Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [APWKomitel] Re: bekas belum tentu sampah ---------> ANEH DIRIBUTIN

Expand Messages
  • dedi supriadi
    ass. wr. wb Kalau mau dicermati perdebatan ini menunjukan indikasi kepentingan tersembunyi dr sedikit individu-2 saja... jadi ada hal anehnya...., yaitu semua
    Message 1 of 6 , Dec 31, 2005
    • 0 Attachment
      ass. wr. wb
       
      Kalau mau dicermati perdebatan ini menunjukan indikasi kepentingan tersembunyi dr sedikit individu-2 saja... jadi ada hal anehnya....,  yaitu semua pihak memaksa membenarkan pendapat masing-2....
      Kurang menghargai perbedaan dan pilihan masing-2 individu gitu.....
       
      1. Dari sisi market, biarlah pasar yang menentukan pilihan baru or bekas, gak usah mau menang sendiri yg ujung-2nya adalah monopoli yg dikaburkan buat pemenangnya melalui regulasi pemerintah.
       
      saran ajah nih..... :
       
      Buat pemain bekas -----> masukin yg bagus dan murah, hajar tuh market yg butuh PC,  kalau bagus pasti menang :)
       
      Buat pemain baru / rakitan ----> Rakit yg baru, bagus tapi murah..... hajar market yg ada, pasti menang saing deh... gak perlu nangis-2 minta proteksi.. hehehe
       
      Kalau mau direnungkan lagi.....
      Pemain komputer bekas brp banyak?
      Pemain/perakit komputer baru berapa banyak?
      Kalau mereka bangkrut karena kalah bersaing ya gak apa..... toh akhirnya kalau mereka bener-2 gak efisien juga nantinya bangkrut juga...
       
      Lagian gak semua pemain baru atau pemain bekas akan bangkrut gara-2 import komputer bekas masuk...... Tergantung individu pemainnya..... 
      Seandainya import PC bekas dilarang.... terus kalau nantinya kalah bersaing ama PC import baru dr Luar dan KO juga akhirnya ya percuma... jago kandang saja :)
       
      Yang penting sebenarnya.........konsep "rakyat banyak yg dibela......"
      yaitu "lebih banyak Rakyat yg dapat menikmati komputer"
      Mau baru atau bekas yg penting bisa dipakai dan rakyat mampu beli.........
      Bagus gak kebeli ya sama aja BOONG
       
      2. Dari sisi Individu biarlah masing-2 yg memilih, berdasarkan pengalaman pembelinya dan daya belinya......
      Emang produsen PC baru mau tahu kalau rakyat yg gak kuat beli PC baru akan mereka subsidi?
      Buat pandangan saya.... biarlah meraka bisa memakai PC dari kemampuan daya beli masing-2...
       
      Kali buat yg perpendapat PC bekas sampah.... karena mereka gak bisa memanfaatkan....
       
      Contoh.....
      Di Indonesia sampah yg menggunung adalah tetap SAMPAH...... cuman dibakar atau cuman jadi problem yg pemecahannya hanya dilakukan dgn keluar uang tanpa hasil...
      Di Australia.... sampah bisa diolah jadi pupuk dan pakan ternak..... jadi bisa dikategorikan sbg bahan bakunya......
      Terus apa kesimpulannya coba? renungkan dewe ah.........
       
      Hal diatas sama spt dgn PC bekas....
      mau dianggap sampah tau bukan...  tergantung keluasan mamandang/wawasan dari masing-2 individunya........
       
       
      Salam,
       
      ds
       
       

      e_wahyu <e_wahyu@...> wrote:
      Ass. wr. wb.

      Sebenarnya saya cuman sebagian pendengar saja, namun kalo saya lihat
      perkembangan milis dengan subjek ini, :: keliatan rame ::

      Memang dalam suatu opini selalu ada yang pro dan kontra, saya tidak
      memihak sebuah pihak, namun perlu dipirkan beberapa hal :

      1. Kita perlu mencari arti kata "sampah", apa itu artinya...
         menurut saya tidak ada yg namanya sampah di dunia ini, dari mulai
      emas sampai dengan (:maaf) tai, semua merupakan sebuah proses, semua
      telah dipikirkan oleh Sang Pencipta.
      2. Siapapun itu entah itu malaikat atau setan, yg kita benci atau
      sayangi kalo memberikan sesuatu perlu kita terima dengan tangan
      terbuka, tinggal bagaimana kita mencernanya..
      3. Disini bahasan yang dianggap sampah adalah "komputer bekas", perlu
      kita pahami bahwa penetrasi komputer di indonesia masih kurang sekali,
      dari yag "kurang sekali" tsb komputer (entah itu yg baru atau bekas)
      kalo saya amati, entah itu di rumah atau di kantor masih sebagai
      "PENGGANTI MESIN KETIK SAJA". Jadi menurut saya kran impor PC bekas
      perlu di buka luas, toh yg digunakan untuk impor khan duit
      pengusaha....masyarakat tinggal memilih kalo bagus dan perlu dibeli
      kalo tidak ya "leave it". Jadi kalo dilihat mau impor atau nggak,
      plihan impor lebih bagus. Dengan asumsi :
           a. Belum ada produsen komputer asli lokal, jadi tidak mengganggu
      ekonomi.
           b. Impor suatu barang pasti dikenai bea dan pajak, jadi sisi
      negara mendapatkan keuntungan.
           c. Akan timbul suatu persaingan yg sehat antar importir, sehingga
      akan muncul komputer bekas yg bagus dan murah, yg tentu saja
      menguntungkan konsumen.
           d. Importir juga akan memperoleh keuntungan, mereka akan berpikir
      utk memasukan brg yg bagus dan dapat memperoleh keuntungan. Mereka
      akan tersingkir apabila barang yg dimasukkan barang jelek.
           e. konsumen memperoleh barang yang sesuai dengan kantong dan
      tentunya keinginan mereka untuk memiliki komputer, walaupun itu untuk
      pengganti mesin ketik.
      4. Software mau ngak mau merupakan bagian dari karya cipta seseorang,
      dan kita perlu menghargainya...Tetapi ada pilihan software yang open
      source. Nah kita tinggal mau pilih yg mana (resiko tanggung sendiri!!)

      Mungkin itu sudut pandang saya, saya dulu pernah menjadi pedagang
      komputer bekas  dan sekarang menjadi pengguna PC bekas..... tetapi
      belum pernah menjadi bekas orang hehehehehehe...

      Sekali lagi "be wise man!"


      Thx

      Wassalam






      YAHOO! GROUPS LINKS






      Yahoo! Photos
      Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

    • Benyamin Naibaho
      Saya setuju buanget dengan pendapat Pak Wahyu ... Kalau melihat masalah, sebaiknya dari semua sisi, karena pasti ada baiknya (kalau dilihat dari sisi baik)
      Message 2 of 6 , Jan 1, 2006
      • 0 Attachment
        Saya setuju buanget dengan pendapat Pak Wahyu ...

        Kalau melihat masalah, sebaiknya dari semua sisi,
        karena pasti ada baiknya (kalau dilihat dari sisi
        baik) atau ada jeleknya (kalau dilihat dari sisi
        jelek).

        Masalah bekas atau baru, tinggal diserahkan ke
        keputusan pasar, nanti lambat laun juga akan terbukti,
        mana yang konsumen pilih. Yang penting, masalah pajak
        barang baru dan bekas harus tetap sama, artinya negara
        harus tetap diuntungkan ...

        Cheers ....

        --- e_wahyu <e_wahyu@...> wrote:

        > Ass. wr. wb.
        >
        > Sebenarnya saya cuman sebagian pendengar saja, namun
        > kalo saya lihat
        > perkembangan milis dengan subjek ini, :: keliatan
        > rame ::
        >
        > Memang dalam suatu opini selalu ada yang pro dan
        > kontra, saya tidak
        > memihak sebuah pihak, namun perlu dipirkan beberapa
        > hal :
        >
        > 1. Kita perlu mencari arti kata "sampah", apa itu
        > artinya...
        > menurut saya tidak ada yg namanya sampah di dunia
        > ini, dari mulai
        > emas sampai dengan (:maaf) tai, semua merupakan
        > sebuah proses, semua
        > telah dipikirkan oleh Sang Pencipta.
        > 2. Siapapun itu entah itu malaikat atau setan, yg
        > kita benci atau
        > sayangi kalo memberikan sesuatu perlu kita terima
        > dengan tangan
        > terbuka, tinggal bagaimana kita mencernanya..
        > 3. Disini bahasan yang dianggap sampah adalah
        > "komputer bekas", perlu
        > kita pahami bahwa penetrasi komputer di indonesia
        > masih kurang sekali,
        > dari yag "kurang sekali" tsb komputer (entah itu yg
        > baru atau bekas)
        > kalo saya amati, entah itu di rumah atau di kantor
        > masih sebagai
        > "PENGGANTI MESIN KETIK SAJA". Jadi menurut saya kran
        > impor PC bekas
        > perlu di buka luas, toh yg digunakan untuk impor
        > khan duit
        > pengusaha....masyarakat tinggal memilih kalo bagus
        > dan perlu dibeli
        > kalo tidak ya "leave it". Jadi kalo dilihat mau
        > impor atau nggak,
        > plihan impor lebih bagus. Dengan asumsi :
        > a. Belum ada produsen komputer asli lokal, jadi
        > tidak mengganggu
        > ekonomi.
        > b. Impor suatu barang pasti dikenai bea dan
        > pajak, jadi sisi
        > negara mendapatkan keuntungan.
        > c. Akan timbul suatu persaingan yg sehat antar
        > importir, sehingga
        > akan muncul komputer bekas yg bagus dan murah, yg
        > tentu saja
        > menguntungkan konsumen.
        > d. Importir juga akan memperoleh keuntungan,
        > mereka akan berpikir
        > utk memasukan brg yg bagus dan dapat memperoleh
        > keuntungan. Mereka
        > akan tersingkir apabila barang yg dimasukkan barang
        > jelek.
        > e. konsumen memperoleh barang yang sesuai
        > dengan kantong dan
        > tentunya keinginan mereka untuk memiliki komputer,
        > walaupun itu untuk
        > pengganti mesin ketik.
        > 4. Software mau ngak mau merupakan bagian dari karya
        > cipta seseorang,
        > dan kita perlu menghargainya...Tetapi ada pilihan
        > software yang open
        > source. Nah kita tinggal mau pilih yg mana (resiko
        > tanggung sendiri!!)
        >
        > Mungkin itu sudut pandang saya, saya dulu pernah
        > menjadi pedagang
        > komputer bekas dan sekarang menjadi pengguna PC
        > bekas..... tetapi
        > belum pernah menjadi bekas orang hehehehehehe...
        >
        > Sekali lagi "be wise man!"
        >
        >
        > Thx
        >
        > Wassalam
        >
        >
        >
        >
        >
      • Ery Atmodjo
        Dh, Mungkin saya termasuk jg yg pro. Kayanya penjual komputer baru ketakutan sama komputer bekas. Padahal jualan komputer baru yang berharga murah sekalipun
        Message 3 of 6 , Jan 1, 2006
        • 0 Attachment
          Dh,

          Mungkin saya termasuk jg yg pro.

          Kayanya penjual "komputer baru" ketakutan sama
          komputer bekas. Padahal jualan komputer baru yang
          berharga murah sekalipun tidak semudah itu, apalagi
          jualan komputer bekas. Maksud saya, masing-masing
          pasti ada segmennya sendiri-sendiri, meskipun ada
          sebagian yang kebanci-bancian. Tidak mesti pembeli
          lalu memborong komputer baru karena tidak ada komputer
          bekas, sebaliknya tidak mesti pembeli meninggalkan
          komputer baru demi membeli komputer bekas yang jauh
          lebih murah.

          Tentu saja ditarik pajak, nah dari uang pajak itu
          pemerintah melakukan pengawasan jangan sampai ada
          sampah beneran yang mendompleng impor komputer bekas.


          Salam

          Ery
          --- Benyamin Naibaho <bnaibaho@...> wrote:

          >
          > Saya setuju buanget dengan pendapat Pak Wahyu ...
          >
          > Kalau melihat masalah, sebaiknya dari semua sisi,
          > karena pasti ada baiknya (kalau dilihat dari sisi
          > baik) atau ada jeleknya (kalau dilihat dari sisi
          > jelek).
          >
          > Masalah bekas atau baru, tinggal diserahkan ke
          > keputusan pasar, nanti lambat laun juga akan
          > terbukti,
          > mana yang konsumen pilih. Yang penting, masalah
          > pajak
          > barang baru dan bekas harus tetap sama, artinya
          > negara
          > harus tetap diuntungkan ...
          >
          > Cheers ....
          >
          > --- e_wahyu <e_wahyu@...> wrote:
          >
          > > Ass. wr. wb.
          > >
          > > Sebenarnya saya cuman sebagian pendengar saja,
          > namun
          > > kalo saya lihat
          > > perkembangan milis dengan subjek ini, :: keliatan
          > > rame ::
          > >
          > > Memang dalam suatu opini selalu ada yang pro dan
          > > kontra, saya tidak
          > > memihak sebuah pihak, namun perlu dipirkan
          > beberapa
          > > hal :
          > >
          > > 1. Kita perlu mencari arti kata "sampah", apa itu
          > > artinya...
          > > menurut saya tidak ada yg namanya sampah di
          > dunia
          > > ini, dari mulai
          > > emas sampai dengan (:maaf) tai, semua merupakan
          > > sebuah proses, semua
          > > telah dipikirkan oleh Sang Pencipta.
          > > 2. Siapapun itu entah itu malaikat atau setan, yg
          > > kita benci atau
          > > sayangi kalo memberikan sesuatu perlu kita terima
          > > dengan tangan
          > > terbuka, tinggal bagaimana kita mencernanya..
          > > 3. Disini bahasan yang dianggap sampah adalah
          > > "komputer bekas", perlu
          > > kita pahami bahwa penetrasi komputer di indonesia
          > > masih kurang sekali,
          > > dari yag "kurang sekali" tsb komputer (entah itu
          > yg
          > > baru atau bekas)
          > > kalo saya amati, entah itu di rumah atau di kantor
          > > masih sebagai
          > > "PENGGANTI MESIN KETIK SAJA". Jadi menurut saya
          > kran
          > > impor PC bekas
          > > perlu di buka luas, toh yg digunakan untuk impor
          > > khan duit
          > > pengusaha....masyarakat tinggal memilih kalo bagus
          > > dan perlu dibeli
          > > kalo tidak ya "leave it". Jadi kalo dilihat mau
          > > impor atau nggak,
          > > plihan impor lebih bagus. Dengan asumsi :
          > > a. Belum ada produsen komputer asli lokal,
          > jadi
          > > tidak mengganggu
          > > ekonomi.
          > > b. Impor suatu barang pasti dikenai bea dan
          > > pajak, jadi sisi
          > > negara mendapatkan keuntungan.
          > > c. Akan timbul suatu persaingan yg sehat
          > antar
          > > importir, sehingga
          > > akan muncul komputer bekas yg bagus dan murah, yg
          > > tentu saja
          > > menguntungkan konsumen.
          > > d. Importir juga akan memperoleh keuntungan,
          > > mereka akan berpikir
          > > utk memasukan brg yg bagus dan dapat memperoleh
          > > keuntungan. Mereka
          > > akan tersingkir apabila barang yg dimasukkan
          > barang
          > > jelek.
          > > e. konsumen memperoleh barang yang sesuai
          > > dengan kantong dan
          > > tentunya keinginan mereka untuk memiliki komputer,
          > > walaupun itu untuk
          > > pengganti mesin ketik.
          > > 4. Software mau ngak mau merupakan bagian dari
          > karya
          > > cipta seseorang,
          > > dan kita perlu menghargainya...Tetapi ada pilihan
          > > software yang open
          > > source. Nah kita tinggal mau pilih yg mana (resiko
          > > tanggung sendiri!!)
          > >
          > > Mungkin itu sudut pandang saya, saya dulu pernah
          > > menjadi pedagang
          > > komputer bekas dan sekarang menjadi pengguna PC
          > > bekas..... tetapi
          > > belum pernah menjadi bekas orang hehehehehehe...
          > >
          > > Sekali lagi "be wise man!"
          > >
          > >
          > > Thx
          > >
          > > Wassalam
          > >
          > >
          > >
          > >
          > >
          >
          >




          __________________________________________
          Yahoo! DSL – Something to write home about.
          Just $16.99/mo. or less.
          dsl.yahoo.com
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.