Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua   Message List  
Reply | Forward Message #979 of 1034 |

Beberapa hari ini, semua terhenyak dengan kejadian memilukan yakni

Picture not Available

Pembagian zakat berbuntut tewasnya 21 warga Pasuruan

bb

Senin, 15 September 2008 13:01 WIB

Metrotvnews.com, Pasuruan: Sebanyak 21 warga tewas terinjak saat pembagian zakat di Jalan Dokter Wahidin, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9). Puluhan lainnya pingsan. Sementara 13 korban luka dirawat di Rumah Sakit Soedarsono.

Acara ini diadakan dermawan bernama Haji Syaikon. Saat pembagian zakat, rumah Haji Syaikon diserbu ribuan warga. Pembagian zakat semula berjalan tertib. Namun tiba-tiba, ribuan warga saling dorong dan berdesakkan.

Wali Kota Pasuruan Aminurohman mengatakan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu soal agenda pembagian massal zakat ini. "Jadi kami tidak mengantisipasi dengan menyiapkan aparat terkait," ujar Aminurohman saat dihubungi Metro TV.

Aminurohman membenarkan hampir saban tahun diadakan penyaluran seperti ini. Penyelenggara sudah diimbau agar tidak menggunakan pola penyaluran massal. Pasalnya tahun lalu pola itu sangat menyengsarakan dan meyulitkan warga.(**)



















Begitu cepat kejadian lalu lalang dimana belum sempat keterkejutan korban yang terus bertambah lewat pesta minum-minuman keras sebagaimana berita di bawah ini (terjadi pada hari yg nyaris sama)

Picture not Available

Jenazah Roni

bb

Senin, 15 September 2008 11:02 WIB

Metrotvnews.com, Indramayu: Korban tewas akibat pesta minuman keras di Indramayu, Jawa Barat, bertambah. Hingga Senin (15/9), korban tewas menjadi 15 orang. Salah satunya Roni. Dia meninggal usai dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu.

Roni meregang nyawa akibat terlambat mendapat pertolongan pertama. Dia hanya dirawat di rumah selama beberapa hari. Meski demikian kondisi Roni terus menurun lantaran reaksi minuman keras campuran bir hitam, spiritus dan lotion antinyamuk.

Kepala RS Bhayangkara Indramayu, Komisaris Polisi Dokter Asep Herdiana mengatakan korban tewas umumnya mengalami gagal fungsi organ akibat miras itu. Sedangkan empat korban lainnya masih dirawat. Mereka umumnya menderita gangguan penglihatan.(**)

J
















Jika kita hanya terpaut pada berita sejengkal masalah zakat maut yang akhirnya melupakan berita-berita sebelumnya tentang maut yang menjadi-jadi, maka hikmah zakat maut itupun hanya terbahas pada tata cara pembagian zakat, sebagaimana dibahas di media media yang salah satunya

Picture not Available

Menteri Agama Maftuh Basyuni.

bb

Senin, 15 September 2008 18:20 WIB

Metrotvnews.com, Pasuruan: Menteri Agama, Maftuh Basyuni menyesalkan berebut zakat di Pasuruan, Jawa Timur, yang menyebabkan 21 orang tewas. Ia menyatakan kejadian ini tidak akan terjadi jika masyarakat mempercayakan pemberian zakat melalui lembaga amil zakat. Namun, jika tidak mempercayai amil zakat, disarankan membagikan zakat dengan menggunakan sistem kupon.

Kericuhan yang memakan korban tewas dalam pembagian sumbangan untuk warga miskin pada lima tahun terakhir tercatat terjadi enam kali. Sembilan orang tewas dalam beberapa peristiwa tersebut. Pembagian sumbangan yang paling banyak memakan korban terjadi di Pasarminggu, Jakarta, 7 November 2003. Ribuan warga saat itu datang untuk menerima sumbangan uang sebesar Rp 50 ribu. Empat orang tewas akibat terinjak-injak. Pembagian dana kompensasi BBM juga memakan korban dalam dua kali peristiwa pada 2005.(BEY)

















Sekali lagi hikmah luas dari tragedi zakat hanya terbatas pada mekanisme pembagian zakat saja, sedangkan hikmah yang lebih luas dimana rentetan maut yang menjadi-jadi di mulai dari tragedi minum-minuman keras, kemudian tawur pemuda yang menewaskan sejumlah pemuda

Picture not Available

Satu dari enam korban tewas akibat tawuran di Pamulang, Tangerang, Banten.

bb

Minggu, 14 September 2008 12:25 WIB

Metrotvnews.com, Tangerang: Enam orang tewas akibat tawuran antarwarga di Pamulang, Tangerang, Banten, subuh tadi selepas sahur. Korban tewas akibat menceburkan diri ke Danau Sasak untuk menghindari bentrokan. Korban adalah warga Kompleks Brimob Ciputat, Tangerang, yang rata-rata berusia remaja.

Korban dilaporkan terlibat tawuran dengan warga di sekitar kompleks seusai salat subuh. Tawuran dipicu saling lempar petasan. Saat terjadi kejar-kejaran, beberapa ramaja lari ke danau yang terletak di Jalan Raya Dewi Sartika, Ciputat. Empat korban yang berhasil dievakuasi kini sudah berada di rumah duka di Komplek Brimob Ciputat. Sedangkan dua korban lainya dibawa ke Rumah Sakit Gaplek Pamulang.

Keenam korban itu di antaranya Solihin (16), Ibnu Ganesha (14), Randy (16), Kinung (16), Maulana Ibrahim (14) dan Iqbal Nardo yang berusia 15 tahun. Polisi dan warga sekitar sempat mencari korban lainnya di Danau Sasak karena diperkirakan jumlah korban lebih dari enam orang. Namun, sejauh ini dipastikan korban tewas berjumlah enam orang. Jenazah korban rencananya dimakamkan siang ini juga. Lima dimakamkan di Pamulang, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke kediamannya di Cipayung, Jakarta Selatan.(DEN)




















Belum cukup tawur itu membawa korban, maka di tempat lain-pun maut menjadi-jadi sebagaimana berita di bawah ini :

Picture not Available

Seorang warga padepokan silat dibawa polisi pascatawuran.

bb

Minggu, 14 September 2008 12:07 WIB

Metrotvnews.com, Bojonegoro: Dua kelompok perguruan pencak silat terlibat tawuran di Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad dini hari tadi. Satu orang tewas dan 16 lainnya luka-luka akibat bentrokan ini. Sebanyak 11 orang ditangkap dan 25 kendaraan bermotor disita polisi. Situasi di lokasi saat ini sudah mulai kondusif.

Tawuran terjadi di Desa Mlidek, Kedungadem, Bojonegoro, persis di depan Padepokan S.H. Teratai. Saksi mata mengatakan, kedua kelompok bertikai. Mereka saling serang menggunakan batu, kayu runcing dan palu. Seorang korban, Siswanto (23 tahun), tewas akibat tusukan kayu runcing di bagian leher. Sedangkan korban luka-luka kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sosodoro Djatikusuma, Bojonegoro.(DEN)

















Dan yang menyedihkan semua kejadian di atas mulai , zakat maut, pesta minum, tawur pemuda dan tawur silat semuanya itu terjadi di bulan RAMADHAN !!!, ada apakah ini ?

Secara sosialogi jelas menunjukkan keganasan manusia atas manusia (tawur), sedangkan kasus minuman keras menunjukkan masih banyaknya manusia, di tengah kesucian bulan ramadhan, ternyata bulan itu tidak menjadikan diri bersih, namun justru mengotorinya.

Sedangkan kasus zakat maut menunjukkan bahwa masyarakat bawah yang berebut zakat berdesakan & menginjak-injak saudara lainnya sesama kaum bawah hingga mengabaikan rasa persaudara. Itulah gambaran akar rumput yang nyata terjadi sebagaimana di lansir sebagai "Manusia Berkelapa Dua"

Setelah dibahas tentang pentingnya arti persaudaraan sesama muslim, maka kali ini fenomena yang di baca semua rakyat indonesia yakni pak Harto meninggal tepat pkl 0110 PM ? mengapa tidak jam lain saja ? Jelas pesan yang dibawa 0110 adalah mengingatkan kembali arti Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 har secara esensi yakni tercipta generasi muslim yang unggul dan di ridhoi oleh Allah sesuai perjuangan qurani selama itu untuk membentuk masarakakat madaniyah, lho apa hubungannya dengan 0110

Esensi masyarakat madaniyah adalah sesama muslim saling bersaudara, jika satu saudara sakit maka yang lain ikut merasakan, ibarat persaudaran muslim adalah satu tubuh, namun jika satu tubuh dua kepala, maka maunya banyak dan pada akhirnya kehancurannya yang terjadi, jika kepala adalah O dan tubuh adalah |, maka tersusunlah manusia berkepala dua O|O (baca Fenomena Bayi Berkepala Dua)

Tahun 2006 lalu peristiwa itu di abadikan lewat kejadian sejarah yang dicatat dan terpercaya yakni

  • tgl 27-mei-2006 : gempa yogya -> bencana, sebagai simbol O
  • tgl 28-mei-2006: TIDAK BENCANA, sebagai simbol |
  • tgl 29-mei-2006: Lapindo Sidoarjo -> bencana sebagai simbol O

Akhirnya hal itu membentuk bencana yang amat dahsyat O|O sebagai bayi berkepala dua lahir cukup banyak di tahun 2006 lalu (baca [Fenomena] Bayi Berkepala Dua) sebagai iktibar bagi masyarakat bahwa :

KONDISI MASYARAKAT SAAT INI ADALAH KEHILANGAN PEMIMPIN YANG DI TELADANI, SEMUA MASYARAKAT SAAT INI IBARAT BAYI BERKEPALA DUA YAKNI KEMAMPUAN TERBATAS (SATU TUBUH) NAMUN MAUNYA BANYAK, SEHINGGA SALING REBUT, SIKUT DAN BERSAING TIDAK SEHAT

Nanti mereka yang saat ini menjadi bayi, giliran berikutnya menjadi pimpinan yang pada akhirnya generasi penerus hancur !. Sekali lagi jika hal ini tidak diperhatikan, maka kembali sang Maha Kuasa mengirimkan peringatan lewat kematian pak Harto yang tepat kl 0110 PM ?

Apakah arti ini ? tidak lain mengingatkan pada kita semua kehancuran di depan jika kita mau berubah

Sekali lagi : Manusia Berkepala Dua telah hadir di hadapan kita dengan sifat yang mementingkan diri sendiri "KONDISI MASYARAKAT SAAT INI ADALAH KEHILANGAN PEMIMPIN YANG DI TELADANI, SEMUA MASYARAKAT SAAT INI IBARAT BAYI BERKEPALA DUA YAKNI KEMAMPUAN TERBATAS (SATU TUBUH) NAMUN MAUNYA BANYAK, SEHINGGA SALING REBUT, SIKUT DAN BERSAING TIDAK SEHAT"

Saling berebut, saling sikut dan bersaing tidak sehat tergambar jelas pada rebutan zakat tsb (akar rumput) sedangkan pada elite politik & penguasa terlihat jelas pada perwakilan keserakahan lumpur lapindo, dimana big bos dari penyebab lapindo menjadi salah satu penguasa kesejahteraan rakyat

Cukupkah hikmah itu ? lihat sekali lagi maut yang menjadi-jadi di bulan ramadhan ini utamanya rebutan zakat merupakan perulangan tahun 2007 lalu yakni

Picture not Available

Warga berdesak-desakan untuk mendapatkan sedekah dari seorang haji di Pasuruan, Jawa Timur.

bb

Kamis, 27 September 2007 14:04 WIB

Metrotvnews.com, Pasuruan: Ribuan warga miskin di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (27/9), berdesak-desakan untuk mendapatkan sedekah dari seorang warga sebesar Rp 30 ribu per orang. Warga memadati rumah Haji Saukani di Gang Pepaya Jalan Dokter Wahidin, Pasuruan. Tiap pertengahan Ramadhan, Saukani membagikan sedekah Rp 30 ribu per orang. Tak hanya warga Pasuruan, warga dari Probolinggo, kabupaten sebelah Pasuruan, juga ikut berdesakan.

Pemberian sedekah direncanakan pukul 10.00 WIB. Namun, warga sudah memadati lokasi pembagian sejak pukul 05.00 WIB. Karena panas dan padatnya antrean, termasuk Wanita lansia dan anak-anak, membuat sebagian warga pingsan. Mereka harus dirawat di tempat yang teduh. Bahkan, karena tempat antrean sempat dan berada di atas sungai puluhan warga sempat jatuh ke sungai yang berair kotor.(DOR)


















Tahun 2007 lalu rebutan zakat itu sudah terjadi, walau sudah membawa korban warga pingsan, namun pelajaran tahun 2007 lalu tidak membuat pemberi zakat waspada hingga jatuh-lah korban di tahun 2008 ini


PASURUAN - Membagikan zakat memang wajib dan diganjar pahala. Namun, jika dilakukan serampangan, malah menuai bencana bahkan mendatangkan dosa. Pembagian zakat oleh pengusaha dermawan asal Pasuruan, Haji Syaikhon, 55, kemarin (15/9) bisa menjadi pelajaran.

Maksud hati ingin membantu fakir miskin dengan zakat Rp 30.000, tapi malah berujung tragedi tewasnya 21 orang, satu kritis, dan 12 orang terluka. Atas keteledoran itu, kini Syaikhon, istri, dan tiga anaknya beserta belasan panitia dibawa ke Mapolres Kota Pasuruan. Mereka diamankan dari amarah warga.

Radar Bromo (Jawa Pos Group) melaporkan, kejadian yang memilukan umat Islam yang sedang menjalani ibadah puasa itu berawal dari keputusan Syaikhon untuk kembali menerapkan pola pembagian zakat masal. Pengusaha kulit dan peternak sarang burung walet tersebut mengundang warga ke rumahnya di mulut Gang Pepaya Jalan Wahidin Selatan, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, untuk menerima uang tunai Rp 30 ribu per orang.

Undangan bagi-bagi duit di tengah ekonomi sulit seperti sekarang itu kontan menarik ribuan orang untuk datang. Apalagi, jumlah yang dibagikan tahun ini lebih besar daripada tahun lalu yang hanya Rp 25 ribu. Umumnya warga mendengar adanya pembagian uang Syaikhon itu dari mulut ke mulut. Sebagian menguping siaran Radio FM Ramapati Pasuruan. ''Sedekah itu juga diumumkan di radio,'' ungkap salah seorang warga.

Mereka yang berbondong-bondong ke rumah Syaikhon bukan hanya tetangga sekitar, tapi juga dari daerah pedesaan wilayah Kabupaten Pasuruan yang berjarak sekitar 20 kilometer. Bahkan, ada beberapa yang datang dari luar kota seperti Jember dan Kediri. Ingin mendapat lokasi terdepan, mereka nyanggong (menunggu) pembagian zakat di depan rumah Syaikhon sejak usai sahur.

Melihat warga yang datang membeludak, panitia yang semua berasal dari keluarga Syaikhon memutuskan memindah lokasi pembagian zakat dari rumahnya ke musala Al Raudatul Jannah yang berjarak sekitar 10 meter. Mulut Gang Pepaya sampai samping musala ditutup gedek (anyaman bambu).

Di samping musala itu kemudian diberi celah untuk pintu masuk. Semua calon penerima zakat harus melalui pintu masuk tersebut, kemudian diberi tanda tinta merah di tangannya. Selanjutnya, mereka mengantre di depan musala yang berpagar besi. Di depan musala ada tanah lapang 8 x 4 meter. Di tempat itu panitia menyediakan 13 tenda kecil.

Jumlah warga yang datang ke rumah Syaikhon diperkirakan mencapai belasan ribu orang. Angka persisnya simpang siur. Ada yang menyebut kerumunan manusia itu mencapai 30 ribu orang. Warga yang hampir semua ibu-ibu yang sebagian membawa balita tersebut meluber mulai Gang Pepaya sampai Jalan Wahidin, jalan raya yang menghubungkan Surabaya-Malang dan Probolinggo.

Sekitar pukul 08.00, Syaikhon dan putranya, Vivin, 30, dan Faruq, 28 terlihat sibuk menata pembagian zakat. Keduanya menata pagar untuk jalan akses penerima zakat di dalam musala. Beberapa saat kemudian, terlihat istri Syaikhon, Ny Hanifa, 50. Ia berjalan memakai tongkat sambil dituntun beberapa keluarganya menuju musala.

Mulai sekitar pukul 09.00, pembagian zakat dimulai. Pintu musala sebelah utara akhirnya dibuka panitia. "Masuknya satu satu. Jangan dorong-dorongan," ucap seorang panitia kepada massa yang berkumpul di depan musala. Walau aksi pembagian zakat berada di dalam musala, namun jumlah massa yang berada di luar musala diperkirakan ada sekitar empat ribu orang.

Panitia yang bertugas membagikan zakat membuka pagar yang berukuran dua meter tersebut. Bukaan pintu pagar dibuka hanya cukup untuk satu orang yang masuk ke dalam musala. Panitia pun membatasi orang yang masuk ke dalam musala sebanyak lima orang sampai sepuluh orang. Jika yang di dalam telah menerima dan keluar lewat pintu selatan, barulah panitia membuka pintu pagar depan kembali. Begitu seterusnya.

Bagi orang yang telah menerima zakat sebesar rp 30 ribu, orang tersebut harus diberi sumba (pewarna) yang diletakkan di pintu keluar sebelah Selatan musala. Dua orang panitia zakat bertugas mencelupkan jari tangan massa yang telah mendapatkan uang. Sembari Ny Hanifa membagikan zakat, terlihat H Syaikhon berlalu lalang mengawasi. Sambil mengenakan baju hitam, lelaki tersebut memegang ponselnya. Namun ia lebih sering keluar dari dalam musala melalui pintu keluar.

Memasuki pukul 09.15, hampir sekitar lima puluh orang telah menerima zakat. Usaha mereka berlomba terbilang cukup semangat untuk memasuki pintu masuk musala. Sebab, mereka harus berdesak-desakan dengan sesama penerima. Ada pula massa yang kebingungan dengan anak yang digendongnya. "Mas, tolong anakku bawa ke dalam. Aku nggak kuat," ucap Surti, calon penerima zakat, sambil mendorong ke atas anaknya melalui celah pagar. Tak pelak massa lain yang membawa anaknya ikut meminta tolong para wartawan yang meliput dari dalam musala.

Lama-kelamaan pun aksi dorong massa semakin brutal. Mereka ingin cepat-cepat mendapatkan santunan zakat. Hingga akhirnya barisan depan yang berada di pintu musala semakin terhimpit. Ada yang menjerit kesakitan dan banyak juga yang menangis histeris. "Mas..mas mbokku (ibuku) pingsan!" teriak salah satu dari mereka.

Tak pelak para panitia turun menolong massa yang pingsan tersebut. Terlihat pula putra Syaikhon, Faruq, turun langsung di tengah kerumunan massa untuk membawa beberapa orang yang mulai jatuh pingsan. Panitia yang lain sibuk menyiram air dari selang kran musala untuk membuyarkan massa yang menumpuk. Awalnya pertolongan dari pantia memang efektif. Siraman air dari panitia bisa sedikit melonggarkan udara dan hawa panas. Banyak dari mereka yang memanfaakan siraman air tersebut untuk minum.

Namun, sekitar pukul 09.30 aksi dorong-dorongan massa semakin hebat. Banyak kumpulan orang yang jatuh tergeletak ke tanah hingga akhirnya terinjak massa yang lain. "Yo'opo iki (bagaimana ini). Jangan dorong-dorongan, kasian yang jatuh," ucap seorang panitia.

Sayang, penertiban panitia tidak membuahkan hasil. Justru massa semakin menjorok ke pintu masuk musala. Suasana kacau. Massa yang berada di pintu depan musala benar-benar terjebak dan terhimpit pagar.

Jeritan-jeritan histeris menyeruak, bercampur aduk dengan suara orang mengaduh-aduh. Mereka yang sadar dalam kondisi bahaya, berusaha menyelamatkan diri. Tapi, itu tidak mudah bagi yang sudah berada di tengah kerumunan. Tarik menarik demi penyelamatan diri terjadi. Ada wanita yang sampai bajunya robek di tengah tarik menarik itu.

Suasana semakin tak terkendali. Beberapa orang yang terjepit, terinjak, kehabisan napas, berjatuhan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terlihat digotong kedalam musala dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang meninggal tersebut akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Wartawan pun jadi ikut sibuk membantu mengevakuasi korban. Jatuh satu korban jiwa tak membuat kegiatan itu bubar.

Dengan adanya satu korban yang meninggal tidak menurutkan massa memberhentikan aksi dorong-mendorong. Mereka semua justru bingung tidak bisa menemukan jalan keluar karena jalan dari depan gang Pepaya ditutup. Kontan aksi dorong tersebut semakin menambah jumlah korban. Satu per satu pula korban berjatuhan. Para korban tewas di tempat kejadian lalu dikumpulkan begitu saja di jalan gang.

Sampai pukul pukul 10.15, sudah ada enam orang tewas. Itu belum termasuk mereka yang kritis hingga harus dilarikan ke RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan (RSUD Purut) yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Kondisi massa baru dapat dikendalikan ketika petugas Polsek Purworejo dan Polresta Pasuruan datang ke lokasi sekitar pukul 10.55. Sejumlah anggota yang datang dengan mobil patroli langsung mengamankan kerumunan massa. Kerumunan tersebut baru dapat dibubarkan sekitar pukul 11.10.

Bubaran kumpulan massa tersebut tidak serta merta mengatasi masalah. Sebab, ternyata korban meninggal dunia terus bertambah. Petugas pun langsung mengevakuasi para korban baik yang sudah meninggal maupun kritis dengan mobil patroli polisi dan kendaraan ala kadarnya macam pikap bak terbuka.

Sampai tadi malam, korban tewas dipastikan 21 orang dan satu orang kritis. Semua wanita berusia 30-67 tahun. Dua belas orang lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit karena menderita sesak napas serta memar-memar.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pasuruan Ajun Komisaris Besar Harry Sitompul menyatakan, umumnya korban tewas karena kekurangan oksigen, pingsan, dan terinjak-injak. Hal itu didasarkan pada hasil�pemeriksaan dalam (visum et repertum) terhadap jenazah para korban.

Menurut dia, akibat berdesak-desakan, para korban yang telah kekurangan oksigen jatuh pingsan dan terinjak-injak. Padahal, petugas keamanan dan petugas kesehatan tidak ada di lokasi kejadian, sehingga para korban tidak tertolong.

Sebanyak 21 korban tewas yang telah berhasil diidentifikasi itu sudah diambil keluarganya.�Sembilan korban luka masih dirawat di RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.

Terancam Bui Lima Tahun

Meski pembagian zakat sudah sering menelan korban, dengan puncak 21 orang tewas kemarin (15/9), H Syaikhon sebagai pembagi zakat belum ditahan polisi. Polisi hanya memeriksa keluarga kaya itu bersama belasan orang lainnya yang terlibat sebagai panitia pembagian zakat.

Hingga tadi malam sekitar pukul 22.00, dua belas orang masih diperiksa penyidik di Mapolresta Pasuruan. ''Pemeriksaan masih berjalan. Bila terbukti, mereka akan dikenai pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal atau luka-luka. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,'' tegas Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Adi Sunarto di sela pemeriksaan.

Panitia penyelenggara pembagian zakat itu, kata dia, sejak awal harus memprediksi bahwa pembagian zakat akan menarik massa yang sangat besar dan berpotensi menimbulkan kericuhan serta keributan. ''Namun, penyelenggara malah tidak berkoordinasi dengan kepolisian,'' ungkapnya. (fun/via/tim/jpnn/kim)

Perulangan kejadian tahun 2007 itu tidak membuat sadar akan bahaya yang mengancam di tahun 2008 ini, hak ini merupakan iktibar berikutnya atas hikmah kelanjutan dari artikel Pesta Miras & Raja Jemblung posting Sep 15, 2008 6:30 am. Sekali lagi perhatikan posting artikel tsb tgl 15-9-2008 pagi, sebelum kejadian zakat maut, dimana telah tertulis sebelumnya (kejadian zakat maut itu)

Itulah perulangan pertanda akan datangnya bencana masal sesuai dengan tahun 2007 lalu sesuai dengan sifat gagak qobil yang berulang-ulang menggali tanah untuk memberitahukan kepada qobil bagaimana cara mengubur habil

Lalu dimanakah perulangan itu ? lihat baik-baik dalam artikel Gempa Cina 12 mei 2008 : Lanjutan Jawaban Hari Yang Menentukan dengan jela memuat pesta minuman keras tsb
Artinya tidak ada yang menyangka bahwa ITC itu berulang terjadi dan sekali lagi terjadi jatuh di ITC Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan yang akhirnya berulang dengan tahun 2007 lalu yakni Gempa di Cina … kebetulankah ? …. baca doa-doa di atas tentang sesuatu pertandaNya atau hal yang mengingatkan … jika anda belum percaya bahwa hal tsb adalah yang mengingatkan tentang tahun 2007 lalu, maka lihat dengan seksama artikel tahun 2007 lalu yakni artikel Maut yang menjadi-jadi Jun 4, 2007 6:56 am

Benarkan sebelum tragedi gempa cina 12-mei-2008 yang merupakan perulangan tahun 2007 lalu di ikuti dengan sebelumnya maut menjadi-jadi ? Lihat berita aneh bin kocak di bawah ini tentang Tewas, KERACUNAN, para Pemabuk Raja Jemblung Terus Makan Korban

Aneh dan ajaib bahwa sebelum kejadian zakat maut itu, maka telah dituliskan salah satu artikel perulangan tentang maut yang menjadi-jadi, tertuang di artikel Gempa Cina 12 mei 2008 : Lanjutan Jawaban Hari Yang Menentukan Dengan urut artikel itu menulis setelah raja jemblung, maka maut menjadi-jadi, lihat di bawah ini sebagai kutipan artikel tsb :

Wah … kalau pemabuk tewas sih … biasa saja dan wajar (begitu banyak orang berpikir) ngak ada kaitannya dengan artikel Maut yang menjadi-jadi

Jika anda berpikiran seperti itu … anda siap kecewa, sebab kematian tidak hanya berpihak pada para pemabuk, yang alim pun pada terkena maut itu

Makan Nasi Jagung, Kiai dan 2 Santri Tewas


Tuesday, 13 May 2008
Kendal-Surya-Pondok pesantren (ponpes) Darussalam geger. Pengasuh pesantren, istrinya dan dua santrinya meninggal dunia setelah santap sahur, Minggu (12/5) tengah malam, untuk menjalankan puasa sunah Senin-Kamis. Para korban dipastikan tewas keracunan, dandugaannya akibat makan nasi jagung. Para penghuni pesantren di Desa Mojoagung, Kec. Plantungan, Kabupaten Kendal (Jawa Tengah) itu mulai kaget setelah belum lama usai santap sahur, empat orang langsung buang air besar terus-menerus. Mereka adalah santri Zaini, 15; santri Taryanto, 15; pengasuh ponpes Kiai Slamet Sayidi, 48, dan istrinya Sujinah, 30.

Dengan demikian setelah minuman keras membawa maut, maka giliran ustad atau kyai menjadi berita maut tsb sebagaimana perulangan tsb. Lihat artikel Meretas takdir : Di-ikuti maut yang dengan jelas memuat kota pasuruan sebagai kota alim dengan maut yang menjemput

Tibalah peringatan genap 1 tahun gempa yogya 27-mei-2007 dan apakah yang terjadi ?

Truk Terguling ke Jurang, 12 Tewas
PASURUAN - Sebuah truk bak terbuka yang sarat penumpang terguling ke jurang di Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 18.30 kemarin. Hingga pukul 23.30 tadi malam, 13 orang dipastikan tewas dan sedikitnya 22 orang luka parah karena tergencet badan truk. •Truk Masuk ke Jurang, 12 Orang Tewas
Mengangkut jemaah yang hendak mengikuti Yasinan terguling.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Bromo, tepatnya di Desa Wonokitri, Kecamatan Pasrepan, sekitar 45 km dari pusat Kota Pasuruan, Minggu (27/5) pukul 18.30 WIB.


12 orang tewas akibat truk terguling di tosari pasuruan !. Bukankah kemarin kami ke situ. Perlu di ketahui jalur bromo ada dua yakni lewat pasuruan-tosari (bromo cottage) dan probolinggo-tongas-ngadisari (grand bromo). Dibandingkan probolinggi, jalur pasuruan ini terbilang kurang terkenal dan medannyu sulit.

Entahlah takdir mengatakan panitia harus memilih bromo cottage (Tosari) dimana kecelakaan itu berada. Saat bertemu pak Wahyu senin 28-mei-2007, pak Wahyu akhirnya mulai percaya bahwa kita di-ikuti takdir maut, Beliau mengatakan kalau di Jakarta ada tiga orang yakni Agus, Wahyu dan Saya sedangkan di Tosari Pasuruan hanya Wahyu dan Saya .

Lihat sekali lagi bahwa zakat maut itu merupakan perulangan dari tgl 27/09/2007 lalu, kemudian bandingkan dengan maut di pasuruan yang terjadi tepat 1 tahun gempa yogya 27/05/2007

Kamis, 27 September 2007 18:35 WIB

Metrotvnews.com, Pasuruan: Sejumlah warga di Kota Pasuruan, Jawa Timur, jatuh pingsan. Mereka tak tahan berdesakan di tengah terik matahari, mengantre sedekah yang dibagikan seorang warga di Gang Pepaya, Jalan Dokter Wahidin Sudiro Husodo. Bahkan, ada yang tergelincir ke dalam sungai yang berair kotor.

Adalah Saukani yang mempunyai hajatan tersebut. Setiap pertengahan Ramadan, ia selalu membagikan sedekah kepada warga miskin. Warga yang ingin mendapatkan sedekah mulai memadati rumah Saukani sejak pukul 05.00 WIB. Wanita, anak-anak dan orang usia lanjut usia rela antre untuk mendapatkan uang Rp 30 ribu. Antrean tidak hanya diikuti warga Pasuruan. Sejumlah warga dari Probolinggo juga ikut antre untuk mendapatkan sedekah.(BEY)

Dengan penjelasan diatas berarti sebelum artikel di tulis yakni Pesta Miras & Raja Jemblung posting Sep 15, 2008 6:30 am, dimana akhir alinea tertulis

Dengan demikian ketika diri ragu tentang hal itu, maka datanglah perulangan-perulangan tsb untuk meyakinkan diri selayaknya gagak qobil, bahwa apa yang ditulis dan apa yang dinantikan adalah benar, penghakiman atas manusia berkepala dua akan segera di lakukan kecuali mereka bertobat sebagaimana kesucian dari bulan ramadhan ini. Bisakah terwujud sebuah keniscayaan artikel Gempa Indramayu sebuah keniscayaan ? Kita tunggu saja jawabnya

Adalah telah terjawab lewat penghakiman manusia berkepala dua (berebut zakat, saling sikut, injak) diantara pengatre zakat. Hikmah besar bila kejadian itu adalah perulangan dan kejadian tsb terjadi di bulan suci ramadhan, hingga tidak berlebihan jika zakat maut itu adalah gambaran pemberi zakat sebagai sosok penguasa sedangakan penerima zakat adalah rakyat jelata

Penguasa (pemberi zakat) tidak sadar dengan kebijakan bagi-bagi zakat (semacam BLT) justru menjerumuskan penerima zakat (rakyat) sekiranya pemberian itu tidak meningkatkan taraf hidup masyarakat kecuali hanya untuk konsumtif saja.

Ketidaksadaran penguasa tercermin dari ketidaksadaran H. syaikon bahwa jumlah peserta zakat semakin banyak dibanding tahun sebelumnya, padahal dana yang di bagikan tetap rp. 50-70 juta. Sama halnya pemerintah saat ini tiada sadar bahwa jumlah penduduk semakin besar dan beban semakin banyak, justru penguasa mengklaim keberhasilan pengentasan kemiskinan.

Sadar atau tidak, dengan jumlah penduduk yang semakin besar, namun sumber daya semakin tipis/berkurang menunjukkan betapa rentannya struktur masyarakat Indonesia, saat sumber daya habis, maka tibalah rebutan antar rakyat agar hidup

Dan anehnya lagi peristiwa zakat maut di barengi pula dengan mencuatnya tempat sumber daya, salah satu penopang pemasukan negara yakni tambang frreeport

Senin, 15 September 2008 09:10 WIB
JAYAPURA--MI: Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda Papua, Kombes Pol. Paulus Waterpauw menegaskan, terdapat kesamaan tiga ledakan yang terjadi di areal PT Freeport Indonesia (PTFI), yaitu dua ledakan di sekitar kawasan operasional tambang PTFI dan satu ledakan di dekat Bandar Udara (Bandara) Internasional Moses Kilangin,Timika, Papua.

Ketiga ledakan itu dapat dirinci di mile 38 dan mile 50 areal operasional tambang PTFI dan dekat gardu listrik yang juga milik PT.Freeport (bukan PLN) sekitar 150 meter dari Bandara Moses Kilangin. Ketiga ledakan itu menggunakan mortir.

Dua ledakan mortir di areal PTFI berlangsung pada Kamis (11/9) malam dan Jumat (12/9) dini hari sedangkan ledakan di dekat bandara Moses Kilangin terjadi Minggu (14/9) malam.

"Ketiga ledakan itu menggunakan bahan yang sama sehingga kami menduga ledakan itu sengaja dilakukan kelompok tertentu untuk melancarkan aksi terornya," kata Direskrim Polda Papua, Kombes Pol.Paulus Waterpauw.

Lebih lanjut, Waterpauw mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

Diakuinya, pihaknya sempat menutup jalan masuk di sekitar TKP termasuk jalan menuju hotel Sheraton, Timika.

Penutupan itu untuk penyelidikan namun hanya berlangsung sekitar tiga jam dan saat ini aktivitas dari dan menuju hotel itu telah berlangsung normal, jelas Kombes Pol Paulus Waterpauw.(Ant/OL-01)

Bagaimana Indonesia tanpa sumber daya alam di papua ? Akankah Indonesia bangkrut ?
Begitulah perulangan-perulangan yang terjadi untuk mengingatkan bangsa Indonesia akan bahayanya Manusia berkepala Dua, jika lapisan bawah terkena zakat maut, maka tinggalah manusia berkepala dua di pusat-pusat kekuasaan atau penguasa sebagaimana sehari setelah zakat maut, maka kembali penguasa di-ingatkan lewat cara lain yakni GEMPA BUMI
Selasa, 16 September 2008 10:28 WIB
AMBON--MI: Mendagri Mardiyanto terpaksa menghentikan penyampaian sambutannya pada acara saat gempa menguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Selasa pagi, sekitar pukul 10.14 WITA.

Mendagri yang sementara menyampaikan sambutan sehubungan peresmian pembentukan Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD) dan Buru Selatan serta pelantikan masing-masing pejabat bupatinya karena guncangan cukup keras terasa pada lantai tujuh kantor Gubernur Maluku.

Sambutan yang dihentikan sekitar satu menit itu terjadi karena sejumlah peserta kegiatan tersebut berteriak".. gempa-gempa ..". "Keras juga ya. Tapi syukurlah sudah reda dan tidak terjadi apa-apa sehingga kita lanjutkan,"tutur Mendagri.

Guncangan gempa tersebut juga membuat panik para pegawai di kantor Gubernur Maluku yang bekerja hingga di lantai lima dengan berlarian keluar ruangan dengan menuruni anakan tangga karena dua lift disiapkan untuk Mendagri dan rombongan.

"Kami merasa ruangan terayun-ayun dan khawatir bangunan rubuh maupun gempa susulan sehingga berlarian keluar,"ujar sejumlah pegawai di halaman kantor Gubernur Maluku.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Benny Sipolo, mengakui, terjadinya gempa yang sedang dianalisis datanya. "Gempa memang cukup keras dan dirasakan di Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) sekitar 2 MMI(dirasakan setempat-red),"katanya.

Kota Ambon terakhir diguncang gempa pada 13 September lalu berkekuatan 6,1 Skala Richter(SR), tetapi tidak ada kerusakan maupun korban jiwa serta tsunami. (Ant/OL-02)

Penguasa yang telah di perlihatkan bolongnya mulai kasus porno anggota DPR, korupsi dan yang sangat menyakitkan pengawas dan jaksa-pun telibat berlomba menjadi manusia berkepala dua ... JANGAN-JANGAN super penguasa pun terkana ? sebagaimana kasus DKP dulu ?
Hingga akhirnya wajar & masuk akal, jika manusia berkepala dua harus di bersihkan sebagaimana di tunggu artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan

Diduga Terima Suap Putusan Kasus Astro

JAKARTA - Para pejabat negara, tampaknya, tidak pernah jera menerima suap. Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan suap yang melibatkan Mohammad Iqbal, anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Iqbal tertangkap tangan petugas KPK setelah menerima suap sekitar Rp 500 juta.

Iqbal ditangkap sekitar pukul 18.20 di Hotel Aryaduta. Di hotel dalam kawasan Jalan Prapatan, Jakarta, itu, Iqbal bersama sopirnya, BR, menemui pengusaha berinisial BS. Belakangan diketahui, BS adalah Billy Sindoro, presiden direktur (Presdir) PT First Media Tbk, sebuah perusahaan penyedia jasa layanan broadband internet dan televisi kabel milik Grup Lippo.

Iqbal dan sopirnya ditangkap di lobi hotel. Itu dilakukan setelah Iqbal bertransaksi dengan Billy. Iqbal menerima tas hitam di dalam lift. Begitu diperiksa, tas tersebut berisi uang tunai sekitar Rp 500 juta.

Setelah membekuk Iqbal, petugas KPK menangkap Billy di sebuah kamar di lantai 17 hotel tersebut. Menurut sejumlah saksi, petugas turun dari lift dengan membawa Billy dan seorang asistennya berinisial BD. Saat penangkapan, petugas KPK dibantu polisi yang bersenjata lengkap.

Iqbal dan Billy lantas digelandang petugas menuju ke gedung KPK di Jalan Rasuna Said. Iqbal mengenakan batik warna cokelat. Billy mengenakan kemeja putih. Mereka masuk ke gedung KPK dengan pengawalan ketat.

Selain menggiring keduanya ke KPK, petugas juga menggiring tiga orang lainnya. Mereka adalah BR (sopir Iqbal), BD (asisten pribadi BS), dan seorang office boy hotel tersebut. Selanjutnya, mereka tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Ketua KPK Antasari Azhar menyatakan belum menetapkan status lima orang tersebut. "Sekarang masih ada waktu 1 x 24 jam untuk menentukan apakah mereka menerima suap," jelas Antasari di gedung KPK beberapa saat setelah penangkapan itu.

Antasari tak mau menjelaskan lebih lanjut dalam konteks apa Iqbal menerima suap. "Ya, secara rinci tengah dalam pengusutan," katanya.

Sebelum peristiwa penangkapan itu, Antasari saat berbuka bersama wartawan mengatakan bahwa dalam Ramadan ini KPK tidak berhenti bekerja. "Bulan ini memang ada kasus baru yang kami tangani," terang Antasari. Ternyata, beberapa saat setelah pernyataan itu, KPK meringkus penyelenggara negara yang menerima suap.

Antasari mengatakan, saat ini KPK sedang mengumpulkan alat bukti sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan kasus tersebut. Apakah sudah ditetapkan menjadi tersangka? "Kalau bisa malam ini (sudah ditetapkan), paling lambat besok pagi (pagi ini, Red)," katanya.

Di tempat sama, Juru Bicara KPK Johan Budi menambahkan, penangkapan Iqbal didasarkan pada pengaduan masyarakat. "Laporan itu menginformasikan ada anggota KPPU yang akan menerima uang dari pengusaha di (Hotel) Aryaduta,'' tutur Johan. Berbekal laporan itu, KPK pun langsung mengintai hotel di kawasan Tugu Tani tersebut.

Johan menegaskan, KPK sejak awal tidak menjadikan Iqbal dan Billy sebagai target penangkapan. "Kami hanya menindaklanjuti pengaduan masyarakat,'' jelas mantan wartawan itu. Dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang melaporkan informasi tersebut.

Tak Pantas Terima Uang

Penangkapan M. Iqbal benar-benar mengagetkan sejumlah kolega sesama anggota KPPU. Iqbal yang selama ini dikenal jujur dan berdedikasi tinggi ternyata justru menghancurkan citra lembaga yang dibentuk sembilan tahun lalu tersebut.

''Hancur sudah... hancur sudah... hancur sudah citra kami. Habislah sudah KPPU," ujar anggota KPPU Erwin Syahril kepada Jawa Pos yang dimintai tanggapan atas penangkapan Iqbal tadi malam.

Akibat kesalahan salah seorang anggotanya tersebut, lanjut Erwin, KPPU tidak akan dipercaya lagi menjadi pengawas persaingan usaha yang kredibel. Sebab, keputusan yang diambil KPPU ternyata bisa dibayar dengan sejumlah uang dari pihak tertentu.

Meski mengaku bukan salah seorang anggota majelis KPPU yang memeriksa kasus Astro, Erwin menganggap Iqbal tidak sepantasnya menerima duit dari siapa pun terkait kasus yang ditanganinya.

Erwin menduga bahwa pihak yang menyuap Iqbal adalah mereka yang dimenangkan dalam sengketa bisnis televisi berbayar itu. Namun, dia mengaku belum bisa meraba ada faktor kepentingan apa sehingga Iqbal harus disuap. ''Saya juga masih bingung kepentingannya seperti apa. Tapi, secara etis, kalau terbukti menerima suap, Pak Iqbal harus mundur sebagai anggota KPPU. Meskipun pencopotan anggota KPPU itu urusan presiden,'' jelasnya.

Ketua KPPU Syamsul Maarif mengatakan belum mengetahui secara jelas kejadian yang menimpa Muhammad Iqbal. Namun, dia mengatakan sudah tahu bahwa salah seorang anggota KPPU ditangkap KPK. Dia akan mempelajari terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan masalah tersebut. ''Saya akan mencoba tanya dulu karena belum mengetahui persis penangkapan tersebut," katanya.

Mantan Ketua KPPU Sutrisno Iwantono berharap, informasi dugaan suap yang melibatkan Iqbal tersebut tidak benar. ''Kita harus menjunjung asas praduga tidak bersalah,'' ujarnya di Jakarta kemarin.

Namun, bila ternyata dugaan tersebut benar, dia sangat menyayangkan dampaknya terhadap kredibilitas KPPU. ''Akan sulit lagi untuk membangun kepercayaan yang sudah dibina sejak masa kepemimpinan saya,'' katanya.

Ketua HKTI itu menambahkan, sebenarnya KPPU memiliki kode etik bagi para anggotanya untuk berhubungan dengan pengusaha. ''Sebenarnya pertemuan langsung dengan pengusaha-pengusaha yang sedang diperiksa sebisa mungkin dihindari. Kemudian, kalau memang harus bertemu, itu dilakukan di kantor dalam suasana yang formal,'' ungkapnya.

Kode etik tersebut disusun sejak KPPU berdiri pada 1999. Lembaga itu dibentuk berlandasan UU 25/1999 mengenai Larangan Monopoli dan Praktik Persaingan Usaha Tidak Sehat. (git/wir/iw/agm)

Ref berita :

Haji Syaikhon, Juragan Kulit Dermawan yang Terseret Tragedi Zakat Maut

Sebar Keluarga Terdekat, Cari Penerima sampai Pelosok

Tragedi ''zakat maut'' di Pasuruan, Jawa Timur, membuat Haji Syaikhon, 55, disorot. Padahal, haji kaya raya itu sudah berkali-kali membagikan zakat untuk hartanya kepada ribuan orang. Siapa dia dan mengapa tahun ini tradisi mulianya itu berakhir derita?

NURLAILY A. - FANDY A, Pasuruan

Di Kota Pasuruan, keluarga Haji Syaikhon memang dikenal sebagai keluarga berada nan dermawan. Selain pengusaha kulit, dia menjadi pedagang mobil sekaligus peternak sarang burung walet. Lahan sawahnya pun di mana-mana.

Rumah yang ditempati keluarga Syaikhon cukup besar. Bangunan berlantai dua itu berdiri megah di areal sekitar 4.000 meter persegi di tengah Kota Pasuruan. Di sebelahnya ada bangunan yang dijadikan sarang burung walet.

Di dalam rumah bercat hijau muda dengan pagar besi setinggi dua meter tersebut terdapat dua mobil, Suzuki Karimun pink dan Mercedes-Benz. Rumah itu juga dilengkapi parabola.

Di halaman rumah terdapat aneka binatang peliharaan. Salah satunya monyet. Setidaknya, ada tiga primata di kandang rumah Syaikon. Halaman rumah yang asri dengan pepohonan mangga dan mengkudu itu juga dihiasi taman lengkap dengan reliefnya.

Usaha kulit sapi Syaikhon sudah menjadi usaha turun-temurun keluarga. Setelah Syaikhon meneruskan usaha orang tuanya, kini giliran anak-anak Syaikhon yang ikut membesarkan usaha tersebut. ''Ayah saya mengumpulkan kulit-kulit sapi dari para tukang jagal. Setelah dikumpulkan, kulit-kulit tersebut kami bersihkan,'' kata Vivin, 30, putra tertua Syaikhon.

Setelah dibersihkan, kulit-kuli sapi tersebut dimasak, kemudian dilipat rapi untuk dijual ke pabrik pengolah kulit. Biasanya, kulit-kulit itu dijual ke sebuah pabrik di Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Di mata kerabatnya, Syaikhon dinilai agak tertutup. Dia dikenal memiliki banyak profesi. Mulai jual-beli mobil, usaha sarang burung walet, sampai bisnis terbesarnya, yakni pengepul kulit sapi. ''Setiap tahun memang mengeluarkan zakat dalam jumlah besar. Tapi, saya tidak tahu persis berapa nilainya,'' ungkap salah seorang kerabat Syaikhon yang tidak mau namanya dikorankan.

Orang-orang terdekat Syaikhon memang tidak pernah ambil pusing soal besarnya harta dan banyaknya zakat yang dikeluarkan setiap tahun. Namun, kalau soal pembagian zakat, mereka sering mengingatkan agar pembagian itu tidak dilakukan secara terbuka. Memang, dalam bagi-bagi zakat seperti kemarin, Syaikhon hampir tidak banyak melibatkan orang lain, selain keluarga intinya.

Yang menjadi ketua panitia tidak lain adalah putranya. Seperti ketika kejadian maut yang menjemput nyawa 21 pengantre zakat kemarin, ketua panitia diserahkan kepada putra kedua Syaikhon, Faruq, 28. Tapi, dalam praktiknya, dia dibantu kakaknya, Vivin.

Kedua putra Syaikhon itulah yang mengoordinasi beberapa orang yang dilibatkan sebagai panitia. ''Tapi, setiap tahun juga mereka tidak pernah sekalipun melibatkan aparat kepolisian,'' ujarnya.

Setiap dianjurkan untuk melibatkan aparat, keluarga Syaikhon selalu berkilah bahwa mereka sudah meminta bantuan orang-orang ''kuat'' untuk membekingi acara bagi-bagi zakat tersebut. Tidak ada alasan mengapa harus memilih membagikan zakat secara terbuka tanpa kupon, sehingga massa yang antre tidak bisa dibendung.

Para kerabat dekat Syaikhon mengaku sering miris melihat antrean panjang yang selalu mengular setiap ada pembagian zakat di sana. Tapi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, itu sudah menjadi hak sepenuhnya Syaikhon dan keluarga.

Beberapa saat setelah kejadian, Syaikhon beserta dua putranya, Vivin dan Faruq, serta beberapa kerabat yang ikut membantu pembagian zakat tersebut diperiksa di Mapolresta Pasuruan. Mereka dimintai keterangan sejak pukul 12.30.

Hanifa, 50, istri Syaikhon, beserta anak ketiga dan keempatnya, Lely, 24, dan Haidar, 21, tak tampak saat itu.

Saat ditemui Radar Bromo, air muka Syaikhon dan kedua putranya masih tampak terkejut campur lelah. Syaikhon belum bersedia diajak berbicara. Hanya putranya, Vivin dan Faruq, yang mau memberikan keterangan kepada media. ''Saya terpaksa batal (puasa), Mas. Kejadian ini di luar dugaan kami,'' ungkap Vivin lemah kepada Radar Bromo.

Bagi-bagi uang menjelang Lebaran menjadi kebiasaan Syaikon sejak enam tahun lalu. Semula, uang yang dibagikan Rp 10 ribu per orang. Saban tahun uang sedekah dinaikkan Rp 5.000. Karena itu, kejadian pengantre zakat pingsan sebenarnya bukan hal baru. Sayangnya, kejadian itu tidak kunjung dijadikan pelajaran.

Berdasar catatan Radar Bromo, tahun lalu, tepatnya 27 September 2007, pembagian zakat Syaikhon juga bermasalah. Saat itu, setiap penerima mendapat zakat Rp 25 ribu. Pembagian zakat saat itu difokuskan di depan rumah Syaikhon. Seperti yang terjadi tahun ini, tidak ada aparat keamanan yang dilibatkan untuk mengamankan kegiatan tersebut. Satu-satunya pengaturan hanya pemberian tinta merah (dari bahan pewarna) di jari para calon penerima.

Akhirnya, terjadi desak-desakan warga. Memang tidak sampai jatuh korban jiwa tahun lalu. Tapi, ada sekitar empat perempuan tua yang jatuh pingsan. Beberapa orang lainnya sampai tercebur sungai selebar 1,5 meter yang melintang di kampung tersebut.

Menurut Vivin, bapaknya mengeluarkan zakat mal dengan cara itu sejak 1980. ''Ayah selalu menyisihkan hartanya sebesar 2,5 persen. Sejak 1980, harta tersebut ayah keluarkan dalam bentuk uang kepada masyarakat,'' jelasnya.

Uang zakat tersebut dibagikan setiap tanggal 15 Ramadan. ''Pembagiannya selalu dilakukan di lingkungan rumah kami,'' ujarnya. Siapa saja yang menerima zakat tersebut? ''Para duafa,'' katanya.

Menurut Vivin, kerabat-kerabatnya yang tinggal di beberapa daerah disuruh mengumpulkan warga sampai pelosok yang masuk golongan duafa. Pada 2007, kata dia, ayahnya mengeluarkan zakat total Rp 75 juta. Zakat itu dibagikan dengan cara yang sama dengan kemarin. Hanya, tahun lalu masing-masing orang menerima Rp 25 ribu.

Untuk pembagian kemarin, per orang menerima zakat Rp 30 ribu. ''Ayah telah mengambil uang Rp 50 juta untuk dikeluarkan sebagai zakat. Biasanya kalau kurang, ngambil lagi ke bank sebanyak yang dibutuhkan,'' jelas Vivin. Tapi, sebelum uang Rp 50 juta itu terbagi seluruhnya, terjadi insiden maut tersebut.

Menurut dia, tewasnya 21 orang itu di luar perkiraan keluarganya. Dia tidak mengetahui akhirnya massa datang membanjir begitu banyak. Yang dia tahu, musala ayahnya tersebut sudah dipenuhi warga. ''Padahal, tahun lalu tidak sampai begini (sampai jatuh korban tewas, Red). Walau tahun lalu situasi juga ramai, kami masih bisa mengendalikan massa,'' tegasnya.

Faruq, putra kedua Syaikhon, menambahkan, dulu sebenarnya pernah memakai kupon untuk pembagian zakat. Namun, hasilnya tidak efektif. ''Waktu itu orang yang curang selalu balik kembali untuk meminta uang lagi. Makanya, kami tidak lagi memakai cara seperti itu,'' katanya.

Akhirnya mereka memilih cara pencelupan jari dengan tinta seperti coblosan. Tapi, tintanya menggunakan pewarna biasa. ''Itu saja masih ada orang yang balik lagi. Sampai saya kejar dan keluarkan warga tersebut,'' tegas Vivin.

Faruq pun menyatakan tidak pernah sampai terpikir memakai jasa pengamanan dari kepolisian. ''Dari pengalaman sebelumnya, keluarga kami saja sudah berhasil mengawasi kondisi,'' ujarnya.

Keduanya mengaku menyesalkan massa yang nekat dorong-mendorong. ''Saya benar-benar tidak tahu kalau jumlah warga bertambah banyak. Yang saya sesalkan, massa tidak sabar, terus berdorong-dorongan,'' ungkap Faruq.

Dorong-mendorong itulah yang menyebabkan jatuhnya banyak korban meninggal karena terinjak dan kehabisan napas. ''Kalau tahu begini, saya memakai pengamanan,'' katanya.

Vivin yang siang itu memakai baju motif garis-garis menyatakan rela dirinya beserta keluarga diperiksa polisi. ''Semua masalah pasti ada jalan ke luar,'' ujarnya.

Dia mengungkapkan lain kali akan mengubah cara pembagian zakat. ''Mungkin kami akan memakai jasa pengamanan,'' tuturnya. (*)



Wed Sep 17, 2008 8:03 am

alkatiri.fuad@...
Send Email Send Email

Forward
Message #979 of 1034 |
Expand Messages Author Sort by Date

Beberapa hari ini, semua terhenyak dengan kejadian memilukan yakni BEREBUT ZAKAT, 21 WARGA PASURUAN TEWAS <http://www.metrotvnews.com/new/berita.asp?id=66638> ...
fuad alkatiri
alkatiri.fuad@...
Send Email
Sep 17, 2008
8:05 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help