Artikel perjalanan kehidupan yang banyak memuat pelajaran tentang kejadian-kejadian tgl 11 dan/atau tgl 22 banyak memberikan arti bagi perulangan berikutnya. Artikel terakhir yang memuat itu adalah Antara Adam Air dan Kejagung dimana dengan jelas kini semua telah lengser, baik Adam air maupun pihak atasan jaksa yang terkena kasus
Saat berselang dari kejadian tsb, maka muncul kejadian tepat tgl 11 yakni Selasa, 11/03/2008 12:17 WIB Helikopter TNI AU Jatuh di Subang
Apa istimewanya heli tsb ? ya kejadian tersebut adalah rangkaian setelah Adam Air Tergelincir di Bandara Terbaik dimana sebelumnya-pun api membakar dimana-mana Semua terbakar : Pesawat, Kapal, Tanker, Kereta Api, Kilang …
Setelah perjalanan kehidupan berselang dari terbakar, tergelincir dan jatuh, maka giliran kegilaan meluas, dimulai dari para guru yang berpolah Guru kencing berdiri …. kemudian sang ibu-pun menjadi raja tega, paling tidak ada dua kejadian Ibu menjadi raja tega
Pekalongan-Surya, Peristiwa ibu membunuh dua anak kandungnya di Bekasi baru sekitar seminggu lalu terjadi. Tapi, Sabtu (22/3) malam lalu, tragedi hampir serupa terulang. Dua bayi terenggut nyawanya setelah dipaksa ibunya untuk bunuh diri secara bersama-sama, dengan cara membenamkan diri ke air dalam bak kamar mandi.
Perjalanan kehidupan tersebut mengingatkan kita pada 8 Juni 2006, Ny Anik Qoriah, seorang sarjana lulusan ITB, membunuh tiga anak kandungnya.
Apa istimewanya ibu bunuh anak tsb ? paling tidak kejadian itulah mengingatkan kita pada Tsunami pangandaran dari rangkaian gempa yogya (baca [ Gempa] Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya). Cuplikan artiel tsb adalah
Bagaimana kasih sayang Allah sebelum gempa bumi dan Tsunami Pangandaran ?
Permulaan kisah ini adalah gempa yogya 27-mei-2006 lalu dimana di dahului oleh satu peristiwa langka yakni orang Gila menjadi masinis KA BBM yang pada akhirnya berjalan mundur (baca "'Gagak' Allah sebelum Gempa Yogya") Kisah pemberi peringatan gempa yogya ini dapat dibaca pada artikel "Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya".
Keterlanjutan dari fenomena orang Gila inilah yang terus diulang sebagai filosofi berulang-ulang, Adakah yang gila sebelum Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ?
.... Ya … sebuah tragedi yang amat sangat memilukan, namun jika kita melihat kisah N. Khidir yang membunuh anak agar orang tuanya selamat, maka ibu anik ini-lah 'penyelamatnya' dalam arti luas fenomena ibu anik ini sangat menarik perhatian kita, dimana kejadian tgl 9-juni-2006 lalu di bandung
Ya …. bandung tenpat ibu anik, dan waktu-demi waktu telah tertuliskan akhirnya, yang dinantikan tiba sore hari, sayang …. peringatan diatas sebelumnya tiada yang peduli
Ya…. mirip dengan Tsunami Aceh dari tulisan pagi hari di artikel pagi hari yakni pkl 7:48 am, "Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda "( "Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda "Tsunami Aceh des-2004") yang terjadi di dekat Bandung
Sekali lagi kegilaan adalah korban sedikit yang bisa dapat mencegah korban yang lebih besar, namun sayang walau sudah dituliskan langlah demi langkah sampai berdoa (baca ….. sebagaimana yogya (baca Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya ….. tanda-tanda dariNya-pun lewat
Ref bacaan : [Kisah di balik Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ]
Cuplikan artikel [ Gempa] Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya. Terulang-ulang terus dengan kejadian di Jawa Barat & Pekalongan dimana sebuah kegilaan terjadi :
BEKASI (SINDO) – Diduga stres karena sering cekcok dengan suaminya,Ny Ismawati, 32,membunuh dua bayinya.
Dua balita bernama Tiara,1,5; dan Fuad Adi,5 bulan ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Medan Satria RT 04/04, Kalibaru, Bekasi Barat. Jenazah kedua balita pertama kali ditemukan oleh ayahnya saat bangun tidur. Kasus kekerasan terhadap anak yang berujung pembunuhan ini mengingatkan pada kasus 9 Juni 2006.Saat itu,Ny Aniek Qoriah Sri Wijaya, 31, menghabisi ketiga anaknya, Abdullah Faras Elmaki (Faras), 6; Nazhif Aulia Rahmatullah (Nazhif),4; dan Muhammad Umar Nasrullah (Umar), 9 bulan, di rumahnya Jalan Galaksi Selatan Komplek Margahayu Raya Barat,Kota Bandung.
Dan tepat tgl 22-03.2008 diulang kejadian tsb, ada apa dengan tgl 22 ? Masih ingat dengan fenomena 22 ?
Baik kita susun kejadian tiga bulan 2008 ini dalam fenomena 22 yang merupakan tgl terjadinya tgl 22
Februari Bus Transjakarta Terbakar : Sebuah Perulangan
Maret Ibu Dan 2 Bayi Bunuh Diri
Semua perjalanan kehidupan terjadi tgl 22, ada apakah itu silahkan di baca ulang Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat atau artikel terbaru Semua terbakar : Pesawat, Kapal, Tanker, Kereta Api, Kilang ... Artikel terbaru tsb memuat dengan jelas fenomane 22 tsb
Oalah ... kenapa harus di hubung-hubungkan ? Lihat bunuh diri tgl 22-03-2008 kemarin, dimana sebelumnya-pun terjadi bunuh diri mirip dengan kejadian di pekalongan itu.
Apakah memuat 22 pula ? lihat lagi peristiwa ibu berjilbab yang membunuh 2 bayinya di bekasi sebelum kejadian yang sama tgl 22.03.2008 dimanakah alamatnya ?
BEKASI, JUMAT - Diduga stres, Ny Ismiati (35) membunuh kedua anaknya masing-masing Fuadi Rasyid (4 bulan) dan Mutiara Yusuf (2 tahun) di rumahnya di RT 04/04, nomor 22 Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Nomor 22.
Benarkah kegilaan (pembunuhan) anak oleh ibu kandung menjadi gagak atau petunjuk Allah sebelum bencana besar ? Mari kita coba melihat perulangan rangkaian perjalanan kehidupan tahun lalu yang terekam dalam artikel [Fenomena] 'Petir' Allah
Dengan jelas rangkaian yang terjadi tgl 21-02-2007 lalu Adam Air tergelincir, kemudian 22-02-2007 lalu KMP levina terbakar (baca [Fenomena] 'Kapal' Tuhan)
Setelah itu, maka istana pagaruyung terbakar karena tersambar petir, lalu 3:3:2007 NTT longsor, 6:3:2007 Gempa Sumbar dan 7:3:2007 Garuda terbakar. Rangkaian kejadian tsb di akhiri dengan kegilaan yang terjadi "Sori, Aku Bunuh Anak-anak"Kapan terjadinya kegilaan tsb ? Minggu 11/03/2007
Bunuh Diri Ibu dan Empat Anak
"Saya Ajak Anak-anak Biar Masuk Surga"Malang - Tak tahan menghadapi krisis ekonomi keluarga, seorang ibu warga Jl Taman Sakura 12 RT 01 RW10 Lowokwaru Kota Malang tega mengajak keempat anaknya bunuh diri massal dengan cara meminum racun dalam bentuk kapsul.
Junania Mercy (37) beserta anak-anaknya, Athena Latonia (11), Prinsessa Ladova (9), Hendrison (7) dan Gabriela Al Cein (1,4) ditemukan membujur kaku di tempat tidur, Minggu (11/3). Polresta Malang masih menyelidiki kasus ini dan menunggu hasil otopsi atas kelima korban.
Kapolresta Malang AKBP Erwin Chahara Rusmana yang datang ke TKP menyatakan, untuk sementara penyebab kematian para korban adalah bunuh diri. "Namun untuk memastikannya kami membawanya ke rumah sakit untuk diotopsi guna mengetahui secara detail penyebab kematian mereka," jelas Erwin.
Diduga, Mercy sengaja menghabisi nyawa keempat anaknya lebih dulu. Setelah keempat buah hatinya meregang nyawa, giliran dirinya bunuh diri dengan meminum racun.
Dengan demikian rangkaian bencana di atas dapat di kelompokkan menjadi tiga bagian besar yang berulang-ulang walau dengan bentuk lain :
- Kelompok Tranportasi
- Kelompok Kota
- Kelompok Diri/Jiwa
Pada kasus tahun februari - maret 2007, rangkaian tsb membentuk pula seperti Kelompok Traportasi : 7:3:2007 Garuda, Kapal terbakar; Kelompok Kota : NTT longsor, Gempa Sumbar; Kelompok Diri/Jiwa : bunuh diri Bunuh Diri Ibu dan Empat Anak
Ketiga kelompok besar bencana tsb merupakan perulangan dalam bentuk lain sebagai kisah jaman dulu yakni n. Khidir
- Tranportasi : Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan enumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar. (al-kahfi:71)
- Anak/Jiwa/Diri : Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar". (al-kahfi:74)
- Kota/Bangsa/negeri : Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu". (al-kahfi:77)
Rangkaian ketiga kelompok bencana besar telah memperlihatkan petunjukNya hingga satu fase kesimpulan berupa pengorbanan kecil untuk menyelamatkan yang lebih besar, utamanya keberpihakan pada kaum soleh
- Mengapa kapal di lobangi ? Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. (al-kahfi:79)
- Mengapa di bunuh ? Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mu'min, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya . (al-kahfi:80-81)
- Mengapa menegakkan dinding yang roboh di kota yang tidak mau menjamu padahal telah di minta sebelumnya (mereka (penduduk) tidak tahu bahwa n. khidir dan n. musa adalah utusan Allah) ? Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". (al-kahfi:82)
Lihat-lah yang di bicarakan oleh si merci tgl 11-03-2007 lalu "Saya Ajak Anak-anak Biar Masuk Surga" Lihat lagi kasus yang kemarin si ismawati
Suami-istri itu pun, kata dia, jarang bersosialisasi dengan warga lainnya."Ya, kalau berpapasan dengan saya, Ismawati sekadar say hello tanpa banyak berbicara. Kalau ada kegiatan warga, suaminya juga jarang ikut," papar Hermawan. Asep, tetangganya yang lain, menuturkan keanehan pada diri Ismawati terjadi sejak dua minggu lalu. Selama ini, kata dia, Ismawati selalu memakai jilbab saat ke luar rumah.Namun, beberapa hari terakhir, dia pernah melihat Ismawati tidak mengenakan jilbab. Asep mengaku juga sempat berbincang dengan Ismawati.
"Semalam (Kamis, 13/3) Ismawati mengatakan ada bisikan gaib disuruh membunuh anaknya," kata Asep yang sempat berbincang dengan Ismawati di Mapolsektro Bekasi Barat,kemarin. Ismawati sendiri berasal dari keluarga yang cukup berada. ........... Ketika berada di Polsektro Bekasi Barat, Ismawati kerap berbicara layaknya orang yang sedang berdakwah.
Ismawati juga mencoba melepaskan seluruh bajunya dan menyiram kepalanya dengan air.
Pembunuhan anak adalah perbuatan keji, namun bisa jadi itulah perbuatan 'mirror' dari kisah n. Khidir untuk menyelamatkan yang lebih besar
Bagaimana dengan perulangan kegilaan saat ini ? Kisah-kisah yang lalu tercatat antara lain dibawah ini
- Tahun 2006, Gempa yogya di dahului oleh orang gila yang namanya sering di sebut dalam iklan yakni ROSA dan alat tranportasinya berupa KA BBM (baca Gagak' Allah sebelum Gempa Yogya), kemudian berlanjut pada gempa pangandaran di dahului pula ibu anik yang Gila membunuh tiga anaknya , alat traportasi banyak yang celaka (baca [ Gempa] Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya)
- Tahun 2007, Gempa sumbar-pun juga justru sebaliknya yakni setelah rangkaian alat tranportasi KMP levina terbakar tgl 22.02.2007 (baca [Fenomena] 'Kapal' Tuhan), Gempa Sumbar (baca [Fenomena] 'Petir' Allah) barulah kemudian kegilaan terjadi yakni si ibu merci 11-03-2007 lalu "Saya Ajak Anak-anak Biar Masuk Surga"
Mengapa gempa sumbar 6:3:2007 lalu tidak di dahului kegilaan dan bahkan malah sebaliknya ? Fakta mengatakan bahwa gempa sumbar tidaklah berhenti, dan muncul lagi sebagai [Gempa] Bengkulu, Sebuah Bencana yang Berulang
Memang tidak semua bencana besar di dahului oleh kegilaan, sebagaimana kasus Tsunami Aceh 26-des-2004. Namun petunjuk Allah sebelum terjadi bencana besar selalu datang berulang-ulang yang tidak di sadari oleh manusia (baca [Gagak] qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004)
Perhatikan saat ini, alat transportasi Semua terbakar : Pesawat, Kapal, Tanker, Kereta Api, Kilang ... kegilaan terjadi tepat tgl 22-03-2008, Ibu Dan 2 Bayi Bunuh Diri
Pekalongan-Surya, Peristiwa ibu membunuh dua anak kandungnya di Bekasi baru sekitar seminggu lalu terjadi. Tapi, Sabtu (22/3) malam lalu, tragedi hampir serupa terulang. Dua bayi terenggut nyawanya setelah dipaksa ibunya untuk bunuh diri secara bersama-sama, dengan cara membenamkan diri ke air dalam bak kamar mandi.
Bayi bernama Sabila Putri Khaera, 3, dan Fadli Muhamad Nizan yang baru berusia empat bulan itu tak bisa diselamatkan dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan ibu kandung mereka Yuli Ika Yanti, 25, yang sempat tak sadarkan diri karena paru-parunya kemasukan air, berhasil tertolong.
Peristiwa itu pun menggegerkan warga Perumahan Gama Permai, Kota Pekalongan. Khususnya warga Jalan Kartosuro RT 01/08 yang saat itu baru saja menunaikan salat isya.
Sampai kemarin malam, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut dan belum menetapkan tersangka atas tewasnya dua bayi itu. Polisi masih menunggu pemeriksaan saksi kunci, yaitu Yuli Ika Yanti. Pemeriksaan akan dilakukan segera, setelah kondisi
Bagaimana dengan kota/negeri atau bangsa sebagai siklus dari tiga kelompok bencana ? kita tunggu saja perjalanan kehidupan ini
Mengais Kasih Sayang Allah
Informasi atau kejadian yang lalu lalang di depan kita merupakan tumpukan tumpukan informasi yang dapat dibaca, didengar dan di analisa. Sebagian kita sering mengabaikan informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan kita, bahkan sebagian orang menyaring informasinya berdasarkan ukuran keuntungan materi
Bagai tumpukan sampah yang jutaan kubik, kejadian hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun akhirnya berupa onggokan sampah yang tidak menguntungkan jika kita mengingatnya.
Tidak semua tumpukan sampah itu tidak berguna, bahkan diantara peristiwa yang menurut rasional kita tidak berguna, justru itulah yang berguna. Kata mengais adalah tepat ketika informasi yang kita buang itu ternyata adalah bentuk Kasih Sayang Allah (baca artikel Kasih sayang-Nya Allah)
Tiga kejadian adalah untuk meyakinkan
Sebagaimana artikel Fenomena 3 hari yang menentukan , maka tidak serta merta manusia meyakini tumpukan informasi sampah itu adalah salah satu bentuk Kasih sayang-Nya Allah.