Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

Expand Messages
  • SPB-QA. Yadi
    Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif) Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan
    Message 1 of 8 , Jan 2, 2012

      Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)

       

      Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:

      1.       DILARANG MEROKOK

      2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK

      3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK

      Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…

      Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!

      Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…

       

      Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…

      Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?

       

      Salam bebas asap rokok.

      Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J

       

      papafarrel

       

      From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
      Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
      To: bayi-kita@yahoogroups.com
      Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

       

       

      Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

      Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
      Merry Wahyuningsih - detikHealth

      Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
      rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
      akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

      Arif
      Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
      jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
      kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
      perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
      korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

      "Saya
      perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
      kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
      Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
      saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
      tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
      minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
      tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
      Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
      (14/12/2011).

      Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
      di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
      kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

      Ketika ingin
      mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
      ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
      sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

      "Saya sudah bilang
      ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
      saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
      gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
      kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
      kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
      duluan," jelas Arif geram.

      Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
      ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
      Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
      bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

      "Kampus
      kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
      ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
      pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
      Anda yang seperti itu," tutup Arif.

      http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok

    • mariamagdalena_17@yahoo.com
      Ha ha ha ha kritikan yg bagus, tajam dan menusuk. Mantap...!!! Salam bebas asap rokok juga. Tapi di Indonesia aturan ini akan susah terlaksana. Semua balik
      Message 2 of 8 , Jan 2, 2012
        Ha ha ha ha kritikan yg bagus, tajam dan menusuk. Mantap...!!! Salam bebas asap rokok juga. Tapi di Indonesia aturan ini akan susah terlaksana. Semua balik kepada diri masing2 oknum perokok dan sanksi yang sangat2 tegas dan berat bagi yg melanggar. Baru deh perokok menaati aturan mainnya.

        Mama Felicia
        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

        From: "SPB-QA. Yadi" <oqabl@...>
        Sender: Bayi-Kita@yahoogroups.com
        Date: Mon, 2 Jan 2012 16:40:58 +0700
        To: Bayi-Kita@yahoogroups.com<Bayi-Kita@yahoogroups.com>
        ReplyTo: Bayi-Kita@yahoogroups.com
        Subject: RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

         

        Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)

         

        Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:

        1.       DILARANG MEROKOK

        2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK

        3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK

        Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…

        Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!

        Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…

         

        Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…

        Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?

         

        Salam bebas asap rokok.

        Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J

         

        papafarrel

         

        From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
        Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
        To: bayi-kita@yahoogroups.com
        Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

         

         

        Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

        Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
        Merry Wahyuningsih - detikHealth

        Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
        rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
        akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

        Arif
        Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
        jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
        kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
        perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
        korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

        "Saya
        perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
        kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
        Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
        saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
        tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
        minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
        tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
        Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
        (14/12/2011).

        Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
        di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
        kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

        Ketika ingin
        mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
        ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
        sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

        "Saya sudah bilang
        ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
        saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
        gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
        kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
        kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
        duluan," jelas Arif geram.

        Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
        ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
        Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
        bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

        "Kampus
        kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
        ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
        pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
        Anda yang seperti itu," tutup Arif.

        http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok

      • evy halim
        good papa farel. Sayapun meminta orang yang merokok di angkot untuk menunda rokoknya. Saya langsung pusing dengan asap rokok. Jadikanlah negara kita negara
        Message 3 of 8 , Jan 2, 2012

          good papa farel.
          Sayapun meminta orang yang merokok di angkot untuk menunda rokoknya. Saya langsung pusing dengan asap rokok.

          Jadikanlah negara kita negara yang sehat dalam segala bidang........
           
          Evy Halim


          From: SPB-QA. Yadi <oqabl@...>
          To: "Bayi-Kita@yahoogroups.com" <Bayi-Kita@yahoogroups.com>
          Sent: Monday, 2 January 2012 4:40 PM
          Subject: RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

           
          Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)
           
          Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:
          1.       DILARANG MEROKOK
          2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK
          3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK
          Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…
          Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!
          Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…
           
          Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…
          Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?
           
          Salam bebas asap rokok.
          Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J
           
          papafarrel
           
          From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
          Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
          To: bayi-kita@yahoogroups.com
          Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
           
           
          Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

          Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
          Merry Wahyuningsih - detikHealth

          Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
          rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
          akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

          Arif
          Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
          jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
          kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
          perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
          korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

          "Saya
          perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
          kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
          Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
          saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
          tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
          minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
          tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
          Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
          (14/12/2011).

          Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
          di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
          kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

          Ketika ingin
          mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
          ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
          sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

          "Saya sudah bilang
          ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
          saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
          gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
          kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
          kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
          duluan," jelas Arif geram.

          Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
          ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
          Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
          bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

          "Kampus
          kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
          ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
          pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
          Anda yang seperti itu," tutup Arif.

          http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok


        • holy
          Jaman sekarang, sekalipun sudah ditulis dilarang merokok, para perokok tidak perduli. Mungkin ada baiknya mereka diberikan hukuman sosial, seperti contohnya di
          Message 4 of 8 , Jan 3, 2012
            Jaman sekarang, sekalipun sudah ditulis dilarang merokok, para perokok tidak perduli.

            Mungkin ada baiknya mereka diberikan hukuman sosial, seperti contohnya di Jepang, pada saat kita membuang sampah sembarangan, tidak akan ada yang menegur, tapi orang2 di sekitar dia akan memandang dengan tatapan yang tidak mengenakkan, sehingga pelaku sadar akan perbuatannya.

            Kalau perokok di Indonesia diperlakukan seperti itu, mungkin bisa berhasil. Kadang2 saya sebul atau saya kipas balik ke wajah mereka, sehingga mereka bisa menikmati asap rokok mereka sendiri. Biasanya mereka sadar setelah dikipas balik.

            Semoga generasi muda bisa lebih sehat tanpa asap rokok...


            Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

            From: "SPB-QA. Yadi" <oqabl@...>
            Sender: Bayi-Kita@yahoogroups.com
            Date: Mon, 2 Jan 2012 16:40:58 +0700
            To: Bayi-Kita@yahoogroups.com<Bayi-Kita@yahoogroups.com>
            ReplyTo: Bayi-Kita@yahoogroups.com
            Subject: RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

             

            Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)

             

            Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:

            1.       DILARANG MEROKOK

            2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK

            3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK

            Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…

            Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!

            Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…

             

            Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…

            Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?

             

            Salam bebas asap rokok.

            Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J

             

            papafarrel

             

            From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
            Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
            To: bayi-kita@yahoogroups.com
            Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

             

             

            Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

            Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
            Merry Wahyuningsih - detikHealth

            Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
            rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
            akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

            Arif
            Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
            jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
            kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
            perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
            korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

            "Saya
            perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
            kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
            Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
            saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
            tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
            minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
            tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
            Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
            (14/12/2011).

            Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
            di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
            kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

            Ketika ingin
            mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
            ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
            sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

            "Saya sudah bilang
            ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
            saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
            gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
            kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
            kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
            duluan," jelas Arif geram.

            Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
            ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
            Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
            bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

            "Kampus
            kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
            ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
            pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
            Anda yang seperti itu," tutup Arif.

            http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok

          • bhayangkara
            He..he..he.. SETUJU... Ga cuman setuju, SEDELAPAN, SESEMBILAN....dst Apa ga kepikir ya, katanya merokok seperti makan permen (dibolehkan) tetapi pernah
            Message 5 of 8 , Jan 3, 2012
              
               
              He..he..he..
              SETUJU...
               
              Ga cuman setuju, SEDELAPAN, SESEMBILAN....dst
              Apa ga kepikir ya, katanya merokok seperti makan permen (dibolehkan)
               
              tetapi pernah kebayang, kalau makan permen seperti merokok
              berarti (maaf) liur dari permen meluber kemana-mana (seperti asap rokok) ...???
               
              Makanya, asap harus TETAP DISIMPAN dalam mulut perokok sampe habis..
              Sekali lagi maaf untuk perumpamaan yang menjijikkan ini...
               
              Ayah Fathur, Fadhil & Farhan
               
              ----- Original Message -----
              Sent: Monday, January 02, 2012 4:40 PM
              Subject: RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

               

              Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)

              Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:

              1.       DILARANG MEROKOK

              2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK

              3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK

              Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…

              Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!

              Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…

              Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…

              Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?

              Salam bebas asap rokok.

              Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J

              papafarrel

              From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
              Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
              To: bayi-kita@yahoogroups.com
              Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

               

              Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

              Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
              Merry Wahyuningsih - detikHealth

              Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
              rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
              akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

              Arif
              Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
              jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
              kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
              perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
              korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

              "Saya
              perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
              kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
              Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
              saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
              tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
              minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
              tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
              Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
              (14/12/2011).

              Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
              di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
              kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

              Ketika ingin
              mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
              ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
              sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

              "Saya sudah bilang
              ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
              saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
              gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
              kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
              kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
              duluan," jelas Arif geram.

              Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
              ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
              Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
              bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

              "Kampus
              kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
              ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
              pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
              Anda yang seperti itu," tutup Arif.

              http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok

            • White
              Setuju Pak, Bu. Saya pun selalu gerah dengan orang-orang yg tidak memiliki kesadaran akan lingkungan sekitar, tidak memperdulikan orang lain dengan merokok di
              Message 6 of 8 , Jan 3, 2012
                Setuju Pak, Bu.
                Saya pun selalu gerah dengan orang-orang yg tidak memiliki kesadaran akan lingkungan sekitar, tidak memperdulikan orang lain dengan merokok di tempat umum yg jelas-jelas tidak diperbolehkan.
                Sangat mengganggu ketika saya harus dengan terpaksa menegur orang yg lebih tua untuk tidak merokok dalam angkutan umum.
                Kalo yg lebih muda sh dengan senang hati langsung saya tegur.
                Hehe...

                Regards,
                Wita
                Sent from my WhiteBerry®

                From: evy halim <evyhalim@...>
                Sender: Bayi-Kita@yahoogroups.com
                Date: Mon, 2 Jan 2012 06:14:07 -0800 (PST)
                To: Bayi-Kita@yahoogroups.com<Bayi-Kita@yahoogroups.com>
                ReplyTo: Bayi-Kita@yahoogroups.com
                Subject: Re: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

                 


                good papa farel.
                Sayapun meminta orang yang merokok di angkot untuk menunda rokoknya. Saya langsung pusing dengan asap rokok.

                Jadikanlah negara kita negara yang sehat dalam segala bidang........
                 
                Evy Halim


                From: SPB-QA. Yadi <oqabl@...>
                To: "Bayi-Kita@yahoogroups.com" <Bayi-Kita@yahoogroups.com>
                Sent: Monday, 2 January 2012 4:40 PM
                Subject: RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

                 
                Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)
                 
                Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:
                1.       DILARANG MEROKOK
                2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK
                3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK
                Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…
                Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!
                Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…
                 
                Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…
                Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?
                 
                Salam bebas asap rokok.
                Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J
                 
                papafarrel
                 
                From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
                Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
                To: bayi-kita@yahoogroups.com
                Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
                 
                 
                Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

                Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
                Merry Wahyuningsih - detikHealth

                Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
                rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
                akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

                Arif
                Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
                jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
                kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
                perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
                korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

                "Saya
                perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
                kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
                Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
                saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
                tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
                minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
                tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
                Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
                (14/12/2011).

                Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
                di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
                kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

                Ketika ingin
                mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
                ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
                sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

                "Saya sudah bilang
                ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
                saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
                gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
                kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
                kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
                duluan," jelas Arif geram.

                Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
                ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
                Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
                bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

                "Kampus
                kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
                ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
                pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
                Anda yang seperti itu," tutup Arif.

                http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok


              • Angayomi, Tri
                Mungkin sampai kita masuk liang kubur pun susah untuk membuat perokok untuk tidak merokok lagi, kecuali yang merokok sudah sekarat, yang sudah sekarat saja
                Message 7 of 8 , Jan 3, 2012

                  Mungkin sampai kita masuk liang kubur pun susah untuk membuat perokok untuk tidak merokok lagi, kecuali yang merokok sudah sekarat, yang sudah sekarat saja tetap minta rokok

                   

                  From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of mariamagdalena_17@...
                  Sent: Monday, January 02, 2012 7:56 PM
                  To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
                  Subject: Re: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

                   

                   

                  Ha ha ha ha kritikan yg bagus, tajam dan menusuk. Mantap...!!! Salam bebas asap rokok juga. Tapi di Indonesia aturan ini akan susah terlaksana. Semua balik kepada diri masing2 oknum perokok dan sanksi yang sangat2 tegas dan berat bagi yg melanggar. Baru deh perokok menaati aturan mainnya.

                  Mama Felicia

                  Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


                  From: "SPB-QA. Yadi" <oqabl@...>

                  Sender: Bayi-Kita@yahoogroups.com

                  Date: Mon, 2 Jan 2012 16:40:58 +0700

                  To: Bayi-Kita@yahoogroups.com<Bayi-Kita@yahoogroups.com>

                  ReplyTo: Bayi-Kita@yahoogroups.com

                  Subject: RE: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

                   

                   

                  Berbagi pengalaman seputar asap rokok (perokok pasif)

                   

                  Minggu lalu saya berobat ke suatu RS pemerintah daerah diBatam, disitu tertulis jelas dan besar dengan huruf merah di area kantin / kafetaria umum:

                  1.       DILARANG MEROKOK

                  2.       DILARANG BERJUALAN ROKOK

                  3.       DILARANG MEMASANG IKLAN ROKOK

                  Tapi pas mau makan, disebelah saya ada bapak2 dengan enaknya mulai membuka sebungkus rokok. Karena saya tahu saya berada diposisi yang benar, saya ingatkan beliau, “pak mohon merokoknya ditempat lain”. Untuk menghindari salah pengertian, saya katakan kalau saya alergi asap rokok. “nggak ada masalah kan pak? Tegas saya. Alhamdulillah beliau mengerti dan pergi dari situ untuk merokok…

                  Bayangkan… di Rumah Sakit, sudah ada peringatan dilarang merokok… TETAP MEROKOK!

                  Berkelahi-pun saya jabanin kalau bapak itu tetep ngotot merokok disebelah saya…

                   

                  Untuk rekan2 perokok sekalian yang membaca email ini, coba bayangkan asap rokok yang terbuang dari mulut dan batang rokok anda pada saat tidak anda hisap… bayangkan ANAK ANDA ada disitu…

                  Menghisap racun tersebut… TEGAKAH anda melihatnya terbatuk batuk? sesak nafas?

                   

                  Salam bebas asap rokok.

                  Saya sarankan, bawa kantung plastic untuk membungkus kepala anda pada saat anda merokok, silahkan menikmati semua asapnya, jangan sampai ada yang terbuang setetes pun J

                   

                  papafarrel

                   

                  From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Wilma
                  Sent: Thursday, December 15, 2011 2:10 PM
                  To: bayi-kita@yahoogroups.com
                  Subject: [Bayi-Kita] OOT : Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok

                   

                   

                  Kamis, 15/12/2011 13:28 WIB

                  Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok
                  Merry Wahyuningsih - detikHealth

                  Arif Rahmat (detikhealth)Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban
                  rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya
                  akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

                  Arif
                  Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan
                  jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan
                  kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan
                  perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi
                  korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

                  "Saya
                  perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya
                  kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok.
                  Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok,
                  saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda
                  tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus
                  minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar
                  tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok
                  Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu
                  (14/12/2011).

                  Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1
                  di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di
                  kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

                  Ketika ingin
                  mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila
                  ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa
                  sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

                  "Saya sudah bilang
                  ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu
                  saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar
                  gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi
                  kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara
                  kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami
                  duluan," jelas Arif geram.

                  Kini Arif hanya bisa menghindar setiap
                  ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun.
                  Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas
                  bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

                  "Kampus
                  kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas
                  ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada
                  pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak
                  Anda yang seperti itu," tutup Arif.

                  http://www.detikhealth.com/read/2011/12/15/133448/1791927/763/arif-si-korban-perokok-pasif-sering-pingsan-kena-asap-rokok

                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.