Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Trs: <| sekdilu33 |> Bukan "Cuma" Batik, Tempe, Kopi...

Expand Messages
  • khairullah arhat
    ... Dari: bikka mitya Topik: Bukan Cuma Batik, Tempe, Kopi... Kepada: sekdilu33@yahoogroups.com Tanggal: Rabu, 10
    Message 1 of 1 , Sep 10, 2008
    • 0 Attachment


      --- Pada Rab, 10/9/08, bikka mitya <bikka.mitya@...> menulis:
      Dari: bikka mitya <bikka.mitya@...>
      Topik: <| sekdilu33 |> Bukan "Cuma" Batik, Tempe, Kopi...
      Kepada: sekdilu33@yahoogroups.com
      Tanggal: Rabu, 10 September, 2008, 11:54 PM

      Dari blog teman.

      ---
      Kisah
       sedih  dialami  Desak Suarti, seorang pengerajin perak dari Gianyar,
      Bali.  Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang konsumen di luar
      negeri.  Orang  ini  kemudian  mematenkan  desain  tersebut. Beberapa waktu
      kemudian,  Desak  hendak mengekspor kembali karyanya. Tiba-tiba, ia dituduh
      melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Wanita inipun
      harus berurusan dengan WTO.

      "Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif
      asli  Bali seperti `patra punggal', `batun poh', dan beberapa motif lainnya
      juga dipatenkan" kata Desak Suarti dalam sebuah wawancara.

      Kisah  sedih  Desak  Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana. Ratusan
      pengrajin,   seniman,   serta   desainer   di   Bali  kini  resah  menyusul
      dipatenkannya  beberapa  motif  desain  asli  Bali oleh warga negara asing.
      Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini
      membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.

      Salah  satu  desainer  yang  ikut  merasa  resah  adalah  Anak  Agung  Anom
      Pujastawa.  Semenjak  dipatenkannya  beberapa  motif  desain asli Bali oleh
      warga  asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. "Sebelumnya, dalam satu
      bulan  saya  bisa  menghasilkan  30  karya  desain  perhiasan perak. Karena
      dihinggapi  rasa  cemas,  sekarang saya tidak bisa menghasilkan satu desain
      pun,"                   ujarnya                  hari                  ini.

      Potret  di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya
      di  tanah  air.  Cerita  ini  menambah daftar budaya Indonesia yang dicuri,
      diklaim  atau  dipatenkan  oleh  negara  lain, seperti Batik Adidas, Sambal
      Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog
      Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya.

      LANGKAH KE DEPAN

      Indonesia   harus   bangkit   dan   melakukan   sesuatu.  Hal  inilah  yang
      melatarbelakangi  berdirinya  Indonesian  Archipelago  Culture  Initiatives
      (IACI),   informasi   lebih   jauh   dapat   dilihat   di   <http://budaya-
      indonesia.org/>.  Untuk  dapat  mencegah  agar kejadian di atas tidak terus
      berlanjut,  kita  harus  melakukan sesuatu. Setidaknya ada 2 hal perlu kita
      secara sinergis, yaitu:

      1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum.
      Kepada  rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik
      bantuan ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menghubungi IACI di
      email: <office@budaya- indonesia. org>.

      2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia.
      Perlindungan  hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal.
      Jadi,  jika  teman-teman  memiliki  koleksi gambar, lagu atau video tentang
      budaya  Indonesia,  mohon  upload  ke  situs  PERPUSTAKAAN  DIGITAL  BUDAYA
      INDONESIA,  dengan alamat <http://budaya- indonesia. org/> Jika Anda memiliki
      kesulitan  untuk  mengupload  data,  silakan  menghubungi  IACI  di  email:
      <office@budaya- indonesia. org>.

      - Lucky Setiawan

      NB:  Mohon  bantuannya  untuk  menyebarkan  pesan  ini  ke  email ke teman,
      mailing-list,  situs,  atau  blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya
      pelestarian budaya Indonesia secara online.


      Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.