Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Banjir Jakarta 2008 sebuah Perulangan   Message List  
Reply | Forward Message #899 of 1034 |
Sumber artikel [[Jakarta banjir] Perulangan yang Telah Terjadi]
_______________________________________________________________
Banjir Jakarta 2008 sebuah Perulangan
Tepat setalah artikel -artikel sebelumnya ([Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?  posted Tue Jan 29, 2008 8:23 am di alinea terakhir telah menyebutkan adanya  perulangan itu
Jadi  di-ingat-ingat saja setelah ini apakah tujuh hari berkabung ini menjadi berulang pendek atau panjang  ?
 Dan bahkan di artikel tsb, telah tertuang suatu memori ingatan yang akan berulang apakah itu (berikut ini cuplikannya) ?
Mari berhitung sedikit dari tgl 27.01.08 ke tujuh hari, tanggal berapakah itu ? tgl 2.2.2008, ada apakah itu ? ya … setahun lalu Jakarta Lumpuh akibat banjir besar (selengkapnya baca [Peringatan] Jakarta Banjir Besar Sebelum Terjadinya)
 
Jadi tgl kematian pak Harto ini penuh hikmah untuk mengingatkan bangsa ini agar segera berbenah, jika tidak mereka akan menuju pada jurang kehancuruan sebagaimana di lansir artikel [Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM ?

Jawabannya adalah Iktibar suatu keadaan kita "

KONDISI MASYARAKAT SAAT INI ADALAH KEHILANGAN PEMIMPIN YANG DI TELADANI, SEMUA MASYARAKAT SAAT INI IBARAT BAYI BERKEPALA DUA YAKNI KEMAMPUAN TERBATAS (SATU TUBUH) NAMUN MAUNYA BANYAK, SEHINGGA SALING REBUT, SIKUT DAN BERSAING TIDAK SEHAT"
 Sekali lagi banjir melanda Jakarta sesuai dengan kesimpulan terakhir yakni "Jadi  di-ingat-ingat saja setelah ini apakah tujuh hari berkabung ini menjadi berulang pendek atau panjang  ?"
Berulang pendek atau panjang ? ya inilah beritannya urut dari menit-ke-menit, kliping berita detik.com (link sumber berita ada di antara kurung siku [] tsb
Jumat, 01/02/2008
  • 00:18 [H]ujan Deras dan Kilat Hiasi Langit Jakarta
  • 01:39  [H]ujan Petir 2 jam, Jakarta Dikepung Genangan Air
  • 06:15  [A]wan Hitam dan Hujan Sambut Awal Bulan Februari
  • 07:05 [J]aringan Listrik Terkena Petir, KRL Serpong Macet
  • 09:15 [B]ogor dan Jakarta Hujan Deras, Awas Banjir!
  • 09:35 [G]enangan Air Merata di Jakut, Rel KA Tak Bisa Dilalui
  • 10:24 [J]akarta Hujan Seharian, Jalan yang Tergenang Bertambah
  • 10:28  [G]enangan Air di Tol Bandara, Antrean Mobil 1 Km
  • 10:45  [P]ohon Tumbang di Manggarai, Semua Kendaraan Lewat Busway
  • 10:55  [H]ujan Deras, Bandara Cengkareng Ditutup Hingga Pk 12.30
  • 11:08 [B]andara Cengkareng Banjir, Sejumlah Mobil Terjebak
  • 11:15  [G]ang Langgar Kebayoran Banjir Sepaha, Warga Ungsikan Barang
  • 11:18  [K]olong Semanggi Dikepung Banjir, Lalu Lintas Terkunci
  • 11:35 [H]ujan Guyur Jakarta, SBY Juga Jadi Korban Macet
  • 11:44  [H]ujan Kian Deras, Ratusan Kendaraan Terjebak di Jl Sudirman
  • 11:50  [G]enangan Air Makin Tinggi, Tol Bandara Macet Parah
  • 11:56  [S]BY Terjebak Macet Bikin Paspampres Jadi Polantas Dadakan
  • 12:02  [B]anjir di Jalan Arteri, Tol Tanjung Priok Tak Bergerak
  • 12:04  [S]udirman Matot, Kendaraan Masuk Busway Tosari-Sarinah
  • 12:06 [I]stana Wapres Tergenang Semata Kaki, JK Anggap Pemerataan
  • 12:11 [K]awasan Sarinah Banjir Selutut - Sepinggang, Thamrin Lumpuh
  • 12:13 [S]tuck di Sarinah, SBY Pindah Mobil, Melaju Tanpa Patwal
  • 12:17  [B]anjir Sepaha, Busway Koridor II, III dan IV Stop Operasi
  • 12:21 [Brakk!] Pohon Besar di Istana Tumbang
  • 12:28 [J]arak Pandang 300 Meter, Bandara Soekarno Masih Ditutup
  • 12:42  [H]ujan Makin Deras, Delay Pesawat di Cengkareng Makin Menggila
  • 12:57  [I]stana Merdeka Kebanjiran
  • 13:00 [S]edan Cadangan RI 1 Diderek ke Istana Merdeka
  • 13:28 [T]embus Banjir, Kalla Ganti Mobil
  • 14:06 [H]ujan-hujanan, SBY Salat Jumat di Masjid Baiturrahim
  • 14:34 [T]ol Bandara Tidak Bisa Dilewati
  • 14:41 [B]usway Koridor II-VII Ikut Lumpuh, Hanya Koridor I yang Bertahan
  • 14:44 [P]enutupan Bandara Diperpanjang Lagi Hingga Pukul 15.30 WIB
  • 14:45  [M]enteri SBY Rame-rame Ganti Sedan dengan Mobil Besar
  • 15:15  [S]emanggi-Grogol Lumpuh, Penumpang Bus Jalan Kaki 2 Km
  • 15:36  [B]anjir di Mana-mana, Gubernur Batal Resmikan Terowongan Kota
  • 16:24 [K]alla: Hujan Deras Jakarta Dampak Climate Change
  • 16:40 [H]ingga Pukul 16.40 WIB, Tol Bandara Masih Ditutup
  • 18:06  [B]anjir Jakarta Bukan Kiriman
Sabtu, 02/02/2008
  • 00:03  [T]engah Malam, Tol Cawang-Tomang Masih Belum Bergerak
  • 06:48  [T]ol Jakarta-Tangerang Macet, Tol Bandara Tertutup
  • 11:26  [B]anjir Jakarta Telan 3 Nyawa
  • 11:41 [R]ibuan Korban Banjir Jakarta Mulai Mengungsi
Apa yang menarik dari berita-berita di atas ? semua menjadi headline news surat kabar yakni
JawaPos
Sabtu, 02 Feb 2008,
Istana Dikepung Banjir, Cengkareng Lumpuh
PRESIDEN TERJEBAK BANJIR:Iring-iringan mobil yang membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kiri) terjebak banjir di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, kemarin (1/2).

Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA - Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.

Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.
Sabtu, 02 Feb 2008,
SBY Pindah Mobil, Kalla Pinjam Anak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir. 

 Surya
 Kebanjiran, SBY Ngompreng        Saturday, 02 February 2008
Jakarta-Surya, Banjir yang hampir merata di kota Jakarta, Jumat (1/2) kemarin, ternyata tak hanya membuat masyarakat awam kerepotan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ikut jadi korban banjir. Itu terjadi setelah mobil kepresidenan, sedan Mercy dengan plat nomor RI-1, terjebak kemacetan karena jalan yang dilalui rombongan presiden tergenang air.

Saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan kendaraan kepresidenan yang baru pulang dari Karawang, Jawa Barat, sudah sampai di Jl MH Thamrin, Jakarta, untuk kembali ke istana kepresidenan. SBY memang baru saja melakukan inspeksi mendadak ke Kawarang untuk melihat perkembangan harga bahan kebutuhan pokok.
Setelah beberapa kali sedan yang ditumpangi Presiden zig-zag berganti-ganti lajur untuk menghindari genangan air, tepat di depan pertokoan Sarinah sedan benar-benar tak bisa bergerak. Ketinggian air di situ hampir sebetis orang dewasa.

Mobil cadangan kepresidenan yang sama-sama sedan, yakni Mercy B 2076 BS, juga tak berani melintas. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) beberapa kali harus turun dari kendaraannya untuk melakukan pengawalan.
Akhirnya, mobil sekuriti 1 dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berada di belakang mobil kepresidenan, terpaksa masuk ke jalur busway. Genangan air di bagian ini masih bisa ditembus oleh mobil jenis jip (SUV) merek Ford Escape itu. Sebab, chassis-nya lebih tinggi.

Ford kemudian disejajarkan dengan mobil kepresidenan. Lalu SBY yang mengenakan kemeja batik tenun biru gelap keluar dari mobil kepresidenan, dan ngompreng alias pindah ke Ford sambil memegang payung.
Iring-iringan mobil kepresidenan di belakangnya juga pindah ke jalur busway. Rombongan kemudian melaju di jalur busway tanpa mobil patroli pengawal (patwal) yang tak berani menerjang banjir karena takut mogok.
Pada pukul 12.45,  Mercy RI-1 yang sempat ditinggalkan di depan gedung BII, dibawa pulang ke istana. Mobil itu diganti dulu plat nomornya menjadi B 1905 BS. Selisih lima menit kemudian, mobil cadangan Mercy B 2076 BS juga diambil dengan diderek oleh jip. Sekitar pukul 14.00 WIB, Presiden SBY menggelar rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden.

Para menteri yang ikut sidang paripurna ternyata juga menghadapi masalah serupa, terhadang banjir di mana-mana. Tapi, mereka sudah mengantisipasinya.
Oleh karena itu, saat datang ke Kantor Presiden untuk ikut sidang kabinet, sejumlah menteri mengganti mobil dinas sedan Toyota Camry dengan mobil yang lebih tinggi, yakni jenis SUV (sport utility vehicle).

Satu per satu menteri datang. Menteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal menggunakan Land Rover warna abu-abu RI 26. Menko Polhukam Widodo AS mengendarai Lexus Cygnus warna hitam dengan nopol R1 11. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menggunakan Toyota Fortuner warna hitam nopol RI 18 dan Menko Kesra Aburizal Bakrie mengendarai Toyota Alphard warna hitam dengan nopol RI 13.
Semua menteri menggunakan SUV lantaran kantornya yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat tergenang air setinggi 50 centimeter.

Begitu pula dengan para menteri yang kantornya merupakan lokasi rawan banjir. Menneg Lingkungan Hidup Rachmad Witoelar tiba dengan mengendarai BMW M5 warna silver. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengendarai Toyota Fortuner nopol RI 30, Mendiknas pakai Nissan X-Trail dengan nomor RI 31 dan Menteri Kehutanan MS Ka`ban menumpang Toyota Prado RI 25.
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla juga tak luput dari dampak banjir. Pada pukul 13.00 WIB kemarin, Kalla hendak berangkat menghadiri Simposium Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin di Hotel Millennium, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Biasanya, Kalla menggunakan kendaraan Wapres berjenis sedan Mercy berplat nomor RI-2. Namun kali ini, Kalla menumpangi mobil yang lebih tinggi yaitu Toyota Fortuner. Plat nomor RI-2 pun berpindah pada mobil itu.
"Bapak (Kalla) ganti mobil, soalnya jalanan banjir," kata seorang petugas protokoler di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Usai acara, mobil itu pula yang mengantar Kalla ke Kantor Presiden untuk menghadiri sidang kabinet.jbp/ade
 Seputar Indonesia

Headline

Banjir Lumpuhkan Jakarta
Sabtu, 02/02/2008
ImageMELAWAN ARUS, Seorang pedagang nekat melewati derasnya arus banjir yang menggenangi Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Banjir akibat hujan lebat seharian kemarin telah melumpuhkan hampir seluruh aktivitas vital di Ibu Kota. Beberapa akses keluar masuk Jakarta juga macet total.
Presiden Pun Terpaksa Ganti Mobil
Sabtu, 02/02/2008
BANJIR yang melanda Jakarta kemarin menyebabkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpaksa berganti mobil.
 
Bandara Ditutup 4 Jam,233 Penerbangan Terganggu
Sabtu, 02/02/2008
JAKARTA (SINDO) – Sebanyak 233 penerbangan domestik maupun internasional terganggu akibat hujan lebat yang menyebabkan banjir di wilayah Jakarta kemarin.
________________________________
Cukupkah banjir itu sebagai pengingat ? perhatikan lagi salah satu bapak negeri kita  dengan  himbauan beliau Jumat, 01/02/2008 13:40 WIB Hidayat: Jangan Lagi Kita Disibukkan dengan Pak Harto
Pak Hidyat yang barusan kesusahan tertung di artikel  Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat kemudian barulah pak Harto wafat :
Apakah maksud semua pimpinan ini menghimbau secara ekplisit harus berganti ?
Pak Hidayat dengan ubahan setting pak Harto, pak SBY  & JK harus berganti mobil, benarkah akan berganti sesuai arahan pimpinan kita ? atau benar kata pak Kalla tentang bencana yang 'diratakan' ? baca 12:06 [I]stana Wapres Tergenang Semata Kaki, JK Anggap Pemerataan
Berganti apakah setelah banjir Jakarta ini ? sebagaimana perulangan tahun lalu dimana Jakarta Lumpuh 2-2-2007 (selengkapnya baca [Peringatan] Jakarta Banjir Besar Sebelum Terjadinya), ternyata 'Jakarta Lumpuh' lagi di tahun 2008 ini sehari lebih cepat yang di perkirakan walau tidak separah tahun lalu, namun tetap menjadi pengingat sesuai artikel di awal yakni
([Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?  posted Tue Jan 29, 2008 8:23 am di alinea terakhir telah menyebutkan adanya  perulangan itu
Jadi  di-ingat-ingat saja setelah ini apakah tujuh hari berkabung ini menjadi berulang pendek atau panjang  ?
Dengan demikian Jakarta sudah berulang namun pendek (lebih cepat sehari dibanding setahun lalu) 
Setelah itu apa yang terjadi ? 22.2.2007 setahun lalu KMPLevina Terbakar (baca [Fenomena] ‘Kapal’ Tuhan atau [Fenomena] ‘Petir’ Allah).
Benarkah ada kapal yang terbakar saat ini ?
Pasti anda terkejut dengan berita di bawah ini
 
Sabtu, 02 Februari 2008 11:05 WIB
Kapal tanker MT Pendopo yang terbakar di Balongan, Indramayu, Jabar.
Metrotvnews.com, Indramayu: Api di sekitar buritan tanker milik Pertamina yang terbakar di perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat, belum dapat dipadamkan hingga Sabtu (2/2) pagi. Kondisi ini menyulitkan tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meneliti penyebab kebakaran. Sejauh ini, tim dari KNKT hanya mendokumentasi kapal tanker yang terbakar. Namun, tim yang terdiri dari empat orang ini akan tetap berada di Balongan hingga kapal benar-benar aman untuk penyelidikan.
Di tempat yang sama, tim pemadam dari Pertamina masih terus berusaha memadamkan api di buritan kapal. Mereka sudah bekerja selama enam hari sejak kapal tanker MT Pendopo terbakar pada Ahad malam, 27 Januari 2008. Kapal ini terbakar saat sedang menurunkan 150 ribu barel bahan bakar minyak jenis nafta di Single Bouy Morring, Kilang Balongan, yang berjarak 12 mil laut dari Pelabuhan Balongan. BBM tersebut didatangkan dari kilang Kilacap, Jawa Tengah.(BEY)
Tepat sore hari setelah pak Harto wafat, maka kapal ini terbakar dan sampai saat ini belum bisa di padamkan (hampir 7 hari), apa yang menjadi ingatan tentang kapal tangker ini ? hal itu telah di bahas di artikel [Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto? dimana Kapal tangker terbalik di surabaya
Lalu mengingatkan apakah kapal yang terbakar selain KMP Levina ? ya sebuah pasar terbakar sebagai sebelum gempa bengkulu terjadi, berikut artikelnya
BAB 8 Gempa Bengkulu
[Kebakaran] & Terbakarnya Pasar Turi Sebelum Terjadinya, [Gempa] Bengkulu, Sebuah Bencana yang Berulang
Jadi kita sabar saja untuk melihat kenyataan ucapan para pemimpin kita bahwa harus berganti 
_______________________________________________________________
Kliping berita selengkapnya
PRESIDEN TERJEBAK BANJIR:Iring-iringan mobil yang membawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kiri) terjebak banjir di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, kemarin (1/2).

Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA - Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.

Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.

Kepala Cabang (Kacab) PT Angkasa Pura (AP) II Herianto menjelaskan, karena jarak pandang 300 meter, pesawat dilarang mendarat. Ditambah kondisi landasan pacu (runway) yang tergenang air hujan hingga setinggi 15 sentimeter. "Itu riskan untuk pendaratan pesawat," tegasnya.

Akibatnya, 177 pesawat mengalami perubahan jadwal. Rinciannya, keberangkatan 92 penerbangan tertunda dan 85 pesawat yang menuju Jakarta terpaksa dialihkan ke bandara lain atau ditunda keberangkatannya. Saat dibuka, lalu lintas pesawat menjadi sangat padat. Beberapa keberangkatan tertunda hingga malam.

Menurut laporan hingga pukul 21.00 tadi malam, jalan tol menuju Bandara Km 23-Km 27 masih terendam. Ketinggian air di perkirakan mencapai 50 cm. Hanya mobil besar yang bisa lewat. Jalan menuju bandara lumpuh.

Banjir kemarin sama dahsyatnya dengan banjir pada 2002 dan 2007. Ketiga peristiwa itu sama-sama terjadi pada awal Februari. Setidaknya, hal itu dilihat dari ketinggian air yang mencapai 20-50 cm di jalan protokol seperti Jl Thamrin.

Di etalase Jakarta itu, terjadi kemacetan total. Bahkan, rombongan Presiden SBY yang akan menuju Istana Merdeka terjebak di jalan utama tersebut. Presiden terpaksa berganti mobil saat tiba. (Berita presiden terjebak banjir, baca : ........ di halaman ini).

Genangan air juga mengepung istana. Di Jalan Merdeka Utara, lokasi Istana Merdeka itu, ketinggian air mencapai 50 cm. Sebagian air tersebut berasal dari air yang dipompa dari dalam istana. Akibat angin kencang, pohon tanjung di halaman Istana Negara tumbang.

Akses menuju Istana Wapres juga banjir. Ketinggian air di Jalan Merdeka Selatan mencapai 50 cm. Di jalan tersebut, selain Istana Wapres, ada balai kota dan Kedubes AS.

Hujan lebat seharian itu membuat sejumlah perumahan di Jakarta juga terendam atau terisolasi karena digenangi air hingga satu meter. Banyak mobil dan motor yang nekat menerobos, sehingga mesin kendaraan mati.

Berdasar pantauan koran ini, jalan putus terjadi di Jalan Kebayoran Lama sepanjang 100 meter dengan ketinggian air 60 cm, Pal Merah (300 meter, setinggi 50 cm), serta Slipi (100 meter, setinggi 40 cm).

Jalan terputus juga terjadi mulai depan kantor Bank Indonesia hingga perempatan Jalan Sudirman yang tergenang air setinggi 40 cm. Tak sedikit yang memilih berputar arah lantaran luapan air dari anak sungai di sekitar jalan utama itu sangat deras. Begitu pula di Jalan Budi Kemulyaan, mulai depan kantor KPUD hingga Bundaran Indosat. Ketinggian air mencapai 50 cm. Genangan juga terjadi di pertigaan depan Istana Merdeka dari arah Jalan Merdeka Barat setinggi 30 cm.

Selain itu, di sepanjang Jalan Lapangan Banteng Utara hingga depan Hotel Borobudur, tinggi genangan mencapai 30 cm. Genangan terus berlanjut sepanjang ruas jalan depan Stasiun Gambir hingga Tugu Tani. Untuk ruas jalan itu, hanya separo bagian timur yang tergenang. Akibatnya, banyak kendaraan yang melintas memilih lajur kanan.

Sementara itu, pohon tumbang juga terjadi di depan kantor sekretariat negara. Namun, petugas Dinas Pertamanan dengan sigap datang ke lokasi dan langsung memotong batang pohon yang roboh, kemudian diangkut menggunakan truk. Tumbangnya pohon itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.

Aliran listrik di sejumlah kawasan juga padam sejak pukul 12.00. Misalnya, di Petamburan, Jakarta Pusat. Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jaya Azwar Lubis membantah telah terjadi pemadaman listrik. "Sejauh ini belum ada pemadaman listrik. Tapi, itu bergantung situasi dan kondisi. Jika terpaksa, pemadaman menunggu perintah dari APD (area pengatur distribusi)," ungkapnya.

Gubernur DKI Fauzi Bowo menjelaskan, banyaknya ruas jalan yang tergenang itu disebabkan buruknya drainase. Banyak selokan yang mampet. Misalnya, di Jalan Sudirman-Thamrin. Di ruas jalan tersibuk tersebut, praktis drainase tidak berfungsi optimal. Sebab, pembangunan yang dilakukan kontraktor belum sempurna. Termasuk di Kwitang, Cempaka Putih, serta depan kantor LPPM. "Saya sudah memerintahkan agar kontraktor dipanggil. Pekerjaan kok begitu buruk," katanya kesal saat ditemui di balai kota kemarin.

Menurut Manajer Krisis Center Heru Joko Santoso, genangan akibat hujan deras kemarin hampir merata terjadi di lima wilayah DKI. Hingga sore, ada sekitar 34 kelurahan di 15 kecamatan se-DKI yang terkena banjir. Misalnya, di Jakarta Pusat, banjir terjadi di 11 kelurahan di empat kecamatan. Di antaranya, banjir di Cempaka Putih dengan ketinggian 15-30 cm.

Genangan tertinggi terjadi di Petamburan RT 05-08/RW 01 yang mencapai 80 cm; RT 06, 08, 09/RW 02 (80 cm); RT 04-09/RW 03 (100 cm); RT 007, 010, 011, 014/RW 04 (70 cm); RT 009, 010, 018/RW 05 (50 cm); serta depan kelurahan Petamburan (100 cm).

Di daerah Kemayoran, ketinggian air mencapai 50 cm, Kebon Kosong (30 cm), Sumur Batu (40 cm), Serdang (70 cm), Harapan Mulya (50 cm), Cempaka Baru (40 cm), Gunung Sahari Selatan (30 cm), dan Gambir sekitar Istana Wapres (5 cm).

Sementara itu, di Jakarta Barat, banjir menggenangi tujuh kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Grogol (40 cm), daerah Tanjung Duren Sawit (20-50 cm), Jati Pulo-Palmerah (40 cm), Kota Bambu Utara (25-50 cm), kawasan Cengkareng (40 cm), serta Kebon Jeruk Jl Raya Srengseng (30 cm).

Heru mengungkapkan, untuk kawasan Jakarta Selatan, banjir melanda dua titik. Yakni, di Petogogan, Kebayoran Baru, banjir terjadi di RT 001-010/RW 01. Selain itu, banjir melanda kawasan Gunung RW 08 Jl Hang Lekiu setinggi 20 cm.

Untuk Jakarta Timur, ada satu kelurahan yang tergenang. Yakni di Rambutan, Ciracas, setinggi 20-60 cm.

Yang lebih merata, banjir terjadi di Jakarta Utara. Ada 15 kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Penjaringan (30 cm), Penjagalan (50 cm), Kapuk Muara di empat titik (30 cm), dan Pluit (40 cm). Di Cilincing, banjir terjadi di Marunda, Rorotan, Sukapura (15 cm). Di Pademangan Barat, ketinggian air mencapai 40 cm, Pademangan Timur (15 cm), Kelapa Gading Barat (40 cm), Pegangsaan II (40 cm), dan kawasan Lagoa, Koja (20 cm).

Heru mengungkapkan, hingga kemarin sore, ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 825 cm, 120 cm, Katulampa (80 cm), Karet (678 cm), Pesanggrahan (135 cm), Pulogadung (735 cm), dan Pasar Ikan (113 cm). "Untuk titik-titik rawan, sudah disiapkan perahu karet, ambulans, serta bantuan obat-obatan," ungkapnya.

Dua Korban Tewas

Derasnya aliran air sungai di Jakarta telah menelan dua korban jiwa. Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Pandi, warga Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, terseret arus Kali Hankam, Kembangan.

Petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Tarwono menjelaskan, sebelum kejadian, Pandi diketahui sedang bermain di pinggir sungai bersama kakaknya. Mendadak kaki Pandi terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Dia sempat timbul tenggelam, sebelum akhirnya hanyut terbawa arus.

Sementara itu, pada saat yang sama, warga di pinggiran Kali Pesanggrahan, RT 10/004, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan yang mengambang. Diduga, korban tenggelam setelah diterjang air bah pada dini hari kemarin. (wir/aak/eos/din/eos/jpnn/tof)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir.
-------

MOBIL Mercedes-Benz B 1905 BS yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awalnya melaju lancar dibawah guyuran hujan deras dalam perjalanan dari Karawang ke Jakarta. SBY pagikemarin memang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Baru Karawang dan petani di kabupaten tersebut.

Rombongan SBY berangkat dari Jakarta ke Karawang pukul 06.30. Saat hujan baru mulai mengguyur Jakarta. SBY sengaja tidak memakai plat nomor RI 1 untuk kegiatan sidak. Ada dua mobil kepresidenan yang dibawa setiap SBY berpergian. Yakni mobil B 1905 BS dan B 2807 BS. Keduanya Mercedes-Benz warna hitam anti-peluru.

SBY mengajak para menteri, yakni Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menkominfo Mohammad Nuh, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menkop UKM Suryadharma Ali, dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar. Sejumlah wartawan juga ikut di mobil konvoi itu.

Usai sidak, rombongan SBY pun pulang ke Jakarta. Hujan mengguyur deras. Perjalanan mulai terhambat begitu masuk pintu tol Pondok Gede. Antrean kendaraan di puntu tol itu membuat polisi dan Paspampres kerepotan. Paspampres harus turun berhujan-hujan untuk mencari jalan bagi rombongan presiden.

Tidak seperti biasanya, setiap rombongan presiden lewat jalanan bersih dari kendaraan. Kali ini, situasi sudah tidak bisa dikendalikan. Dari pintu tol Pondok Gede rombongan berjalan merayap melewati pintu tol Halim Perdanakusuma yang merupakan pintu tol dalam kota.

Perjalanan mulai lancar ketika rombongan sampai di kawasan Semanggi dan Sudirman. Laju kendaraan mulai kencang seperti biasanya. Masuk bundaran HI kemacetan kembali terjadi. Inilah awal "insiden".

Paspampres sampai harus berlarian di bawah guyuran hujan untuk mencari jalan bagi kendaraan rombongan presiden. Polisi lalu lintas juga sibuk meminggirkan kendaraan. Di sisi timur Jalan Thamrin tak tampak kendaraan. Bukan karena sepi, tapi karena jalanan sudah digenangi air setinggi lutut orang dewasa.

Rombongan tiba-tiba berhenti di depan gedung Sarinah, di Jalan M.H. Thamrin. Cukup lama sekitar 15 menit. Mobil berhenti di genangan air setinggi 25 cm. Padahal saat itu waku menunjukkan pukul 12.00. SBY harus mengejar waktu untuk salat Jumat.

Para wartawan yang berada di mobil paling belakang pun celingukan mencari tahu apa yang terjadi. "Mobil SBY macet," teriak seorang wartawan. Sontak, wartawan foto dan juru kamera televisi berhamburan keluar mobil mendatangi mobil SBY.

Rupanya mobil kepresidenan tidak mungkin melaju lagi dikarenakan genangan di perempatan Sarinah sudah mencapai sepaha orang dewasa. SBY yang mengenakan baju biru gelap pun turun dengan membawa paying warna merah. Sampai tersenyum SBY pindah ke mobil SUV (sport utility vehicle) Ford Everest warna hitam yang ditumpangi oleh Komandan Paspampres Brigjen TNI Suwarno. SBY duduk di bangku tengah.

Mobil rombongan presiden pun dipindah ke jalur busway. Barulah iring-iring kendaraan rombongan presiden berjalan lancar. SBY tiba di istana negara pukul 12.15 dan langsung mengikuti salat Jumat. Sekitar pukul 14.30, barulah dua mobil kepresidenan yang ditinggal di Jalan Thamrin itu tiba di istana.

Selain berdampak pada presiden, genangan air di Jalan MH Thamrin memaksa Wakil Presiden Jusuf Kalla memarkir mobil dinas Mercedez Benz RI 2 di kantornya. Sebagai gantinya, Kalla meminjam mobil Toyota Fortuner milik salah satu anaknya agar mampu menerjang genangan setinggi 40 sentimeter di kawasan Silang Monas.

Sekitar pukul 14.00 kemarin, Kalla dijadwalkan menghadiri seminar Mendorong Universitas di Indonesia menjadi Universitas Kelas Dunia, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hassanuddin di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kalla adalah ketua IKA Unhas.

Meski hanya sekitar dua kilometer dari Istana Wakil Presiden, namun kawasan Tanah Abang merupakan daerah langganan banjir. Apalagi, usai memberi keterangan pers rutin pada wartawan Istana Wapres, Kalla mendapat informasi dari ajudannya bahwa genangan air di Jalan Medan Merdeka Selatan cukup tinggi.

Karena yakin sedan dinasnya tidak mampu melintasi genangan air, Kalla segera memerintahkan ajudan mengambil Toyota Fortuner milik di kediaman dinasnya. Sekitar 13.30, mobil SUV warna silver yang masih berpelat nomor Makassar itu dibawa seorang anggota Paspampres ke Istana Wapres.

Dengan mobil gardan tinggi, mobil yang ditumpangi Kalla tanpa kesulitan membelah banjir. Setiba di Millenium, Kalla hanya tersenyum ketika mendapat laporan banyak peserta seminar yang tidak datang karena kebanjiran. Ruangan yang luas itu hanya terisi beberapa gelintir peserta.

Namun, tanpa menghiraukan jumlah peserta, Wapres berapi-api berpidato tentang kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Sebelumnya, ketika memberi sambutan dalam Munas Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Amphuri), Kalla Meski demikian, Kalla menyebut banjir di Istana sebagai pemerataan. "Jadi di mana-mana air naik. Saya tidak mau katakan ini banjir," selorohnya.

Wapres juga mengajak seluruh rakyat bersyukur karena Allah masih mau menurunkan hujan. Padahal, hujan gerimis di Arab Saudi akan langsung menjadi berita besar karena di negeri itu jarang turun hujan. "Di negeri kita, baru menjadi berita besar kalau banjir besar. Jadi bayangkan betapa indahnya negeri ini," tutur Kalla disambut tawa ratusan peserta munas.(tom/noe/roy)


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Sat Feb 2, 2008 8:17 am

m_adita_ramadi
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #899 of 1034 |
Expand Messages Author Sort by Date

Sumber artikel [[Jakarta banjir] Perulangan yang Telah Terjadi] _______________________________________________________________ Banjir Jakarta 2008 sebuah...
m adita
m_adita_ramadi
Offline Send Email
Feb 2, 2008
8:20 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help