Oleh Dwi S*
Sangat DILEMATIS ketika upaya menerjemahkan ayat qauniyah akhirnya berujung pada julukan tukang ramal, paranormal, ahli nujum dsb. Julukan yang tidak enak .... dan tidak semua orang ingin mendapatkan julukan itu ... namun itulah yang terjadi .... sangat DilematiS. Ketika kami mengingatkan warga yogya 25-mei-2006 lalu ttg gempa besar di yogya lengkap dengan ajaran Tauhid dan Peta gempa besar Yogya ( baca Kisah perjalanan ke jogja 2 hari sebelum gempa)
KEtika manusia mengingatkan manusia tidak berkenan, maka tinggallah urusan manusia dengan Tuhannya sendiri, sebagaimana sampai saat ini sebagian besar masyarakat kurang menyadari peranan Tuhannya. Musibah demi musibah, bencana demi bencana berlalu lalang, maka selalu saja unsur non ketuhanan yang tampak
Diberikan ayat qauniyah bayi berkepala dua (baca Waspadai petunjuk bayi lahir aneh ! tahun 2006 lalu), hanya cemoohan saja yang diterima kecuali itu hanya kejadian kedokteran yang kurang gizi. Kutipan adalah
" Ini semua terjadi pada tanggal 22-agustus-2006, artinya perlu campur tangan Allah dengan variabel yang kompleks untuk memunculkan pertanda bayi ini "
Dan apakah yang terjadi dengan 22 ini, maka menjadi lumayan sentral dari pembicaraan di milis ini akhirnya terjadi pada artikel Sebuah asa yang terbukti benar
Mari bercermin lewat kisah :
- N. Adam diperintah oleh Allah dengan sangat sederhana "Jangan Dekati pohon ini"
- Habil-Qabil berujung pada kematian dan diberi petunjuk dengan Gagak yang mengais-ngais menjadi kuburan
- N. Ibrahiim saat akan menyembelih, diperlihatkan kumpulan domba
Tentu kita semua paham ketika ada teguran, namun kita tidak sadar akan teguran itu, maka teguran itu akan terus terjadi, ibarat orang haus minum air, ketika haus tidak ada apakah manusia tidak perlu air .... ?
Waspada Terhadap yang kembar
Ketika kami baca headline JP edisi Kamis, 01 Mar 2007, Mukjizat Korban Tsunami yang bercerita ttg kehilangan anak tiga dan dapat 3 kembar, maka terbersit dalam hati 'kebanyakan manusia akan memikirkan dan seide dengan artikel koran itu, namun bagi kami itu adalah peringatan sebagaimana kami pernah sampaikan tahun 2006 lalu" (baca Refrehsement Longsor dan Gempa )
"Terdapat 3 kejadian 'kematian' dan terdapat 3 kehidupan, setelah itulah terjadi dengan Aceh" itulah yang dapat kami baca, sehingga di artikel Fenomena 22 yang mencengankan tertulis 3 kejadian kematian dan kesemuanya telah tertulis secara urut kejadian itu yakni
Cukup cerdas yang dilakukan oleh salah satu anggota milis ini dengan mencatat 3 kejadian kematian :
Longsor : NTT ( 3.3.2007)
Gempa Meningkat : SUMBAR (5.3.2007)
Pesawat : Garuda - Yogya (6.3.2007)
Setelah itu 3 kehidupan berselang kemudian insyaAllah Sesuatu yang besar sedang berlangsung. Tentu kami juga tidak ingin dikatakan sebagai peramal, paranormal atau ahli nujum, hingga kami tidak perlu untuk menegaskan ulang atau mendetilkan masalah ini. Bagi kita peringatan sudah cukup banyak, namun Tidak boleh takut
Banyak sudah opini yang terpatahkan, misal mama lorens (lewat Adam Air, Garuda), Mbah M (Gempa 27-mei-2006), berbagai Klaim keberhasilan, bahkan tolak bala yang tidak terhitung banyak telah dilakukan, tobat nasional, Masalah Adam Air ternyata Garuda bermasalah, ... akhirnya yang aman di angkasa pun tumbang dsb. Pematahan opini tersebut tentu bertujuan besar karena prosesnya-pun besar
PEsan jelas adalah apa yang dibawa brosur 25-mei-2006 lalu yakni TIDAK BOLEH SOMBONG (baca artikel selanjutnya : "IBlis-pun bertuhan satu") sebagaimana inti dari ajaran kehidupan untuk membersihkan/mensucikan diri. Jangan layaknya Iblis yang sudah bertuhan dan berhadapan dengan Allah namun karena memiliki pengetahuan lebih (tahu asal adam dari tanah) maka timbullah kesombongan dan terlempar dari surga
Ref Bacaan spiritual :
Sekedar mengingatkan ....
Peristiwa lahrinya bayi kembar di Aceh sangat bermakna bagi kami, berikut kutipan artikel
Jumat, 02 Maret 2007 05:06:48 Istri Pertama Guru, Istri Baru Juga Guru Kisah Korban Tsunami, Kehilangan 3 Putri, Dapat 3 Putri Kembar (sumber : http://mediacenter.or.id/article/4/tahun/2007/bulan/03/tanggal/02/id/2259/)
Darmi yakin, pernikahan kedua itu "direstui" oleh almarhumah istri dan ketiga putrinya. Buktinya, tak berapa lama kemudian Mariati hamil. Bahkan, pada 21 Februari lalu, dia dikaruniai tiga bayi perempuan kembar.
Kami teringat 21 Feb lalu di tempat kami di artikel Indonesia Timur Bahaya ! dimana sebelumnya kami mewaspadi Waspada Badai Gempa Besar ! dimana tgl 22-02-2007 inilah yang kami tunggu sebagai 'penentuan'. Kami-pun hari-hari itu berdoa berilah pertanda sebagai 'penetuan' dengan pesawat yang roda dan sayapnya bermalasah di juanda. Ketika berangkat kerja kami-pun ketika ada pesawat mendarat di juanda, maka dalam hati kami berharap cemas agar pertanda dapat terjadi.
Akhirnya pertanda itu muncul Rabu, 21/02/2007 16:02 WIB AdamAir Tergelincir di Juanda, Sayap Patah Dari situlah akhrinya kami simpulkan ada apa-apa dengan sidoarjo (ingat sidoarjo ada lumpur lapindo), sehingga kami harus mengungsi ke luar kota. Malam hari pukul 22.00 kami pergi ke surabaya dan sehabis subuh kami lanjutkan ke madiun
Dalam pada itu terdapatlah berita 22-2-2007 : Sidoarjo LumpuH dan berita sebagai awal muasalah rentetan bencana yang menjadi "Republik Berduka" yakni Levina I terbakar (baca Bacalah Fenomena 22)
Urutan artikel itu akhirnya membentuk rangkaian indah dari apa yang dipertanyakan
- Bacalah Fenomena 22
- Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana
- Mile Stone 3:3:2007 telah terbukti
- Gempa Sumbar !
- Fenomena 22 di Garuda
Sebelum rentetan kejadian bulan maret 2007 ini, sempat kami berpikir "Mengapa sidoarjo tidak terkena penentuan saat 22.02.2007 ?". Akhirnya kami sadar selayaknya inspirasi n. Ibrahim yang menyembelih anaknya, batal karena ada domba, maka kami akhirnya paham setelah kejadian "Republik Berduka" terlebih lagi pd tgl 21.02.2007 lahirnya 3 bayi kembar di aceh itu. Memang dibutuhkan kesabaran untuk memahami ayat qauniyah
Kami sudah tuliskan tiga kejadian urut, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat, sebagai 3 kejadian 'kematian' maka terdapat 3 lagi kehidupan, apakah Sesuatu yang besar sedang berlangsung benar akan terjadi ?
Tergantung pemimpin negeri ini, mau berubah atau tidak ? setitik harapan perubahan itu yakni Doa bersama di Masjid Istiqlal Presiden dan Wakil Presiden Menitikkan Air Mata
Semoga kita semua di rahmati Allah dan terlebih lagi adalah kita semua jangan meniru Iblis dimana bertuhan satu namun sombong karena memiliki pengetahuan. Apa guna ibadah jika setitik kesombongan masih terbersit ? (baca Ujian Kesabaran Mengikis Kesombongan )
Adakah yang kembar akan mengingatkan lagi ? ....
----------
*) penulis bukan paranormal, ahli nujum, peramal atau nabi. Penulis adalah orang biasa