Sebagai tambahan, ketika menghadapi Belanda, Aceh tidak saja minta
bantuan Turki, tetapi juga minta bantuan pemerintah Amerika Serikat
(waktu itu di zaman Presiden Grant ?) melalui konsul mereka di Singapura.
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Bimo Ario Tejo"
<bimo.ario@...> wrote:
>
> Salahsatu poin jual yang sering diusung oleh para pejuang khilafah
> adalah ide penyatuan wilayah; semua negeri Islam akan disatukan di
> bawah satu naungan politik.
>
> Padahal sejarah khilafah selama 13 abad tidak mengatakan seperti itu.
>
> Pada era Umayyah, selain khilafah "resmi" yang berpusat di Damaskus,
> juga ada khilafah "tandingan" yang berpusat di Makkah dengan Abdullah
> bin Zubair sebagai khalifahnya. Muawiyyah (khalifah Damaskus) tersebut
> pernah mencoba menyogok pemuka Arab untuk berpaling kepadanya dengan
> uang 100.000 dirham. Taktik sogokan ini gagal.
>
> Para era Abbasiyyah, ada khilafah lain yang berdiri di Cordova yang
> didirikan oleh Abdurrahman ad-Dakhil. Khilafah Cordova ini bahkan
> tercatat sebagai khilafah yang membawa pengaruh besar dalam proses
> pencerahan intelektual Eropa. Khilafah Abbasiyyah tercatat pernah
> mencoba menyerang Khilafah Cordova ini tapi gagal.
>
> Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa Khilafah Abbasiyyah lebih
> berperan sebagai "khilafah spiritual" karena sultan-sultan yang
> berkuasa di wilayah-wilayah punya wewenang politik-ekonomi yang luar
> biasa; mulai dari mencetak mata uang sendiri sampai memutuskan perang
> dengan negara lain. Dinasti Zanki di Syria misalnya, selain punya mata
> uang sendiri, juga pernah mengobarkan perang terhadap kaum Syiah
> Aleppo dan kaum Ismaili Mesir, dimana kebijakan ini tidak
> dikonsultasikan kepada khalifah.
>
> Juga, konfrontasi terbuka antara Dinasti Zanki (Syria) dan Dinasti
> Ayyubi (Mesir) menunjukkan konstelasi politik umat Islam saat itu
> lebih berupa negara-negara kecil ketimbang satu negara besar seperti
> yang diimpikan para pejuang khilafah.
>
> Khilafah Utsmaniyyah pun tercatat tidak menaungi seluruh umat Islam
> secara politis. Wilayah Utsmani tercatat hanya sebatas Turki saat ini
> ditambah wilayah pantai Arab, sebagian Eropa Timur, sebagian Asia
> Tengah dan Afrika Utara. Indonesia misalnya, tetap dikuasai
> kerajaan-kerajaan kecil. Memang tercatat Turki pernah membantu
> Kerajaan Aceh secara militer; tapi bukankah Amerika juga pernah
> membantu militer Indonesia tanpa harus memasukkan Indonesia sebagai
> negara bagian AS?
>
> Singkat kata, penyatuan wilayah di bawah satu naungan khilafah adalah
> mitos. Tidak terbukti dalam catatan sejarah.
>
> salam,
> bimo
>