Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [mastel-anggota] Malay Origin

Expand Messages
  • S Roestam
    Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth, Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata
    Message 1 of 8 , Sep 1, 2009
    • 0 Attachment
      Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,

      Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
      Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
      dapat dilihat dari Internet.

      Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
      KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
      untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
      angklung, dll, ke dunia Internasional.

      Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
      Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?

      Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
      budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
      Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.

      Wassalam,
      S Roestam
      --------------

      ----Original Message----
      From: arnold@...
      Date: 01/09/2009 13:26
      To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel-anggota@yahoogroups.com>
      Subj: [mastel-anggota] Malay Origin
    • paulus BW
      Pak Mitro, Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara
      Message 2 of 8 , Sep 1, 2009
      • 0 Attachment
        Pak Mitro,
        Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.
        Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.
        Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
        Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
        Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.
        Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

        salam,
        pb

        2009/9/1 S Roestam <sumitror@...>
         

        Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,

        Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
        Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
        dapat dilihat dari Internet.

        Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
        KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
        untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
        angklung, dll, ke dunia Internasional.

        Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
        Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?

        Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
        budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
        Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.

        Wassalam,
        S Roestam
        --------------

        ----Original Message----
        From: arnold@...
        Date: 01/09/2009 13:26
        To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel-anggota@yahoogroups.com>
        Subj: [mastel-anggota] Malay Origin


      • rrusdiah@yahoo.com
        From: paulus BW Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin Pak Mitro, Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia
        Message 3 of 8 , Sep 1, 2009
        • 0 Attachment
          From: paulus BW <paulusbw@...>
          Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

           

          Pak Mitro,
          Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.

          ---

          [rr] bicara siapa yang untung jadi menarik ? apa iya malaysia mau promosi jutaan USD truly asia jika tidak untung ha..ha..ha...

          minggu lalu saya duduk bersebalahan sama beberapa orang bule yang kebetulan sama sama dengan saya di lobby losmen Long bawan yg tidak ada listrik dan tidak ada internet atau warnet... tapi untung di long bawan berada di ketinggian 1,000 meter jadi hawa seperti puncak deh :-)

          nikmat... makan beras , ayam, sayur semuanya organik dan sehat...

          mereka baru saja tracking melalui hutan... jalan kaki dari Bario, Malaysia 3 orang New Zealand sudah tua dan mau pensiun.

          Guidenya ternyata teman teman Formadat dari Bario... keren bisa bahasa ingris... turis pun senang... dan karena keterbatasan guide dari indonesia... yah mereka terus jadi guide... menikmati hutan asri tidak dijarah manusia... keadaan mirip New Zealand mungkin sebelum perang dunia I dan II... saat mereka masih muda... nostalgia.. ngak ada lisrik, ngak ada telp... jalan dari batu..... mobil masih dikit sekali... kalau kami naik motor dari satu desa ke desa lain... berpapasan dengan pejalan kaki...

          jadi jalan kaki sudah biasa... berhari hari dari Bario wilayah malaysia ke wilayah Indonesia... maklum sama sama suku dayak masyarakat adat...cuma si guide WNM waga negara malaysia pakai IC Malaysia berbahasa ingris, bahasa dayak, bahasa malay dikit dikit...

          Devisa yang besar tentu diambil oleh malaysia... karena guidenya malaysia... dan travel yang mengatur semuanya dari malaysia... kita cuma dapat bagian dari hotel selama mereka di wilayah NKRI...

          Kota Bario... berpenduduk 800 orang saja... kota Long Bawan yang saya tinggal kalau ngak salah 3,000 orang... tapi turis yang datang ke Long Bawan dari Bario hanya 800 orang per tahun tapi yang datang ke Bario lebih dari 10,000 orang... Jadi itulah hasil iklan Malaysia Truly Asia di wilayah Borneo... yang mempromosikan fauna ( kera kera, monyet entah saya bukan ahlinya... burung burung) dan Raflesia... serta ratusan anggrek... yang sebagian sudah di data oleh Malaysia ha..ha..ha...

          Saya jadi miris... akhirnya dalam presentasi saya terpaksa saya bicara HKi... agar kita tidak terus di kibuli soal HKI :-)

          Jika ahli guide mereka menguasai hutan di Krayan... yah ngak perlu toh pake guide lokal...

          Namun mereka juga tidak egois ... Forum Masyarakat Adat baik dari sisi Sarawak, Brunei dan Sabah serta dari Krayan Induk, krayan selatan berkumpul... dengan bantuan WWF membangun sekolah eco tourisme dan museum...disitulah bagian dari tugas kami sebagai konsultan yaitu membangun Telecenter...

          Jadi kembali ke untung dan rugi... silahkan ditakar... menurut saya sih iklan tersebut jelas menguntungkan Malaysia... dan mereka pintar dan berhasil... sebagai truly Asia... meskipun hutannya di krayan..  berasnya beras Adan / Krayan di NKRI... :-)

          dalam teori marketing itu namanya leverage... gimana memanfaatkan kekuatan lawan...untuk meningkatkan kekuatan sendiri... malaysia truly Asia... :-)

          ---
          Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.

          ---

          [rr] kalo kita terlena... enjoy... yah bukan dicolong... tapi mereka secara legal dan beradab mendaftarkan brur... bukan nyolong... ini era HKi... siapa sadar... siapa pintar dialah yang berkuasa...

          ---

          Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
          Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
          Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.

          ---

          [rr] iya brur... adik saya pecinta keris... dan bahan keris memang dari meteor ruang angkasa atau entah lah itulah kearifan lokal kita... berupa rahasia unsur kimia... yang aneh aneh... seperti Titan...

          namun jika titan misalnya sudah dipaten kan oleh Korea dan Jepang.. mereka lah pemiliknya... bukan kita... meskipun mungkin saja mereka taunya belajar dari pembuat keris di Jogya...

          masa depan adalah perang HKI... sama dengan pabrik obat dan riset flu burung dan virus Namro ada di beberapa negara tropis... gunanya untuk

          mencari bio diversity baru... dipatenkan kemudian dibawa kenegaranya... kita jadi konsumen nya... setelah dipaten dan dimerek kan jadi produk obat mahal...

          ----


          Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

          ---

          [rr] itulah kearifan lokal... ada yg dari meteor ruang angkasa dan dari hal hal yang kita pun masyarkat modern mungkin belum mengenalnya... kita masih belajar sama wong deso... karena kita sering merasa keminter  ha..ha..ha...

          tapi yah mereka memang pinter... setelah di HKI khan... kita jadi konsumen mereka... oleh karena itu mereka banyak belajar dari kita...:-)

          tinggal kita sadar atau tidak punya kekayaan intelektual yang melimpah.. tapi tidak berdaya meng HKI khan... apakah tidak seperti tikus dilumbung kaya... tidak berdaya...kah ????

          semoga tidak... ???

          salam, rr - apwkomitel

          ----


          salam,
          pb

          2009/9/1 S Roestam <sumitror@grouply. com>
           

          Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,

          Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
          Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
          dapat dilihat dari Internet.

          Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
          KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
          untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
          angklung, dll, ke dunia Internasional.

          Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
          Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?

          Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
          budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
          Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.

          Wassalam,
          S Roestam
          ------------ --

          ----Original Message----
          From: arnold@tt-tel. com
          Date: 01/09/2009 13:26
          To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel-anggota@ yahoogroups. com>
          Subj: [mastel-anggota] Malay Origin



        • warnet_neverland@yahoo.com
          Tidakkah merasa bodoh? Indonesia sudah mencapai umur 64 tahun, namun malaysia yang 52 tahun dari segi apapun sangat jauh meninggalkan indonesia. Ketika di KL
          Message 4 of 8 , Sep 1, 2009
          • 0 Attachment
            Tidakkah merasa bodoh? Indonesia sudah mencapai umur 64 tahun, namun malaysia yang 52 tahun dari segi apapun sangat jauh meninggalkan indonesia.

            Ketika di KL saya terkejut dengan layanan free wifi di sebuah pusat perbelanjaan modern. Tampaknya kali ini giliran Indonesia yang belajar ke Malaysia.

            Infrastruktur di malaysia sangat mencengangkan, listrik, air, jalanan, semuanya serba acungan 2 jempol. Indonesia kapan? Sudah 64 tahun merdeka, tetapi masih jalan di tempat. Budaya KKN dimana2, kapan negara ini maju?

            ---
            [rr] yah kapan kapan brur... waktu milih pimpinan dulu khan sudah tahu program, janji dan komitmen nya...
            jadi semestinya juga sudah tahu menaruh harapannya sampai dimana khan :-)
            jadi yah sabar deh... :-)

            note:1 mengenai gratis... itu tidak mendidik... listrik saja kebutuhan infrastruktur dan air pun jarang digratisin ha..ha..ha...
            temporary saja gratis... sampai proyek promosinya selesai...brur...:-)
            2. yang baik itu tidak perlu gratis... seperti warnet ... yang penting murah dan meriah serta ada pelayanannya... itu yang dibutuhkan oleh masyarakat sebenarnya...

            eh pak muchtar... kalau di medan dan banda aceh ke penang atau KL cuma 1/2 jam naik pesawat... dan ngak perlu visa, passport dan fiskal yah... jadi masyarakat di medan/aceh dan penang seperti mengunjungi dari satu propinsi atau negara bagian ke yang lain dong...
            sama dengan masyarakat di batam, kepri juga 1 jam naik ferri...
            Kemarin saya ke Kalimantan malah tinggal menyeberang saja masyarakat adat dari satu wilayah ke wilayah lain... gimana rasa persaudaraan di daerah daerah ini... sama di Papua dengan New Guinia juga sama...
            kalau setahu saya di long bawan... rasa persaudaraan cukup tinggi tapi nasionalisme juga sangat tinggi loh...itu yang saya temui dilapangan.
            ---

            Harusnya bukanlah saatnya memperhatikan kantong diri sendiri masing-masing, melainkan memikirkan sampai anak cucu, generasi penerus.

            ---
            [rr] teorinya begitu.. ajaran agama mengajarkan seperti itu... tapi kelakuan dilapangan sering lain... :-)
            ---

            Salam


            Muchtar
            Powered by Telkomsel BlackBerry®

            -----Original Message-----
            From: <rrusdiah@...>

            Date: Tue, 1 Sep 2009 04:56:48
            To: <APWKomitel@yahoogroups.com>
            Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


            From: paulus BW <paulusbw@...>
            Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


            Pak Mitro,
            Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.
            ---
            [rr] bicara siapa yang untung jadi menarik ? apa iya malaysia mau promosi jutaan USD truly asia jika tidak untung ha..ha..ha...
            minggu lalu saya duduk bersebalahan sama beberapa orang bule yang kebetulan sama sama dengan saya di lobby losmen Long bawan yg tidak ada listrik dan tidak ada internet atau warnet... tapi untung di long bawan berada di ketinggian 1,000 meter jadi hawa seperti puncak deh :-)
            nikmat... makan beras , ayam, sayur semuanya organik dan sehat...

            mereka baru saja tracking melalui hutan... jalan kaki dari Bario, Malaysia 3 orang New Zealand sudah tua dan mau pensiun.
            Guidenya ternyata teman teman Formadat dari Bario... keren bisa bahasa ingris... turis pun senang... dan karena keterbatasan guide dari indonesia... yah mereka terus jadi guide... menikmati hutan asri tidak dijarah manusia... keadaan mirip New Zealand mungkin sebelum perang dunia I dan II... saat mereka masih muda... nostalgia.. ngak ada lisrik, ngak ada telp... jalan dari batu..... mobil masih dikit sekali... kalau kami naik motor dari satu desa ke desa lain... berpapasan dengan pejalan kaki...
            jadi jalan kaki sudah biasa... berhari hari dari Bario wilayah malaysia ke wilayah Indonesia... maklum sama sama suku dayak masyarakat adat...cuma si guide WNM waga negara malaysia pakai IC Malaysia berbahasa ingris, bahasa dayak, bahasa malay dikit dikit...
            Devisa yang besar tentu diambil oleh malaysia... karena guidenya malaysia... dan travel yang mengatur semuanya dari malaysia... kita cuma dapat bagian dari hotel selama mereka di wilayah NKRI...
            Kota Bario... berpenduduk 800 orang saja... kota Long Bawan yang saya tinggal kalau ngak salah 3,000 orang... tapi turis yang datang ke Long Bawan dari Bario hanya 800 orang per tahun tapi yang datang ke Bario lebih dari 10,000 orang... Jadi itulah hasil iklan Malaysia Truly Asia di wilayah Borneo... yang mempromosikan fauna ( kera kera, monyet entah saya bukan ahlinya... burung burung) dan Raflesia... serta ratusan anggrek... yang sebagian sudah di data oleh Malaysia ha..ha..ha...
            Saya jadi miris... akhirnya dalam presentasi saya terpaksa saya bicara HKi... agar kita tidak terus di kibuli soal HKI :-)
            Jika ahli guide mereka menguasai hutan di Krayan... yah ngak perlu toh pake guide lokal...
            Namun mereka juga tidak egois ... Forum Masyarakat Adat baik dari sisi Sarawak, Brunei dan Sabah serta dari Krayan Induk, krayan selatan berkumpul... dengan bantuan WWF membangun sekolah eco tourisme dan museum...disitulah bagian dari tugas kami sebagai konsultan yaitu membangun Telecenter...
            Jadi kembali ke untung dan rugi... silahkan ditakar... menurut saya sih iklan tersebut jelas menguntungkan Malaysia... dan mereka pintar dan berhasil... sebagai truly Asia... meskipun hutannya di krayan.. berasnya beras Adan / Krayan di NKRI... :-)
            dalam teori marketing itu namanya leverage... gimana memanfaatkan kekuatan lawan...untuk meningkatkan kekuatan sendiri... malaysia truly Asia... :-)

            ---
            Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.

            ---
            [rr] kalo kita terlena... enjoy... yah bukan dicolong... tapi mereka secara legal dan beradab mendaftarkan brur... bukan nyolong... ini era HKi... siapa sadar... siapa pintar dialah yang berkuasa...
            ---

            Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
            Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
            Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.
            ---
            [rr] iya brur... adik saya pecinta keris... dan bahan keris memang dari meteor ruang angkasa atau entah lah itulah kearifan lokal kita... berupa rahasia unsur kimia... yang aneh aneh... seperti Titan...
            namun jika titan misalnya sudah dipaten kan oleh Korea dan Jepang.. mereka lah pemiliknya... bukan kita... meskipun mungkin saja mereka taunya belajar dari pembuat keris di Jogya...
            masa depan adalah perang HKI... sama dengan pabrik obat dan riset flu burung dan virus Namro ada di beberapa negara tropis... gunanya untuk
            mencari bio diversity baru... dipatenkan kemudian dibawa kenegaranya... kita jadi konsumen nya... setelah dipaten dan dimerek kan jadi produk obat mahal...
            ----


            Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

            ---
            [rr] itulah kearifan lokal... ada yg dari meteor ruang angkasa dan dari hal hal yang kita pun masyarkat modern mungkin belum mengenalnya... kita masih belajar sama wong deso... karena kita sering merasa keminter ha..ha..ha...
            tapi yah mereka memang pinter... setelah di HKI khan... kita jadi konsumen mereka... oleh karena itu mereka banyak belajar dari kita...:-)
            tinggal kita sadar atau tidak punya kekayaan intelektual yang melimpah.. tapi tidak berdaya meng HKI khan... apakah tidak seperti tikus dilumbung kaya... tidak berdaya...kah ????
            semoga tidak... ???
            salam, rr - apwkomitel
            ----


            salam,
            pb


            2009/9/1 S Roestam <sumitror@grouply. com>

            >
            >Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,
            >
            >>Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
            >>Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
            >>dapat dilihat dari Internet.
            >
            >>Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
            >>KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
            >>untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
            >>angklung, dll, ke dunia Internasional.
            >
            >>Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
            >>Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?
            >
            >>Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
            >>budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
            >>Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.
            >
            >>Wassalam,
            >>S Roestam
            >>------------ --
            >
            >>----Original Message----
            >>From: arnold@tt-tel. com
            >>Date: 01/09/2009 13:26
            >>To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel-anggota@ yahoogroups. com>
            >>Subj: [mastel-anggota] Malay Origin
            >
            >
          • NeverLand Internet & Games
            Pak RR, kalau dari medan ke penang itu 1/2 jam perjalanan udara, kalau ke KL itu 55 menit perjalanan udara, turun di LCCT, Wajib meninggalkan fotokopi NPWP,
            Message 5 of 8 , Sep 1, 2009
            • 0 Attachment
              Pak RR, kalau dari medan ke penang itu 1/2 jam perjalanan udara, kalau ke KL itu 55 menit perjalanan udara, turun di LCCT, Wajib meninggalkan fotokopi NPWP, dan kalau tidak dapat menunjukkan NPWP, bayar Fiskal Rp 2,5 juta rupiah. Kalau banda aceh sih ndak tahu ya... :)

              Wah kalau bicara Internet, apalagi warnet, saya pikir warnet ataupun warnet game di KL itu bagus banget, memang seperti town house, dan berasap rokok, namun RAME 24 jam. Harga RM 1 /hours. dan harga tersebut sudah merata ke berbagai tempat, kemudian listrik yang jarang banget BYAR PET, dan saya rasa, disana tidak ada namanya windows asli / bajakan, karena tidak terdapat sticker COAnya tertempel di casing cpunya, tetapi di ketahui dari toko komputer disana semuanya menggunakan windows asli sih, tapi ya.. 1 komputer plus windows asli harganya murah banget.

              ---
              [rr] mungkin dirjen HKInya dinegeri jiran pandai lobby dan memperhatikan masyarakat sehingga harga software lisensi bisa lebih murah...

              disini memang mahal... ketika kita complain baik ke Microsoft Indonesia dan ke ke dirjen HKinya ... sepertinya tidak didengarkan, malah kok berita di detik terus lobby dengan vendor soal penggunaan software lisensi di pemerintahan... ?????
              note: bayangkan padahal complain kami soal penggunaan lisensi di tender disektor pendidikan saja sudah mahal

              entahlah... semoga dimasa mendatang ada perubahan dan ada perhatian...

              salam, rr - apwkomitel/ mastel ukm
              ---

              Saya juga menyempatkan diri untuk beli LCD Full HD DELL, 24" tipe S2409W dengan harga yang wow, lumayan banget, 210 USD, Indonesia ntah kapan ya ada pabrikan yang buka di sini? Dengar-dengar kemarin sih di Kawasan Industri Medan, Pabrik Seagate mau buka, tapi karena infrastruktur yang tidak memadai, seperti Listrik yang mati idup mati idup, pindahlah mereka ke Penang, malaysia.

              Jadi salah siapa ini????? Negara Jiran atau Sendiri? sepertinya semut di kejauhan tampak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat?

              salam,


              Muchtar




              ________________________________
              From: "warnet_neverland@..." <warnet_neverland@...>
              To: APWKomitel@yahoogroups.com
              Sent: Wednesday, September 2, 2009 4:11:15 AM
              Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

              Tidakkah merasa bodoh? Indonesia sudah mencapai umur 64 tahun, namun malaysia yang 52 tahun dari segi apapun sangat jauh meninggalkan indonesia.

              Ketika di KL saya terkejut dengan layanan free wifi di sebuah pusat perbelanjaan modern. Tampaknya kali ini giliran Indonesia yang belajar ke Malaysia.

              Infrastruktur di malaysia sangat mencengangkan, listrik, air, jalanan, semuanya serba acungan 2 jempol. Indonesia kapan? Sudah 64 tahun merdeka, tetapi masih jalan di tempat. Budaya KKN dimana2, kapan negara ini maju?

              ---
              [rr] yah kapan kapan brur... waktu milih pimpinan dulu khan sudah tahu program, janji dan komitmen nya...
              jadi semestinya juga sudah tahu menaruh harapannya sampai dimana khan :-)
              jadi yah sabar deh... :-)

              note:1 mengenai gratis... itu tidak mendidik... listrik saja kebutuhan infrastruktur dan air pun jarang digratisin ha..ha..ha...
              temporary saja gratis... sampai proyek promosinya selesai...brur...:-)
              2. yang baik itu tidak perlu gratis... seperti warnet ... yang penting murah dan meriah serta ada pelayanannya... itu yang dibutuhkan oleh masyarakat sebenarnya...

              eh pak muchtar... kalau di medan dan banda aceh ke penang atau KL cuma 1/2 jam naik pesawat... dan ngak perlu visa, passport dan fiskal yah... jadi masyarakat di medan/aceh dan penang seperti mengunjungi dari satu propinsi atau negara bagian ke yang lain dong...
              sama dengan masyarakat di batam, kepri juga 1 jam naik ferri...
              Kemarin saya ke Kalimantan malah tinggal menyeberang saja masyarakat adat dari satu wilayah ke wilayah lain... gimana rasa persaudaraan di daerah daerah ini... sama di Papua dengan New Guinia juga sama...
              kalau setahu saya di long bawan... rasa persaudaraan cukup tinggi tapi nasionalisme juga sangat tinggi loh...itu yang saya temui dilapangan.
              ---

              Harusnya bukanlah saatnya memperhatikan kantong diri sendiri masing-masing, melainkan memikirkan sampai anak cucu, generasi penerus.

              ---
              [rr] teorinya begitu.. ajaran agama mengajarkan seperti itu... tapi kelakuan dilapangan sering lain... :-)
              ---

              Salam


              Muchtar
              Powered by Telkomsel BlackBerry®

              -----Original Message-----
              From: <rrusdiah@...>

              Date: Tue, 1 Sep 2009 04:56:48
              To: <APWKomitel@yahoogroups.com>
              Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


              From: paulus BW <paulusbw@...>
              Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


              Pak Mitro,
              Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.
              ---
              [rr] bicara siapa yang untung jadi menarik ? apa iya malaysia mau promosi jutaan USD truly asia jika tidak untung ha..ha..ha...
              minggu lalu saya duduk bersebalahan sama beberapa orang bule yang kebetulan sama sama dengan saya di lobby losmen Long bawan yg tidak ada listrik dan tidak ada internet atau warnet... tapi untung di long bawan berada di ketinggian 1,000 meter jadi hawa seperti puncak deh :-)
              nikmat... makan beras , ayam, sayur semuanya organik dan sehat...

              mereka baru saja tracking melalui hutan... jalan kaki dari Bario, Malaysia 3 orang New Zealand sudah tua dan mau pensiun.
              Guidenya ternyata teman teman Formadat dari Bario... keren bisa bahasa ingris... turis pun senang... dan karena keterbatasan guide dari indonesia... yah mereka terus jadi guide... menikmati hutan asri tidak dijarah manusia... keadaan mirip New Zealand mungkin sebelum perang dunia I dan II... saat mereka masih muda... nostalgia.. ngak ada lisrik, ngak ada telp... jalan dari batu..... mobil masih dikit sekali... kalau kami naik motor dari satu desa ke desa lain... berpapasan dengan pejalan kaki...
              jadi jalan kaki sudah biasa... berhari hari dari Bario wilayah malaysia ke wilayah Indonesia... maklum sama sama suku dayak masyarakat adat...cuma si guide WNM waga negara malaysia pakai IC Malaysia berbahasa ingris, bahasa dayak, bahasa malay dikit dikit...
              Devisa yang besar tentu diambil oleh malaysia... karena guidenya malaysia... dan travel yang mengatur semuanya dari malaysia... kita cuma dapat bagian dari hotel selama mereka di wilayah NKRI...
              Kota Bario... berpenduduk 800 orang saja... kota Long Bawan yang saya tinggal kalau ngak salah 3,000 orang... tapi turis yang datang ke Long Bawan dari Bario hanya 800 orang per tahun tapi yang datang ke Bario lebih dari 10,000 orang... Jadi itulah hasil iklan Malaysia Truly Asia di wilayah Borneo... yang mempromosikan fauna ( kera kera, monyet entah saya bukan ahlinya... burung burung) dan Raflesia... serta ratusan anggrek... yang sebagian sudah di data oleh Malaysia ha..ha..ha...
              Saya jadi miris... akhirnya dalam presentasi saya terpaksa saya bicara HKi... agar kita tidak terus di kibuli soal HKI :-)
              Jika ahli guide mereka menguasai hutan di Krayan... yah ngak perlu toh pake guide lokal...
              Namun mereka juga tidak egois ... Forum Masyarakat Adat baik dari sisi Sarawak, Brunei dan Sabah serta dari Krayan Induk, krayan selatan berkumpul... dengan bantuan WWF membangun sekolah eco tourisme dan museum...disitulah bagian dari tugas kami sebagai konsultan yaitu membangun Telecenter...
              Jadi kembali ke untung dan rugi... silahkan ditakar... menurut saya sih iklan tersebut jelas menguntungkan Malaysia... dan mereka pintar dan berhasil... sebagai truly Asia... meskipun hutannya di krayan.. berasnya beras Adan / Krayan di NKRI... :-)
              dalam teori marketing itu namanya leverage... gimana memanfaatkan kekuatan lawan...untuk meningkatkan kekuatan sendiri... malaysia truly Asia... :-)

              ---
              Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.

              ---
              [rr] kalo kita terlena... enjoy... yah bukan dicolong... tapi mereka secara legal dan beradab mendaftarkan brur... bukan nyolong... ini era HKi... siapa sadar... siapa pintar dialah yang berkuasa...
              ---

              Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
              Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
              Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.
              ---
              [rr] iya brur... adik saya pecinta keris... dan bahan keris memang dari meteor ruang angkasa atau entah lah itulah kearifan lokal kita... berupa rahasia unsur kimia... yang aneh aneh... seperti Titan...
              namun jika titan misalnya sudah dipaten kan oleh Korea dan Jepang.. mereka lah pemiliknya... bukan kita... meskipun mungkin saja mereka taunya belajar dari pembuat keris di Jogya...
              masa depan adalah perang HKI... sama dengan pabrik obat dan riset flu burung dan virus Namro ada di beberapa negara tropis... gunanya untuk
              mencari bio diversity baru... dipatenkan kemudian dibawa kenegaranya... kita jadi konsumen nya... setelah dipaten dan dimerek kan jadi produk obat mahal...
              ----


              Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

              ---
              [rr] itulah kearifan lokal... ada yg dari meteor ruang angkasa dan dari hal hal yang kita pun masyarkat modern mungkin belum mengenalnya... kita masih belajar sama wong deso... karena kita sering merasa keminter ha..ha..ha...
              tapi yah mereka memang pinter... setelah di HKI khan... kita jadi konsumen mereka... oleh karena itu mereka banyak belajar dari kita...:-)
              tinggal kita sadar atau tidak punya kekayaan intelektual yang melimpah.. tapi tidak berdaya meng HKI khan... apakah tidak seperti tikus dilumbung kaya... tidak berdaya...kah ????
              semoga tidak... ???
              salam, rr - apwkomitel
              ----


              salam,
              pb


              2009/9/1 S Roestam <sumitror@grouply. com>

              >
              >Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,
              >
              >>Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
              >>Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
              >>dapat dilihat dari Internet.
              >
              >>Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
              >>KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
              >>untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
              >>angklung, dll, ke dunia Internasional.
              >
              >>Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
              >>Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?
              >
              >>Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
              >>budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
              >>Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.
              >
              >>Wassalam,
              >>S Roestam
              >>------------ --
              >
              >>----Original Message----
              >>From: arnold@tt-tel. com
              >>Date: 01/09/2009 13:26
              >>To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel-anggota@ yahoogroups. com>
              >>Subj: [mastel-anggota] Malay Origin
              >
              >







              ------------------------------------

              --
              Sponsor: www.apwkomitel.org www.java-cafe.net www.micronics.info
              Info Disti Ncomputing(1PC Many/ 30Users) http://www.indoasiateknologi.com
              Yahoo! Groups Links
            • NeverLand Internet & Games
              Pak RR, bukan masalah di pandai lobby atau tidaknya, tetapi kalau di lihat dengan scope yang lebih besar, saya pikir ini adalah masalah pemerintah sendiri,
              Message 6 of 8 , Sep 2, 2009
              • 0 Attachment
                Pak RR, bukan masalah di pandai lobby atau tidaknya, tetapi kalau di lihat dengan scope yang lebih besar, saya pikir ini adalah masalah pemerintah sendiri, dimana pembangunan infrastruktur dan lainnya masih tidak layak, bagaimana mungkin?
                ---
                [rr] kalau birokrat pandai/cerdik lobby dan nego, serta lebih memikirkan masyarakat daripada dirinya sendiri pasti asing tidak berkutik... sekarang era kolonialisasi perdagangan dan ekonomi brur... harus pandai...
                ---

                Di malaysia saya ada seorang kawan kontraktor, rekanan proyek-proyek pemerintah, seperti proyek pengadaan sesuatu barang dan jasa, mereka ada di dalam satu atap badan panitia penyelengara barang dan jasa, yang mana bertanggung jawab untuk mensukseskan suatu tender. Dan didalam laporan tender tersebut haruslah di ikut sertakan : Barang yang di beli berasal dari toko mana, ukuran apa, dan lain sebagainya, jadi UKM juga hidup, dan juga itu haruslah dari daerah tersebut, misalnya di daerah cyberjaya atau subang.

                Hal ini yang membuat saya berpikir dan terus berpikir, betapa bagusnya manajemen dari pemerintah di negeri jiran ini, kemudian bagaimana cara mengimplementasikan kepada NKRI? Tentunya saya pikir semua ini tidak luput dari kesadaran akan membangun bangsa ini demi anak cucu di masa depan.

                Jalan tol dengan waktu perjalanan 35 menit ke bandara, bus hanya cukup membayar RM 1.30. Mobil pribadi tentunya membayar lebih mahal sedikit, yaitu RM 1.80 - RM 2.50. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Apa yang selama ini studi banding ke luar negeri dapatkan? Laporan apa saja yang mereka perbuat tentang studi banding tersebut? Apakah ada yang tahu? Dan perlu juga di ketahui, Genting Highland, tempat judi juga buka di bulan puasa di malaysia, karaoke, pub, diskotik, padahal ini bulan Ramadan.
                ---
                [rr] saya perhatikan... tol dinegara lain murah (apalagi dibandingkan dengan daya beli masyarakat negara tersebut)... dan biasanya makin murah... karena pertama pemerintah tidak mengambil keuntungan dari investasi tol... why ? karena investasi tol khan sebagian pake uang dari pajak ...
                jadi dari pendapatan...maka cicilan dibayar...maka tagihan makin lama yah makin kecil dan murah...

                di indonesia... entah kenapa... inflasi sudah sangat rendah... eh tolnya naik terus... sepertinya kapitalisasi industri di indonesia... artinya semua diprivatisasi mencari keuntungan... salah satu hasil dari washington konsensus menganut neoliberalisasi... kebebasan dan privatisasi semua faslitas/infrasturktur publik...bukan lagi negara...

                sehingga jangan heran jika tol terus naik... parkir juga sudah di privatisasi dan akan naik terus juga... kalau tidak ada yang protes ha..ha.ha... enak dong !
                cmliiw
                ---

                Bagaimana Indonesia kita yang tercinta ini? Apakah permasalahan mental setiap pribadi? atau tidak adanya rasa cinta NKRI?

                ---
                [rr] kalau jujur kita memang penganut neo libs... karena saat reformasi kita pinjam uang dengan donor... dan salah satu persyaratan dari pinjaman...khan privatisasi dan liberalisasi ekonomi pasar bebas... sebebas bebasnya... jadi anda kuat ... anda menang... itu saja... free kompetisi... enak dong !...ha..ha..ha... kalau anda kuat !
                cmliiw...
                salam, rr - apw
                ---

                Salam


                Muchtar





                ________________________________
                From: NeverLand Internet & Games <warnet_neverland@...>
                To: APWKomitel@yahoogroups.com
                Sent: Wednesday, September 2, 2009 12:52:23 PM
                Subject: benchmark HKi KL dan Medan siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


                Pak RR, kalau dari medan ke penang itu 1/2 jam perjalanan udara, kalau ke KL itu 55 menit perjalanan udara, turun di LCCT, Wajib meninggalkan fotokopi NPWP, dan kalau tidak dapat menunjukkan NPWP, bayar Fiskal Rp 2,5 juta rupiah. Kalau banda aceh sih ndak tahu ya... :)

                Wah kalau bicara Internet, apalagi warnet, saya pikir warnet ataupun warnet game di KL itu bagus banget, memang seperti town house, dan berasap rokok, namun RAME 24 jam. Harga RM 1 /hours. dan harga tersebut sudah merata ke berbagai tempat, kemudian listrik yang jarang banget BYAR PET, dan saya rasa, disana tidak ada namanya windows asli / bajakan, karena tidak terdapat sticker COAnya tertempel di casing cpunya, tetapi di ketahui dari toko komputer disana semuanya menggunakan windows asli sih, tapi ya.. 1 komputer plus windows asli harganya murah banget.

                ---
                [rr] mungkin dirjen HKInya dinegeri jiran pandai lobby dan memperhatikan masyarakat sehingga harga software lisensi bisa lebih murah...

                disini memang mahal... ketika kita complain baik ke Microsoft Indonesia dan ke ke dirjen HKinya ... sepertinya tidak didengarkan, malah kok berita di detik terus lobby dengan vendor soal penggunaan software lisensi di pemerintahan. .. ?????
                note: bayangkan padahal complain kami soal penggunaan lisensi di tender disektor pendidikan saja sudah mahal

                entahlah... semoga dimasa mendatang ada perubahan dan ada perhatian...

                salam, rr - apwkomitel/ mastel ukm
                ---

                Saya juga menyempatkan diri untuk beli LCD Full HD DELL, 24" tipe S2409W dengan harga yang wow, lumayan banget, 210 USD, Indonesia ntah kapan ya ada pabrikan yang buka di sini? Dengar-dengar kemarin sih di Kawasan Industri Medan, Pabrik Seagate mau buka, tapi karena infrastruktur yang tidak memadai, seperti Listrik yang mati idup mati idup, pindahlah mereka ke Penang, malaysia.

                Jadi salah siapa ini????? Negara Jiran atau Sendiri? sepertinya semut di kejauhan tampak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat?

                salam,

                Muchtar

                ____________ _________ _________ __
                From: "warnet_neverland@ yahoo.com" <warnet_neverland@ yahoo.com>
                To: APWKomitel@yahoogro ups.com
                Sent: Wednesday, September 2, 2009 4:11:15 AM
                Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                Tidakkah merasa bodoh? Indonesia sudah mencapai umur 64 tahun, namun malaysia yang 52 tahun dari segi apapun sangat jauh meninggalkan indonesia.

                Ketika di KL saya terkejut dengan layanan free wifi di sebuah pusat perbelanjaan modern. Tampaknya kali ini giliran Indonesia yang belajar ke Malaysia.

                Infrastruktur di malaysia sangat mencengangkan, listrik, air, jalanan, semuanya serba acungan 2 jempol. Indonesia kapan? Sudah 64 tahun merdeka, tetapi masih jalan di tempat. Budaya KKN dimana2, kapan negara ini maju?

                ---
                [rr] yah kapan kapan brur... waktu milih pimpinan dulu khan sudah tahu program, janji dan komitmen nya...
                jadi semestinya juga sudah tahu menaruh harapannya sampai dimana khan :-)
                jadi yah sabar deh... :-)

                note:1 mengenai gratis... itu tidak mendidik... listrik saja kebutuhan infrastruktur dan air pun jarang digratisin ha..ha..ha.. .
                temporary saja gratis... sampai proyek promosinya selesai...brur. ..:-)
                2. yang baik itu tidak perlu gratis... seperti warnet ... yang penting murah dan meriah serta ada pelayanannya. .. itu yang dibutuhkan oleh masyarakat sebenarnya.. .

                eh pak muchtar... kalau di medan dan banda aceh ke penang atau KL cuma 1/2 jam naik pesawat... dan ngak perlu visa, passport dan fiskal yah... jadi masyarakat di medan/aceh dan penang seperti mengunjungi dari satu propinsi atau negara bagian ke yang lain dong...
                sama dengan masyarakat di batam, kepri juga 1 jam naik ferri...
                Kemarin saya ke Kalimantan malah tinggal menyeberang saja masyarakat adat dari satu wilayah ke wilayah lain... gimana rasa persaudaraan di daerah daerah ini... sama di Papua dengan New Guinia juga sama...
                kalau setahu saya di long bawan... rasa persaudaraan cukup tinggi tapi nasionalisme juga sangat tinggi loh...itu yang saya temui dilapangan.
                ---

                Harusnya bukanlah saatnya memperhatikan kantong diri sendiri masing-masing, melainkan memikirkan sampai anak cucu, generasi penerus.

                ---
                [rr] teorinya begitu.. ajaran agama mengajarkan seperti itu... tapi kelakuan dilapangan sering lain... :-)
                ---

                Salam

                Muchtar
                Powered by Telkomsel BlackBerry®

                -----Original Message-----
                From: <rrusdiah@yahoo. com>

                Date: Tue, 1 Sep 2009 04:56:48
                To: <APWKomitel@yahoogro ups.com>
                Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                From: paulus BW <paulusbw@gmail. com>
                Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                Pak Mitro,
                Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.
                ---
                [rr] bicara siapa yang untung jadi menarik ? apa iya malaysia mau promosi jutaan USD truly asia jika tidak untung ha..ha..ha.. .
                minggu lalu saya duduk bersebalahan sama beberapa orang bule yang kebetulan sama sama dengan saya di lobby losmen Long bawan yg tidak ada listrik dan tidak ada internet atau warnet... tapi untung di long bawan berada di ketinggian 1,000 meter jadi hawa seperti puncak deh :-)
                nikmat... makan beras , ayam, sayur semuanya organik dan sehat...

                mereka baru saja tracking melalui hutan... jalan kaki dari Bario, Malaysia 3 orang New Zealand sudah tua dan mau pensiun.
                Guidenya ternyata teman teman Formadat dari Bario... keren bisa bahasa ingris... turis pun senang... dan karena keterbatasan guide dari indonesia... yah mereka terus jadi guide... menikmati hutan asri tidak dijarah manusia... keadaan mirip New Zealand mungkin sebelum perang dunia I dan II... saat mereka masih muda... nostalgia.. ngak ada lisrik, ngak ada telp... jalan dari batu..... mobil masih dikit sekali... kalau kami naik motor dari satu desa ke desa lain... berpapasan dengan pejalan kaki...
                jadi jalan kaki sudah biasa... berhari hari dari Bario wilayah malaysia ke wilayah Indonesia... maklum sama sama suku dayak masyarakat adat...cuma si guide WNM waga negara malaysia pakai IC Malaysia berbahasa ingris, bahasa dayak, bahasa malay dikit dikit...
                Devisa yang besar tentu diambil oleh malaysia... karena guidenya malaysia... dan travel yang mengatur semuanya dari malaysia... kita cuma dapat bagian dari hotel selama mereka di wilayah NKRI...
                Kota Bario... berpenduduk 800 orang saja... kota Long Bawan yang saya tinggal kalau ngak salah 3,000 orang... tapi turis yang datang ke Long Bawan dari Bario hanya 800 orang per tahun tapi yang datang ke Bario lebih dari 10,000 orang... Jadi itulah hasil iklan Malaysia Truly Asia di wilayah Borneo... yang mempromosikan fauna ( kera kera, monyet entah saya bukan ahlinya... burung burung) dan Raflesia... serta ratusan anggrek... yang sebagian sudah di data oleh Malaysia ha..ha..ha.. .
                Saya jadi miris... akhirnya dalam presentasi saya terpaksa saya bicara HKi... agar kita tidak terus di kibuli soal HKI :-)
                Jika ahli guide mereka menguasai hutan di Krayan... yah ngak perlu toh pake guide lokal...
                Namun mereka juga tidak egois ... Forum Masyarakat Adat baik dari sisi Sarawak, Brunei dan Sabah serta dari Krayan Induk, krayan selatan berkumpul... dengan bantuan WWF membangun sekolah eco tourisme dan museum...disitulah bagian dari tugas kami sebagai konsultan yaitu membangun Telecenter.. .
                Jadi kembali ke untung dan rugi... silahkan ditakar... menurut saya sih iklan tersebut jelas menguntungkan Malaysia... dan mereka pintar dan berhasil... sebagai truly Asia... meskipun hutannya di krayan.. berasnya beras Adan / Krayan di NKRI... :-)
                dalam teori marketing itu namanya leverage... gimana memanfaatkan kekuatan lawan...untuk meningkatkan kekuatan sendiri... malaysia truly Asia... :-)

                ---
                Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.

                ---
                [rr] kalo kita terlena... enjoy... yah bukan dicolong... tapi mereka secara legal dan beradab mendaftarkan brur... bukan nyolong... ini era HKi... siapa sadar... siapa pintar dialah yang berkuasa...
                ---

                Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
                Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
                Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.
                ---
                [rr] iya brur... adik saya pecinta keris... dan bahan keris memang dari meteor ruang angkasa atau entah lah itulah kearifan lokal kita... berupa rahasia unsur kimia... yang aneh aneh... seperti Titan...
                namun jika titan misalnya sudah dipaten kan oleh Korea dan Jepang.. mereka lah pemiliknya.. . bukan kita... meskipun mungkin saja mereka taunya belajar dari pembuat keris di Jogya...
                masa depan adalah perang HKI... sama dengan pabrik obat dan riset flu burung dan virus Namro ada di beberapa negara tropis... gunanya untuk
                mencari bio diversity baru... dipatenkan kemudian dibawa kenegaranya. .. kita jadi konsumen nya... setelah dipaten dan dimerek kan jadi produk obat mahal...
                ----

                Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

                ---
                [rr] itulah kearifan lokal... ada yg dari meteor ruang angkasa dan dari hal hal yang kita pun masyarkat modern mungkin belum mengenalnya. .. kita masih belajar sama wong deso... karena kita sering merasa keminter ha..ha..ha.. .
                tapi yah mereka memang pinter... setelah di HKI khan... kita jadi konsumen mereka... oleh karena itu mereka banyak belajar dari kita...:-)
                tinggal kita sadar atau tidak punya kekayaan intelektual yang melimpah.. tapi tidak berdaya meng HKI khan... apakah tidak seperti tikus dilumbung kaya... tidak berdaya...kah ????
                semoga tidak... ???
                salam, rr - apwkomitel
                ----

                salam,
                pb

                2009/9/1 S Roestam <sumitror@grouply. com>

                >
                >Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,
                >
                >>Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
                >>Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
                >>dapat dilihat dari Internet.
                >
                >>Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
                >>KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
                >>untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
                >>angklung, dll, ke dunia Internasional.
                >
                >>Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
                >>Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?
                >
                >>Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
                >>budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
                >>Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.
                >
                >>Wassalam,
                >>S Roestam
                >>---------- -- --
                >
                >>----Original Message----
                >>From: arnold@tt-tel. com
                >>Date: 01/09/2009 13:26
                >>To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel- anggota@ yahoogroups. com>
                >>Subj: [mastel-anggota] Malay Origin
                >
                >

                ------------ --------- --------- ------

                --
                Sponsor: www.apwkomitel. org www.java-cafe. net www.micronics. info
                Info Disti Ncomputing(1PC Many/ 30Users) http://www.indoasia teknologi. com
                Yahoo! Groups Links
              • azhar_hasyim@postel.go.id
                Tdk juga sepenuhnya kesalahan pemerintah, tetapi kadang2 juga dr pihak pengusaha bahkan dr organisasi massa Powered by Telkomsel BlackBerry® ... [rr] setuju
                Message 7 of 8 , Sep 2, 2009
                • 0 Attachment
                  Tdk juga sepenuhnya kesalahan pemerintah, tetapi kadang2 juga dr pihak pengusaha bahkan dr organisasi massa
                  Powered by Telkomsel BlackBerry®

                  ---
                  [rr] setuju banget pak azhar..it takes two to tanggo....kami dari swasta juga menyadari,.. namun setahu saya kalau birokrat dan pejabat pemerintah dibayar oleh masyarakat melalui pajak untuk menjalankan fungsi tata kelolah pemerintah khan :-)

                  artinya yah harus menjaga supaya usaha dan bisnis menguntungkan bukan pihak luar tapi masyarakat... salah satunya dengan lobby, membuat kebijakan dan peraturan... bisa eksekutif dan bisa legislatif.

                  jadi memang pihak pengusaha dan organisasi masa ngo bisa salah... tapi siapa yang punya tanggung jawab untuk tata kelolah dan diberi wewenang untuk mengatur dan memerintah ha..ha..ha...

                  iya kan :-)

                  salam, rr - apwkomitel


                  -----Original Message-----
                  From: NeverLand Internet & Games <warnet_neverland@...>

                  Date: Wed, 2 Sep 2009 10:51:03
                  To: <APWKomitel@yahoogroups.com>
                  Subject: harus kuat lah...liberalisasi/privatisasi: benchmark HKi KL dan Medan siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


                  Pak RR, bukan masalah di pandai lobby atau tidaknya, tetapi kalau di lihat dengan scope yang lebih besar, saya pikir ini adalah masalah pemerintah sendiri, dimana pembangunan infrastruktur dan lainnya masih tidak layak, bagaimana mungkin?
                  ---
                  [rr] kalau birokrat pandai/cerdik lobby dan nego, serta lebih memikirkan masyarakat daripada dirinya sendiri pasti asing tidak berkutik... sekarang era kolonialisasi perdagangan dan ekonomi brur... harus pandai...
                  ---

                  Di malaysia saya ada seorang kawan kontraktor, rekanan proyek-proyek pemerintah, seperti proyek pengadaan sesuatu barang dan jasa, mereka ada di dalam satu atap badan panitia penyelengara barang dan jasa, yang mana bertanggung jawab untuk mensukseskan suatu tender. Dan didalam laporan tender tersebut haruslah di ikut sertakan : Barang yang di beli berasal dari toko mana, ukuran apa, dan lain sebagainya, jadi UKM juga hidup, dan juga itu haruslah dari daerah tersebut, misalnya di daerah cyberjaya atau subang.

                  Hal ini yang membuat saya berpikir dan terus berpikir, betapa bagusnya manajemen dari pemerintah di negeri jiran ini, kemudian bagaimana cara mengimplementasikan kepada NKRI? Tentunya saya pikir semua ini tidak luput dari kesadaran akan membangun bangsa ini demi anak cucu di masa depan.

                  Jalan tol dengan waktu perjalanan 35 menit ke bandara, bus hanya cukup membayar RM 1.30. Mobil pribadi tentunya membayar lebih mahal sedikit, yaitu RM 1.80 - RM 2.50. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Apa yang selama ini studi banding ke luar negeri dapatkan? Laporan apa saja yang mereka perbuat tentang studi banding tersebut? Apakah ada yang tahu? Dan perlu juga di ketahui, Genting Highland, tempat judi juga buka di bulan puasa di malaysia, karaoke, pub, diskotik, padahal ini bulan Ramadan.
                  ---
                  [rr] saya perhatikan... tol dinegara lain murah (apalagi dibandingkan dengan daya beli masyarakat negara tersebut)... dan biasanya makin murah... karena pertama pemerintah tidak mengambil keuntungan dari investasi tol... why ? karena investasi tol khan sebagian pake uang dari pajak ...
                  jadi dari pendapatan...maka cicilan dibayar...maka tagihan makin lama yah makin kecil dan murah...

                  di indonesia... entah kenapa... inflasi sudah sangat rendah... eh tolnya naik terus... sepertinya kapitalisasi industri di indonesia... artinya semua diprivatisasi mencari keuntungan... salah satu hasil dari washington konsensus menganut neoliberalisasi... kebebasan dan privatisasi semua faslitas/infrasturktur publik...bukan lagi negara...

                  sehingga jangan heran jika tol terus naik... parkir juga sudah di privatisasi dan akan naik terus juga... kalau tidak ada yang protes ha..ha.ha... enak dong !
                  cmliiw
                  ---

                  Bagaimana Indonesia kita yang tercinta ini? Apakah permasalahan mental setiap pribadi? atau tidak adanya rasa cinta NKRI?

                  ---
                  [rr] kalau jujur kita memang penganut neo libs... karena saat reformasi kita pinjam uang dengan donor... dan salah satu persyaratan dari pinjaman...khan privatisasi dan liberalisasi ekonomi pasar bebas... sebebas bebasnya... jadi anda kuat ... anda menang... itu saja... free kompetisi... enak dong !...ha..ha..ha... kalau anda kuat !
                  cmliiw...
                  salam, rr - apw
                  ---

                  Salam


                  Muchtar





                  ________________________________
                  From: NeverLand Internet & Games <warnet_neverland@...>
                  To: APWKomitel@yahoogroups.com
                  Sent: Wednesday, September 2, 2009 12:52:23 PM
                  Subject: benchmark HKi KL dan Medan siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


                  Pak RR, kalau dari medan ke penang itu 1/2 jam perjalanan udara, kalau ke KL itu 55 menit perjalanan udara, turun di LCCT, Wajib meninggalkan fotokopi NPWP, dan kalau tidak dapat menunjukkan NPWP, bayar Fiskal Rp 2,5 juta rupiah. Kalau banda aceh sih ndak tahu ya... :)

                  Wah kalau bicara Internet, apalagi warnet, saya pikir warnet ataupun warnet game di KL itu bagus banget, memang seperti town house, dan berasap rokok, namun RAME 24 jam. Harga RM 1 /hours. dan harga tersebut sudah merata ke berbagai tempat, kemudian listrik yang jarang banget BYAR PET, dan saya rasa, disana tidak ada namanya windows asli / bajakan, karena tidak terdapat sticker COAnya tertempel di casing cpunya, tetapi di ketahui dari toko komputer disana semuanya menggunakan windows asli sih, tapi ya.. 1 komputer plus windows asli harganya murah banget.

                  ---
                  [rr] mungkin dirjen HKInya dinegeri jiran pandai lobby dan memperhatikan masyarakat sehingga harga software lisensi bisa lebih murah...

                  disini memang mahal... ketika kita complain baik ke Microsoft Indonesia dan ke ke dirjen HKinya ... sepertinya tidak didengarkan, malah kok berita di detik terus lobby dengan vendor soal penggunaan software lisensi di pemerintahan. .. ?????
                  note: bayangkan padahal complain kami soal penggunaan lisensi di tender disektor pendidikan saja sudah mahal

                  entahlah... semoga dimasa mendatang ada perubahan dan ada perhatian...

                  salam, rr - apwkomitel/ mastel ukm
                  ---

                  Saya juga menyempatkan diri untuk beli LCD Full HD DELL, 24" tipe S2409W dengan harga yang wow, lumayan banget, 210 USD, Indonesia ntah kapan ya ada pabrikan yang buka di sini? Dengar-dengar kemarin sih di Kawasan Industri Medan, Pabrik Seagate mau buka, tapi karena infrastruktur yang tidak memadai, seperti Listrik yang mati idup mati idup, pindahlah mereka ke Penang, malaysia.

                  Jadi salah siapa ini????? Negara Jiran atau Sendiri? sepertinya semut di kejauhan tampak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat?

                  salam,

                  Muchtar

                  ________________________________
                  From: "warnet_neverland@ yahoo.com" <warnet_neverland@ yahoo.com>
                  To: APWKomitel@yahoogro ups.com
                  Sent: Wednesday, September 2, 2009 4:11:15 AM
                  Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                  Tidakkah merasa bodoh? Indonesia sudah mencapai umur 64 tahun, namun malaysia yang 52 tahun dari segi apapun sangat jauh meninggalkan indonesia.

                  Ketika di KL saya terkejut dengan layanan free wifi di sebuah pusat perbelanjaan modern. Tampaknya kali ini giliran Indonesia yang belajar ke Malaysia.

                  Infrastruktur di malaysia sangat mencengangkan, listrik, air, jalanan, semuanya serba acungan 2 jempol. Indonesia kapan? Sudah 64 tahun merdeka, tetapi masih jalan di tempat. Budaya KKN dimana2, kapan negara ini maju?

                  ---
                  [rr] yah kapan kapan brur... waktu milih pimpinan dulu khan sudah tahu program, janji dan komitmen nya...
                  jadi semestinya juga sudah tahu menaruh harapannya sampai dimana khan :-)
                  jadi yah sabar deh... :-)

                  note:1 mengenai gratis... itu tidak mendidik... listrik saja kebutuhan infrastruktur dan air pun jarang digratisin ha..ha..ha.. .
                  temporary saja gratis... sampai proyek promosinya selesai...brur. ..:-)
                  2. yang baik itu tidak perlu gratis... seperti warnet ... yang penting murah dan meriah serta ada pelayanannya. .. itu yang dibutuhkan oleh masyarakat sebenarnya.. .

                  eh pak muchtar... kalau di medan dan banda aceh ke penang atau KL cuma 1/2 jam naik pesawat... dan ngak perlu visa, passport dan fiskal yah... jadi masyarakat di medan/aceh dan penang seperti mengunjungi dari satu propinsi atau negara bagian ke yang lain dong...
                  sama dengan masyarakat di batam, kepri juga 1 jam naik ferri...
                  Kemarin saya ke Kalimantan malah tinggal menyeberang saja masyarakat adat dari satu wilayah ke wilayah lain... gimana rasa persaudaraan di daerah daerah ini... sama di Papua dengan New Guinia juga sama...
                  kalau setahu saya di long bawan... rasa persaudaraan cukup tinggi tapi nasionalisme juga sangat tinggi loh...itu yang saya temui dilapangan.
                  ---

                  Harusnya bukanlah saatnya memperhatikan kantong diri sendiri masing-masing, melainkan memikirkan sampai anak cucu, generasi penerus.

                  ---
                  [rr] teorinya begitu.. ajaran agama mengajarkan seperti itu... tapi kelakuan dilapangan sering lain... :-)
                  ---

                  Salam

                  Muchtar
                  Powered by Telkomsel BlackBerry®

                  -----Original Message-----
                  From: <rrusdiah@yahoo. com>

                  Date: Tue, 1 Sep 2009 04:56:48
                  To: <APWKomitel@yahoogro ups.com>
                  Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                  From: paulus BW <paulusbw@gmail. com>
                  Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                  Pak Mitro,
                  Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.
                  ---
                  [rr] bicara siapa yang untung jadi menarik ? apa iya malaysia mau promosi jutaan USD truly asia jika tidak untung ha..ha..ha.. .
                  minggu lalu saya duduk bersebalahan sama beberapa orang bule yang kebetulan sama sama dengan saya di lobby losmen Long bawan yg tidak ada listrik dan tidak ada internet atau warnet... tapi untung di long bawan berada di ketinggian 1,000 meter jadi hawa seperti puncak deh :-)
                  nikmat... makan beras , ayam, sayur semuanya organik dan sehat...

                  mereka baru saja tracking melalui hutan... jalan kaki dari Bario, Malaysia 3 orang New Zealand sudah tua dan mau pensiun.
                  Guidenya ternyata teman teman Formadat dari Bario... keren bisa bahasa ingris... turis pun senang... dan karena keterbatasan guide dari indonesia... yah mereka terus jadi guide... menikmati hutan asri tidak dijarah manusia... keadaan mirip New Zealand mungkin sebelum perang dunia I dan II... saat mereka masih muda... nostalgia.. ngak ada lisrik, ngak ada telp... jalan dari batu..... mobil masih dikit sekali... kalau kami naik motor dari satu desa ke desa lain... berpapasan dengan pejalan kaki...
                  jadi jalan kaki sudah biasa... berhari hari dari Bario wilayah malaysia ke wilayah Indonesia... maklum sama sama suku dayak masyarakat adat...cuma si guide WNM waga negara malaysia pakai IC Malaysia berbahasa ingris, bahasa dayak, bahasa malay dikit dikit...
                  Devisa yang besar tentu diambil oleh malaysia... karena guidenya malaysia... dan travel yang mengatur semuanya dari malaysia... kita cuma dapat bagian dari hotel selama mereka di wilayah NKRI...
                  Kota Bario... berpenduduk 800 orang saja... kota Long Bawan yang saya tinggal kalau ngak salah 3,000 orang... tapi turis yang datang ke Long Bawan dari Bario hanya 800 orang per tahun tapi yang datang ke Bario lebih dari 10,000 orang... Jadi itulah hasil iklan Malaysia Truly Asia di wilayah Borneo... yang mempromosikan fauna ( kera kera, monyet entah saya bukan ahlinya... burung burung) dan Raflesia... serta ratusan anggrek... yang sebagian sudah di data oleh Malaysia ha..ha..ha.. .
                  Saya jadi miris... akhirnya dalam presentasi saya terpaksa saya bicara HKi... agar kita tidak terus di kibuli soal HKI :-)
                  Jika ahli guide mereka menguasai hutan di Krayan... yah ngak perlu toh pake guide lokal...
                  Namun mereka juga tidak egois ... Forum Masyarakat Adat baik dari sisi Sarawak, Brunei dan Sabah serta dari Krayan Induk, krayan selatan berkumpul... dengan bantuan WWF membangun sekolah eco tourisme dan museum...disitulah bagian dari tugas kami sebagai konsultan yaitu membangun Telecenter.. .
                  Jadi kembali ke untung dan rugi... silahkan ditakar... menurut saya sih iklan tersebut jelas menguntungkan Malaysia... dan mereka pintar dan berhasil... sebagai truly Asia... meskipun hutannya di krayan.. berasnya beras Adan / Krayan di NKRI... :-)
                  dalam teori marketing itu namanya leverage... gimana memanfaatkan kekuatan lawan...untuk meningkatkan kekuatan sendiri... malaysia truly Asia... :-)

                  ---
                  Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.

                  ---
                  [rr] kalo kita terlena... enjoy... yah bukan dicolong... tapi mereka secara legal dan beradab mendaftarkan brur... bukan nyolong... ini era HKi... siapa sadar... siapa pintar dialah yang berkuasa...
                  ---

                  Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
                  Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
                  Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.
                  ---
                  [rr] iya brur... adik saya pecinta keris... dan bahan keris memang dari meteor ruang angkasa atau entah lah itulah kearifan lokal kita... berupa rahasia unsur kimia... yang aneh aneh... seperti Titan...
                  namun jika titan misalnya sudah dipaten kan oleh Korea dan Jepang.. mereka lah pemiliknya.. . bukan kita... meskipun mungkin saja mereka taunya belajar dari pembuat keris di Jogya...
                  masa depan adalah perang HKI... sama dengan pabrik obat dan riset flu burung dan virus Namro ada di beberapa negara tropis... gunanya untuk
                  mencari bio diversity baru... dipatenkan kemudian dibawa kenegaranya. .. kita jadi konsumen nya... setelah dipaten dan dimerek kan jadi produk obat mahal...
                  ----

                  Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

                  ---
                  [rr] itulah kearifan lokal... ada yg dari meteor ruang angkasa dan dari hal hal yang kita pun masyarkat modern mungkin belum mengenalnya. .. kita masih belajar sama wong deso... karena kita sering merasa keminter ha..ha..ha.. .
                  tapi yah mereka memang pinter... setelah di HKI khan... kita jadi konsumen mereka... oleh karena itu mereka banyak belajar dari kita...:-)
                  tinggal kita sadar atau tidak punya kekayaan intelektual yang melimpah.. tapi tidak berdaya meng HKI khan... apakah tidak seperti tikus dilumbung kaya... tidak berdaya...kah ????
                  semoga tidak... ???
                  salam, rr - apwkomitel
                  ----

                  salam,
                  pb

                  2009/9/1 S Roestam <sumitror@grouply. com>

                  >
                  >Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,
                  >
                  >>Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
                  >>Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
                  >>dapat dilihat dari Internet.
                  >
                  >>Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
                  >>KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
                  >>untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
                  >>angklung, dll, ke dunia Internasional.
                  >
                  >>Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
                  >>Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?
                  >
                  >>Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
                  >>budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
                  >>Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.
                  >
                  >>Wassalam,
                  >>S Roestam
                  >>---------- -- --
                  >
                  >>----Original Message----
                  >>From: arnold@tt-tel. com
                  >>Date: 01/09/2009 13:26
                  >>To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel- anggota@ yahoogroups. com>
                  >>Subj: [mastel-anggota] Malay Origin
                  >
                  >

                  ------------ --------- --------- ------

                  --
                  Sponsor: www.apwkomitel. org www.java-cafe. net www.micronics. info
                  Info Disti Ncomputing(1PC Many/ 30Users) http://www.indoasia teknologi. com
                  Yahoo! Groups Links
                • NeverLand Internet & Games
                  Harusnya sih, pemerintah tidak dapat di salahkan, tetapi individu/oknum pemerintah yang sering kali menyalahgunakan jabatan, dan dengan seenaknya mengisi
                  Message 8 of 8 , Sep 2, 2009
                  • 0 Attachment
                    Harusnya sih, pemerintah tidak dapat di salahkan, tetapi individu/oknum pemerintah yang sering kali menyalahgunakan jabatan, dan dengan seenaknya mengisi kantong sendiri tanpa melihat ke masa depan, anak-cucu bangsa. Saya kira hal ini relevan dengan banyaknya peraturan daerah yang mana sudah jelas-jelas tahu itu bertentangan dengan Peraturan Pemerintah dan juga Undang-Undang tetapi tetap saja di setujui dan di jalankan. Apakah ini namanya Birokrasi yang bersih? Makanya Iklim usaha di Pusat/Jakarta lancar-lancar saja sih, karena terdapat pemerintah pusat, kalau di daerah coba? untuk Lelang Proyek saja, tiba-tiba pengumuman Lelang itu waktu pendaftarannya sudah di tutup, dan banyak pula yang tidak melalui pengumuman lelang, cuman memanggil rekanan yang tiba-tiba menjadi rekanan?

                    Hehe.. lucu banget dah.. Gajah di pelupuk mata tak nampak, semut di kejauhan jelas buanget sekali.

                    Salam

                    ---
                    [rr] yah itulah kenyataan dilapangan...

                    ada daerah yang baik... ada daerah yang berantakan... dipusat juga sama ada departemen/instansi yang baik... ada pula yang tidak...

                    kami yang sering ikut proyek mengalaminya deh :-)

                    salam, rr - apwkomitel
                    ---


                    ________________________________
                    From: "azhar_hasyim@..." <azhar_hasyim@...>
                    To: APWKomitel@yahoogroups.com
                    Sent: Thursday, September 3, 2009 8:45:37 AM
                    Subject: fungsi/wewenang tatakelolah nya mana?: harus kuat lah...liberalisasi/privatisasi: benchmark HKi KL dan Medan siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                    Tdk juga sepenuhnya kesalahan pemerintah, tetapi kadang2 juga dr pihak pengusaha bahkan dr organisasi massa
                    Powered by Telkomsel BlackBerry®

                    ---
                    [rr] setuju banget pak azhar..it takes two to tanggo....kami dari swasta juga menyadari,.. namun setahu saya kalau birokrat dan pejabat pemerintah dibayar oleh masyarakat melalui pajak untuk menjalankan fungsi tata kelolah pemerintah khan :-)

                    artinya yah harus menjaga supaya usaha dan bisnis menguntungkan bukan pihak luar tapi masyarakat... salah satunya dengan lobby, membuat kebijakan dan peraturan... bisa eksekutif dan bisa legislatif.

                    jadi memang pihak pengusaha dan organisasi masa ngo bisa salah... tapi siapa yang punya tanggung jawab untuk tata kelolah dan diberi wewenang untuk mengatur dan memerintah ha..ha..ha...

                    iya kan :-)

                    salam, rr - apwkomitel


                    -----Original Message-----
                    From: NeverLand Internet & Games <warnet_neverland@...>

                    Date: Wed, 2 Sep 2009 10:51:03
                    To: <APWKomitel@yahoogroups.com>
                    Subject: harus kuat lah...liberalisasi/privatisasi: benchmark HKi KL dan Medan siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


                    Pak RR, bukan masalah di pandai lobby atau tidaknya, tetapi kalau di lihat dengan scope yang lebih besar, saya pikir ini adalah masalah pemerintah sendiri, dimana pembangunan infrastruktur dan lainnya masih tidak layak, bagaimana mungkin?
                    ---
                    [rr] kalau birokrat pandai/cerdik lobby dan nego, serta lebih memikirkan masyarakat daripada dirinya sendiri pasti asing tidak berkutik... sekarang era kolonialisasi perdagangan dan ekonomi brur... harus pandai...
                    ---

                    Di malaysia saya ada seorang kawan kontraktor, rekanan proyek-proyek pemerintah, seperti proyek pengadaan sesuatu barang dan jasa, mereka ada di dalam satu atap badan panitia penyelengara barang dan jasa, yang mana bertanggung jawab untuk mensukseskan suatu tender. Dan didalam laporan tender tersebut haruslah di ikut sertakan : Barang yang di beli berasal dari toko mana, ukuran apa, dan lain sebagainya, jadi UKM juga hidup, dan juga itu haruslah dari daerah tersebut, misalnya di daerah cyberjaya atau subang.

                    Hal ini yang membuat saya berpikir dan terus berpikir, betapa bagusnya manajemen dari pemerintah di negeri jiran ini, kemudian bagaimana cara mengimplementasikan kepada NKRI? Tentunya saya pikir semua ini tidak luput dari kesadaran akan membangun bangsa ini demi anak cucu di masa depan.

                    Jalan tol dengan waktu perjalanan 35 menit ke bandara, bus hanya cukup membayar RM 1.30. Mobil pribadi tentunya membayar lebih mahal sedikit, yaitu RM 1.80 - RM 2.50. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Apa yang selama ini studi banding ke luar negeri dapatkan? Laporan apa saja yang mereka perbuat tentang studi banding tersebut? Apakah ada yang tahu? Dan perlu juga di ketahui, Genting Highland, tempat judi juga buka di bulan puasa di malaysia, karaoke, pub, diskotik, padahal ini bulan Ramadan.
                    ---
                    [rr] saya perhatikan... tol dinegara lain murah (apalagi dibandingkan dengan daya beli masyarakat negara tersebut)... dan biasanya makin murah... karena pertama pemerintah tidak mengambil keuntungan dari investasi tol... why ? karena investasi tol khan sebagian pake uang dari pajak ...
                    jadi dari pendapatan...maka cicilan dibayar...maka tagihan makin lama yah makin kecil dan murah...

                    di indonesia... entah kenapa... inflasi sudah sangat rendah... eh tolnya naik terus... sepertinya kapitalisasi industri di indonesia... artinya semua diprivatisasi mencari keuntungan... salah satu hasil dari washington konsensus menganut neoliberalisasi... kebebasan dan privatisasi semua faslitas/infrasturktur publik...bukan lagi negara...

                    sehingga jangan heran jika tol terus naik... parkir juga sudah di privatisasi dan akan naik terus juga... kalau tidak ada yang protes ha..ha.ha... enak dong !
                    cmliiw
                    ---

                    Bagaimana Indonesia kita yang tercinta ini? Apakah permasalahan mental setiap pribadi? atau tidak adanya rasa cinta NKRI?

                    ---
                    [rr] kalau jujur kita memang penganut neo libs... karena saat reformasi kita pinjam uang dengan donor... dan salah satu persyaratan dari pinjaman...khan privatisasi dan liberalisasi ekonomi pasar bebas... sebebas bebasnya... jadi anda kuat ... anda menang... itu saja... free kompetisi... enak dong !...ha..ha..ha... kalau anda kuat !
                    cmliiw...
                    salam, rr - apw
                    ---

                    Salam


                    Muchtar





                    ________________________________
                    From: NeverLand Internet & Games <warnet_neverland@...>
                    To: APWKomitel@yahoogroups.com
                    Sent: Wednesday, September 2, 2009 12:52:23 PM
                    Subject: benchmark HKi KL dan Medan siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin


                    Pak RR, kalau dari medan ke penang itu 1/2 jam perjalanan udara, kalau ke KL itu 55 menit perjalanan udara, turun di LCCT, Wajib meninggalkan fotokopi NPWP, dan kalau tidak dapat menunjukkan NPWP, bayar Fiskal Rp 2,5 juta rupiah. Kalau banda aceh sih ndak tahu ya... :)

                    Wah kalau bicara Internet, apalagi warnet, saya pikir warnet ataupun warnet game di KL itu bagus banget, memang seperti town house, dan berasap rokok, namun RAME 24 jam. Harga RM 1 /hours. dan harga tersebut sudah merata ke berbagai tempat, kemudian listrik yang jarang banget BYAR PET, dan saya rasa, disana tidak ada namanya windows asli / bajakan, karena tidak terdapat sticker COAnya tertempel di casing cpunya, tetapi di ketahui dari toko komputer disana semuanya menggunakan windows asli sih, tapi ya.. 1 komputer plus windows asli harganya murah banget.

                    ---
                    [rr] mungkin dirjen HKInya dinegeri jiran pandai lobby dan memperhatikan masyarakat sehingga harga software lisensi bisa lebih murah...

                    disini memang mahal... ketika kita complain baik ke Microsoft Indonesia dan ke ke dirjen HKinya ... sepertinya tidak didengarkan, malah kok berita di detik terus lobby dengan vendor soal penggunaan software lisensi di pemerintahan. .. ?????
                    note: bayangkan padahal complain kami soal penggunaan lisensi di tender disektor pendidikan saja sudah mahal

                    entahlah... semoga dimasa mendatang ada perubahan dan ada perhatian...

                    salam, rr - apwkomitel/ mastel ukm
                    ---

                    Saya juga menyempatkan diri untuk beli LCD Full HD DELL, 24" tipe S2409W dengan harga yang wow, lumayan banget, 210 USD, Indonesia ntah kapan ya ada pabrikan yang buka di sini? Dengar-dengar kemarin sih di Kawasan Industri Medan, Pabrik Seagate mau buka, tapi karena infrastruktur yang tidak memadai, seperti Listrik yang mati idup mati idup, pindahlah mereka ke Penang, malaysia.

                    Jadi salah siapa ini????? Negara Jiran atau Sendiri? sepertinya semut di kejauhan tampak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat?

                    salam,

                    Muchtar

                    ________________________________
                    From: "warnet_neverland@ yahoo.com" <warnet_neverland@ yahoo.com>
                    To: APWKomitel@yahoogro ups.com
                    Sent: Wednesday, September 2, 2009 4:11:15 AM
                    Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                    Tidakkah merasa bodoh? Indonesia sudah mencapai umur 64 tahun, namun malaysia yang 52 tahun dari segi apapun sangat jauh meninggalkan indonesia.

                    Ketika di KL saya terkejut dengan layanan free wifi di sebuah pusat perbelanjaan modern. Tampaknya kali ini giliran Indonesia yang belajar ke Malaysia.

                    Infrastruktur di malaysia sangat mencengangkan, listrik, air, jalanan, semuanya serba acungan 2 jempol. Indonesia kapan? Sudah 64 tahun merdeka, tetapi masih jalan di tempat. Budaya KKN dimana2, kapan negara ini maju?

                    ---
                    [rr] yah kapan kapan brur... waktu milih pimpinan dulu khan sudah tahu program, janji dan komitmen nya...
                    jadi semestinya juga sudah tahu menaruh harapannya sampai dimana khan :-)
                    jadi yah sabar deh... :-)

                    note:1 mengenai gratis... itu tidak mendidik... listrik saja kebutuhan infrastruktur dan air pun jarang digratisin ha..ha..ha.. .
                    temporary saja gratis... sampai proyek promosinya selesai...brur. ..:-)
                    2. yang baik itu tidak perlu gratis... seperti warnet ... yang penting murah dan meriah serta ada pelayanannya. .. itu yang dibutuhkan oleh masyarakat sebenarnya.. .

                    eh pak muchtar... kalau di medan dan banda aceh ke penang atau KL cuma 1/2 jam naik pesawat... dan ngak perlu visa, passport dan fiskal yah... jadi masyarakat di medan/aceh dan penang seperti mengunjungi dari satu propinsi atau negara bagian ke yang lain dong...
                    sama dengan masyarakat di batam, kepri juga 1 jam naik ferri...
                    Kemarin saya ke Kalimantan malah tinggal menyeberang saja masyarakat adat dari satu wilayah ke wilayah lain... gimana rasa persaudaraan di daerah daerah ini... sama di Papua dengan New Guinia juga sama...
                    kalau setahu saya di long bawan... rasa persaudaraan cukup tinggi tapi nasionalisme juga sangat tinggi loh...itu yang saya temui dilapangan.
                    ---

                    Harusnya bukanlah saatnya memperhatikan kantong diri sendiri masing-masing, melainkan memikirkan sampai anak cucu, generasi penerus.

                    ---
                    [rr] teorinya begitu.. ajaran agama mengajarkan seperti itu... tapi kelakuan dilapangan sering lain... :-)
                    ---

                    Salam

                    Muchtar
                    Powered by Telkomsel BlackBerry®

                    -----Original Message-----
                    From: <rrusdiah@yahoo. com>

                    Date: Tue, 1 Sep 2009 04:56:48
                    To: <APWKomitel@yahoogro ups.com>
                    Subject: siapa yg untung ? yg pinter dan sadar yg untung? [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                    From: paulus BW <paulusbw@gmail. com>
                    Subject: Re: [APWKomitel] Re: [mastel-anggota] Malay Origin

                    Pak Mitro,
                    Saya sependapat dengan pak Chappy, selama malaysia mempromosikan lokasi Indonesia untuk bisnis mereka, sebenarnya tidak ada ruginya bagi negara Indonesia. Malah untung ada turis yang datang ke Indonesia dan bawa devisa lagi.Yang keluar duit untuk promosi Malaysia.
                    ---
                    [rr] bicara siapa yang untung jadi menarik ? apa iya malaysia mau promosi jutaan USD truly asia jika tidak untung ha..ha..ha.. .
                    minggu lalu saya duduk bersebalahan sama beberapa orang bule yang kebetulan sama sama dengan saya di lobby losmen Long bawan yg tidak ada listrik dan tidak ada internet atau warnet... tapi untung di long bawan berada di ketinggian 1,000 meter jadi hawa seperti puncak deh :-)
                    nikmat... makan beras , ayam, sayur semuanya organik dan sehat...

                    mereka baru saja tracking melalui hutan... jalan kaki dari Bario, Malaysia 3 orang New Zealand sudah tua dan mau pensiun.
                    Guidenya ternyata teman teman Formadat dari Bario... keren bisa bahasa ingris... turis pun senang... dan karena keterbatasan guide dari indonesia... yah mereka terus jadi guide... menikmati hutan asri tidak dijarah manusia... keadaan mirip New Zealand mungkin sebelum perang dunia I dan II... saat mereka masih muda... nostalgia.. ngak ada lisrik, ngak ada telp... jalan dari batu..... mobil masih dikit sekali... kalau kami naik motor dari satu desa ke desa lain... berpapasan dengan pejalan kaki...
                    jadi jalan kaki sudah biasa... berhari hari dari Bario wilayah malaysia ke wilayah Indonesia... maklum sama sama suku dayak masyarakat adat...cuma si guide WNM waga negara malaysia pakai IC Malaysia berbahasa ingris, bahasa dayak, bahasa malay dikit dikit...
                    Devisa yang besar tentu diambil oleh malaysia... karena guidenya malaysia... dan travel yang mengatur semuanya dari malaysia... kita cuma dapat bagian dari hotel selama mereka di wilayah NKRI...
                    Kota Bario... berpenduduk 800 orang saja... kota Long Bawan yang saya tinggal kalau ngak salah 3,000 orang... tapi turis yang datang ke Long Bawan dari Bario hanya 800 orang per tahun tapi yang datang ke Bario lebih dari 10,000 orang... Jadi itulah hasil iklan Malaysia Truly Asia di wilayah Borneo... yang mempromosikan fauna ( kera kera, monyet entah saya bukan ahlinya... burung burung) dan Raflesia... serta ratusan anggrek... yang sebagian sudah di data oleh Malaysia ha..ha..ha.. .
                    Saya jadi miris... akhirnya dalam presentasi saya terpaksa saya bicara HKi... agar kita tidak terus di kibuli soal HKI :-)
                    Jika ahli guide mereka menguasai hutan di Krayan... yah ngak perlu toh pake guide lokal...
                    Namun mereka juga tidak egois ... Forum Masyarakat Adat baik dari sisi Sarawak, Brunei dan Sabah serta dari Krayan Induk, krayan selatan berkumpul... dengan bantuan WWF membangun sekolah eco tourisme dan museum...disitulah bagian dari tugas kami sebagai konsultan yaitu membangun Telecenter.. .
                    Jadi kembali ke untung dan rugi... silahkan ditakar... menurut saya sih iklan tersebut jelas menguntungkan Malaysia... dan mereka pintar dan berhasil... sebagai truly Asia... meskipun hutannya di krayan.. berasnya beras Adan / Krayan di NKRI... :-)
                    dalam teori marketing itu namanya leverage... gimana memanfaatkan kekuatan lawan...untuk meningkatkan kekuatan sendiri... malaysia truly Asia... :-)

                    ---
                    Wilayah Indonesia dan kultur yang memang milik Indonesia tidak bisa dicolong. yang mereka bisa lakukan adalah meniru atau menyadurnya.

                    ---
                    [rr] kalo kita terlena... enjoy... yah bukan dicolong... tapi mereka secara legal dan beradab mendaftarkan brur... bukan nyolong... ini era HKi... siapa sadar... siapa pintar dialah yang berkuasa...
                    ---

                    Sekarang tinggal pemerintah membuat promosi juga yang gencar, pada akhirnya masyakat dunia juga akan tahu, bahwa mana kultur Indonesia dan kultur Malaysia.
                    Ambil contoh Kris diakui juga budaya Malaysia, turis ketika lihat kris tersebut mulai membaca dan bertanya asal usulnya, dan pada akhirnya mengarah ke Yogya.
                    Hebatnya kris jogya itu dari jaman dulu sudah hebat, karena sudah menemukan bahan yang namanya logam sebagai campurannya. Titan itu baru2 ini saja mulai dipakai oleh Produk2 Jepang, Korean, Jerman dst. untuk pisau dst.
                    ---
                    [rr] iya brur... adik saya pecinta keris... dan bahan keris memang dari meteor ruang angkasa atau entah lah itulah kearifan lokal kita... berupa rahasia unsur kimia... yang aneh aneh... seperti Titan...
                    namun jika titan misalnya sudah dipaten kan oleh Korea dan Jepang.. mereka lah pemiliknya.. . bukan kita... meskipun mungkin saja mereka taunya belajar dari pembuat keris di Jogya...
                    masa depan adalah perang HKI... sama dengan pabrik obat dan riset flu burung dan virus Namro ada di beberapa negara tropis... gunanya untuk
                    mencari bio diversity baru... dipatenkan kemudian dibawa kenegaranya. .. kita jadi konsumen nya... setelah dipaten dan dimerek kan jadi produk obat mahal...
                    ----

                    Menariknya tidak bukan kelompok logam, seperti besi, baja, stainless, dst..

                    ---
                    [rr] itulah kearifan lokal... ada yg dari meteor ruang angkasa dan dari hal hal yang kita pun masyarkat modern mungkin belum mengenalnya. .. kita masih belajar sama wong deso... karena kita sering merasa keminter ha..ha..ha.. .
                    tapi yah mereka memang pinter... setelah di HKI khan... kita jadi konsumen mereka... oleh karena itu mereka banyak belajar dari kita...:-)
                    tinggal kita sadar atau tidak punya kekayaan intelektual yang melimpah.. tapi tidak berdaya meng HKI khan... apakah tidak seperti tikus dilumbung kaya... tidak berdaya...kah ????
                    semoga tidak... ???
                    salam, rr - apwkomitel
                    ----

                    salam,
                    pb

                    2009/9/1 S Roestam <sumitror@grouply. com>

                    >
                    >Pak Djiwatampu dan Kawan2 Milis Yth,
                    >
                    >>Ada lagi tambahan, sebuah pulau tempat wisata indah di Riau, yaitu
                    >>Pulau Jemur telah di-klaim sebagai Obyek Wisata Malaysia seperti yang
                    >>dapat dilihat dari Internet.
                    >
                    >>Namun ada kawan yang berpendapat beda, yaitu pak Cheppy Hakim mantan
                    >>KASAU RI, yang mengatakan seharusnya kita berterimakasih pada Malaysia
                    >>untuk mempopulerkan budaya Indonesia, seperti lagu-lagu, tarian, batik,
                    >>angklung, dll, ke dunia Internasional.
                    >
                    >>Ia memberi contoh, kalau ada orang Indonesia yg pandai memainkan lagu
                    >>Beethoven, apakah ia dianggap merampas karya itu?
                    >
                    >>Bisakah kita katakan, apa yg dilakukan Malaysia adalah iklan gratisan
                    >>budaya dan obyek2 wisata Indonesia?
                    >>Silahkan ditanggapi, sambil menunggu waktu buka puasa.
                    >
                    >>Wassalam,
                    >>S Roestam
                    >>---------- -- --
                    >
                    >>----Original Message----
                    >>From: arnold@tt-tel. com
                    >>Date: 01/09/2009 13:26
                    >>To: "Rekan-Rekan Mastel"<mastel- anggota@ yahoogroups. com>
                    >>Subj: [mastel-anggota] Malay Origin
                    >
                    >

                    ------------ --------- --------- ------

                    --
                    Sponsor: www.apwkomitel. org www.java-cafe. net www.micronics. info
                    Info Disti Ncomputing(1PC Many/ 30Users) http://www.indoasia teknologi. com
                    Yahoo! Groups Links









                    ------------------------------------

                    --
                    Sponsor: www.apwkomitel.org www.java-cafe.net www.micronics.info
                    Info Disti Ncomputing(1PC Many/ 30Users) http://www.indoasiateknologi.com
                    Yahoo! Groups Links
                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.