Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

P#35: Kursi Kosong

Expand Messages
  • Dadang Kadarusman
    P#35: Kursi Kosong   Hore! Hari Baru, Teman-teman.   Pernahkah di kantor Anda ada kejadian begini; atasan Anda tiba-tiba saja keluar. Atau, mendadak
    Message 1 of 1 , Dec 2, 2012
      P#35: Kursi Kosong
       
      Hore!
      Hari Baru, Teman-teman.
       
      Pernahkah di kantor Anda ada kejadian begini;
      atasan Anda tiba-tiba saja keluar. Atau, mendadak dipindahkan ke bagian lain.
      Sehingga sekarang, kursi jabatannya kosong? Jika Anda belum pernah mengalami
      kejadian itu, anggap saja besok atau lusa hal itu akan terjadi. Karena
      bagaimana pun juga, cepat atau lambat peristiwa itu akan terjadi juga di tempat
      kerja Anda. Lantas apakah artinya hal itu bagi Anda? Itu berarti peluang bagi
      Anda, untuk masuk kedalam bursa pemilihan kandidat penggantinya. Pertanyaannya
      adalah; sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk menyongsong tibanya momen istimewa
      itu?
       
      Ketika Jennifer Sheppard yang menjabat sebagai
      Direktur NCIS tewas dalam baku tembak dengan 5 kriminal politik kelas kakap,
      terjadi kekosongan posisi sebagai pimpinan. Kursi kosong yang ditinggalkan oleh
      Jenny Sheppard itu kemudian ditempati oleh Asisten Direkturnya yaitu Leon Vance
      yang dipromosikan menjadi Direktur. Tidak aneh ya, jika asisten direktur
      kemudian dipromosi menjadi direktur. Di kantor kita juga banyak kejadian
      seperti itu. Jika seseorang pensiun atau meninggalkan jabatannya, maka orang paling
      senior dari teamnya yang menggantikan posisinya. Semacam antrian urut kacang. Jika
      atasan Anda pensiun. Atau mendapatkan tugas baru. Atau meninggalkan perusahaan;
      apakah Anda bisa menggantikannya menduduki kursi kosong yang ditinggalkannya?
       
      Ketika Kolonel Eleanor Grant tewas dalam sebuah duel
      menghasilkan ledakan bom, Section 20 kembali kehilangan pemimpinnya. Secara
      hierarki, ada Mayor Oliver Sinclair sebagai tangan kanan Sang Kolonel yang
      biasa mengelola seluruh operasi sekaligus memandu team lapangan dengan kahlian
      strategis berteknologi tinggi. Mayor Oliver Sinclair kala itu menjabat sebagai
      Chief Intelligence Officer.  Sinclain
      sedang memimpin rapat seluruh anggota team sesaat setelah kematian Grant. Dalam
      rapat itu Sinclair mengatakan bahwa dia akan memperkenalkan pimpinan baru unit
      tersebut. Tentu semua anak buahnya paham siapa yang dimaksud. Lagi pula, tidak
      ada orang lain lagi disitu. Tapi, semua orang kemudian terkejut ketika Sinclair
      mengatakan;”Ucapkan selamat datang kepada Mayor Dalton….” Ternyata, yang
      menggantikan Kolonel Grant bukanlah orang yang mereka duga. Melainkan Rachel
      Dalton yang sama sekali bukan bagian dari team mereka. Dalton adalah orang luar
      yang tiba-tiba diangkat menjadi pemimpin bagi mereka. Apakah hal seperti ini
      juga terjadi di perusahaan Anda?
       
      Ya. Banyak kursi kosong di lingkungan kerja kita tidak
      diisi oleh orang-orang dari dalam organisasi sendiri. Melainkan ditempati oleh
      orang yang direkrut dari luar. Khususnya posisi-posisi yang sangat strategis.
      Jelas sekali jika kita semua menginginkan sang pengganti itu datang dari dalam perusahaan.
      Selain menandakan proses suksesi yang baik, hal itu juga memberikan harapan
      yang besar kepada karyawan untuk meraih pencapaian tinggi dalam karirnya.
      Pertanda bahwa perusahaan ini bisa menjadi tempat yang baik untuk memupuk
      harapan. Tapi, kenyataannya; kebanyakan perusahaan lebih suka merekrut orang
      dari luar daripada mempromosikan talenta dari dalam.
       
      Emangnya masalah buat eloh? Hmmh… mungkin. Tetapi
      bukan berarti kita layak mempermasalahkan keputusan perusahaan itu. Bagaimana
      pun juga, management mempunyai hak untuk menentukan siapa yang layak menduduki
      kursi kosong itu. Lantas masih adakah tindakan yang bisa kita lakukan kalau
      keadaannya seperti itu? Ada. Yaitu; melakukan introspeksi diri. Merenungkan;
      mengapa kita belum dinilai layak untuk menduduki posisi itu? Hanya melalui
      proses perenungan itu, kita bisa mendapatkan jawaban yang paling obyektif.
       
      Dalam banyak situasi, kita bisa melihat jika suatu
      jabatan ditinggalkan; maka anak buahnya berancang-ancang untuk saling rebutan.
      Misalnya, ada seorang atasan keluar. Maka dua atau tiga anak buah yang paling
      senior sudah langsung ke-GR-an berharap agar dirinya yang naik menggantikan
      atasannya. Mereka rebutan untuk mengisi kursi kosong itu. Tidak jarang, cara
      mereka hanya fokus pada balapan mencari simpati atau lomba-baik-baikan
      dihadapan management. Padahal, management yang pinter; bisa merasakan, betapa
      kikuknya cara mereka bersikap sejak kepergian atasannya. Dan semakin kikuk
      mereka, semakin jelas sinyal yang memancarkan informasi bahwa; mereka, belum
      layak menjadi penggantinya.
       
      Lantas, bagaimana seharusnya kita bersikap? Sikap
      kita sebaiknya tidak berubah. Tetap saja natural seperti biasanya. Tidak usah
      berubah barang sedikit pun. Hal ini membantu management untuk menilai secara
      obyektif, kesiapan dan kematangan diri Anda. Lho, kalau sikap kita biasa-biasa
      saja; bagaimana mungkin kita bisa menunjukkan keunggulan dibandingkan dengan
      teman kita yang lain? Hey…., ingatlah ini baik-baik; keunggulan yang sesungguhnya
      bukanlah keunggulan yang terlihat pada saat-saat tertentu. Melainkan keunggulan
      yang secara konsisten kita perlihatkan setiap hari. Oleh karena itu
      sahabatku, jika Anda ingin terlihat unggul dari orang lain; maka Anda harus
      memperlihatkan keunggulan itu sepanjang waktu. Setiap hari ketika Anda
      menjalani hari-hari kerja Anda, tunjukkan keunggulan itu.
       
      Jangan menunggu atasan Anda pergi dulu. Sekaranglah
      saatnya Anda tunjukkan bahwa Anda punya kualitas yang sekelas dengan atasan
      Anda. Bukan nanti setelah dia hengkang. Sekarang. Supaya top management tahu
      bahwa sebenarnya Anda mempunyai kapasitas yang lebih tinggi dari pada jabatan
      atau posisi yang saat ini Anda sandang. Biarkan mereka memikirkan posisi apa
      yang cocok untuk orang yang mempunyai kapasitas tinggi seperti itu.  Karena mereka tahu, dimana dan kapan sebuah
      kursi akan kosong. Bahkan mereka tahu bagaimana caranya membuat sebuah kursi
      kosong dari titik nol. Dengan begitu, karir Anda tidak ditentukan oleh
      kepergian atasan Anda. Mending kalau atasan Anda pergi. Kalau dia nongkrong
      terus disitu, bagaimana?
       
      Jadi apa kuncinya? Kuncinya adalah; setiap
      hari, tunjukkanlah kualitas dan kapasitas diri Anda yang lebih tinggi dari
      jabatan atau posisi yang Anda pegang sekarang. Supaya top management tahu
      sejak jauh-jauh hari jika Anda memang layak menduduki posisi lebih tinggi.
      Entah atasan Anda yang pergi. Ataukah atasan di team lain yang pergi. Anda
      selalu punya peluang untuk menduduki kursi kosong yang ditinggalkannya.
      Ataukah, mungkin juga top management menyediakan kursi kosong khusus untuk
      menampung kapasitas besar orang-orang seperti Anda. Berani mengambil peluang
      itu? Ayo mulai sekarang juga. Bagusin cara, dan hasil kerja Anda.
       
      Salam hormat,
      Mari Berbagi
      Semangat!
      DEKA – Dadang
      Kadarusman – 3 Desember
      2012
      Leadership and Personnel Development
      Trainer
      0812 19899 737 or Ms. Vivi
      at 0812 1040 3327
       
      Catatan
      Kaki:
      Kursi kosong itu bukan untuk ditunggu. Melainkan diciptakan
      melalui pembuktian kapasitas diri Anda yang tercermin dalam kualitas pekerjaan dan
      cara kerja Anda sehari-hari.
       
      Ingin
      mendapatkan kiriman artikel “P
      (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/
       
      Silakan di-share jika naskah ini Anda
      nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu.
      Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda
      tidak berkurang karenanya.
       
      Salam hormat,
      Mari Berbagi Semangat!
      DEKA - Dadang Kadarusman
      www.dadangkadarusman.com
      Dare to invite Dadang to speak for your company? 
      Call him @ 0812 19899 737 or Ms. Vivi @ 0812 1040 3327

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.