Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

diskusi legalitas dan ISP ilegal :-) [asosiasi-warnet] (untuk diskusi) pembunuh warnet

Expand Messages
  • Rudy Rusdiah
    ini yang menjawab pengusaha warnet atau pengusaha ISP seh he..he.he...atau dua duanya :-) hebat jawabannya... :-) sedikit oot...dari pertemuan tadi pagi
    Message 1 of 1 , Aug 2, 2004
    • 0 Attachment
      ini yang menjawab pengusaha warnet atau pengusaha ISP seh he..he.he...atau dua duanya :-)
      hebat jawabannya... :-)

      sedikit oot...dari pertemuan tadi pagi dihotel bintang dan tadi saya jadi narasumber di "Kajian Peraturan Perundangan Usaha Telematika" mewakili APWKomitel dan bisnis usaha saya tentunya ( millenia/micronics) bersama pak JP Parapak dan Hidayat serta dipimpin oleh Deputy Telematika dan pak Albert Menkominfo sebagai moderator :-)

      Kebetulan ada pertanyaan dari floor kebetulan katanya mewakili pengurus APJII yang mengatakan ada warnet yang menyelenggarakan bandwidth sendiri melalui VSAT dan menjadi penyelenggara telekomunikasi, jadi ini kami sebut Warnet ilegal , padahal  APJII sudah melakukan sosialisasi kedaerah terhadap warnet ilegal seperti ini.

      Saya sebagai narasumber mewakili warnet mengatakan secara teori,  warnet tidak ada yang ilegal...karena dari UU 36 turun sampai PP dan dijabarkan diKepmen selalu menyebutkan warnet adalah usaha tanpa harus minta ijin dari postel mengenai akses internetnya (sebagai resale bandwidth saja dari incumbent atau internet provider) .

      Jadi sebetulnya tidak ada warnet illegal khan...wong kaga perlu ijin yah ngak mungkin illegal toh :-)

      Yang ada , saya katakan adalah ISP legal dan illegal...mungkin saja warnet tersebut menjadi ISP yang illegal dan itu bukan lagi tanggung jawab warnet tapi tanggung jawab Postel(regulator dan jajarannya dong :-) , jika warnet tersebut berkembang menjadi ISP dan menjadi illegal...
      note: coba deh apa sih beda antara ISP dan warnet,khan sama sama jual bandwidth hanya yang satu berijin dan satu lagi tidak berijin.

      Saya katakan teman saya diMakassar , awalnya dari warnet dan waktu ada roadshow bappenas/kominfo ke makassar, juga kami sarankan mengurus ijin untuk mendatangkan bandwidthnya... dan sekarang beliaunya sudah punya ijin ISP,  serta ijin lainnya untuk mendatangkan bandwidth... malah sekarang menjadi ISP legal dan  pengurus cabang APJII didaerah yah pak Adi @ internux yang sering low profile he..he.e...
      note: ini cuntoh warnet legal  eh... menjadi ISP legal :-)

      Jadi secara teori,  kaga ada warnet illegal,  karena sudah menarik bandwidth seperti halnya  ISP :-) ,  yang ada adalah warnet berubah menjadi ISP illegal...dan untuk bisnis diluar warnetnya ,  yah bukan tanggung jawab Asosiasi pengusaha warnet APWKomitel lagi khan :-)

      Menarik diskusi tadi pagi sekitar warnet, internet akses, cybercrime dan lain sebagainya...serta dialog antara kami dengan staff dari ditjen postel sekitar USO, frek 2.4ghz dan lain sebagainya diwakili oleh pak Santoso Sierad dari Ditjen Postel. Terima kasih atas komentar serta masukan dan tanggapan dari pak Santoso atas matrix tersebut.

      salam, rr - apwkomitel dan anggota pokja






      Adi Nugroho wrote:
      On Saturday 31 July 2004 12:00, mohmarkie wrote:
        
      1. Lembaga2 pendidikan, dimulai dengan perguruan tinggi, mulai
      memberikan akses internet secara gratis kepada mahasiswa.
      Tidak bisa dipungkiri, peminat warnet adalah anak muda, dan sebagian
      besar adalah mahasiswa. Kenapa? karena mereka haus informasi dan
      mereka tidak bisa/mampu menyediakan infrastruktur untuk nge-net
      (komputer dan koneksi internet). Orang2 kerja memang sangat perlu
      internet, tapi mereka sudah punya akses di tempat kerja mereka atau
      mereka mampu mempunyai koneksi internet di rumah.
          
      Berdasarkan pengamatan kami, warnet di kampus itu tidak pernah untung.
      Yang bisa untung itu warnet di SEKITAR kampus.
      
      So, jangan terlalu takut dengan warnet buatan kampus.
      
        
      2. Koneksi broadband murah, mudah dan masuk ke perumahan.
      Salah satu keuntungan pakai warnet adalah akses internet (jauh)
      lebih cepat dari pada dial-up. Tapi jika, broadband sudah masuh ke
      perumahan, dan biaya nya terjangkau, siapa yang mau pake warnet?
      Atau, kalau kost2nya berlangganan broadband dan di share ke semua
      kamar ...
          
      Jangan takut (lagi)...
      Kalau yang dimaksudkan dengan *broadband* adalah koneksi internet 24 jam, 
      hanya sedikit orang yang membutuhkannya (dan karena itu menggunakannya)
      
      Selain itu, ketimbang menunggu kompetitor memulainya, mengapa bukan warnet 
      yang menyediakan koneksi *broadband* tersebut ke perumahan di sekitarnya?
      
        
      3. Koneksi Internet wireless (misalnya wifi) sudah popular dan ada
      di tempat2 strategis (seperti airport, hotel, mall).
      Orang2 yang bepergian (untuk bisnis), kemungkinan besar membutuhkan
      akses internet. Karena jauh dari rumah/kantor, maka mereka
      membutuhkan warnet. Jika wifi sudah mudah, mereka tinggal pake
      notebook/hand phone untuk nge-net. Apalagi kalo tempat2 gaul sudah
      mulai menawarkan akses internet, seperti Starbuck atau McDonald.
          
      Ini adalah salah satu jenis warnet model baru.
      Mari mengembangkan warnet yang sudah ada ke arah ini.
      
        
      4. Tidak adanya (atau ketidaktahuan akan) applikasi web yang baru,
      menarik dan berguna dalam kegiatan sehari2. Email, chat, news, games
      online, forum, friendster memang menarik kalau belum tahu, tapi lama
      kelamaan membosankan.
          
      Gak papa.
      Pengguna lama memang akan bosan.
      Tapi pengguna baru lahir terus.
      
      Selain itu, tidak ada salahnya kalau warnet ikut trend yang ada.
      Kalau sekarang game online lagi populer, kenapa mesti menahan diri untuk ikut 
      nyebur?
      
        
      5. Ketika akses internet dari perangkat non-komputer (PC) sudah
      biasa. Misalnya akses internet lewat HP atau PDA. Karena HP sudah
      terjangkau (atau sudah menjadi kebutuhan/keharusan), kenapa harus
      pake komputer di warnet?
          
      Yang ini masih amat sangat lama sekali.
      
        
      6. Ini yang paling sederhana: kalo tarif warnet sudah terlalu mahal
      untuk pelanggan. Pebisnis warnet pun tidak bisa menurunkan harga,
      karena cost nya pun sudah mahal. Lagi pula, internet belum menjadi
      barang kebutuhan primer, jadi tidak nge-net pun tidak apa2.
          
      Warnet akan tetap lebih murah daripada punya internet sendiri di rumah,
      
        
      Ini semua untuk bahan diskusi. Saya tahu bahwa untuk mencapai point
      no.1 pun, masih butuh (belasan)tahun lagi. 
          
      Anda benar.
      Karena itu, tidak usah takut.
      Pada saat itu (belasan tahun lagi?) sudah ada teknologi baru sebagai jalan 
      keluar bagi warnet anda.
      
        
      Tolong di komentari. Terima kasih.
          
      Done.
      
        

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.