
Dari wartawan surya online
| ||
SBY-Ebiet Duet "Untuk Kita Renungkan", Ingatkan Jangan Putus Asa Hadapi Bencana
| Monday, 05 March 2007 | |
| Jakarta Kita Mesti Telanjang dan Benar-benar Bersih Suci Lahir dan Didalam Bathin Tengoklah Kedalam Sebelum Bicara Singkirkan Debu yang Masih Melekat oh.. Singkirkan Debu yang Masih Melekat Anugrah dan Bencana adalah Kehendak-Nya Kita Mesti Tabah Menjalani Hanya Cambuk Kecil Agar Kita Sadar Adalah Dia Diatas Segalanya oh.. Adalah Dia Diatas Segalanya ... Inilah petikan lagu kenangan Untuk Kita Renungkan yang dibawakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan petikan gitar penyanyi Ebiet G Ade. SBY-Ebiet ini duet di depan peserta silaturahmi anggota legislatif Partai Demokrat se Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (4/3) pagi. Dengan suara agak fals, SBY yang mengenakan kemeja biru duduk santai di sebuah kursi sisi kiri Ebiet G Ade. Ia terlihat begitu menghayati setiap lirik lagu yang diucapkan. Bahkan, Ibu negara Ani Yudhoyono diam-diam juga ikut serta menjadi backing vokal ketika SBY membuka suara. Dengan sedikit malu-malu, Ibu Ani Yudhoyono mengikuti lantunan lagu yang dibawakan suaminya dari tempat duduk. Tepuk tangan bergemuruh di ruangan itu. Agenda SBY untuk bernyanyi ria dengan Ebiet G Ade, sebenarnya diluar agenda yang ditetapkan petugas protokoler Istana. Presiden tampil setelah didesak Ebiet dan sejumlah anggota DPR asal partai demokrat. "Tadi saya lihat anggota Partai Demokrat menyanyi semua. Saya ingin bernostalgia, beberapa tahun lalu Pak SBY suka menyanyi lagu saya Untuk Kita Renungkan. Kalau beliau sedang ingin dan tidak berkeberatan, saya berbahagia sekali kalau ditemani. Saya tidak tahu, apakah ini boleh apa tidak. Kalau sebelum jadi presiden, saya merasa nyaman mengajak beliau menyanyi, tapi setelah jadi presiden, saya takut dimarahi protokol," sindir Ebiet. Ternyata pancingan Ebiet ini didukung undangan yang hadir. Awalnya, SBY enggan menerima ajakan Ebiet. Namun lantaran sang istri ikut mendesak, berdirilah SBY dan mendatangi Ebiet sambil tersenyum. Kursi tambahan dengan segera dihadirkan sejumlah petugas paspampres. "Saya lupa dengan kata-katanya...," tutur SBY ketika berdampingan dengan Ebiet. Ebiet yang menangkap maksud SBY, langsung menjawab tangkas. "Saya bawa kata-kata dan liriknya. Saya yakin masih ingat, tapi karena saya tahu persis presiden itu tidak boleh salah, walau dalam bernyanyi, maka ini saya berikan," tutur Ebiet sambil memberikan secarik kertas kepada SBY. Mula-mula petikan gitar yang terdengar. Tak berapa lama, pecahlah lantunan lagu Untuk Kita Renungkan dari suara SBY. Tepuk tangan membahana. Seorang pria tengah baya, sempat menyeka air mata ketika mendengar dendang lagu SBY dan Ebiet ini. Dan tak terasa lagu ini berakhir dengan penuh emosi. Sejumlah anggota legislatif meminta duet SBY berlanjut, namun ia menampik tawaran itu. "Tepuk tangan...luar biasa. Bung Ebiet ini sahabat lama. Saya sudah kenal sekian tahun lalu. Dan terus terang, istri saya juga tahu, saya sangat menyenangi lagu-lagu beliau, bukan hanya nada tapi juga liriknya," puji SBY. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini menambahkan lagu yang baru saja dinyanyikan ini memiliki pesan moral dan spiritual yang sangat dalam. Saat menghadapi bencana, marilah pertama kita kembalikan kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Dalam menghadapi bencana, petiklah pelajaran dan mawas diri. Tapi diatas segalanya, janganlah putus asa, kita memahami hakekat itu semua dan kita keluar dari semua untuk membangun esok yang lebih baik. "Saya memaknai lagu ini bahwa di mata Allah, manusia itu sangat kecil, tapi Allah mencatat sekecil apapun pikiran baik, perilaku baik dan ikhtiar kita sebagai manusia. Terima kasih bung Ebiet," urai SBY. Melengkapi lagu Untuk Kita Renungkan, Ebiet yang memulai dengan lagu Lolong dan Elegi Esok Pagi ini akhirnya menutup perhelatan musiknya dengan lagu Berita Kepada Kawan. Dendang dan tepuk tangan kembali bergemuruh dalam ruang hotel Sahid ini. Usai menuntaskan lagu pamungkas, kembali Ebiet mengutarakan gurauan kepada SBY. "Kader Partai Demokrat semua sibuk. Padahal saya ingin membawa 24 lagu. Tapi saya ingat presiden pernah membisikkan ke saya, kapan-kapan ke Istana. Kalau jadi, akan saya siapkan 24 lagu untuk saya nyanyikan," pungkasnya. |
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people who know.
