Pria biasanya sangat bergairah untuk melakukan hubungan seksual ketika dia
sedang stress , sementara perempuan kebalikannya.Karena seks bagi pria
adalah sebuah agresi , penetrasi penis ke dalam vagina perempuan adalah
sebuah tindakan agresi kepada tubuh perempuan.Itulah sebabnya pria yang
memiliki beban seks tinggi sangat suka seks , sopir luar kota
misalnya.Begitu
juga prajurit di medan perang punya kecondongan tinggi jadi pemerkosa.
Tapi sekali lagi saya katakan mayoritas pria menginginkan seks normal.
Perkosaan bukan seks normal , itu adalah seks dengan kekerasan dan
pemaksaan.Yang mengakibatkan seorang pria jadi pemerkosa bukan
stimulus dari luar (nonton BF , liat majalah Playboy dll) tapi apa yang
di dalam dirinya sendiri.Seorang pemerkosan punya sifat agresi yang
sangat tinggi dalam dirinya, sikap yang membuatnya ingin menaklukkan
seseorang , mendominasi seseorang , menyiksa seseorang dsb.
Jadi perkosaan bukanlah mencari "kepuasan" seks , tapi kepuasan sebagai
pihak yang berkuasa dan dominan.Karena kalau anda yang jadi pemerkosa
andalah yang memegang kontrol penuh.
Ambil contoh perkosaan Bosnia misalnya apa mereka melakukannya
karena ingin seks , tidak mereka melakukannya justru karena kebencian.
Itu juga yang terjadi pada pemerkosa lainnya mereka melakukannya
bukan untuk seks tapi karena dia membenci entah dirinya sendiri atau
semua perempuan , keluarganya dll.
----- Original Message -----
From: <
Wida.Kusuma@...>
To: <
wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, March 06, 2006 9:25 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: RUU APP Jangan Sampai Deadlock
> Jika seandainya Pornoaksi masih bermasalah, karena akan sering dibenturkan
> dengan budaya, bagaimana dengan Pornografie? Sebetulnya bukan hanya dengan
> budaya, tetapi juga dengan mode. Menurut saya, kita melihat bahwa tidak
> ada aturan moral dalam hal berpakaian. Bahkan batasan kesopanan untuk
> tampil di publik menjadi relative. Tidak ada patokan. Jika terdapat budaya
> telanjang, misalnya budaya memamerkan -maaf- payudara di suatu daerah,
> maka seperti itulah batasan kesopanan di daerah itu. Sekalipun jika
> masyarakat lain yang datang ke daerah itu akan selalu merasa horny
> menyaksikan hal itu, tetapi hal itu tidak boleh dibatasi. Demikian juga
> mode. Jika kemudian ada mode berpakaian tipis, atau memperlihatkan bagian
> paha, maka itu juga tidak boleh dibatasi. Sekalipun pemandangan itu,
> bagaimanapun, bagi sebagian besar orang ya akan merangsang.
>
> Terjadinya perkosaan, dimulai dari adanya stimulus atau rangsangan ya
> tidak bisa disangkal. Entah stimulus itu dari luar, karena melihat sesuatu
> yang merangsang atau dari dalam, karena otaknya sudah dipenuhi oleh
> gambaran seksual. Tetapi itu memang hanya setimulus. Seorang memang bisa
> menjadi seks maniak jika kepalanya telah dijejali oleh gambaran2 seksual
> terus menerus. Apakah melalui situs porno atau majalah porno yang dia
> simpan diam-diam. Seorang pemuda yang memperkosa anak tetangganya. Dari
> mana hal ini terjadi jika bukan karena rangsangan seksual thdp pemuda itu.
> Kemudian dia melihat korban yang tidak berdaya. Lalu syethan menghasutnya.
> Rasa penyesalan dan takut bahkan akan membuat si pelaku membunuh si
> korban. Mungkin benar si pelaku itu sakit jiwa. Tetapi sakit jiwanya itu
> bukan karena sebab. Tiba-tiba dia menjadi seks maniac sejak lahir? Tentu
> dia menjadi seperti itu karena memang terlalu banyak otaknya dijejali oleh
> gambar2 seksual dan informasi merangsang. Yang sering saya baca, perilaku
> perkosaan itu timbul tanpa direncanakan. Akibat suatu rangsangan yang
> hebat. Bertemu dengan jiwa yang sudah rusak oleh pornografie. Dihasut oleh
> syethan dan melihat korban yang lemah. Keinginan yang bertemu dengan
> kesempatan.
>
> Ada lagi akibat merusak Pornografie selain perkosaan. Bahkan lebih
> merusak. Yaitu bergesernya perilaku seksual generasi muda menjadi seks
> bebas. Hubungan seks pra nikah dianggap biasa jika aman tanpa kehamilan.
> Apakah rekan-rekan pernah melihat film American Pie? Saya melihatnya di
> televisi beberapa hari yang lalu. Apakah kita menginginkan generasi muda
> kita menjadi seperti itu? Di manakah perasaan berdosa ketika melakukan
> zina?
>
> Kita ini umat Islam, seharusnya kita menjauhkan diri kita dan anak-anak
> kita dari perilaku zina. Sebab zina dengan cara apapun, sampai kapanpun,
> tetap adalah dosa.
>
>
> Salam,
>
>
>
>
>
> "He-Man" <
gorgious@...>
> Sent by:
wanita-muslimah@yahoogroups.com
> 03/04/2006 05:47 AM
> Please respond to
>
wanita-muslimah@yahoogroups.com
>
>
> To
> <
wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> cc
>
> Subject
> Re: [wanita-muslimah] Re: RUU APP Jangan Sampai Deadlock
>
>
>
>
>
>
>
> Saya juga rada gatal menanggapi komentarnya mas Arnoldison (entah
> di milis apa , mungkin bisa diforward balik ke ybs) mengenai hubungan
> pornografi dengan perkosaan.Rasanya sudah sering dikemukakan disini
> menganai hal ini yang cuma sebuah mitos.
>
> Perkosaan bukanlah sebuah normal sex , sementara mayoritas orang
> lebih menyukai dan menginginkan normal sex.Ada sisi psikologi yang
> lain dari orang normal bagi seorang pemerkosa.Penikmat media porno
> itu bejibun , 90 % an laki-laki pasti pernah melihat dan membaca media
> media porno ini tapi apa mereka jadi pemerkosa semua...?
>
> Saya pernah baca di sebuah buku tentang wawancara dengan pemerkosa
> maniak, disitu dia mengatakan dia merasakan kepuasan seksual nya
> dengan memperkosa dan dia susah mendapatkannya dengan sex biasa.
> Jadi pola psikologis pemerkosa ini hampir sama dengan orang yang baru
> memperoleh kepuasan seksual setelah disiksa atau menyiksa pasangannya.
>
> Perkosaan adalam agresi , perkosaan adalah sebuah perilaku seks yang
> menempatkan salah satu pihak sebagai pihak yang tidak berdaya melawan
> kehendaknya.Dan ini menimbulkan sensasi tersendiri bagi pelakunya, sensasi
> bagaimana dia dominan dan mendominasi sementara "pasangannya" adalah
> cuma sebuah mainan baginya.
>
> Jadi seseorang baru bisa menjadi pemerkosa bila dia memiliki sikap agresif
> dalam dirinya , dan mayoritas pemerkosa adalah penderita tekanan batin
> dan psikologis dimana dia merasa tidak dihargai oleh lingkungannya ,
> kuper,
> berada dalam dominasi orang lain , pemalu / susah bergaul dengan
> perempuan,
> memiliki kesukaan dan kecondongan pada kekerasan dan sejenisnya.Jadi
> perkosaan adalah salah satu jalan keluar psikologis bagi masalahnya
> dimana
> dengan melakukan ini dia mendapatkan gairah dan kepuasan dengan memaksa
> dan mendominasi orang lain dengan kekuatannya. Makanya perkosaan juga
> menjadi metode untuk menyatakan kebencian pada etnik tertentu contoh
> perkosaan Bosnia.
>
> Bla orang biasa horny menonton BF misalnya dan tidak punya pelampiasan
> dia akan condong "nyabun" di kamar mandi daripada mencari mangsa buat
> diperkosa.
>