Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
BLT (Bantuan Langsung Tewas)   Message List  
Reply | Forward Message #981 of 1036 |

Artikel ini adalah kelanjutan dari Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua dimana tertulis dengan jelas cuplikan artikel tsb :

.... Hikmah besar bila kejadian itu adalah perulangan dan kejadian tsb terjadi di bulan suci ramadhan, hingga tidak berlebihan jika zakat maut itu adalah gambaran pemberi zakat sebagai sosok penguasa sedangakan penerima zakat adalah rakyat jelata


Penguasa (pemberi zakat) tidak sadar dengan kebijakan bagi-bagi zakat (semacam BLT) justru menjerumuskan penerima zakat (rakyat) sekiranya pemberian itu tidak meningkatkan taraf hidup masyarakat kecuali hanya untuk konsumtif saja.


Ketidaksadaran penguasa tercermin dari ketidaksadaran H. syaikon bahwa jumlah peserta zakat semakin banyak dibanding tahun sebelumnya, padahal dana yang di bagikan tetap rp. 50-70 juta. Sama halnya pemerintah saat ini tiada sadar bahwa jumlah penduduk semakin besar dan beban semakin banyak, justru penguasa mengklaim keberhasilan pengentasan kemiskinan.

Sadar atau tidak, dengan jumlah penduduk yang semakin besar, namun sumber daya semakin tipis/berkurang menunjukkan betapa rentannya struktur masyarakat Indonesia, saat sumber daya habis, maka tibalah rebutan antar rakyat agar hidup ...

Dengan jelas tersirat "Penguasa (pemberi zakat) tidak sadar dengan kebijakan bagi-bagi zakat (semacam BLT) justru menjerumuskan penerima zakat (rakyat) sekiranya pemberian itu tidak meningkatkan taraf hidup masyarakat kecuali hanya untuk konsumtif saja."


Baru saja tulisan tsb di posting Sep 17, 2008 8:05 am, maka hari berikutnya muncul berita tentang BLT Peluru Nyasar, Kok Jadi Begini Apa Salahmu Nak

Menurut Kades Sugihwaras, Tamudiono, yang menjemput jenazah Yuni di rumah sakit, Suli mencari tambahan penghasilan dengan mencari kayu rencek di hutan. Kayu rencek adalah ranting-ranting kecil yang biasanya digunakan untuk kayu bakar. "Bagaimana tidak susah, kalau mereka belum punya rumah sediri dan tergolong keluarga yang menerima BLT (bantuan langsung tunai)," kata Tamudiono.

....

Oleh karena itu, setelah menerima BLT sebesar Rp 400.000, Supatmi memutuskan berangkat menuju LP. ”Supatmi ingin menjenguk suaminya yang tidak bisa menjalankan puasa bersama keluarga,” kata salah satu tetangga Suli.

Peristiwa mengenaskan tsb yang mengubah headline news dari zakat maut, menjadi berita peluru nyasar

Saat Besuk Ayah di Lapas Bojonegoro

BOJONEGORO - Acara besuk tahanan di Lapas Bojonegoro kemarin berubah jadi malapetaka. Akibat muntahan peluru senjata petugas yang menyalak secara tidak sengaja, seorang bocah tewas dan dua lainnya terluka. Bripda Suprianto, pemilik senjata yang juga anggota samapta polres setempat, saat ini ditahan untuk menjalani pemeriksaan.

Korban tewas adalah Sri Wahyuni, 6. Korban luka tembak adalah Supatmi, 30, ibu kandung Sri Wahyuni; serta Aziz Sulaiman, 26, napi yang pagi itu dapat tugas dari pimpinan lapas menjadi juru parkir di halaman lapas.

Menurut keterangan beberapa saksi, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30, saat lembaga pemasyaratan kelas II di Jalan Diponegoro membuka jam besuk (gelombang pertama pukul 09.00-12.00). Saat itu, Supatmi baru turun dari becak dan menggandeng sang anak, Sri Wahyuni, di pintu gerbang penjara. Mereka akan membesuk Suli, bapak sang anak, yang ditahan di sana.

Tiba-tiba, dari balik pintu gerbang, terdengar suara dor yang keras. Peluru itu muntah secara tak sengaja dari senjata laras panjang (jenis SS1-V2) yang dipegang Bripda Suprianto. Bersama Bripda Aris Wahyu, pagi itu Suprianto mendapatkan tugas mengawal tahanan yang akan diajukan ke kursi sidang pengadilan.

Sambil menunggu para tahanan dipersiapkan menuju mobil, Suprianto dan temannya duduk di ruang piket lapas. Senjata buatan Pindad, Bandung, itu dipegangi Suprianto dengan tangan kiri di pangkuannya. Tangan kanannya asyik memainkan HP untuk kirim SMS. Peluru yang muntah dari senjata kaliber 5,7 milimeter itu melesat dan menembus pintu lapas yang terbuat dari kayu.

Timah panas itu menembus paha kanan Aziz Sulaiman, warga Desa Tinawun, Kecamatan Malo, yang sedang mengatur kendaraan di halaman lapas. Setelah itu, peluru yang sama memangsa korban kedua, Sri Wahyuni. Dada kanan hingga ketiak serta bahu kiri bocah ini tertembus peluru.

Saat Azis dan Sri Wahyuni terhuyung ke tanah, peluru terus meluncur dan melesak ke tubuh ibu Sri Wahyuni, Supatmi. Baru setelah itu pelor berhenti dan bersarang di panggul kanan ibu dua anak tersebut.

"Saya kaget mendengar suara ledakan. Ketika saya lihat, Supadmi dan Sri (Wahyuni) sudah tergeletak dan berlumuran darah,'' kata Sumirah, 50, tetangga Supatmi, kepada Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group) yang ikut bersama rombongan membesuk Suli.

Setelah kejadian itu, seluruh korban dibawa ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoema yang tak jauh dari lokasi lapas. TKP segera dipasangi police line oleh petugas polres setempat.

Akibat lukanya yang parah, Sri Wahyuni tidak tertolong. Kemarin jenazah korban langsung dimakamkan di desanya, Ngraho, Bojonegoro. Sedangkan Supatmi segera dioperasi. Operasi ini untuk mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di panggulnya.

''Untung, lukanya tidak terlalu dalam, sehingga tidak menembus tulang panggul dan organ kewanitaannya,'' kata Humas RSUD dr R Sosodoro Djatimoesoema Bojonegoro drg Thomas Djaja.

Kapolres Menyesal

Kapolres Bojonegoro AKBP Agus S. Hidayat setelah memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) menyatakan menyesal atas kejadian yang mengakibatkan seorang korban tewas. Dia mengakui, peluru itu keluar dari senjata serbu standar Polri yang dibawa Bripda Suprianto, anggota Samapta Polres Bojonegoro.

''Tidak ada rekoset (pantulan). Hanya tembus pintu dan kena tiga orang. Apalagi, jaraknya kan cukup dekat,'' jelasnya.

Atas kejadian itu, Bripda Suprianto langsung diamanakan dan dimintai keterangan. Agus meyakinkan akan memproses kejadian tersebut sampai tuntas. ''Atas kelalaiannya, dia (Suprianto, Red) memang harus bertanggung jawab,'' katanya.

Kepada para korban dan keluarganya, Kapolres menyatakan ikut berbelasungkawa. Dia kemarin juga datang ke rumah keluarga korban. ''Untuk santunan masih kami usahakan, yang jelas ada,'' ujarnya.

Tragedi muntahan peluru petugas pengawal tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro berimbas kepada jadwal sidang di pengadilan negeri (PN) setempat. Lebih dari 10 sidang perkara pidana yang sedianya digelar kemarin terpaksa ditunda.

''Kami sangat prihatin atas tragedi itu. Karena itu, kami memutuskan bahwa semua jadwal sidang perkara pidana hari ini ditunda,'' kata Humas PN Bojonegoro T. Marbun.

Secara terpisah, Kanwil Depkum HAM Jatim menyatakan bahwa petugas Lapas Bojongoro tidak bersalah. Sebab, yang melakukan kealpaan itu bukan petugas lapas. Menurut Kasubag Humas Kanwil Depkum HAM Jatim Noor Prapto, yang bertanggung jawab adalah Bripda Suprianto. Gara-gara kecerobohannya, tragedi itu terjadi. ''Jadi, pihak lapas tidak bisa disalahkan,'' kata Noor. (ade/dim/may/el)

Begitulah kisah peluru nyasar yang erat kaitannya dengan artikel Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua dimana dengan jelas "Penguasa (pemberi zakat) tidak sadar dengan kebijakan bagi-bagi zakat (semacam BLT) justru menjerumuskan penerima zakat (rakyat) sekiranya pemberian itu tidak meningkatkan taraf hidup masyarakat kecuali hanya untuk konsumtif saja."


Setelah menerima BLT, maka Supatmi; Besuk Suami, Malah Kehilangan Putri Tercinta lihat lagi bahwa BLT tidak menghentikan suami ny supatmi untuk mencuri kayu hutan

SULI seperti tak ikhlas melepas anak bungsunya, Sri Wahyuni, yang tewas dirobek peluru nyasar polisi, saat hendak menjenguknya di penjara. Pria berusia 34 tahun itu terus meratapi anaknya yang terbujur kaku di atas amben bambu beralas tikar cokelat. "Nak, kenapa jadi begini. Apa salahmu?" ratap Suli di samping jasad anaknya yang membiru itu.
Suli sangat terpukul dengan kematian anak bungsunya itu.

Di lingkungan rumah dan sekitarnya, Suli dikenal sangat dekat dengan Yuni. Ia tidak bisa menerima sang anak tidak bisa bersama-sama lagi.

Saat ini Suli berstatus tahanan titipan polisi dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIa Bojonegoro karena, bersama sejumlah tetangga sedesanya, dituduh mencuri kayu di hutan. Namun atas kematian Yuni, panggilan Sri Wahyuni, penahanannya ditangguhkan dan diantar polisi pulang sekitar pukul 16.30 di rumahnya di Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/9).

BLT tidak mengubah seseorang menjadi nyaman dalam kehidupannya, BLT tidak mengubah taraf hidup masyarakat, justru BLT menjerumuskan kehidupan lewat konsumerisme sebagaimana Bpk Suli yang tidak mampu menghentikan kegiatan mencuri kayu di hutan dengan alasan ekonomi

Seperti sebagian penduduk desa itu, kehidupan keluarga Suli boleh dibilang sangat kurang secara ekonomi. Suli dan Supatmi belum punya rumah, sehingga sampai sekarang keluarga itu masih nunut di rumah orangtua Supatmi, Mak Yuk.

Sehari-hari ia menjadi buruh tani yang menggarap lahan orang lain dengan upah yang amat pas-pasan. Itupun hanya bisa dilakukan tiap kali musim taman. Perkerjaan lain yang dilakoni Suli dan Supatmi adalah menjadi perajin keranjang dari bambu.

Menurut Kades Sugihwaras, Tamudiono, yang menjemput jenazah Yuni di rumah sakit, Suli mencari tambahan penghasilan dengan mencari kayu rencek di hutan. Kayu rencek adalah ranting-ranting kecil yang biasanya digunakan untuk kayu bakar. "Bagaimana tidak susah, kalau mereka belum punya rumah sediri dan tergolong keluarga yang menerima BLT (bantuan langsung tunai)," kata Tamudiono.

Namun aktivitasnya di hutan itulah yang membuatnya ditahan oleh polisi hutan Kamis (11/9) lalu dengan tuduhan mencuri kayu jati. Suli tidak sendiri, ia diciduk bersama empat tetangganya yang lain. Dia resmi ditahan pada 12 September dan sehari kemudian dititipkan LP Bojonegoro. Ada dugaan, kemiskinan itulah yang mendorong Suli ikut teman-temannya, tidak sekadar mencari rencek, tetapi mencuri kayu jati.

Sekiranya BLT itu di lakukan sebagai proyek padat karya, maka energi, tenaga Bpk Suli akan terserap sehingga melupakan niat untuk mencuri kayu di hutan karena saking sibuk & terkuras tenaga beliau, namun justru karena BLT adalah langsung tunai, maka masih tersedia ruang niat untuk melakukan pencurian kayu tsb.


Akhirnya karena BLT itulah anak Ny. supatmi tewas sehingga tidak berlebihan jika BLT adalah Bantuan Langsung Tewas "Oleh karena itu, setelah menerima BLT sebesar Rp 400.000, Supatmi memutuskan berangkat menuju LP. ”Supatmi ingin menjenguk suaminya yang tidak bisa menjalankan puasa bersama keluarga,” kata salah satu tetangga Suli."


Hikmah lain adalah kejadian di Bojonegoro tsb membangkitkan memori saat selasa pada hari selasa lalu atau 3 hari sebelum kejadian peluru nyasar, team the untold stories pergi ke bojonegoro pula untuk mengerjakan proyek software, hingga itulah jawaban atas lanjutan artikel Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua tentang kisah di -ikuti maut

... Dengan demikian setelah minuman keras membawa maut, maka giliran ustad atau kyai menjadi berita maut tsb sebagaimana perulangan tsb. Lihat artikel Meretas takdir : Di-ikuti maut yang dengan jelas memuat kota pasuruan sebagai kota alim dengan maut yang menjemput ...

Seakan menjadi penegasan bahwa urutan peristiwa-peristiwa itu sudah cocok & benar ... tinggalah penentuan akan peringatan itu, saat semua orang menjadi tidak percaya akan penantian atas peringatan itu ...


Aneh & Ajaib tentang penegasan itu, maka tibalah peristiwa langka ini yang menyangkut CINA yakni

Sabtu, 20/09/2008 16:28 WIB
China Airlines Alami Turbulensi
Korban Luka-luka 11 Orang, 6 Dilarikan ke RS
Ken Yunita - detikNews

Jakarta - China Airlines mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali setelah mengalami turbulensi. Akibatnya, 11 orang terluka. 6 Orang luka parah sehingga harus dilarikan ke RS Sanglah.

"Mereka kebanyakan luka dan mengalami patah tulang," kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya kepada detikcom, Sabtu (20/9/2008) pukul 16.15 WIB.

Rustam mengatakan, pesawat naas itu mengalami turbulensi (masuk ke awan) pada pukul 14.00 WIB. "Untung bisa mendarat meski tak stabil," katanya.

Kini petugas kesehatan masih berada di Bandara Ngurah Rai untuk memberi pertolongan penumpang. 29 Ambulans juga tersedia di bandara.

Sebelumnya diberitakan, pesawat CI 687 itu mengalami turbulens di atas wilayah Indonesia, pesawat itu mengalami goncangan, sehingga 7 penumpangnya terluka. Pesawat ini mendarat mulus di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 14.05 Wita, Sabtu (20/9/2008).

Pesawat China Airlines Boeing 747 ini memiliki rute Taipei- Bali. Saat kecelakaan terjadi, pesawat ini memang sedang terbang menuju Bali. Informasi dari humas Bandara Ngurah Rai, pesawat ini mengalami turbulensi saat terbang di atas udara Sulawesi, akibat gangguan cuaca.
(ken/djo)

Cina & BLT yang termuat di artikel Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua , maka kejadian kedua-duanya adalah  perulangan untuk mengingatkan akan sesuatu penantian atas speringatan itu, sebagaimana polisi 'ngawur' nembak, maka perulangan tsb merupakan sebulan sebelumnya. Dan itulah polisi yang kembali di-ingatkan akan kasus Ryian dengan 11 korbannya
Ryan Penjagal Jombang: Killings Free)

Senin, 11 Agustus 2008 23:43 WIB

Wayan Buarsah terkena peluru nyasar di bagian kaki<!--
()-->

Metrotvnews.com, Tangerang: Seorang warga Komplek Puri Megah, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten, Senin (11/8), terkena peluru nyasar polisi. Saat itu aparat mengamankan tiga pencuri dari amukan massa. Korban Wayan Buarsah, 29 tahun, terluka tembak di kaki kanan. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Usada Insani.

Peristiwa bermula saat petugas akan mengamankan tiga pencuri tersebut ke dalam mobil. Namun warga berupaya menghakimi pelaku dengan mendorong polisi. Alhasil senjata milik Brigadir Polisi Kepala Asmad, anggota tim III Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cipondoh meletus. Peluru mengenai Wayan dan jari telunjuk kiri Asmad.(**)

Polisi yang salah nembak, mirip dengan polisi yang salah idetifikasi,  akhirnya teringatk akan kasus si ryan itu, awal muasal terjadi 11-juli-2008 lalu ...

Lalu tanggal berapa korban terakhir Ryan sehingga aibnya terbongkar ? baca artikel Pesawat Qantas Berlubang : Sublimasi Amrozi yang memuat hal tsb

Ada apakah hubungannga 11-juli-2008 dimana secara berjamaah terbakarnya KA di Surabaya dan Bus di Jakarta sesuai tulisan di atas dengan amrozi dan bahkan kasus penjagal dari jombang (Ryian) ? "Semua akan di eksekusi mati, karena membunuh berantai sebagaimana si Ryian.

Lihat kebetulan ini yang sangat luar biasa, ketika tgl 11-juli-2008 di surabaya KA cantik terbakar, di Jakarta Bus PPD terbakar, maka jagal jombang si ryan beraksi dan dari aksi terakhir itulah dia tertangkap

lebih tegas hal itu di ungkap lagi dalam sebutan "Meski memiliki istri dan seorang anak, Heri yang dibunuh dan dimutilasi Ryan pada 11 Juli lalu itu, juga menyukai sesama lelaki."

Sebagaimana berita terungkap kejadian yang lama terpendam, kini kebenaran terkuak dengan bukti otentik yang menunjukkan bahwa formalitas kebenaran ada kebenaran yang lebih benar

Keluarga Menolak, Polisi Makamkan Asrori di TPU

JAKARTA - Sikap Pengadilan Negeri Jombang yang tetap melanjutkan sidang dengan tersangka Maman Sugiyanto alias Sugik, menuai kritik dari Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan. Bagir mengaku heran terhadap majelis hakim yang menyidangkan kasus pembunuhan Asrori alias Aldo tersebut.

Dia menilai majelis hakim PN Jombang keliru saat memutuskan melanjutkan sidang pembunuhan Mr XX dengan terdakwa Sugik. Secara eksplisit, kata Bagir, majelis hakim perlu diingatkan. ''Sudah jelas polisi mengatakan kasus ini (pembunuhan Mr XX, Red) keliru. Saya ndak ngerti mengapa sidang dilanjutkan,'' ujarnya di Gedung MA kemarin.

Dia juga yakin hakim mengadili orang yang tidak bersalah. Karena itu, Bagir meminta hakim menghentikan sidang. ''Penghentian harus dilakukan,'' tegas pria yang bakal pensiun pada November mendatang tersebut.

Pernyataan Bagir itu merespons Mabes Polri yang menyatakan keliru mengidentifikasi korban pembunuhan Mr XX di kebun tebu di Jombang, Jawa Timur.

Dalam sejarah peradilan di Indonesia, ungkap Bagir, kasus salah tangkap pembunuhan itu pernah terjadi dalam kasus Sengkon dan kasus di Kalimantan Tengah pada periode 1930-an. Terdakwa harus mendekam di hotel prodeo selama 18 tahun sebelum akhirnya dinyatakan tidak bersalah. ''Ini bukan peristiwa pertama. Tapi, yang jelas, kejadian ini murni kekeliruan penegak hukum,'' katanya.

Dia juga menyarankan agar dua terpidana yang saat ini masih menjalani hukuman, Devid dan Kemat, secepatnya mengajukan permohonan peninjauan kembali. ''Proses PK harus dilalui agar mereka bisa bebas. Jaksa juga harus membebaskan mereka dari lembaga pemasyarakatan,'' tegasnya

Sementara itu, adanya fakta baru tentang identitas Mr X dan Mr XX berdasar hasil tes DNA mulai direspons Kejaksaan Agung. Kemarin (19/9), Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Abdul Hakim Ritonga memanggil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Zulkarnain untuk membahas perkembangan terbaru sidang kasus pembunuhan Asrori alias Aldo di Jombang.

''Kami mau mendiskusikan keadaan di daerah sebenarnya seperti apa. Kami mau tukar pikiran dulu,'' ujar Ritonga ditemui usai salat Jumat di Masjid Baitul Adli, Kejagung.

Dia tidak menampik jika nanti memberikan tuntutan bebas kepada Maman Sugianto alias Sugik yang sedang menjalani sidang di PN Jombang. ''Kalau dengan alat-alat bukti yang baru, diperiksa oleh sidang pengadilan dan diterima kebenarannya, kenapa tidak?'' ujarnya.

Lantas, bagaimana dengan Imam Chambali alias Kemat dan Devid Eko Priyanto yang telah divonis masing-masing 17 tahun dan 12 tahun? Ritonga menyatakan, melalui peninjauan kembali (PK), keduanya bisa saja bebas. ''Bergantung tes DNA yang kami terima, apakah sudah valid dan diterima kebenarannya oleh semua pihak,'' jelas mantan kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel itu.

Kejaksaan, kata dia, prinsipnya tidak berkeberatan atas bukti baru yang ditemukan polisi. Namun, dia mengaku hingga kini pihaknya belum menerima hasil tes DNA yang menyatakan bahwa Mr X adalah Asrori alias Aldo dan Mr XX adalah Fauzin Suyanto.

''Saya mau bilang ke Kajati, hasil tes DNA jangan diumbar-umbar ke umum dulu karena kejaksaan dan pengadilan belum diberi tahu,'' ujarnya. Dia lantas menyatakan selalu melaporkan perkembangan kasus Jombang kepada jaksa agung.

Di bagian lain, Mabes Polri mengaku, hasil tes DNA yang menyatakan Mr X adalah Asrori alias Aldo dan Mr XX adalah Fauzin Suyanto memang belum diberikan kepada pihak jaksa. ''Jadi, ya memang wajar jika jaksa masih meneruskan penuntutan terhadap Sugik. Untuk itu, kami segera berikan bahan hasil DNA,'' ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol R. Abubakar Nataprawira di Mabes Polri kemarin.

Jenazah Fauzin Diserahkan

Dua jenazah tersebut disimpan di RS Bhayangkara Polda Jatim selama proses identifikasi terkait kasus pembunuhan yang dilakukan Very Idham Henyansyah alias Ryan. Mabes Polri akhirnya menyatakan mayat di kebun tebu Bandar Kedungmulyo, Jombang, adalah Fauzin. Sedangkan jenazah di belakang rumah Ryan di Tembelang, Jombang, adalah Asrori.

Nah, sejak awal, keluarga Asrori yakin bahwa mayat di kebun tebu adalah Asrori. Karena itu, mereka menolak menerima jenazah meski proses identifikasi melalui tes DNA (deoxyribonucleic acid) selesai dilakukan.

''Kami yakin, mayat di kebun tebu adalah Asrori. Apalagi, saat itu diperkuat visum dari RSUD Jombang,'' kata Baharudin, salah seorang kerabat Asrori, di Mapolda Jatim, kemarin.

Baharudin kemarin datang ke mapolda bersama tiga kerabat Asrori yang lain. Mereka memang diundang polisi untuk mengambil jenazah yang digali dari belakang rumah Ryan. Namun, mereka menolak. ''DNA itu kan berdasarkan hukum. Kalau keyakinan keluarga, jenazah Asrori ya di kebun tebu,'' tegasnya.

Sikap keluarga Asrori yang ngotot itu direspons Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S. Sumawiredja. Penolakan pengambilan jenazah membuat polda mengambil langkah lain untuk menyikapi kasus tersebut.

''Kami tidak bisa terus-menerus menyimpan jenazah. Kami segera menguburkan (jenazah Asrori) di pemakamam umum. Secepatnya akan dilakukan,'' ucap Kapolda.

Langkah itu diambil karena polisi yakin bahwa Asrori adalah korban pembunuhan Ryan, bukan dilakukan Kemat cs. Namun, Kapolda tak menyebutkan pemakaman yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir jenazah Asrori.

Lokasi sepenuhnya diserahkan kepada Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim Kombespol Edi Supriyadi. ''Bila tidak hari ini (kemarin), ya besok (hari ini),'' tegas Kapolda.

Perwira tinggi kelahiran Bandung itu menjelaskan, selama ini polisi sudah berupaya meyakinkan keluarga bahwa jenazah di rumah Ryan adalah Asrori. Karena mereka tetap tidak mau menerima, polda tidak bisa memaksa keluarga membawa pulang jenazah yang selama proses identifikasi berada di RS Bhayangkara.

Jika niat polda mengembalikan jenazah Asrori mengalami kendala, hal itu tidak terjadi kepada mayat Fauzin. Kelurga mereka menerima dan langsung membawa jenazah pulang untuk dimakamkan.

''Kami akan memakamkan (jenazah Faizin) di pemakaman umum Ploso, Nganjuk,'' ujar Sudarmanto, salah seorang kerabat Fauzin yang mendatangi Mapolda Jatim, kemarin. (fal/naz/yun/fid/nw)

Akhirnya tidak berlebihan bahwa BLT = bantuan langsung tewas, mengingatkan pada polisi yang ceroboh, mengingatkan pada kasus si ryan dimana polisi salah identifikasi, akhirnya runut pada penantian eksekusi amrozi ....


Ref berita :

Peluru Nyasar, Kok Jadi Begini Apa Salahmu Nak Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Friday, 19 September 2008
SULI seperti tak ikhlas melepas anak bungsunya, Sri Wahyuni, yang tewas dirobek peluru nyasar polisi, saat hendak menjenguknya di penjara. Pria berusia 34 tahun itu terus meratapi anaknya yang terbujur kaku di atas amben bambu beralas tikar cokelat. "Nak, kenapa jadi begini. Apa salahmu?" ratap Suli di samping jasad anaknya yang membiru itu.
Suli sangat terpukul dengan kematian anak bungsunya itu.

Di lingkungan rumah dan sekitarnya, Suli dikenal sangat dekat dengan Yuni. Ia tidak bisa menerima sang anak tidak bisa bersama-sama lagi.

Saat ini Suli berstatus tahanan titipan polisi dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIa Bojonegoro karena, bersama sejumlah tetangga sedesanya, dituduh mencuri kayu di hutan. Namun atas kematian Yuni, panggilan Sri Wahyuni, penahanannya ditangguhkan dan diantar polisi pulang sekitar pukul 16.30 di rumahnya di Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/9).

Nyaris tak ada orang yang bisa menahan haru menyaksikan pemandangan itu, termasuk Kapolres Bojonegoro, AKBP Agus Syariful Hidayat. Banyak pula yang langsung menangis sedih yang teramat sangat.

Akhirnya, tak berapa lama kemudian, jenazah bocah yang duduk di bangku taman kanak-kanak itu diberangkatkan ke pemakaman tanpa ditemani sang ayah. Suli tinggal di rumah karena masih terus menangis. Sedangkan sang ibu, Supatmi sampai sekarang masih mendapatkan perawatan di RSUD Dr Sosodoro Djatiekoesoemo karena mengalami luka tembak.

Insiden itu mengubah hidup keluarga Suli yang sebelumnya tenteram itu. Selama ini, Suli hidup bersama istri dan dua anaknya. Selain Yuni, Suli dan Supatmi punya anak laki-laki yang berusia 12 tahun.

Seperti sebagian penduduk desa itu, kehidupan keluarga Suli boleh dibilang sangat kurang secara ekonomi. Suli dan Supatmi belum punya rumah, sehingga sampai sekarang keluarga itu masih nunut di rumah orangtua Supatmi, Mak Yuk.

Sehari-hari ia menjadi buruh tani yang menggarap lahan orang lain dengan upah yang amat pas-pasan. Itupun hanya bisa dilakukan tiap kali musim taman. Perkerjaan lain yang dilakoni Suli dan Supatmi adalah menjadi perajin keranjang dari bambu.

Menurut Kades Sugihwaras, Tamudiono, yang menjemput jenazah Yuni di rumah sakit, Suli mencari tambahan penghasilan dengan mencari kayu rencek di hutan. Kayu rencek adalah ranting-ranting kecil yang biasanya digunakan untuk kayu bakar. "Bagaimana tidak susah, kalau mereka belum punya rumah sediri dan tergolong keluarga yang menerima BLT (bantuan langsung tunai)," kata Tamudiono.

Namun aktivitasnya di hutan itulah yang membuatnya ditahan oleh polisi hutan Kamis (11/9) lalu dengan tuduhan mencuri kayu jati. Suli tidak sendiri, ia diciduk bersama empat tetangganya yang lain. Dia resmi ditahan pada 12 September dan sehari kemudian dititipkan LP Bojonegoro. Ada dugaan, kemiskinan itulah yang mendorong Suli ikut teman-temannya, tidak sekadar mencari rencek, tetapi mencuri kayu jati.

"Musibah seperti ini sangat menyedihkan dan kami sebagai perangkat desa ikut prihatin," sambungnya.
Meski bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan, keluarga ini hidup bahagia. Yuni dikenal dekat dengan Suli. Sehingga tak mengherankan kalau ia merengek-rengek ingin ikut menjenguk sang ayah di LP kemarin. Rengekan inilah yang membuat Supatmi tidak tega kalau tidak mengajak Yuni menjumpai sang ayah yang mendekam di balik jeruji.

Oleh karena itu, setelah menerima BLT sebesar Rp 400.000, Supatmi memutuskan berangkat menuju LP. ”Supatmi ingin menjenguk suaminya yang tidak bisa menjalankan puasa bersama keluarga,” kata salah satu tetangga Suli.

Kayu 10 Cm Bisa Jebol

“SENAPAN laras panjang itu adalah senjata terbaru yang dipakai anggota kami,” ungkap Kapolres Bojonegoro, AKBP Agus Syariful Hidayat, Kamis (18/9).

Senapan yang dibicarakan Agus adalah SS1 V2, senapan serbu yang meletus secara tak sengaja dan menewaskan Sri Wahyuni, bocah tujuh tahun yang hendak menjenguk ayahnya di LP Kelas IIa Bojonegoro.

Senapan ini merupakan perlengkapan standard  yang digunakan TNI dan Polri dan merupakan varian lain dari SS1 V1, namun dengan laras lebih pendek. Kedua senapan ini merupakan produksi PT Pindad dengan lisensi dari perusahaan senjata Belgia, Fabrique Nationale. Versi aslinya diberi nama FNFNC.

Menurut situs resmi PT Pindad, senapan ini tergolong dalam senapan serbu (oleh karena itu diberi nama SS) berkaliber 5,56x45 mm yang mempunyai ketangguhan dan akurasi tinggi. Dengan popornya yang bisa dilipat, senapan ini sangat cocok untuk segala medan pertempuran. SS1 bisa dilengkapi dengan sejumlah aksesori antara lain peredam, teleskop, bayonet dan beberapa macam pelontar granat.

Beberapa varian SS1 telah diproduksi PT Pindad, selain V1 dan V2. Di antaranya, V3 standard dengan popor yang tidak bisa dilipat dan V5 yang merupakan varian terkecil. Senapan ini dikenal dengan bentuknya yang mirip M16 buatan Amerika. Selain Indonesia, Swedia juga mendapatkan lisensi untuk memproduksi senapan ini dengan nama Bofors AK-5.

Mengadopsi teknologi senapan serbu bandel AK-47 produksi Uni Soviet, SS1 menggunakan gas untuk mendorong peluru, namun dengan sejumlah modifikasi yang membuat senapan ini menjadi lebih canggih.

Menurut situs persenjataan, www.world-guns.ru, magazin SS1 mampu menampung 30 butir peluru dengan kecepatan tembak 700 peluru per menit.

Peluru kaliber 5,56x45 mm jenis MU-5TJ yang ditembakkan dari senapan ini masih bisa mencapai daya penetrasi maksimal dalam jarak 450 meter. Dalam jarak 100 meter peluru ini dengan mudah menembus baju antipeluru yang dilengkapi baja setebal 3,5 mm. Peluru ini sudah melalui uji kualitas yang ditetapkan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

”Gampangnya, dalam jarak efektif, peluru ini bisa menembus kayu setebal 10 cm sekalipun. Sedangkan kalau menghantam tembok akan rekoset (memantul), tetapi masih bisa mematikan manusia,” kata seorang anggota Polwiltabes Surabaya yang dimintai komentar tentang keampuhan senapan ini.sas/mif



Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

Sat Sep 20, 2008 10:24 am

m_adita_ramadi
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #981 of 1036 |
Expand Messages Author Sort by Date

Artikel ini adalah kelanjutan dari Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua dimana tertulis dengan jelas cuplikan artikel tsb : .... Hikmah besar bila kejadian itu...
m adita
m_adita_ramadi
Offline Send Email
Sep 20, 2008
10:25 am

Assalamu'alaukum wr wb Pak Adita anda benar, baru saja anda tulis artikel tsb BLT (Bantuan Langsung Tewas) , maka ada korban usai ambil BLT ....sebagaimana di...
sri anjani
sri_anjani_p...
Offline Send Email
Sep 21, 2008
6:26 am
Advanced

Copyright 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help