Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Jakarta dikirimi Nomor Cantik dari Allah   Topic List   < Prev Topic  |  Next Topic >
Reply | Forward < Prev Message  |  Next Message > 
Jakarta dikirimi Nomor Cantik dari Allah
[untuk kalangan sendiri]

Penantian panjang dari
Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan adalah bencana di kota-kota besar di Indonesia. Saat bencana itu sudah mencapai titik utama (Jakarta), maka bisa jadi visi mencapai klimaksnya. Bukan berarti mengharapkan bencana datang, namun lebih pada pencegahan agar korban tidak banyak timbul sebagai bentuk Kasih Sayangnya Allah

Berkaca dari gempa yogya 27-mei-2007, ternyata para terdidik, kaum cendekiawan tidak ada yang percaya akan peringatan tiga hari sebelum gempa terjadi ... dan kalaupun percaya hanyalah sedikit dengan berguman "Ahhh itu hanya kebetulan ...". Padahal telah tertulis dengan jelas Tsunami Aceh 2004 lalu atau Baru 3 tahun lalu , bencana hebat melanda negeri kita, kemudian di ikuti bencana beruntun sampai akhirnya ini. Orang pandai pasti berpikir  :"Ada apa ini ? " Hanya dalam kurunn waktu 3 tahun saja bencana demi bencana muncul .... "Ada apa ini

Namun bagi mereka yang lupa ... seolah bencana itu sesuatu yang lumrah karena kita berada di ring of fire. Bagaimana dengan Pesawat Jatuh .... bagaimana dengan lumpur lapindo ..... bagaimana dengan banjir besar .... Adakah keterkaitan dengan ring of fire ?

Ingatlah hanya dalam waktu 3 tahun saja ... demikian hebat bencana itu terjadi. Sekali lagi kita masih bisa 'tertawa' melupakan bahwa di balik bencana itu ada maksud Allah yang Maha Kuasa atas negeri ini

Tamaran Bencana di Jakarta

Pencarian atas bencana yang insyaAllah terjadi di Jakarta tidak-lah datang tiba-tiba, melainkan pencarian yang panjang dan ketika di ketahui polanya tidak serta merta bahwa bencana  itu terjadi. Hal ini untuk menghindari cap atau dianggap sebagai peramal. Kita adalah mencari Kaisan Kasih Sayang Allah ketika bencana akan terjadi

Tidak lupa berdoa untuk menghindari kesalahan membaca atas Kaisan itu, sebagaimana bencana gempa yogya lalu, kita membaca Kaisan itu dan berdoa sekiranya pembacaan itu salah (gempa tidak terjadi), maka sia-sia lah kita dan tidak perlu meneruskan visi itu

Dasar dari pembacaan Kaisan itu adalah Bagaimana Allah berkomunikasi dengan hambanya atas KAsih SayangNya ?

(1) Kisah burung gagak

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya  bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. (al-maidah:31)

(2) Kisah Pertanyaan Malaikat

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata:  "Mengapa Engkau hendak menjadikan  di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:  "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(al-baqoroh:30)

Kisah (1) dan (2) mencerminkan suatu kesimpulan komunikasi Allah dengan mahluknya yang berarti dalam konstruksi berpikir perulangan sehingga mahluknya menjadi mengerti. Kisah Gagak yang berulang-ulang menggali bumi adalah bentuk komunikasi Allah kepada mahluk yang berdosa, sedangkan kesimpulan malaikat atas pertanyaan  "Mengapa Engkau hendak menjadikan  di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah " merupakan visi malaikat didasarkan pengetahuan malaikat terhadap perilaku manusia yang berulang-ulang.

Konsep berulang-ulang inilah yang menjadi dasar pemikiran, bahwa ketika manusia berdosa (seperti kita semua) adalah salah komunikasi efektif antara Allah dengan hambanya.Berbeda dengan para nabi yang terjaga, mereka berkomunkasi dengan Allah dalam bentuk yang lain

Dari dasar  perulangan  ini muncul suatu hadist yang cukup terkenal :

حدثنا ‏ ‏قتيبة بن سعيد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ليث ‏ ‏عن ‏ ‏عقيل ‏ ‏عن ‏ ‏الزهري ‏ ‏عن ‏ ‏ابن المسيب ‏ ‏عن ‏ ‏أبي هريرة ‏
‏عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏لا يلدغ المؤمن من جحر واحد مرتين ‏
‏و حدثنيه ‏ ‏أبو الطاهر ‏ ‏وحرملة بن يحيى ‏ ‏قالا أخبرنا ‏ ‏ابن وهب ‏ ‏عن ‏ ‏يونس ‏ ‏ح ‏ ‏و حدثني ‏ ‏زهير بن حرب ‏ ‏ومحمد بن حاتم ‏ ‏قالا حدثنا ‏ ‏يعقوب بن إبراهيم ‏ ‏حدثنا ‏ ‏ابن أخي ابن شهاب ‏ ‏عن ‏ ‏عمه ‏ ‏عن ‏ ‏ابن المسيب ‏ ‏عن ‏ ‏أبي هريرة ‏ ‏عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏بمثله ‏



Hadis riwayat   Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yang sama
kitab Sahih Muslim

Keyword perulangan inilah, susunan kejadian dapat di  tulis ulang  sebagaimana  kisah  Gempa Bengkulu : Kebenaran yang Terabaikan. Membaca Kaisan atas bencana yang dapat terjadi pada titik akhir bencana bengkulu adalah pada  fenomena kembar :4:4:2007 -> Bengkulu gempa 5.9

Petunjuk diulang-ulang untuk waspada yang kembar   mulai dari 1-1-2007 (Adam Air Jatuh), 2-2-2007 (Jakarta Banjir Besar). 3-3-2007 (NTT Longsor). Perulangan terhadap waspada dengan yang kembar merupakan konsekwensi logis dari perulangan-perulangan itu, bagai gagak yang selalu menggali-gali bumi dengan maksud menunjukkan pada qabil

Tidak-kah perulangan itu menunjukkan hal yang sama bahwa "Bacalah yang kembar". Bukti bencana bengkulu menunjukkan bahwa perulangan itu telah terjadi yakni 4-4-2007 Gempa Bengkulu dan akhirnya terjadi-lah perulangan itu ( Gempa Bengkulu :Huru hara telah dimulai)

Perulangan yang terbukti

Ketika lepas kejadian bulan maret-2007, maka kami menuliskan Bacalah Fenomena 22  Feb 26, 2007 4:18 pm tertulis tentang masa depan, longsor, gempa dan pesawat barulah indoensia berduka.Berikut ini kutipannya :

Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2 tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat

Akhirnya kejadian tahun 2005 terjadi lepas bulan maret 2007 lalu yakni :
Longsor  NTT        .....benar terjadi 3-3-2007
Gempa Sumbar    ..... benar terjadi 6-3-2007
Garuda terbakar   .....  benar terjadi 7-3-2007


Tidak-kah itu sesuai dengan perulangan tahun 2005 lalu yang tertulis cukup jelas di artikel itu dan bahkan tertulis "jangan lupakan". Setelah itu barulah berhenti kejadian bencana besar, namun di beri warning dengan fenomena kembar :4:4:2007 -> Bengkulu gempa 5.9

Terbukti lagi berulang bahwa bencana bengkulu terjadi baca Membaca Sebelum Gempa Bengkulu : Membaca bentuk dasar(2) ) .Apakah arti perulangan ini ? tidak-kah itu mirip dengan burung gagak si qabil ?

Perulangan Jakarta

Setelah bengkulu (12-09-2007) lalu terbukti, maka kisah unik ini berlanjut dengan bulan oktober atau 10-10-2007 tepatnya. Sekali lagi bukan berarti meramal, namun sekedar menuliskan perulangan dan bisa jadi hal ini TIDAK terjadi ... dan kalaupun terjadi maka kita semua sudah di peringatkan.

Hanya dengan bantuan doa yang iklash saja kita dapat berkomunikasi agar terbimbing dalam membaca perulangan itu sebagai upaya Kaisan Kasih Sayang Allah. Sekali lagi bukan berarti meramal, klenik atau yang lainnya

Kisah 10-10-2007 ini berdasarkan pada tahun 2005 di pembahasan "Perulangan yang Terbukti" dimana bengkulu memberikan wacana bahwa fenomena kembar  4-4-2007 lalu tidaklah sekedar kebetulan, sehingga menampakkan pada 12-09-2007 lalu. Artinya kita harus mengais-kais kisah yang berulang

Hal yang berulang adalah 8-8-2007 akhir sebuah gempa besar terjadi, yakni dekat dengan Jakarta (baca Gempa Indramayu sebuah keniscayaan ). Lihat-lah nomor cantik 4-4-2007 di bengkulu dan 8-8-2007 di dekat Jakarta. Tidakkah ini kemiripan yang unik ?

Sebelumnya pula telah dituliskan pula kejadian tahun 2005 yang berulang di bulan maret-2007 lalu( Bacalah Fenomena 22  Feb 26, 2007 4:18 ). Dengan demikian perulangan ini kita rangkaikan kejadian itu pada tahun 2005 di bulan oktober

Apakah yang terjadi ? Fenomena ini cukup mengejutkan yakni.Senin, 10/10/2005 19:08 WIB Gempa 5,7 SR Guncang Jakarta Perhatikan berita di bawah ini dimana nomor cantik kembali muncul dimana  gempa terjadi 10-10-2007 dan 17.55.55 WIB. Sekali lagi nomor cantik untuk jam - menit - detik 05.55.55 petang dan tanggal-bulan-tahun 10-10-2005

Kami kuatir bahwa tidak-kah 'kecantikan' nomor dan pembacaan nomor itu ada maksud dari Allah yang Maha Kuasa, sebab sebelumnya Jakarta ini sudah pula di 'sentuh' dengan nomor cantik sebanyak 2 kali yakni :

Terbaca pula 2x (dari banjir besar itu) adalah keyword dari waktu gempa tahun 2005 lalu, untuk waktu dan tanggaln
Terbaca lagi  2x dari 4-4-2007 lalu dari gempa bengkulu.  terdapat gempa jakarta detik-detik akhir 8-8-2007
Terbaca akhirnya 2-2-2007 dan 8-8-2007 menghasilkan 10-10-2007 dimana 2 tahun lalu  ada nomor cantik, 10/10/2005 19:08 WIB Gempa 5,7 SR Guncang Jakarta sampai pada jam, menit dan detiknya

Nomor yang jelas .... apakah ini nomor cantik dari Tuhan terhadap Jakarta ?
Apa maksudnya Allah memberi nomor-nomor cantik ini ?
Siapakah yang mampu mempresisikan nomor cantik ini sampai pada satuan detiknya ?

Allahu Akbar, berarti Jakarta  telah di peringatkan dan mendapatkan kiriman Nomor Cantik dari Allah. Hanya Allah yang Maha Tahu kapankah hal itu terjadi dan sekali lagi  sekedar menuliskan perulangan dan bisa jadi hal ini TIDAK terjadi

Sekali lagi diperlukan pendukung kejadian lain agar hal itu YAKIN terjadi disertai dengan doa iklash kepada Allah atas maksud Allah mengirim nomor cantik itu

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (al-mulk:1-3)




Lampiran berita

10/10/2005 19:08 WIB
Gempa 5,7 SR Guncang Jakarta
Arifin Asydhad - detikcom

Jakarta - Sepuluh menit setelah bedug magrib, saat umat Islam sedang berbuka puasa, tiba-tiba gempa mengejutkan Jakarta. Gempa dirasakan oleh orang-orang yang berkantor di gedung menjulang di sekitar Jl. Sudirman dan Jl. Thamrin, Jakarta Pusat.

Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (10/10/2005), dari Pusat Gempa Bumi Nasional, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gempa ini berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR). Gempa terjadi pukul 17.55.55 WIB.

Gempa ini berpusat di laut sekitar 190 km barat daya Jakarta. Pusat gempa memiliki koordinat 6,86 LS-105,22 BT dengan kedalaman gempa 33 km.

Sesuai data BMG, gempa ini dirasakan II-III MMI di Jakarta. Sejumlah karyawan yang bekerja di Jl. Thamrin dan Sudirman sangat merasakan gempa ini. "Guncangan sangat terasa beberapa detik," kata Budi, yang sedang berada di Hotel Nikko, Jl. Thamrin.

Seorang karyawan di Menara Kadin, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Iskandar, juga mengaku merasakan gempa tersebut. "Saya sempat kaget. Dan saya tanya teman-teman yang lain, mereka juga merasakan hal yang sama," ungkap dia.

Belum diketahui apakah akibat gempa ini, ada kerusakan bangunan atau jatuhnya korban jiwa di dekat lokasi pusat gempa. Namun, diduga karena gempa berpusat di laut dengan kedalaman 33 KM, maka kemungkinan gempa ini tidak sampai membuat kerusakan di darat. (asy)





Thu Sep 27, 2007 4:22 am

dwi.syn@...
Send Email Send Email

Forward
< Prev Message  |  Next Message > 
Expand Messages Author Sort by Date

Jakarta dikirimi Nomor Cantik dari Allah [untuk kalangan sendiri] Penantian panjang dari Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian ...
dwi sunaryono
dwi.syn@...
Send Email
Sep 27, 2007
4:25 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help