yang menceritakan hubungan dewasa dan anak atau sebaliknya dari cuplikan artikel tsb :
Bagaimana dengan yang dewasa ? ya … yang dewasa sudah teracuni dengan 'racun' dunia. Jaksa yang terbaik-pun akhirnya menyerah pada godaan dunia ….
Penyakit yang mudah menular dan merembet ke semua lapisan masyarakat, walau yang terbaik sekalipun akhirnya tunduk pada godaan syetan (korupsi). Iktibar syetan inilah muncul pada wujud perumpamaan api
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah
masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya .(al-baqoroh:266)
Dan ikitbar ini menjadi nyata dalam wujud fisik setelah kejadian jaksa terbaik tsb, jabatan/kekuasaan dan efeknya adalah bisa berubah menjadi penyakit (korupsi) yang mudah menyebar merupakan iktibar BBM, dimana BBM berguna bagi masyarakat sebagai bahan bakar energi, namun bisa pula menjadi alat pembakar yang luar biasaBBM-BBM ini-pun memberikan irama iktibar dimana semua terbakar, seakan ada yang mengkomando, maka satu demi satu terbakar dan menyiratkan sesuatu "Hati-hatilah yang bermanfaat-pun bisa menjadi merugikan "
Dimulai dari peristiwa Pesawat Udara (Menhub: Pesawat BBM Terbakar di Wamena Saat Landing) Kamis, 06/03/2008 09:39 WIB Duaar! Pesawat Pengangkut BBM Terbakar di Wamena
Kemudian tidak beberapa lama kemudian, maka giliran KAPAL Tanker BBM terbakar, entahlah mengapa kejadian ini berturutan
Kamis, 06 Maret 2008 17:04 WIB | |||
![]() | |||
![]() | |||
|
Setelah tanker terbakar, maka kebakaran ini terus terjadi dan sekali lagi entahlah mengapa terus menerus berurutan, jika yang terbakar adalah rumah, barangkali hal tsb sudah biasa di negeri ini, namun jika di udara, laut dan darat terbakar semuanya, maka hal ini sungguh aneh (baca : Bus Transjakarta Terbakar : Sebuah Perulangan )
Berikut ini yang dari pesawat terbakar papua wamena kemudian ke surabaya-yogya/ Kapal Tangker, maka kebakaran pun berlanjut di bogor-jakarta
Minggu, 09 Maret 2008 01:05 WIB | |||
![]() | |||
![]() | |||
|
Senin, 10 Mar 2008,
Pipa Kilang Terbesar Pertamina Terbakar
Dua Tewas, Dua Luka Serius
JAKARTA - Musibah menimpa Pertamina. Kilang pengolahan BBM terbesar di Cilacap, Jateng, terbakar kemarin (9/3) pukul 08.15. Selain menghancurkan sambungan pipa minyak, kejadian tersebut merenggut nyawa dua korban serta dua orang menderita luka bakar serius.
Setelah terbakar, maka 'mereka' pun bertabrakan di laut
sebagai iktibar kelanjutan agar berhati-hati bahwa sekali lagi berhati-hatilah di laut-pun nan luas koq bisa-bisanya tabrakanPipa Kilang Terbesar Pertamina Terbakar
Dua Tewas, Dua Luka Serius
JAKARTA - Musibah menimpa Pertamina. Kilang pengolahan BBM terbesar di Cilacap, Jateng, terbakar kemarin (9/3) pukul 08.15. Selain menghancurkan sambungan pipa minyak, kejadian tersebut merenggut nyawa dua korban serta dua orang menderita luka bakar serius.
Minggu, 09 Maret 2008 18:10 WIB | |||
![]() | |||
![]() | |||
|
10 Maret 2008, 08:17:56, Laporan Iping Supingah
Kapal Tongkang Tabrakan dengan Kapal Tanker Pertamina
suarasurabaya.net| Tabrakan kapal tongkang Bosowa 12 muatan 4.529 ton semen curah dengan kapal tanker MT Mundo milik Pertamina terjadi, Minggu (09/03) sekitar pukul 19.00.
Lokasi tabrakan 50 meter dari pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi di
bibir pantai Selat Bali.
Kapal Tongkang Tabrakan dengan Kapal Tanker Pertamina
suarasurabaya.net| Tabrakan kapal tongkang Bosowa 12 muatan 4.529 ton semen curah dengan kapal tanker MT Mundo milik Pertamina terjadi, Minggu (09/03) sekitar pukul 19.00.
Lokasi tabrakan 50 meter dari pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi di
bibir pantai Selat Bali.
Setelah iktibar hati-hati, maka kemudian meneruskan dari anak (kapal, pesawat ke induknya kilang minyak semua terbakar), iktibar ini berulang-ulang terus, dan pada peristiwa lain-pun yakni masalah lumpur-pun berulang, dimulai menggeliatnya lumpur lapindo (Semburan Air Bercampur Gas di Sidoarjo Makin Banyak) :
SIDOARJO - Warga Siring Barat, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, galau. Mereka merasa terancam setelah semburan di tiga pabrik kawasan tersebut terlihat membesar. Keluar dari semburan itu, air bercampur pasir dan bau gas.
Semburan-semburan itu muncul di tiga pabrik di lingkungan RT 1 RW 2 Siring Barat. Warga Siring Barat Bambang Kuswanto mengatakan selalu khawatir tinggal di rumah. Dia bersama warga lain merasa hidup dalam ancaman.riq/roz)
SIDOARJO - Tidak layakkah mereka masuk peta terdampak? Warga Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong, menyulut sembilan titik bubble di kawasan tersebut kemarin (4/3). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut agar permukiman mereka dimasukkan peta terdampak dan mendapatkan ganti rugi.
Bubble-bubble yang mudah terbakar itu terletak di kawasan RT 3, 13, dan 15, RW 1. Beberapa warga mendatangi satu bubble yang mengeluarkan gas, lalu menyulutkan api di atasnya. Bubble tersebut cepat terbakar. Mereka kemudian bergeser ke bubble-bubble lain. Kondisi itu, kata warga, menunjukkan bahwa di kampung mereka banyak gas yang mudah terbakar. "Jika dibiarkan, penderitaan rakyat akan bertambah," kata Imam Rahmat, salah seorang warga.
Menurut dia, hampir semua semburan di kawasan Mindi mengeluarkan gas. Jika warga tidak berhati-hati, kebakaran bisa terjadi kapan saja. Imam meminta pemerintah bersikap adil. Sebab, penderitaan tidak hanya dialami tiga desa yang sudah dinyatakan masuk peta terdampak, yaitu Besuki, Kedungcangkring, dan Pejarakan, Kecamatan Jabon. "Kawasan kami juga tidak layak huni," ujarnya.
Aksi serupa dilakukan warga Siring Barat, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong. Mereka menyatakan juga senasib dengan tiga desa tersebut dan Kelurahan Mindi. (riq/nuq/roz)
Semburan-semburan itu muncul di tiga pabrik di lingkungan RT 1 RW 2 Siring Barat. Warga Siring Barat Bambang Kuswanto mengatakan selalu khawatir tinggal di rumah. Dia bersama warga lain merasa hidup dalam ancaman.riq/roz)
SIDOARJO - Tidak layakkah mereka masuk peta terdampak? Warga Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong, menyulut sembilan titik bubble di kawasan tersebut kemarin (4/3). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut agar permukiman mereka dimasukkan peta terdampak dan mendapatkan ganti rugi.
Bubble-bubble yang mudah terbakar itu terletak di kawasan RT 3, 13, dan 15, RW 1. Beberapa warga mendatangi satu bubble yang mengeluarkan gas, lalu menyulutkan api di atasnya. Bubble tersebut cepat terbakar. Mereka kemudian bergeser ke bubble-bubble lain. Kondisi itu, kata warga, menunjukkan bahwa di kampung mereka banyak gas yang mudah terbakar. "Jika dibiarkan, penderitaan rakyat akan bertambah," kata Imam Rahmat, salah seorang warga.
Menurut dia, hampir semua semburan di kawasan Mindi mengeluarkan gas. Jika warga tidak berhati-hati, kebakaran bisa terjadi kapan saja. Imam meminta pemerintah bersikap adil. Sebab, penderitaan tidak hanya dialami tiga desa yang sudah dinyatakan masuk peta terdampak, yaitu Besuki, Kedungcangkring, dan Pejarakan, Kecamatan Jabon. "Kawasan kami juga tidak layak huni," ujarnya.
Aksi serupa dilakukan warga Siring Barat, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong. Mereka menyatakan juga senasib dengan tiga desa tersebut dan Kelurahan Mindi. (riq/nuq/roz)
Kemudian seperti artikel Berbeloknya rangkaian, yang dulu yakin kini menangis ... maka muncul semburan di indramayu, tempat penantian kejadian besar yang meruntuhkan sebagaimana artikel Bab Bencana yang Hilang …
Berikut ini 'anak' dari lapindo :
08/03/2008 20:43 WIB
Semburan Lumpur & Gas Berbahaya Muncul Lagi di Indramayu
Reno Nugraha - detikcom
Indramayu - Warga Indramayu, Jawa Barat, kembali digegerkan dengan semburan lumpur liar bercampur gas dari bawah tanah. Semburan baru ini ditemukan di Desa Tambak, Kecamatan Indramayu Kota, Kabupaten Indramayu.
Semburan lumpur bercampur gas ini, pertama kali diketahui oleh seorang warga, Yanto, yang akan pergi ke lahan tambak udang. Menurut Yanto, awalnya ia melihat semburan lumpur ini hanya seperti gelembung air panas.
"Tapi makin lama makin besar, saya takut malah semakin membesar seperti lumpur Sidoarjo", ujarnya di lokasi semburan, Sabtu (8/3/2008).
Semburan lumpur ini mengeluarkan gas yang baunya seperti belerang. Bahkan gas tersebut bisa terbakar ketika disulut dengan api.
Oleh karena itu, lokasi semburan lumpur campur gas itu diberi pembatas police line oleh aparat Polsek Indramayu Kota.
"Kita juga akan membawa sampel air bekas semburan lumpur tersebut ke laboratorium setelah terlebih dulu berkoordinasi dengan instansi terkait," terang Kapolsek Indramayu Kota AKP Agus.
Pantaun detikcom, semburan lumpur liar ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di Indramayu. Semburan pertama terjadi di sebuah pekarangan tanah di Kecamatan Widasari dan yang kedua berada di sekitar selokan di Desa Kenanga, Indramayu.
Belum diketahui penyebab terjadinya semburan lumpur bercampur gas ini. Namun warga menduga semburan terjadi karena pipa gas milik Pertamina bocor.( gah / gah )
Semburan Lumpur & Gas Berbahaya Muncul Lagi di Indramayu
Reno Nugraha - detikcom
Indramayu - Warga Indramayu, Jawa Barat, kembali digegerkan dengan semburan lumpur liar bercampur gas dari bawah tanah. Semburan baru ini ditemukan di Desa Tambak, Kecamatan Indramayu Kota, Kabupaten Indramayu.
Semburan lumpur bercampur gas ini, pertama kali diketahui oleh seorang warga, Yanto, yang akan pergi ke lahan tambak udang. Menurut Yanto, awalnya ia melihat semburan lumpur ini hanya seperti gelembung air panas.
"Tapi makin lama makin besar, saya takut malah semakin membesar seperti lumpur Sidoarjo", ujarnya di lokasi semburan, Sabtu (8/3/2008).
Semburan lumpur ini mengeluarkan gas yang baunya seperti belerang. Bahkan gas tersebut bisa terbakar ketika disulut dengan api.
Oleh karena itu, lokasi semburan lumpur campur gas itu diberi pembatas police line oleh aparat Polsek Indramayu Kota.
"Kita juga akan membawa sampel air bekas semburan lumpur tersebut ke laboratorium setelah terlebih dulu berkoordinasi dengan instansi terkait," terang Kapolsek Indramayu Kota AKP Agus.
Pantaun detikcom, semburan lumpur liar ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di Indramayu. Semburan pertama terjadi di sebuah pekarangan tanah di Kecamatan Widasari dan yang kedua berada di sekitar selokan di Desa Kenanga, Indramayu.
Belum diketahui penyebab terjadinya semburan lumpur bercampur gas ini. Namun warga menduga semburan terjadi karena pipa gas milik Pertamina bocor.( gah / gah )
Minggu, 09 Maret 2008 09:03 WIB | |||
![]() | |||
SEMBURAN GAS LIAR DI INDRAMAYU MERESAHKAN WARGA | |||
![]() | |||
|
Kejadian di padang ini-pun memberikan iktibarnya tersendiri, sebagaimana petir di istana pagaruyung padang
PADANG - Sebuah lantai penyangga (plat les plang) kubah Masjid Jamiatul Muslimin RT 07 RW IX, Kompleks Perumahan Taruko, ambruk sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (9/3).
Enam warga yang bertugas membuat les plang itu ikut jatuh dari ketinggian lebih kurang 8 meter. Akibatnya, mereka mengalami luka-luka sehingga harus dilarikan ke RSUP dr M. Djamil dan klinik di Anduring.
Keenam warga yang menjadi korban adalah Herman, 51; Sawalman Mone, 50; Sunardi, 45; Darmulis, 45; Ibrahim, 21; dan Syafdin, 52.
Dari data terakhir yang diperoleh Padang Ekspres (Grup Jawa Pos), empat korban, yakni Herman, Sawalman, Sunardi, dan Darmulis, telah pulang ke rumah masing-masing. Ibrahim dan Syafdin masih dirawat di RS M. Djamil Padang.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, kejadian itu berawal saat lima buruh bangunan serta sekitar 30 warga bergotong-royong sejak pukul 08.00 untuk membuat les plang kubah masjid. Sekitar pukul 11.00, tiba-tiba kubah setinggi 1 meter tersebut ambruk.(az/jpnn/ib)
Enam warga yang bertugas membuat les plang itu ikut jatuh dari ketinggian lebih kurang 8 meter. Akibatnya, mereka mengalami luka-luka sehingga harus dilarikan ke RSUP dr M. Djamil dan klinik di Anduring.
Keenam warga yang menjadi korban adalah Herman, 51; Sawalman Mone, 50; Sunardi, 45; Darmulis, 45; Ibrahim, 21; dan Syafdin, 52.
Dari data terakhir yang diperoleh Padang Ekspres (Grup Jawa Pos), empat korban, yakni Herman, Sawalman, Sunardi, dan Darmulis, telah pulang ke rumah masing-masing. Ibrahim dan Syafdin masih dirawat di RS M. Djamil Padang.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, kejadian itu berawal saat lima buruh bangunan serta sekitar 30 warga bergotong-royong sejak pukul 08.00 untuk membuat les plang kubah masjid. Sekitar pukul 11.00, tiba-tiba kubah setinggi 1 meter tersebut ambruk.(az/jpnn/ib)
Semua telah berulang, tinggal menunggu apalagi ? hati-hatilah yang bermanfaat bisa berubah menjadi berbahaya selayaknya BBM yang semua terbakar, hati-hatilah perulangan yang beranak dari
dewasa ke anak atau sebaliknya
Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami". (al-an'aam:65)
Kliping beritaSenin, 10 Mar 2008,
Pipa Kilang Terbesar Pertamina Terbakar
Dua Tewas, Dua Luka Serius
JAKARTA - Musibah menimpa Pertamina. Kilang pengolahan BBM terbesar di Cilacap, Jateng, terbakar kemarin (9/3) pukul 08.15. Selain menghancurkan sambungan pipa minyak, kejadian tersebut merenggut nyawa dua korban serta dua orang menderita luka bakar serius.
General Manager Public Relation PT Pertamina Ifki Sukarya menyatakan, kebakaran terjadi pada sambungan pipa minyak akibat ledakan di alat pendingin atau fin fan cooler. "Kebakaran terjadi di area fuel oil Kompleks I Pertamina UP IV Cilacap, Jawa Tengah," katanya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin.
Dia menjelaskan, saat itu, petugas kontraktor hendak membersihkan alat pendingin. Alat pendingin yang dikira sudah kosong tersebut ternyata masih berisi gas dan minyak tanah. Kemudian, minyak yang merembes mengalir ke luar, sehingga teroksidasi. "Akibatnya, terjadi flash atau kilatan api, sehingga terbakar," ungkapnya.
Meski demikian, kata dia, kebakaran yang bisa segera dipadamkan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan serius pada alat-alat kilang. Sebab, saat maintenance atau pemeliharaan, sambungan pipa sudah diisolasi. "Jadi, sudah lepas dari sambungan pipa utama, sehingga api tidak menjalar," tegasnya.
Menurut Ifki, secara umum, operasional produksi di kilang pengolahan BBM terbesar milik Pertamina itu tetap berjalan normal. "Sempat terganggu sebentar, tapi segera pulih," katanya.
Kilang Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348 ribu barel per hari tersebut merupakan kilang berkapasitas terbesar di antara enam kilang milik Pertamina. Kini, Pertamina sedang melakukan studi modifikasi kilang untuk menambah kapasitas sebesar 60 ribu barel per hari.
Kilang Cilacap juga memiliki posisi penting dalam sektor pengolahan minyak, terutama produk pelumas atau oli. Sebab, Kilang Cilacap merupakan satu-satunya kilang Pertamina yang menghasilkan lube base oil dengan Group I dan II dari jenis HVI-60, HVI-95, HVI-160 S, HVI-160 B, dan HVI-650.
Produksi lube base oil tersebut disalurkan ke lube oil blending plant (LOBP) di Unit Produksi Pelumas Pertamina di Jakarta, Surabaya, dan Cilacap untuk diproduksi menjadi produk pelumas. Kemudian, kelebihan produksi lube base oil (exces product) dijual di pasar dalam negeri dan luar negeri.
Bagaimana dengan korban? Radar Banyumas (Grup Jawa Pos) melaporkan, korban tewas adalah Darto, 32. Warga Jalan Thamrin, Cilacap, tersebut meninggal di tempat kejadian. Korban tewas satunya adalah Basiran, 31, warga Karang Talun, Cilacap, yang meninggal pukul 13.15. Dia menderita luka bakar 100 persen dan meninggal saat akan dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta.
Luka bakar serius juga dialami Danes Leonard, warga Jalan Gatot Subroto, Cilacap. Dia masih bisa diselamatkan, meski menderita luka bakar sampai 80 persen. Setelah ditolong di Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPD), dia dikirim ke RSPP Jakarta untuk dirawat lebih lanjut.
Korban luka lainnya adalah Untung, warga Jalan Rinjani, Cilacap, yang menderita luka bakar 18 persen. Dia sekarang dirawat di ICU RSPC. Keempat korban dalam kejadian ini merupakan karyawan kontraktor CV Jaya Berdikari, perusahaan yang disewa Pertamina untuk perawatan alat pendingin pipa kilang.
Radar Banyumas yang berusaha mendekati lokasi kebakaran dihalangi petugas kepolisian. Aparat menutup akses ke lokasi kilang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Di lokasi kilang, tampak sejumlah petugas sedang berjaga-jaga. Tim Labfor Polri yang kebetulan berada di Cilacap untuk menyelidiki kebakaran kapal tanker MT Cendrawasih kemarin juga dikerahkan ke lokasi kebakaran kilang Pertamina. Tidak ada konfirmasi pasti kapan penyelidikan kasus tersebut akan berakhir.(owi/amu/jpnn/kim)
Pipa Kilang Terbesar Pertamina Terbakar
Dua Tewas, Dua Luka Serius
JAKARTA - Musibah menimpa Pertamina. Kilang pengolahan BBM terbesar di Cilacap, Jateng, terbakar kemarin (9/3) pukul 08.15. Selain menghancurkan sambungan pipa minyak, kejadian tersebut merenggut nyawa dua korban serta dua orang menderita luka bakar serius.
General Manager Public Relation PT Pertamina Ifki Sukarya menyatakan, kebakaran terjadi pada sambungan pipa minyak akibat ledakan di alat pendingin atau fin fan cooler. "Kebakaran terjadi di area fuel oil Kompleks I Pertamina UP IV Cilacap, Jawa Tengah," katanya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin.
Dia menjelaskan, saat itu, petugas kontraktor hendak membersihkan alat pendingin. Alat pendingin yang dikira sudah kosong tersebut ternyata masih berisi gas dan minyak tanah. Kemudian, minyak yang merembes mengalir ke luar, sehingga teroksidasi. "Akibatnya, terjadi flash atau kilatan api, sehingga terbakar," ungkapnya.
Meski demikian, kata dia, kebakaran yang bisa segera dipadamkan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan serius pada alat-alat kilang. Sebab, saat maintenance atau pemeliharaan, sambungan pipa sudah diisolasi. "Jadi, sudah lepas dari sambungan pipa utama, sehingga api tidak menjalar," tegasnya.
Menurut Ifki, secara umum, operasional produksi di kilang pengolahan BBM terbesar milik Pertamina itu tetap berjalan normal. "Sempat terganggu sebentar, tapi segera pulih," katanya.
Kilang Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348 ribu barel per hari tersebut merupakan kilang berkapasitas terbesar di antara enam kilang milik Pertamina. Kini, Pertamina sedang melakukan studi modifikasi kilang untuk menambah kapasitas sebesar 60 ribu barel per hari.
Kilang Cilacap juga memiliki posisi penting dalam sektor pengolahan minyak, terutama produk pelumas atau oli. Sebab, Kilang Cilacap merupakan satu-satunya kilang Pertamina yang menghasilkan lube base oil dengan Group I dan II dari jenis HVI-60, HVI-95, HVI-160 S, HVI-160 B, dan HVI-650.
Produksi lube base oil tersebut disalurkan ke lube oil blending plant (LOBP) di Unit Produksi Pelumas Pertamina di Jakarta, Surabaya, dan Cilacap untuk diproduksi menjadi produk pelumas. Kemudian, kelebihan produksi lube base oil (exces product) dijual di pasar dalam negeri dan luar negeri.
Bagaimana dengan korban? Radar Banyumas (Grup Jawa Pos) melaporkan, korban tewas adalah Darto, 32. Warga Jalan Thamrin, Cilacap, tersebut meninggal di tempat kejadian. Korban tewas satunya adalah Basiran, 31, warga Karang Talun, Cilacap, yang meninggal pukul 13.15. Dia menderita luka bakar 100 persen dan meninggal saat akan dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta.
Luka bakar serius juga dialami Danes Leonard, warga Jalan Gatot Subroto, Cilacap. Dia masih bisa diselamatkan, meski menderita luka bakar sampai 80 persen. Setelah ditolong di Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPD), dia dikirim ke RSPP Jakarta untuk dirawat lebih lanjut.
Korban luka lainnya adalah Untung, warga Jalan Rinjani, Cilacap, yang menderita luka bakar 18 persen. Dia sekarang dirawat di ICU RSPC. Keempat korban dalam kejadian ini merupakan karyawan kontraktor CV Jaya Berdikari, perusahaan yang disewa Pertamina untuk perawatan alat pendingin pipa kilang.
Radar Banyumas yang berusaha mendekati lokasi kebakaran dihalangi petugas kepolisian. Aparat menutup akses ke lokasi kilang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Di lokasi kilang, tampak sejumlah petugas sedang berjaga-jaga. Tim Labfor Polri yang kebetulan berada di Cilacap untuk menyelidiki kebakaran kapal tanker MT Cendrawasih kemarin juga dikerahkan ke lokasi kebakaran kilang Pertamina. Tidak ada konfirmasi pasti kapan penyelidikan kasus tersebut akan berakhir.(owi/amu/jpnn/kim)
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.





