Abah HMNA wrote : Lengkapnya itu ayat, "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang
yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah
orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang
paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang
yang berkata: "Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani". yang demikian itu
disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat
pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak
menymbongkan diri.
Orang Yahudi digolongkan dengan orang musyrik keras permusuhannya, sedangkan
sebagian Nasrani yaitu pendeta-pendeta dan rahib-rahib dekat persahabatannya
dengan Mukminin (orang-orang beriman), maka tidaklah logis jiga nasab dijadikan
parameter. Mengapa? Orang Yahudi digolongkan dengan orang musyrik maka kalau
nasab yang dijadikan parameter, justru orang-orang Yahudi yang relatif
terpelihara nasabnya, maka dari segi nasab Yahudi lebih dekat ketimbang Nasrani
.
Abdul Mu'iz : memang di QS 5:82 tidak ada secara explicit menyebutkan kedekatan
nasab sebagai parameter, karena abah berandai-andai kalau nasab menjadi
parameter kedekatan, maka yahudi (bani israil) lebih dekat dengan arab (bani
ismail) yang mu'min dibanding orang nasrani yang nasabnya sudah campur baur
dengan bangsa lain, maka saya jawab tidak, karena urutan historisnya yahudi,
nasrani baru kaum muslimin atau mu'minin.
Nah kalau kembali ke text ayat qur-an tersebut maka, qur-an menegaskan karena
pendeta-pendeta dan rahib-rahib di kalangan nasrani tidak menyombongkan diri,
boleh jadi (menurut saya) qur-an membandingkan pendeta-pendeta dan rahib-rahib
di kalangan yahudi menyombongkan diri, maka ini yang membuat jauh alias keras
permusuhan orang yahudi terhadap kaum beriman.
Powered by Telkomsel BlackBerry®