Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

DIAGNOSA THYPUS

Expand Messages
  • Wavie
    Di bawah ini ada artikel-nya yang ditulis oleh Prof. DR Iwan Dharmansyah. Juga saya lampirkan jawaban email dari dokter Wati, dokter Ian dan dokter Hardiono
    Message 1 of 5 , Jan 29, 2007
    • 0 Attachment
      Di bawah ini ada artikel-nya yang ditulis oleh Prof. DR Iwan
      Dharmansyah.
      Juga saya lampirkan jawaban email dari dokter Wati, dokter Ian dan
      dokter Hardiono yang berkaitan dengan diagnosa Thypus.
      Semoga membantu ya

      Salam,
      ---------------------------------------------------------------------

      GAL CULTURE - SITARASTI - 310505
      Kok demam 2 hari sudah periksa gal culture.
      Tifus kan kita curigai kalau demamnya sudah lebih 5 hari dengan
      gejala lain
      coba deh kamu browse typhus
      Kasihan kan anakmu diperiksa darah .. trauma ... dan ingat setiap
      kali kita
      menusuk kulit ... kita potensial memasukkan kuman
      wati
      ==============

      From: "Hardiono Pusponegoro" <hardionodp@...>
      Date: Thu Jun 1, 2006 9:05 am
      Subject: Penjelasan typus was Re: penyakit typhus pls advice

      Betul..betull. Ini Ibu memang toppp...

      Tifus baru dipikirkan pada anak lebih dari 3 tahun , sudah
      demam 5 hari atau lebih. Kalau baru 1-2 hari pikirkan infeksi virus
      dulu.
      Celakanya, kalau baru 1-2 hari diperiksa Widal dan positif, langsung
      dianggap tifus.

      Dr. Hardiono D. Pusponegoro

      On 5/30/06, Intan, Indah Nuragustin <intanin@...> wrote:

      Dear Dokter,

      Pada kasus di bawah ini, ada yang ingin saya tanyakan:
      - Saya pernah baca, bahwa widal bukanlah cara untuk mendeteksi
      typus. Karena kita yg hidup di Indonesia yg tingkat sanitasinya
      kurang baik, maka kalau di-test widal pasti akan positif. Cara utk
      menegakkan diagnosa typus adl dgn GAL Culture. Mohon penjelasannya

      - Pada kasus anak mba Femmy, mulai panas Sabtu siang, lalu turun,
      Senin pagi cek darah. Belum 72 jam. Apakah efektif melakukan cek
      darah pada pola demam seperti itu ?

      - Kalau saya lihat masalah anaknya mba Femmy, apakah sepertinya dia
      terkena virus saja. Dan bukan typus. cmiiw

      - Sejauh yg saya tahu, typus tdk akan menyerang anak usia di bawah 3
      tahun. Karena makanannya masih terjaga dengan baik. Dokter, cmiiw
      yaa ...

      Sebelumnya thanks atas penjelasan dokter. Mba Femmy, maaf tidak
      bantu, malah nambah pertanyaan

      Salam,
      ============
      From: "najwa safina" <ian_pokian@...>

      Demam typus :
      Terjadi pada anak > 3 tahun yang sudah jajan diluar: (bakteri
      salmonela
      tiiphy)
      awalnya demam tidak terlalu tinggi namun semkin lama semakin tinggi
      terutama malam hari. Demam berlangsung lebih dr 5 hari
      sakit perut atau ulu hati
      BAB mencret atau kosntipasi
      lidah kotor dan tremor (bergetar bila dijulurkan)
      ============

      Widal Positif Belum Tentu Tifus

      Prof.Dr. Iwan Darmansjah, SpFK

      Bila musim sedang berganti di Indonesia, terutama di kota-kota
      besar, sering ditemukan penyakit tifus yang merupakan penyakit usus
      halus. Penyebabnya beberapa tipe kuman Salmonella typhi.

      Kuman tifus terutama dibawa oleh air dan makanan yang tercemar,
      karena sumber air minum di Jakarta, umpamanya, kurang memenuhi
      syarat. Sayuran dapat saja dicuci dengan air kali yang juga dipakai
      untuk penampungan limbah. Kakus pun berakhir di got atau kali.
      Padahal kuman tifus berasal dari kotoran manusia yang sedang sakit
      tifus. Karena kota-kota besar merupakan kakus terbuka raksasa, maka
      kuman tifus pun berada dalam banyak minuman dan makanan yang lolos
      oleh proses memasak.

      Keadaan itu menyebabkan kenyataan : mungkin tidak ada orang di
      Jakarta yang tidak pernah menelan kuman tifus ! Bila hanya sedikit
      kuman yang terminum, biasanya orang tidak terkena tifus. Namun,
      kuman yang sedikit demi sedikit masuk ke tubuh menimbulkan suatu
      reaksi imun yang dapat dipantau dari darah; dikenal dengan reaksi
      Widal yang positif.

      Seseorang di Indonesia yang mempunyai reaksi Widal positif, belum
      berarti sakit tifus. Tapi bila reaksi Widal positif ini terjadi
      seumpama di Swiss, dan orang itu tidak pernah makan di pinggir jalan
      Jakarta serta tidak pernah diberi vaksin tifus, maka kemungkinan ia
      benar menderita tifus. Di negara maju sistem pembuangan limbah
      disalurkan melalui pipa-pipa tertutup sehingga tidak bercampur
      dengan kotoran manusia.

      Dewasa ini pemeriksaan Widal di laboratorium umum dilakukan begitu
      terdapat demam 1-3 hari. Bila reaksi Widal ditemukan positif, orang
      menjadi gelisah. Kadang-kadang ia makan obat antibiotik sendiri atau
      memperlihatkan hasil laboratorium itu kepada dokter. Sering terjadi,
      dokter langsung memberikan obat tifus kepadanya.

      Widal, seperti semua hasil laboratorium, harus diinterpretasikan
      dengan bijak. Tanda-tanda klinis penderita harus lebih diutamakan
      daripada reaksi Widal yang positif. Mengapa ? Karena hampir semua
      orang di Indonesia mempunyai reaksi Widal positif tanpa sakit tifus.
      Penderita tifus mulai demam rendah (subfebril) malam hari, hilang
      esoknya, terulang lagi malamnya, menjadi makin hari makin tinggi.
      Mulainya malam saja, kemudian siang juga. Tifus tidak pernah mulai
      dengan demam tinggi pada hari pertama sampai ketiga. Bila demam
      terus berlanjut dan pada hari ke 5 - 6 menjadi lebih tinggi, maka
      barulah tiba waktunya untuk memeriksa Widal dan melakukan pembiakan
      kuman dari darah. Hasil pembiakan kuman tifus yang positif merupakan
      bukti pasti adanya tifus. Sayangnya, hasil kultur kuman ini baru
      diketahui sesudah satu minggu (diluar negeri dalam 2 - 3 hari, dan
      ini merupakan tantangan untuk laboratorium kita).

      Angka reaksi Widal sendiri tidak ada artinya, karena naiknya suhu
      yang khas, perlahan, sampai tercapai suhu tinggi sesudah 5 - 6 hari
      merupakan simtom yang lebih penting untuk menduga adanya tifus.
      Demam tinggi yang terjadi sampai 4 - 5 hari, tanpa tanda-tanda
      infeksi kuman yang jelas, lebih dari 90% kemungkinannya ialah
      infeksi oleh virus, yang tidak perlu diberi antibiotika.

      Berbeda dengan diet zaman dulu, kini tifus tidak memerlukan diet
      bubur yang ketat; nasi agak lembek sudah cukup. Daging, telur, ikan,
      ayam, tahu, tempe, sedikit sayur, dan buah boleh saja. Namun, yang
      pedas dan keras seperti kacang sebaiknya dihindarkan. Yang lebih
      penting ialah istirahat (tidur terlentang) sepanjang hari, sampai
      panas turun selama beberapa hari.

      Bila dirawat di rumah ia masih diperbolehkan berdiri dan jalan
      perlahan hanya satu kali sehari untuk buang hajat. Kencing dilakukan
      di tempat tidur saja. Suhu perlu dicatat empat kali sehari untuk
      ditunjukkan pada dokter yang merawat. Namun, penderita dilarang
      pergi ke tempat praktek dokter. Banyak pergerakan menyebabkan suhu
      naik lagi, karena kuman terlepas dari tempat perkembangannya di usus
      masuk ke dalam darah. Pergerakan banyak juga menimbulkan risiko usus
      pecah pada minggu ke 3 - 4. Dengan perawatan ini dan obat antitifus
      yang khusus, demam baru akan turun dalam 4 - 8 hari. Bila panas
      sudah turun dalam 1 - 2 hari setelah pengobatan, kemungkinan bukan
      tifus yang diderita.


      Sekali Lagi Mengenai Test Widal Utk Tifus

      Seorang wanita, 13 thn, yang bertubuh besar dan biasanya sehat,
      datang dengan demam 6 hari. Demam tidak terlalu tinggi dan datang
      hilang selama 5 hari dan terukur 39.5° C di kamar praktek. Pasien
      diantar ayahnya, membawa hasil laboratorium (inisiatif sendiri),
      termasuk nilai titer Widal (antara 0 dan 1/160) yang semuanya
      normal. Ia mengeluh sakit kepala dan mual sebagai keluhan utama,
      serta berak encer 1 kali. Wajahnya menunjukkan ia menderita ringan
      saja. Saya beri surat periksa labor untuk tes urine lengkap dan
      kultur darah, yang hasilnya baru akan diperoleh beberapa hari lagi.
      Dengan diagnosis klinis tifus saya beri siprofloksasin dengan pesan
      tidak boleh jalan dan istirahat tidur di rumah. Tanggal 14 Des demam
      naik 40.1°C dan karena ayah panik, pasien dirawat di RS PI, dimana
      ia diberi infus cefotaxime. Tgl 16 Des saya menerima SMS ,
      menyatakan hasil kultur darah tifus positif.

      Apakah Tes Widal harus dilakukan pada semua pasien demam?

      Sejak beberapa tahun terakhir pemeriksaan tes Widal menjadi rutin
      men-screen penderita demam untuk penyakit tifus. Kebiasaan ini hanya
      terjadi di Indonesia. Entah asal mulanya dari mana sulit dilacak,
      karena hampir semua dokter spesialis dan umum melakukannya secara
      salah kaprah kolektif. Hal ini begitu menyolok, sehingga pasien
      sendiri meminta labor melakukannya bila demam. Pengelola labor-pun
      secara tidak etis menawarkan test ini kepada setiap pasien yang lagi
      demam. Pada hal, semua dokter harus tahu bahwa nilai titer Widal
      tidak bisa dipakai untuk mendiagnosis tifus. Semua buku kedokteran
      juga tidak ada yang akan membenarkannya. Sehingga tujuan komersial
      oleh para pelaku tidak bisa disingkirkan.

      Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman
      Salmonella typhi / paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman
      dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit
      tifus. Jakarta dan Indonesia merupakan reservoir raksaksa kuman
      salmonella dan lainnya. Semua manusia di Indonesia pasti pernah
      kemasukan kuman salmonella melalui food-chain ini. Bila kebetulan
      jumlah kuman yang tertelan cukup besar mungkin akan timbul penyakit
      tifus yang terutama ditandai oleh demam berkepanjangan sebagai ciri
      khas. Namun tidak semua demam adalah tifus. Tifus perlu dicurigai
      bila demam berlanjut sedikitnya 6-7 hari. Juga demam tifus pada
      hari2 permulaan hanya ringan, tidak konstan, naik-turun, dan hanya
      setelah 5-7 hari akan tinggi menetap, disertai badan pegal dan sakit
      kepala, serta kadang2 mual dan diare ringan. Diagnosis tifus bisa
      dicurigai setelah demam sekitar seminggu ditambah gejala2 diatas.
      Secara statistik juga demam tanpa adanya gejala positif yang
      mengarah ke penyakit lain, kemungkinan tifus adalah yang paling
      besar di Jakarta. Hal ini juga ditopang oleh musim kemarau dan
      banjir yang membawa kuman salmonella.

      Pemeriksaan labor untuk konfirmasi kecurigaan tadi ialah kultur
      darah, dilakukan sewaktu ada demam tinggi yang merupakan pertanda
      bahwa kuman sedang menyebar dalam darah (sehingga lebih mudah
      dikultur). Kultur tidak bia dilakukan pada hari2 permulaan demam
      karena cenderung masih negatif. Kita harus menunggu hingga demam
      sudah tinggi dan konstan. Sayangnya hasil kultur untuk kepastian
      diagnosanya baru diperoleh setelah 4-6 hari. Namun pengobatan sudah
      bisa dilakukan atas dasar penilaian klinis, sambil menunggu hasil
      kultur.
      Test Widal tidak bisa dipercayai karena terlalu banyak test yang
      false positif maupun false negative.

      Test Widal hanya akan berguna untuk follow-up, terutama jaman dulu
      waktu mana belum ada antibiotika dan tifus bisa berlangsung 1 bulan
      atau lebih. Ia berguna untuk melihat apakah titernya naik selama
      penyakit tersebut. Inipun tidak berguna lagi karena obat antibiotik
      yang ampuh sudah tersedia dan akan menyembuhkan tifus dalam 7-10
      hari, sehingga tidak perlu follow-up. Tingginya titer juga sangat
      individual dan tergantung kemampuan tubuh kita membuat antibody.
      Misalnya, saya mempunyai seorang pasien laki, muda yang selama lebih
      dari 6 bulan (tanpa demam) diberi antibiotika berganti2 oleh
      dokternya hanya karena titer Widalnya sangat tinggi (sekitar 1/8000)
      dan tidak mau turun. Tentu hal ini mubazir.

      Sekarang musim hujan lagi dan frekuensi tifus akan naik di Jakarta.
      Bawalah tulisan ini dan berilah ke dokter anda bila anda disuruh
      periksa Widal.
      Be a `smart patient'!


      Makna Nilai Laboratorium


      Dengan adanya teknologi canggih, maka banyak orang mengira bahwa
      dengan memeriksakan diri di suatu laboratorium dapat menentukan
      penyakit yang dideritanya, misalnya bila terjadi demam. Asumsi ini
      tidak benar. Ilmu kedokteran mendiagnosa penyakit terutama dengan
      cara klinis, dan laboratorium merupakan pelengkap. Sering hasil
      laboratorium disertai dengan nilai-nilai normal disebelah nilai yang
      ditemukan, sehingga sangat sugestif bahwa bila nilai yang ditemukan
      itu di luar batas-batas normal, maka hal itu berarti "abnormal", dan
      abnormal diartikan "sakit". Hal ini TIDAK BENAR.

      Sebelum kita menarik kesimpulan seperti di atas perlu difahami
      beberapa hal:
      1. Nilai laboratorium "normal" ditentukan oleh himpunan data nilai
      lab yang banyak sekali dari orang-orang yang dianggap dalam
      kondisi "normal" sehingga diperoleh batasan yang dianggap "normal"
      secara statistik. Namun manusia sangat bervariasi sehingga perolehan
      nilai lab itu perlu diinterpretasi secara ilmiah. Misalnya suatu
      nilai darah, seperti laju endap darah dapat dipengaruhi oleh ada-
      tidaknya haid, dan caveat ini tidak disebut dalam laporannya.
      Walaupun suatu nilai yang tinggi, misalnya 100 mm/1jam, dapat
      dihubungkan dengan suatu proses di tubuh seperti adanya infeksi atau
      adanya tumor bila memang didukung oleh keadaan klinis. Kekecualian
      pun bisa terjadi, artinya "tidak ada penyakit".

      2. Ada nilai lab yang mempunyai batasan normal sempit, dan perolehan
      nilai dil luar batasan ini berarti pasti abnormal (sakit). Misalnya,
      tinggi-rendahnya hemoglobin (Hb) dapat memastikan adanya anemia
      ("kurang darah"), dan dapat ditentukan secara konsensus, dibawah
      nilai Hb berapa, diperlukan transfusi darah. Contoh lain, misalnya,
      nilai fungsi ginjal, kreatinin, mempunyai batasan normal yang
      sempit, dan di atas batasan ini menunjukkan semakin berkurangnya
      fungsi ginjal secara pasti. Terdapat hubungan jelas antara
      bertambahnya nilai kreatinin dengan derajat kerusakan ginjal,
      sehingga diketahui pada nilai berapa perlu dilakukan tindakan cuci
      darah misalnya.

      3. Sebagian nilai lab mempunyai batasan lebar dan arti yang kadang-
      kadang tidak terlalu penting bila batasan "normal" dilampaui.
      Memperoleh nilai reaksi Widal positif untuk menandakan adanya
      antibody terhadap kuman tifus dalam tubuh kita merupakan suatu nilai
      lab yang sering dirisaukan oleh penderita bila ada demam. Dalam
      terbitan INTISARI bulan ……….telah dibahas mengenai arti suatu reaksi
      Widal yang positif, yang belum tentu berarti menderita tifus. Widal
      positif tanpa adanya demam khas selama kurang-lebih seminggu
      bukanlah tifus. Reaksi Widal positif hanya disebabkan oleh
      tercemarnya sumber air minum di kota-kota besar Indonesia oleh kuman
      Salmonella typhi dari penderita tifus.

      4. Nilai tinggi kolesterol dan asam urat dewasa ini juga merupakan
      momok untuk mereka yang suka makan enak dan banyak. Segala gejala
      yang dirasakan seperti pegal, linu, sakit kepala, sakit sendi,
      dikhawatirkan sebagai akibatnya. Sebagian besar hal ini tidak benar,
      dan kenaikan sedikit diatas "normal" tidak perlu dirisaukan; apalagi
      diharuskan makan obat. Biasanya dengan melakukan diet yang baik
      nilai-nilai ini sudah turun ke normal. Sebaliknya makan obat
      disertai makan banyak berlemak tentu merupakan tindakan tidak
      rasional.

      5. Pemeriksaan lab juga sering berlebihan; semua fungsi fisiologis
      diperiksakan tanpa adanya petunjuk klinis apa yang hendak diketahui.
      Pemeriksaan semacam ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang
      diharapkan dan menghamburkan biaya. Sebaiknya pemeriksaan lab perlu
      direncanakan dengan baik oleh dokter anda dan untuk menghemat biaya
      perlu dibatasi jenisnya. Hasil lab yang sering diperlihatkan kepada
      dokter anda setelah anda sendiri memintanya di laboratorium biasanya
      mengandung banyak kekurangan karena tidak dipilih menurut kebutuhan
      yang riel. Interpretasi hasilnya juga tidak dapat dilakukan sendiri
      tanpa pengetahuan lebih lanjut.

      Iwan Darmansjah
    • Lia Natalia
      Papa Darin, Itu sih normal, seperti yang pernah saya baca dibuku. Itu merupakan salah satu cara bagi bayi untuk mengeluarkan sisa2 metabolismenya. Semoga
      Message 2 of 5 , Jan 29, 2007
      • 0 Attachment
        Papa Darin,

        Itu sih normal, seperti yang pernah saya baca dibuku.
        Itu merupakan salah satu cara bagi bayi untuk
        mengeluarkan sisa2 metabolismenya.

        Semoga membantu.

        Bundanya Annabelle

        --- duile 89 <duile89@...> wrote:

        > Dear Moms/Dads,
        >
        > Anak saya perempuan umur 5 bulan, sudah 2 minggu ini
        > jika sedang minum ASI; kepalanya berkeringat lebih
        > banyak (padahal kamar ber-AC) khususnya di bagian
        > tengkuk.
        >
        > Apakah hal tsb normal?
        >
        > Mohon pencerahannya...
        >
        > Salam,
        > papa Darin
        >
        >
        >
        >
        ____________________________________________________________________________________
        > It's here! Your new message!
        > Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
        > http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/







        ________________________________________________________
        Sekarang dengan penyimpanan 1GB
        http://id.mail.yahoo.com/
      • DeA Haryono
        Normal... anakku sampe sekarang (8bulan) juga masih begitu... bukan cuma yang kecil... yang gede juga dulu begitu... r/dea ... -- Cheers, DeA Haryono bisnis
        Message 3 of 5 , Jan 29, 2007
        • 0 Attachment
          Normal...

          anakku sampe sekarang (8bulan) juga masih begitu...
          bukan cuma yang kecil... yang gede juga dulu begitu...

          r/dea

          On 1/29/07, duile 89 <duile89@...> wrote:

          Dear Moms/Dads,
           
          Anak saya perempuan umur 5 bulan, sudah 2 minggu ini jika sedang minum ASI; kepalanya berkeringat lebih banyak (padahal kamar ber-AC) khususnya di bagian tengkuk.
           
          Apakah hal tsb normal?
           
          Mohon pencerahannya...
           
          Salam,
          papa Darin


          Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.




          --
          Cheers,
          DeA Haryono
          bisnis online_mudah dan murah
          http://info.tokodea.com

          YM ID: dhea_sjofjan
        • Myura Arsianty
          Hallo moms, Anakku juga begitu umurnya baru 3 bln.. Dia dah mulai banyak berkeringat pas mau 2 bulan. Normal kok, kalo berkeringat itu kan terjadi pembakaran
          Message 4 of 5 , Feb 8, 2007
          • 0 Attachment
            Hallo moms,
             
            Anakku juga begitu umurnya baru 3 bln..
            Dia dah mulai banyak berkeringat pas mau 2 bulan. Normal kok, kalo berkeringat itu kan terjadi pembakaran lemak di dalam tubuh, it means metabolisme anak kita bagus. tapi bukan berarti yg tidak berkeringat metabolismenya buruk, tp dengan jalan lain yaitu pengeluarannya, pipis dan pupup..bgitu.
             
            Itu yang saya tahu..
             
            cheers
            Mama Nindya
             
             
            ----- Original Message -----
            Sent: Tuesday, January 30, 2007 1:46 PM
            Subject: Re: [Bayi-Kita] minum asi kepala berkeringat

            Normal...

            anakku sampe sekarang (8bulan) juga masih begitu...
            bukan cuma yang kecil... yang gede juga dulu begitu...

            r/dea

            On 1/29/07, duile 89 <duile89@yahoo. com> wrote:

            Dear Moms/Dads,
             
            Anak saya perempuan umur 5 bulan, sudah 2 minggu ini jika sedang minum ASI; kepalanya berkeringat lebih banyak (padahal kamar ber-AC) khususnya di bagian tengkuk.
             
            Apakah hal tsb normal?
             
            Mohon pencerahannya. ..
             
            Salam,
            papa Darin


            Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.




            --
            Cheers,
            DeA Haryono
            bisnis online_mudah dan murah
            http://info. tokodea.com

            YM ID: dhea_sjofjan



            __________ NOD32 2044 (20070207) Information __________

            This message was checked by NOD32 antivirus system.
            http://www.eset.com
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.