Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Meretas takdir : Di-ikuti maut   Topic List   < Prev Topic  |  Next Topic >
Reply | Forward < Prev Message  | 
Meretas takdir : Di-ikuti maut

Assalamu'alaikum wr wb

28-mei-2007, Takdir dalam dimensi Tuhan adalah ketentuan yang telah pasti, secara spesifik al-qur'an memberikan informasi ekstrim bahwa takdir atau ketentuan Allah berlaku walau manusia berupaya. Contoh pada (3:154) Kisah orang yang takut terbunuh, namun di bantah oleh Allah, siapa saja ketika ketentuanNya maka pasti mati juga, (12:68) Kisah n. Yakqub yang memerintahkan anaknya untuk memasuki gerbang, sekiranya tidak mengikuti maka takdir akan terjadi, (27:57) Kisah istri n Luth yang tertinggal

Dalam dimensi manusia, takdir merupakan finalisasi upaya, sedangkan pada pelaku atau manusia sebagai pelakunya merupakan  bentuk usaha selama waktu dan ruang di berikan. Banyak kepastian terjadi sebagai finalisasi takdir atas upaya manusia, ketika orang sakit flu, maka ketika berupaya minum obat, maka finalisasi atas takdir adalah sembuh. Manakala tidak sembuh maka terentang dua jalan yakni tetap berupaya secara fisik dan kedua berupaya secara spiritual (doa)

Usaha manusia bukanlah lawan dari takdir atas manusia, namun mencerminkan peretasan jalan menuju takdir. Cerita indah terjadi saat retasan jalan itu sesuai dengan yang diharapkan, namun cerita sedih terjadi ketika retasan jalan menemui kegagalan. Keajaiban dapat terjadi saat retasan jalan sudah selesai namun takdir tidak kunjung tiba dan ketika takdir tiba maka itulah salah satu bentuk keajaiban.

Di-ikuti maut

Kisah di –ikuti maut ini merupakan kisah subyektif, namun para saksi masih ada dan paling tidak lebih dari tiga orang ikut menyaksikan kisah ini. Berawal dari kepergian ke Jakarta pada senin 14-mei-2007 lalu untuk mengikuti tranining di Inixindo ruko permata senayan, kami bertiga Agus, Wahyu dan saya sendiri  berangkat ke Jakarta. Setiba disana, pak Wahyu pulang ke rumah orang tuanya karena asli Jakarta, sedangkan kami berdua ke Penginanpan Dinkes di Hang Jebat III Kebayoran Jaksel

Tidak ada yang aneh selama mengikuti pelatihan yang sedianya berlangsung dari 14-16 mei-2007. Dan ketika hari terakhir atau rabu tgl 15-mei-2007, kami diajak oleh pak Agus pergi ke salah satu makam pendiri Islam di Jakarta Utara tepanya daerah Luar Batang Jakut

Sebelum pergi kesana, pak Agus membawa salah satu temannya dari Jepang bernama ibu Ogata, beliau adalah orang Jepang yang masuk Islam dan berniat mempelajari budaya Islam di Indonesia. Oleh pak Agus di ajak ke makam Luar Batang, berempat kami naik taksi sekitar pkl 15.30 sampai di Masjid Luar Batang Jakut.

Singkat cerita, maka menurut keyakinan masing-masing, maka pak Agus berdoa di depan makam, pak Wahyu membaca yasiin dan bu ogata sibuk dengan memotret bagian-bagian yang di anggap penting. Saya sendiri tidak beraktifitas karena menurut keyakinan saya agak berbeda dengan pak Agus, dan tidak perlu di jelaskan di-sini apa perbedaan itu. Saya justru tiduran di emperan masjid dan ke-ikutsertaan saya mengunjungi makam itu tidak lain karena menghormati pak Agus

Dalam rebahan di masjid, maka saya berangan "Siapa yang benar dalam ritual ini ?". Perlu saya tambahkan pak Agus adalah orang yang melarang di milis FTIF tentang penyebaran brosur "Lawan Mbah Marijan" setahun lalu atau tgl 20-mei-2006. Walaupun brosur yang kami sebarkan benar terjadi yakni Gempa Bumi Yogyakarta 27-mei-2006, tetap saja pak Agus membela mbah Marijan. Dalam berbagai kesempatan beliau selalu menyanjung mbah dengan mengatakan mbah M adalah orang sederhana dan hasil iklan di sumbangkan ke masjid

Jadi menurut padangan pak Agus, Mbah M adalah benar, walau brosur yang terbukti benar, maka sama sekali tidak menggoyahkan pendirian beliau. Pak Agus cukup di hormati di kalangan kampus karena beliau ber-ilmu agama tinggi dan sudah S3 alias Doktor. Beliau selama di Jepang aktif dan terpilih sebagai Ketua NU Jepang

Kembali pada cerita makam tadi, kami menyusuri daerah sekitar, terlihat kapal-kapal nelayan, daerah ikan dan terlihat pula museum bahari. Kami berjalan kaki untuk menyusuri daerah tersebut, dan dalam perjalanan, saya tetap berangan "Ya Allah, mungkin aku-lah yang salah, seharusnya seperti inilah yang benar (berdoa di makam)"

Sekembalinya di makam, kami berjalan-jalan di Bulungan di ajak oleh Pak Indra teman pak Agus dari Jepang juga. Berempat (pak Wahyu sudah pulang) kami makan malam di daerah bulungan dan sampai pukul 21.00.

Saat ketika akan tidur, tetap saja angan tentang "Siapa-kah yang benar" menjadi perhatian saya. Malam itu pak Agus melihat empat-matanya tukul, sedangkan saya tetap dalam kondisi mengiba adakah yang saya lakukan salah ? Adakah brosur itu salah ? Toh keadaan masyarakat saat ini sudah baik" Beratus pertanyaan yang saya bawa tidur dengan mengiba kepada Allah agar memberi petunjukNya

Hari ketiga atau tgl 16-mei-2007 adalah hari terakhir kami pelatihan di Jakarta ketika pulang sekitar pkl 14.00 kami berencana membeli oleh-oleh di Permata Hijau, di pilih tempat itu karena dekat dengan tempat pelatihan kami yakni di permata Senayan. Setelah timbang-meninbang kami naik taksi dan hamper 1 jam, taksi itu tidak bergerak karena terjebak kemacetan, dan akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Plasa Semanggi

Singkat cerita setelah itu, malamnya kami di jamu oleh keluarga Pak Wahyu di AbuBa Steak daerah Cipete (kalau tidak salah). Dalam perjalanan, ayah pak Wahyu melihat iklan kuku bima energi trade mark Mbah M, dan diterangkan kembali oleh pak agus mengenai kebaikan mbah M. Dalam hati saya mengiba kepada Allah, ya Tuhan-ku apakah aku salah ? mengapa tidak banyak orang yang mempercayai brosur itu ? dsb

Pendek cerita sampailah kami makan di AbuBa Steak bersama keluarga besar pak Wahyu dan kembali pulang ke Dinkes Hang Jebat. Saya dan pak Agus sekamar berdua, namun beda masing-masing pikiran,  pak Agus melihat tukul sedangkan saya tetap bertanya beratus pertanyaan "Ya Allah tunjukkan kekuasaanmu, siapakah yang benar ?" sampai tertidur.

Subuh kami harus berbenah, hari kamis tgl 17-mei-2007, kami bertiga harus berangkat ke bandara untuk pulang ke Surabaya dengan penerbangan pkl 08.10 Batavia Air. Dalam perjalanan selalu saja yang terpikirkan adalah "siapa yang benar ?", mungkinkah saya hanyalah debu yang tidak berarti ?

Ketika naik pesawat Batavia yang harus terdelay 2 jam, maka pertanyaan "siapa yang benar selalu terulang", seharusnya saya itu berkarir, dan hanya berpikir sisi ilmiah sesuai bidang saya, ndak perlu-lah memikirkan hal-hal ketuhanan, cukuplah kitab-kitab itu sudah jelas.

Diangkasa saya melihat garis-garis pantai utara, dari Jakarta-Semarang-Blora dan Surabaya. Terlihat dari udara garis-garis pantai dan garis lempeng pantai. Saya berpikir "Ya Tuhan mereka sudah baik tidak perlu saya berinisiatif mengulas tentang ketuhanan". Penuh dengan nada sedikit keputus-asaan dan berpandangan brosur gempa yogya itu tidak berguna sama sekali dan bahkan berpikir itu hanyalah kebetulan saja

Saat sampai di Surabaya sekitar pkl 12.30-13.00 siang di rumah sidoarjo, maka terlihat berita :

1)    Mobil Honda jazz jatuh di permata hijau (Kamis, 17/05/2007 14:03 WIB Mobil Terjun dari ITC Permata Hijau Ringsek, 3 Penumpang Tewas)
2)    Gelombang Pasang di hampir sepanjang pantai ( Jumat, 18/05/2007 07:43 WIB Gelombang 7 Meter di Pantai Pelabuhanratu Buat BMG Bingung -
 Sebelas propinsi terkena Gelombang Pasang mei-2007

Saya tidak berpikir aneh ttg berita itu, kecuali memang sudah takdirnya. Dan bergulirlah berita-demi berita sampai terdengar berita Ada orang jepang yang ikut menjadi korban tertimpa Crane. ( Kamis, 24/05/2007 16:46 WIB Warga Jepang Korban Crane Dirawat di RS Jakarta .)

Dengan ketiga berita itulah saya langsung berpikir ? Mungkinkah ini jawaban Allah atas iba-an untuk menunjukkan kekuasaanNya. PErtanyaan tentang ketiga maut diatas kalau boleh disebut maut menjadi catatan tersendiri dan akhirnya saya sempat mengatakan kepada pak Royyan, bahwa dibalik tiga maut itu (permata hijau, Laut naik dan Jepang) merupakan kisah unik saat saya pergi ke Jakarta

Permata Hijau  :: Permata Senayan
Laut naik         :: Makam Luar Batang/ Muara Angke Meluap
Bu Ogata (Jepang)    :: Korban Crane  dari JEpang

Saya tidak menyimpulkan atas takdir itu karena setiap orang memiliki takdirnya, namun untaian takdir dapat ber-efek pada orang lain sebagai prespektif yang lain

Dalam kaca-mata ilmu pengetahuan air laut naik/pasang sudah dijelaskan, dalam kaca mata safety car, mobil yang jatuh juga telah di ketahui penyebabnya dan acakan orang Jepang adalah pertanyaan besar dan tidak bisa di jawab secara ilmiah ? mengapa orang jepang ikut menjadi korban ?

PAsti yang membaca kisah ini memiliki prespektif bahwa hal itu terlalu di sederhanakan dan terlalu mengada-ada. Baiklah saya pun setengah percaya. Kisah unik ini berlanjut ketika kemarin jumat-sabtu (25-26 mei-2007)  ketika saya, pak Wahyu, supra dan Wimbo harus rapat di bromo cottage atas undangan pihak PT. AL. Sebenarnya hanya supra + wimbo saja yang berangkat, berhubung sehari sebelumnya yakni tgl 23-24 supra baru saja dari Jakarta, maka supra mengajak saya untuk pergi.

Dan karena ingin meng-adem-ademkan supra, maka saya ikut ke bromo cottage dan saya ajak pak Wahyu untuk pergi ke bromo cottage. Dalam perjalanan sehabis jum;atan dan ketika berada di hutan kelak-kelok menuju bromo cottage, terdengar di radio ttg Bantahan pak SBY atas tuduhan Amien Rais, neyeletuk saya berkomentar, "Waduh jika saling bantah ini saya kuatir besok akan terjadi bencana"

Dalam kesempatan di perjalanan menuju bromo cottage itulah saya ungkap mengenai kisah perjalanan unik ke Jakarta. Secara guyon kepada pak Wahyu saya ceritakan "mengapa tiga maut itu berkaitan saat kita di Jakarta ?". Pak Wahyu (salah satu yang ikut ke Jakarta) menanggapi secara guyon saja dan saya-pun dalam keadaan santai.

Saat menginap di bromo cottage itulah TV-TV menyiarkan persiapan setahun  Gempa Yogya dan saya sebagai salah satu actor penyebaran brosur merasa sedih dan lebih sedih lagi ketika pelajaran di brosur yang sebarkan itu, tidak terungkap

Hati ini menjadi trenyuh dan berandai "Seandainya mereka mendengar atau menjadikan serius atas brosur itu tentu korban tidak banyak". Mengapa pula sudah satu tahun ini tidak berpengaruh secara nyata atas pelajaran bencana ? Mengapa peranan Allah di tiadakan dalam bencana bahwa mereka sudah diperngatkan ? Mereka memandangnya dalam sudut : Wajar bagi bangsa Indonesia yang terkena bencana sebab berada di lingkungan yang rawan

Bukankan ketika Adam Air jatuh 1-1-2007 semua orang menghujat Adam air dan bahkan di banyak milis beredar "Danger  Flying in Indonesia" yang menempatkan Garuda sebagai salah satu yang teraman ? Bukankan ketika Garuda terbakar 7-3-2007 sebagai jawaban atas hal itu. Bukankah pula banyak bukti  yang telah tercatat bahwa di balik bencana ini ada rencana atau scenario Allah atas bangsa ini ?

Kembali pada ketrenyuhan hati, hingga hati menjadi bimbang untuk meneruskan tulisan yang menggugah bagi masyarakat atas scenario Allah. Sabtu dini hari saya dan wimbo ikut naik ke penanjakan dank ke pasir bromo karena dari panitia menyediakan gratis, perjalan berliku-liku dan sangat berbahaya, Wimbo nyeletuk koq ada wonokotri disini kayak di surabaya saja, singkat kata akhirnya sabtu siang kami kembali ke Surabaya

Tibalah peringatan genap 1 tahun gempa yogya 27-mei-2007 dan apakah yang terjadi ?

Truk Terguling ke Jurang, 12 Tewas
PASURUAN - Sebuah truk bak terbuka yang sarat penumpang terguling ke jurang di Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 18.30 kemarin. Hingga pukul 23.30 tadi malam, 13 orang dipastikan tewas dan sedikitnya 22 orang luka parah karena tergencet badan truk.

Truk Masuk ke Jurang, 12 Orang Tewas
Mengangkut jemaah yang hendak mengikuti Yasinan terguling.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Bromo, tepatnya di Desa Wonokitri, Kecamatan Pasrepan, sekitar 45 km dari pusat Kota Pasuruan, Minggu (27/5) pukul 18.30 WIB.

12 orang tewas akibat truk terguling di tosari pasuruan !. Bukankah kemarin kami ke situ. Perlu di ketahui jalur bromo ada dua yakni lewat pasuruan-tosari (bromo cottage) dan probolinggo-tongas-ngadisari (grand bromo). Dibandingkan probolinggi, jalur pasuruan ini terbilang kurang terkenal dan medannyu sulit.

Entahlah takdir mengatakan panitia harus memilih bromo cottage (Tosari) dimana kecelakaan itu berada. Saat bertemu pak Wahyu senin 28-mei-2007, pak Wahyu akhirnya mulai percaya bahwa kita di-ikuti takdir maut, Beliau mengatakan kalau di Jakarta ada tiga orang yakni Agus, Wahyu dan Saya sedangkan di Tosari Pasuruan hanya Wahyu dan Saya .

Dengan cepat saya mengatakan pada pak Wahyu, tidak usah takut pak Wahyu, bukan sampeyang yang di-ikut maut tetapi saya. Kemudian saya jelaskan bahwa semua yang berkenaan itu tidak lain adalah isyarat agar kita dapat membaca isyarat itu. Walau ada korban dan semoga masuk surga, namun jejak empat peristiwa maut yang mengikuti adalah pelajaran dari Allah agar kita dapat berbuat yang lebih besar yakni mencegah dan mengabarkan akan datangnya bencana yang lebih besar

Sebagaimana ketika ada kereta api yang dikemudikan orang gila melintas sby-sda-bangil tgl 11-mei-2006 sebelum gempa yogya dimana orang ramai dengan merapi, maka saat itu saya disuruh membaca bahwa yang berbahaya saat merapi panas tahun lalu adalah justru gempa bumi. Dengan israyat itulah akhirnya saya hakul yakin untuk berangkat ke yogya menyebarkan brosur waspada gempa

Begitu pula yang saat ini, namun saat ini saya tidak sebersih tahun lalu, sehingga isyarat dari Allah itu tidak bisa saya terjemahkan atau memang saya di suruh bersabar atas apa yang terjadi atau apa yang pernah di tuliskan O|O sedang berlangsung ?

Saya yakin atas skenario Allah ini dan kalau-pun nanti dituliskan atas O|O yang sedang berlangsung, adalah mengkuatirkan disebut sebagai paranormal, padahal saya bukanlah paranormal, biarlah bencana itu terjadi kalaupun di tuliskan sedikit sekali yang mempercayai, sebagaimana lumpur lapindo yang meluap di sda dimana dekat tempat saya tinggal, biarlah para ulama, teknokrat berupaya untuk menghentikannya. Dalam kacamata saya, lumpur itu adalah ujian keimanan bagi yang yakin akan Kekuatan Allah

Wassalamu'alaikum wr wb

Wallau'alam



Mon May 28, 2007 3:29 pm

dwi.syn@...
Send Email Send Email

Forward
< Prev Message  | 
Expand Messages Author Sort by Date

Meretas takdir : Di-ikuti maut Assalamu'alaikum wr wb 28-mei-2007, Takdir dalam dimensi Tuhan adalah ketentuan yang telah pasti, secara spesifik al-qur'an...
dwi sunaryono
dwi.syn@...
Send Email
May 28, 2007
3:34 pm

Assalamu'alaikum wr wb Membaca artikel Bpk di Meretas takdir : Di-ikuti maut rasanya saya trenyuh dan juga bersimpati. Saya harapkan agar Bpk terus untuk...
abdullah bash
abdullah_bash
Offline Send Email
May 29, 2007
9:16 am

Menanggapi tulisan dan harapan pak Dwi dalam artikel Meretas takdir : Di-ikuti maut ijinkan saya untuk meneruskan-nya karena disebutkan : Begitu pula yang...
m adita
m_adita_ramadi
Offline Send Email
May 31, 2007
9:13 am

ukhti & akhi',,. Tolong sebarkan berita ini pada semua umat islam. kalau beli AL-QURAN yang dicetak dalam edisi baru, hati-hatilah kerana ada 4 surah palsu...
sang mahapatih
sangmahapatih
Offline Send Email
Jun 5, 2007
3:44 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help