Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

S#11: Mendaki Puncak Ketulusan

Expand Messages
  • Dadang Kadarusman
    S#11: Mendaki Puncak Ketulusan   Hore! Hari Baru, Teman-teman.   Tuluskah Anda ketika melakukan suatu kebaikan bagi orang lain? Maaf saya lancang bertanya
    Message 1 of 1 , Nov 22, 2012
    • 0 Attachment
      S#11: Mendaki Puncak Ketulusan
       
      Hore!
      Hari
      Baru, Teman-teman.
       
      Tuluskah Anda ketika melakukan suatu kebaikan bagi orang lain? Maaf saya
      lancang bertanya begitu. Soalnya, di lingkungan masyarakat kita sudah sejak
      lama tertanam kepercayaan bahwa tidak ada yang benar-benar tulus didunia ini. Ketika
      seseorang berbuat kebaikan, nyaris bisa dipastikan jika dia mengharapkan
      balasan atas kebaikannya itu. Wajar saja kan? Orang yang berbuat baik
      mengharapkan kebaikan juga. Apa salahnya? Tidak salah. Bahkan hukum alam pun
      memang sudah berlaku demikian. Yang membuat keadaan menjadi tidak karuan adalah
      ketika kita tidak lagi percaya kepada hukum alam itu. Kita ragu, jika alam akan
      menjalankan hukumnya. Sehingga ketika kita melakukan kebaikan, kita lantang menuntut
      balasannya. Apalagi dizaman ketika kedudukan dan jabatan bisa dibeli dengan
      suara para pemilih. Kita, sudah sekalian memperdayainya. Makanya, ketika
      balasan kebaikan yang kita lakukan itu tidak seperti yang kita harapkan; karpet
      yang sudah ‘disumbangkan’ ke tempat ibadah pun diambil kembali. Jadi, tuluskah
      Anda dengan kebaikan yang Anda lakukan itu?
       
      Nafkah dari rezeki yang saya dapatkan, boleh dibilang bukan dari hasil
      usaha saya sendiri. Memang, saya kadang mengirimkan proposal training kepada
      kenalan. Teman. Atau Divisi HRD diperusahaan-perusahaan. Siapa tahu mereka mau
      menggunakan jasa pelatihan saya. Namun secara statistik, pekerjaan pelatihan
      yang saya dapatkan pada umumnya bukan hasil dari pengiriman proposal itu.
      Melainkan dari orang-orang yang secara diam-diam merekomendasikan saya kepada
      pengambil keputusan yang saya tidak bisa menjangkaunya. Faktanya, sekitar 99%
      proposal saya tidak direspon. Tidak digubris sama sekali. Bahkan mungkin saja,
      dibaca pun tidak. Siapa yang tahu? Tapi bagaimana saya bisa tetap bertahan dalam
      profesi ini hingga sejauh ini? Utamanya berkat jasa dan kontribusi dari
      orang-orang yang tidak saya ketahui itu. Mereka menolong saya untuk mendapatkan
      nafkah.
       
      Hal inilah yang selalu membuat batin saya tergetar.
      Setiap kali saya bertanya kepada klien saya;”Dari mana Anda mengenal
      saya?”
      Ketika mereka mengatakan;”Ada salah seorang staff kami yang
      merekomendasikan Bapak…..” Dan ketika beliau menyebut namanya, saya bisa
      pastikan bahwa kami tidak saling mengenal satu sama lain. Saya tergetar
      menemukan betapa ketulusan mereka sudah sampai di puncak tertingginya. Sehingga
      hanya layak dibalas dengan kemuliaan yang tertinggi pula.
       
      Bukan satu atau dua kali kejadian, ketika Presiden Direktur atau pejabat
      tinggi perusahaan klien saya bertanya;”Kang Dadang sudah sering komunikasi
      dengan Mas Bla Bla Bla, ya?”
       
      Setiap kali pertanyaan itu diajukan, batin saya kembali bergetar. Betapa
      baiknya Mas dan Mbak Bla Bla Bla itu. Mereka tidak pernah bicara dengan saya. Tidak
      pernah bertemu dengan saya. Namun mereka begitu peduli kepada saya. Dan
      bersedia menjadikan dirinya sebagai jalan Tuhan demi mengalirnya nafkah dan
      rezeki untuk saya.
       
      Kepada orang-orang seperti ini. Kita tidak lagi perlu bertanya; Tuluskah
      Anda ketika melakukan suatu kebaikan bagi orang lain? Sudah pasti tulusnya.
      Karena mereka sama sekali tidak menuntut apapun atas apa yang mereka lakukan
      untuk orang lain. Dengan sikap dan caranya berkontribusi kepada kesuksesan
      orang lain, mereka sudah berhasil mendaki hingga ke puncak dari segala
      ketulusan.
       
      Boleh jadi. Anda. Adalah salah satu dari orang-orang yang sedang saya
      bicarakan ini. Maka tidak ada balasan apapun yang bisa saya berikan kepada
      kebaikan Anda. Kenapa? Karena saya tidak akan pernah mampu membalas sebuah
      kebaikan yang dilakukan seseorang dengan tulus. Hampir seperti halnya tidak ada
      kebaikan yang bisa menebus segala kebaikan dan pengorbanan seorang Ibu. Oleh
      karenanya, imbalan terbaik yang layak diterima oleh orang-orang yang tulus
      seperti Anda hanyalah yang datang dari Dzat yang sanggup memberikan balasan 700
      kali lipat. Bahkan Dia, yang dengan sesuka hatiNya berkuasa untuk
      melipatgandakannya lagi. Kepada siapa saja yang dikehendakiNya.
       
      Jika tetangga Anda mengirimkan semangkuk sayur lodeh. Lalu Anda
      mengembalikan mangkuk itu dengan berisikan gulai kambing. Maka Anda dan
      tetangga Anda itu sudah sama-sama melakukan kebaikan. Namun nilai kebaikan Anda
      tetap belum sepadan dengan nilai kebaikan yang tetangga Anda lakukan. Mengapa? Anda,
      mengirimkan gulai kambing itu karena tetangga Anda mengirimkan sayur lodeh.
      Sedangkan tetangga Anda, mengirimkan sayur lodehnya bahkan ketika dia tidak
      tahu apakah Anda akan memberi balasan atau tidak. Dia mengharapkan balasan
      bukan dari Anda, melainkan dari Sang Maha Penyedia Pahala.
       
      Saya pun demikian. Tidak mungkin bisa membalas sebanding dengan kebaikan
      yang sudah Anda berikan kepada saya. Anda, hanya akan bisa menyamai kebaikan
      tetangga Anda itu jika Anda bisa mendaki hingga ke puncak segala kebaikan
      seperti dirinya. Yaitu ketika Anda menemukan momen untuk terlebih dahulu
      melakukan kebaikan kepada mereka. Dengan sebuah kebaikan yang Anda sama sekali
      tidak mengharapkan imbalan apapun darinya. Dan saya, hanya bisa mengimbangi
      kebaikan yang sama seperti yang Anda lakukan, jika dan hanya jika saya bisa
      melakukan sesuatu untuk Anda. Tanpa Anda memintanya. Dan tanpa saya
      mengharapkan imbalan apapun dari Anda. Dan saya tidak tahu; apakah saya mampu
      melakukan itu. Jika pun mampu, apakah saya mau melakukannya. Mungkin saja hati
      ini tidak tergerak untuk berbuat baik seperti Anda telah berbuat baik kepada
      orang lain.
       
      Kenyataannya, banyak orang yang mempunyai kemampuan. Kelapangan. Dan keleluasaan
      untuk berbuat kebaikan bagi orang lain. Tapi mereka tidak melakukannya. Hal ini
      menunjukkan bahwa puncak segala ketulusan itu tidak untuk semua orang. Hanya
      sedikit yang mampu mendakinya. Yaitu mereka yang bersedia mendengarkan ketika
      hatinya digerakkan oleh Firman Tuhan; “Berbuat baiklah. Sebagaimana Tuhan telah
      berbuat baik kepada engkau.” Mungkin tidak semua orang pernah membaca
      teks firman dalam surah 28 (Al-Qasas) ayat 77 itu. Namun, sungguh: dalam
      penciptaan setiap jiwa Tuhan telah melengkapi dengan hati nurani, yang
      senantiasa bisa mendengar malaikat membacakannya melalui telinga hati mereka.
      Dan semoga. Kita bisa terus mendaki. Hingga sampai di puncak ketulusan yang
      paling tinggi.
       
      Salam hormat,
      Mari Berbagi
      Semangat!
      DEKA – Dadang
      Kadarusman – 23 November
      2012
      Leadership, Career and
      People Develompent Trainer
      0812 19899 737 or Ms. Vivi
      at 0812 1040 3327
       
      Catatan Kaki:
      Tidak ada orang yang bisa membalas kebaikan orang-orang
      yang tulus. Karenanya, Tuhan menyediakan imbalan secara khusus atas ketulusan
      yang mereka miliki.
       
      Ingin
      mendapatkan kiriman “S(=Spiritualism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/
       
      Silakan di-share jika naskah ini Anda
      nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu.
      Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda
      tidak berkurang karenanya.
       
      Salam hormat,
      Mari Berbagi Semangat!
      DEKA - Dadang Kadarusman
      www.dadangkadarusman.com
      Wanna get in touch with Dadang? 
      Call him @ 0812 19899 737 or Ms. Vivi @ 0812 1040 3327

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.