nirwana, Asmawati Salam, Rasmiati Rashid, Adwin Sute, M. Natsir,
      > Siswan Amrullah, Agus Hamonangan, Irawati, Hanisa, Misnah Hatta,
      > Hadjar Ismail, M Tomo, Amisuddin, Husaima Husen, Lusi Palulungan,
      > Ambo Mase, Ucu Rubiah, Eko Sulastri, Indarmini Rasyid, Haniah, Tria
      > Amelia, Judi Rahardjo, Novi, Sutji, Erni, Soe Tjen Marching, Esthi
      SH
      >
      >
      > http://www.prd-online.or.id/id/index.php?
      > option=com_content&task=view&id=191&Itemid=1
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Untuk keluar dari keanggotaan forum ini, kirimkan e-mail ke:
      > Diskusi-Pembebasan-unsubscribe@yahoogroups.com
      >
      >
      > Yahoo! Groups Links
      >



      Pernyataan yusuf kallla sangatlah merendahkan ,penghinaan terhadap
      kaum perempuan sama aja dengan penghinaan terhadap para ibu ....mudah
      mudahan Tuhan melaknat bpernyataan tersebut ....dan mudah mudahan dia
      turun dalam waktu dekat ini ....
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.