Hari-hari ini mendekati ramadhan, peristiwa demi peristiwa semakin menguatkan. Saat ana tuliskan Dahlan Iskan dan penyakitnya (posting Sep 4, 2007 6:27 am) dimana ana tuliskan satu cuplikan data :
Telah dekat saatnya dari apa yang dituliskan, semua berulang dengan pola yang sama namun berbeda pelaku.
Ternyata tidak beberapa lama kejadian berulang yakni Pasar Turi Terbakar Lagi Polisi All Out tepat tanggal 9/9/2007 (baca berita dibawah). Hal yangt SAMA BERULANG yakni terbakar lagi. Artinya relasi antara beberapa dokumen dokumen yang telah ana tuiliskan sudah mulai terlihat yakni
Dengan melihat model
Keruntuhan Jakarta
, maka pola-pola tersebut menjalar ke surabaya. Dimulai dari kisah lumpur lapindo (baca Di balik semburan baru porong
), kisah unik Pak M. Nuh menjadi menkoninfo yang sebelumnya kalah dalam pilihan rektor, kemudian terbakarnya pasar turi (
Di balik terbakarnya pasar turi Surabaya ) , kemudian
putri Indonesia -2007 dari ITS.
Dan oleh artikel
Kesurupan & Fenomena 22
dinyatakan bahwa kita harus berwaspada dengan kemiripan, sama seperti itu (tgl 9/9/2007) adalah sebuah warning terbukti dengan mulainya gempa yang tidak biasa terjadi yakni
Gempa di Situbondo, Tidak Berpotensi TsunamiGempa yang terjadi 2 kali di barat laut Situbondo pada pukul 01.30 WIB dan pukul 06.30 WIB, tidak berpotensi Tsunami.
Kasus gempa situbondo ini, paling tidak mengingatkan kita pada hal yang kembar yahkni 8/8/2007 lalu (ingat kasus Gempa Indramayu sebuah keniscayaan posting 10-8-2007). Sekali lagi ingat dengan kemiripan ini yangf termuat dari artikel tsb :
Hampir-hampir waktu terjadinya gempa indramayu ini mengingatkan tgl kembar yakni 8/8/2007 Kamis, 09/08/2007 00:12 WIB
Gempa 7 SR Guncang Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa
yang hanya terpaut 4 menit saja
Sedangkan gempa situbondo ini pula tepat 01.30 dari waktu yang kembar 9/9/2007 atau berbeda beberapa saat. Masalah ini tidak menjadi istimewa saat tidak ada kemiripannya, sama-sama mendekati tanggal kembar diwaktu dini hari.
Dengan demikian sudah 2 kejadian yang ana tuliskan terbukti walau dengan pelaku yang berbeda yakni :
Satu catatan adalah kebakaran yang terjadi pasca gempa situbondo dan indramayu, yakni di Semarang
- Setelah Kamis, 09/08/2007 00:26 WIB Gempa 7 SR Berpusat di Indramayu
- maka di Semarang terbakar ( Kamis, 09/08/2007 08:08 WIB Pasar Ungaran Dilalap Jago Merah)
- Setelah Senin, 10/09/2007 08:20 WIB Gempa Kedalaman 10 Km Panikkan Warga Situbondo
- maka di Semarang terbakar ( Senin, 10/09/2007 09:08 WIB Ledakan Keras Beberapa Kali Terdengar di SPBU Krapyak)
Jepang sudah datang
Mulai kemarin profesor-2x Jepang sudah tiba di ITS untuk sebuah seminar yang ana baca sebagai ICTS. PAda msalah jepang ini, ada satu bentuk teguran bahwa jepang patut di contoh dalam kasus penyadaran budaya mundur saat etika tidak betul. Namun hal ini tidak tampak di negeri kita sebagaimana sama halnya :
Lagi, Korupsi Lengserkan Mentan Jepang
Monday, 03 September 2007 TOKYO - SURYA
Kursi panas Departemen Pertanian Jepang kembali memakan korban. Menteri Pertanian (Mentan) Jepang, Takehiko
Endo, yang diduga korupsi setelah menerima uang dari perusahaan rekanannya beberapa waktu lalu, memutuskan
meletakkan jabatannya, Minggu (2/9), atau kurang dari sepekan setelah ditunjuk PM Jepang Shinzo Abe.
Monday, 03 September 2007 TOKYO - SURYA
Kursi panas Departemen Pertanian Jepang kembali memakan korban. Menteri Pertanian (Mentan) Jepang, Takehiko
Endo, yang diduga korupsi setelah menerima uang dari perusahaan rekanannya beberapa waktu lalu, memutuskan
meletakkan jabatannya, Minggu (2/9), atau kurang dari sepekan setelah ditunjuk PM Jepang Shinzo Abe.
Pelajaran ini tampak pada era saat ini dimana korupsi DKP yang melebar kemana-mana kurang tuntas di usut (baca Mengapa harus jepang ? ) Apakah kita menunggu pengusutan yang tidak tuntas menjadi malapeta ?
---------------------------------LAMPIRAN -----------------------------
Senin, 10 Sept 2007,
Pasar Turi Terbakar Lagi Polisi All Out
SURABAYA - Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan kemarin sore di dua kota: Jakarta dan Surabaya. Di Surabaya, si jago merah kembali melahap bangunan Pasar Turi untuk kali kedua. Kebakaran pertama di pasar tradisional itu terjadi 26 Juli lalu.
Hingga tadi malam sekitar pukul 23.00, aparat kepolisian masih berada di lokasi terbakarnya pasar itu (selengkapnya berita tentang kebakaran Pasar Turi baca halaman Metropolis). Yakni, lantai 2, tahap III, blok S, tepatnya di sisi bagian tengah pasar tersebut.
Wajar jika polisi sangat serius menyelidiki kebakaran di pasar legendaris itu. Sebab, terbakarnya Pasar Turi pada 26 Juli lalu menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia minta polisi mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan penyebab kebakaran, apakah ada faktor kesengajaan atau tidak.
Bahkan, ketika berkunjung ke Surabaya pada 4 September lalu, SBY sempat bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Turi di ruang VVIP Bandara Juanda, Surabaya, sesaat sebelum bertolak ke Jakarta.
Kebakaran di Pasar Turi kemarin terjadi sekitar pukul 16.30. Sedikitnya 20 unit mobil PMK (pemadam kebakaran) dilibatkan untuk menjinakkan api.
Sekitar pukul 20.00, api mulai bisa dijinakkan. Banyak kejanggalan yang menjadi pertanyaan para pedagang terkait penyebab kebakaran tersebut. Misalnya, di lokasi bangunan yang terbakar itu tidak ada lagi aliran listrik sejak kebakaran pertama.
"Nggak mungkin karena korsleting," kata Abdul, karyawan toko Radana di lokasi kebakaran tadi malam. Menurut dia, tidak ada satu pun aliran listrik yang mengalir sejak stan tersebut dibuka dua minggu lalu. Pedagang, lanjutnya, menggunakan generator untuk memenuhi kebutuhan penerangan stannya. "Itu pun kami batasi penggunaannya. Sekitar jam 4, listrik langsung kami matikan," tambahnya.
Lantas, apa penyebabnya? Sengaja dibakar? Inilah yang masih terus didalami petugas gabungan dari Polresta Surabaya Utara dan Polwiltabes Surabaya. Mereka langsung menurunkan tim untuk menyelidiki lebih lanjut.
"Untuk menyelidiki kejanggalan itu, kami percayakan kepada tim Labfor," kata Kapolresta Surabaya Utara AKBP Eddy Sumitro Tambunan.
Di bagian lain, tadi malam sekitar pukul 21.00, para perwakilan pedagang yang tergabung dalam Tim Pemilihan Pasca Kebakaran Pasar Turi (TPPKP) menggelar pertemuan di posko yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi kebakaran. Usai menggelar pertemuan, Sekretaris TPPKP Arief Budiman mengatakan bahwa hari ini TPPKP segera mengumpulkan para pedagang Pasar Turi tahap III untuk menggali informasi tentang kebakaran itu.
"Kami akan mencari informasi terkait operasional stan mereka selama ini dan mengumpulkan saksi-saksi. Untuk saat ini kami menolak berandai-andai terkait penyebab kebakaran," ujarnya.
Di tempat terpisah, di waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Jakarta. Sekitar pukul 15.20 jilatan api mengamuk di perumahan padat penduduk di Jalan Kartini III, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Akibatnya, puluhan rumah amblas, hangus dilalap si jago merah.
Untuk menjinakkan api, diturunkan sedikitnya 18 unit mobil PMK. Petugas sempat kesulitan mengevakuasi warga yang tinggal di sebuah rumah kos-kosan, di lokasi kebakaran. Sejauh ini tidak ada laporan tentang korban jiwa.
Hingga tadi malam, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran itu. Dugaan sementara, api tersulut dari salah satu rumah yang belakangan diketahui milik Amat. Diduga terjadi arus pendek.
"Mula-mula saya melihat asap. Tak berapa lama api muncul dan begitu cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya," kata salah satu saksi mata, usai diperiksa polisi tadi malam.(ded/zul/did/jpnn)
Pasar Turi Terbakar Lagi Polisi All Out
SURABAYA - Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan kemarin sore di dua kota: Jakarta dan Surabaya. Di Surabaya, si jago merah kembali melahap bangunan Pasar Turi untuk kali kedua. Kebakaran pertama di pasar tradisional itu terjadi 26 Juli lalu.
Hingga tadi malam sekitar pukul 23.00, aparat kepolisian masih berada di lokasi terbakarnya pasar itu (selengkapnya berita tentang kebakaran Pasar Turi baca halaman Metropolis). Yakni, lantai 2, tahap III, blok S, tepatnya di sisi bagian tengah pasar tersebut.
Wajar jika polisi sangat serius menyelidiki kebakaran di pasar legendaris itu. Sebab, terbakarnya Pasar Turi pada 26 Juli lalu menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia minta polisi mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan penyebab kebakaran, apakah ada faktor kesengajaan atau tidak.
Bahkan, ketika berkunjung ke Surabaya pada 4 September lalu, SBY sempat bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Turi di ruang VVIP Bandara Juanda, Surabaya, sesaat sebelum bertolak ke Jakarta.
Kebakaran di Pasar Turi kemarin terjadi sekitar pukul 16.30. Sedikitnya 20 unit mobil PMK (pemadam kebakaran) dilibatkan untuk menjinakkan api.
Sekitar pukul 20.00, api mulai bisa dijinakkan. Banyak kejanggalan yang menjadi pertanyaan para pedagang terkait penyebab kebakaran tersebut. Misalnya, di lokasi bangunan yang terbakar itu tidak ada lagi aliran listrik sejak kebakaran pertama.
"Nggak mungkin karena korsleting," kata Abdul, karyawan toko Radana di lokasi kebakaran tadi malam. Menurut dia, tidak ada satu pun aliran listrik yang mengalir sejak stan tersebut dibuka dua minggu lalu. Pedagang, lanjutnya, menggunakan generator untuk memenuhi kebutuhan penerangan stannya. "Itu pun kami batasi penggunaannya. Sekitar jam 4, listrik langsung kami matikan," tambahnya.
Lantas, apa penyebabnya? Sengaja dibakar? Inilah yang masih terus didalami petugas gabungan dari Polresta Surabaya Utara dan Polwiltabes Surabaya. Mereka langsung menurunkan tim untuk menyelidiki lebih lanjut.
"Untuk menyelidiki kejanggalan itu, kami percayakan kepada tim Labfor," kata Kapolresta Surabaya Utara AKBP Eddy Sumitro Tambunan.
Di bagian lain, tadi malam sekitar pukul 21.00, para perwakilan pedagang yang tergabung dalam Tim Pemilihan Pasca Kebakaran Pasar Turi (TPPKP) menggelar pertemuan di posko yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi kebakaran. Usai menggelar pertemuan, Sekretaris TPPKP Arief Budiman mengatakan bahwa hari ini TPPKP segera mengumpulkan para pedagang Pasar Turi tahap III untuk menggali informasi tentang kebakaran itu.
"Kami akan mencari informasi terkait operasional stan mereka selama ini dan mengumpulkan saksi-saksi. Untuk saat ini kami menolak berandai-andai terkait penyebab kebakaran," ujarnya.
Di tempat terpisah, di waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Jakarta. Sekitar pukul 15.20 jilatan api mengamuk di perumahan padat penduduk di Jalan Kartini III, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Akibatnya, puluhan rumah amblas, hangus dilalap si jago merah.
Untuk menjinakkan api, diturunkan sedikitnya 18 unit mobil PMK. Petugas sempat kesulitan mengevakuasi warga yang tinggal di sebuah rumah kos-kosan, di lokasi kebakaran. Sejauh ini tidak ada laporan tentang korban jiwa.
Hingga tadi malam, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran itu. Dugaan sementara, api tersulut dari salah satu rumah yang belakangan diketahui milik Amat. Diduga terjadi arus pendek.
"Mula-mula saya melihat asap. Tak berapa lama api muncul dan begitu cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya," kata salah satu saksi mata, usai diperiksa polisi tadi malam.(ded/zul/did/jpnn)