Mau ikutan nanggapin boleh yak, kebetulan saya mengikuti milisnya dokter
wati (Purnamawati) dan juga mengikuti program offlinenya yang disebut dengan
PESAT (Program Edukasi Orang Tua Sehat) yang didukung oleh WHO, yang terdiri
dari lebih dari 5x pertemuan per tahunnya.
Intinya dari program dan milisnya sih, kita sebagai orang tua mesti berusaha
maximal untuk mengetahui kondisi kesehatan kita maupun anak kita, bukannya
ngga percaya sama dokter, tapi justru dengan kita mengetahui
sebanyak-banyaknya mengenai kondisi kesehatan kita akan membantu dokter
untuk menegakkan diagnosa yang tepat sehingga jika diperlukan obat maka akan
diberikan obat yang memang dibuat untuk penyakitnya.
Dokter juga manusia, tidak dapat mendiagnosa dengan tepat hanya dengan 1x
tatap muka dengan pasien, oleh karena itu banyak dokter yang "stress" karena
pasien yang menganggapnya sebagai "orang pintar" yang akan memberikan obat
yang mujarab yang bisa bikin langsung sembuh tanpa "background" penyakit si
pasien yang lengkap. Kondisi ini membuat banyak dokter jd mengambil jalan
pintas dengan memberikan "obat sapu jagad" yang lebih banyak didominasi oleh
antibiotik.
Pemberian antibiotik yang tidak tepat justru akan "menabung" penyakit yang
lain di dalam tubuh kita di masa yang akan datang. Karena antibiotik
terbentuk dari kuman/bakteri yang dilemahkan.
Bagi kami, ke dokter itu bukan hanya untuk berobat, melainkan untuk
berkonsultasi, karena itu jika kami menemui dokter yang tidak mau
berdiskusi, maka resepnya tidak akan kami tebus.
Untuk Pak Zaenal, alternatif pemberian obat untuk anak-anak ya dengan minta
ke dokternya untuk me-resepkan obat yang kemasannya syrup pak, atau
alternatif lainnya adalah dengan mengajarkan anak kita agar bisa menelan
obat tablet, satu lagi alternatifnya : jaga kondisi kesehatan agar tidak
sakit :-)
Untuk penyakit yang self-limiting deseas yang kebanyakan disebabkan oleh
virus kan ngga perlu menelan obat juga bisa sembuh sendiri dengan memperkuat
antibody kita (dengan menelan menu makanan 4 sehat 5 sempurna), contoh: flu
(common cold)
Regards,
Arief R
W13-2
----- Original Message -----
From: "Zaenal Arifin" <mr.zaenal@...>
To: <vilanusaindah@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, May 13, 2008 11:03 AM
Subject: Re: [vilanusaindah] FW: Say NO to Puyer!!
| Jadi menurut seminar itu, alternatifnya apa oom..
|
| salam
| zaenal
| KH6.24
|
| 2008/5/5 Galuh, Yudiyono <Yudiyono.Galuh@...>:
|
| > penting untuk yang masih punya balita, siapa tahu bermanfaat.
| >
| > ---- cut ----
| > dr. Purnamawati menyarankan:
| > 1. tanya diagnosa dalam bahasa medis,
| > setiap kali kita berkunjung ke dokter (ternyata radang tenggorokan itu
| > bukan diagnosa, tapi gejala... hiks..), supaya kita bisa browsing di
| > internet mengenai penyakit tersebut
| >
| > 2. tiap kali diberi obat (atau resep) tanyakan nama obatnya, kegunaan
| > obat tersebut, dan efek sampingnya. Usahakan,
| >
| > sebelum ditebus, browsing dulu di internet, supaya kita benar2 tahu apa
| > kandungan aktif dari obat tersebut dan apa efek sampingnya.
| >
| > Selama kita masih bisa ke dokter, dan dokter masih sempet nulis resep,
| > artinya keadaan belum emergency. Jadi sempatkan untuk browsing dan/atau
| > cari 2nd opinion. Kalo keadaan emergency, pasti dokter gak akan nulis
| > resep, tapi akan segera merujuk ke RS, bukan?
| >
| > ---- cut ----