Search the web
Sign In
New User? Sign Up
the_untold_stories · The_Untold_Stories Organization
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.

Messages

  Messages Help
Advanced
Mile Stone 3:3:2007 telah terbukti   Message List  
Reply Message #631 of 1048 |
Mile Stone 3:3:2007 telah terbukti

Sekali lagi fenomena musibah yang merupakan peringatan dariNya telah tertuang, ketika artikel
Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana telah tertulis salah satu inspirasi Adakah input untuk Pertanda Musibah berikutnya ,  maka terdapat catatan  kaki  3:3:2007 adalah mile stone berikutnya, Sekali lagi kenyataan pahit harus di terima NTT salah mobil pemadam yang di korupsi ! di artikel Kebakaran Vs Korupsi :
 
"Ada tujuh provinsi yang menganggarkan proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan termasuk di Kaltim. Hasil temuan KPK mengatakan bahwa petunjuk dari Mendagri memberikan spesifikasi barang untuk pengadaan mobil pemadam tersebut hanya ada di satu perusahaan milik Daud (kontraktor-red)," beber Sinaga.


Memang musibah dan bencana adalah ketetapanNya, tujuan untuk musibah itu jelas adalah perbaikan, perbaikan yang mengingatkan kita semua agar berlaku baik dalam segala aspek, sebab bagaimana lagi sang  Maha Kuasa mengingatkan kita agar berbenah kalau bukan lewat 'sakit'.

Di tahun lalu milis ini telah memperingatkan "Waspada hal Kembar", bukan karena ramalan, prediksi, namun berdasarkan terjemahan ayat qauniyah yang jelas, semakin di buat jelas, semakin membuat takut, sehingga " yang kalau di terangkan sedini mungkin, banyak yang tidak berkenan " Hal ini pernah dituliskan Hal ini pararel dengan kemunculan angka kembar (baca 1-1-2007 dan 2-2-2007 adalah hal yang kembar "waspada terhadap yang kembar : :

SBY dan masyarakat sudah melupakan Rabu, 28 Feb 2007 Solusi Adat, SBY Hanya Bergurau bisa jadi, lupa pula dengan kutipan ini :

"Pada kesempatan itu pula dicanangkan di Nagari Parit Malintang : Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari 22-09-2006 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (21/9) siang berada di Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat meresmikan program Pencanangan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari. "


Lihatlah di dalam banyak teguran sang Maha Kuasa, maka SBY mengklaim sebelas keberhasilannya, mengapa sebelas ? ini menarik sesuai dengan siklus yang banyak dibahas 2 , 11 dan 22. Klaim ini insyaAllah sebentar lagi akan terjawab dengan pelajaran yang mengingatkan agar tidak lupa dan berlindung dengan keberhasilan sebelas dibawah ini

Sebelas warisan masalah itu adalah kasus Aceh, perseteruan RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), konflik Papua-Irian Jaya Barat dengan Majelis Rakyat Papua (MRP), kasus pelanggaran HAM Timor Timur, serta embargo militer AS, Eropa Utara, dan lain-lain. Juga, masalah APBN yang tidak sehat, utang Indonesia kepada IMF dan rasio utang terhadap GDP yang terlalu tinggi, Dipasena Lampung, serta ancaman arbitrase dari Cemex, Karahabodas, Blok Cepu, dan Texmaco.
Sumber : http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8272

Utamanya kasus minyak Blok Cepu yang sangat merugikan masyarakat kecil, tidak percaya silakhkan anda kunjungi cepu, bojonegoro. Perhatikan ledakan pipa gas pertamina di Lapindo 22/11/2006, lagi-lagi angka yang mengingatkan "Berbuatlah adil bagi masyarakat utamanya golongan kecil",

Kita menunggu, semua menunggu , ada apa dengan sebelas 11:3:2007 lagi, silahkan mengklaim,
Minggu, 04/03/2007 11:52 WIB SBY Anggap Tudingan Tebar Pesona Seninya Politik namun nyata ketika Ibu kota kebanjiran 2-2-2007 berbagai Acara TV saling berlomba untuk unjuk sosial, Ketika kru TV menjadi korban, maka SBY, JK -pun ikut berduka dengan kirim karangan bunga , lalu bagaimana orang kecil yang hilang Senin, 05/03/2007 04:11 WIB Korban Tewas Longsor Manggarai Jadi 34, Hilang 40


Catatan penting :

Berita Sebelas Keberhasilan :

Senin, 05 Mar 2007, SBY Mulai Konsolidasi Partai

Klaim Keberhasilan di Depan Kader Demokrat
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai mengonsolidasikan kekuatan politik. Kemarin, dia bertemu anggota DPR dan DPRD dari Partai Demokrat se-Indonesia sekaligus memberikan beberapa instruksi khusus.  Ada 1.036 anggota DPR-DPRD yang hadir dalam silaturahmi nasional anggota legislatif Partai Demokrat yang diadakan sejak Jumat lalu di Hotel Sahid Jaya itu. Rinciannya, 60 anggota DPR, 145 anggota DPRD provinsi, dan 831 anggota DPRD.

Di depan kader Partai Demokrat (PD) itu, SBY mengklaim, dalam 2,5 tahun kepemimpinannya, dirinya berhasil menyelesaikan sebelas masalah yang merupakan warisan pemerintahan sebelumnya. Sebagian besar prestasi tersebut, kata dia, tidak diketahui masyarakat.

Sebelas warisan masalah itu adalah kasus Aceh, perseteruan RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), konflik Papua-Irian Jaya Barat dengan Majelis Rakyat Papua (MRP), kasus pelanggaran HAM Timor Timur, serta embargo militer AS, Eropa Utara, dan lain-lain.

Juga, masalah APBN yang tidak sehat, utang Indonesia kepada IMF dan rasio utang terhadap GDP yang terlalu tinggi, Dipasena Lampung, serta ancaman arbitrase dari Cemex, Karahabodas, Blok Cepu, dan Texmaco.

"Semua masalah itu adalah warisan pemerintahan terdahulu. Alhamdulillah, pada pemerintahan yang saya pimpin, semua bisa diselesaikan," ujar SBY kemarin.

Kasus Aceh, kata dia, sudah berhasil diselesaikan dengan MoU di Helsinki. Perkembangan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) saat ini menggembirakan dan berhasil menyelenggarakan pilkada dengan lancar serta damai. Begitu pula, konflik Papua sudah reda. "Dalam forum-forum internasional, saya menyampaikan bahwa Papua telah dikelola dengan arif, tepat, bijak, dan penuh kebersamaan dalam keluarga besar bangsa Indonesia," ungkapnya.

Kasus HAM Timtim (sekarang Timor Leste), kata SBY, juga bisa diselesaikan. Kalau sebelumnya Indonesia dianggap sebagai negara pelanggar HAM dalam kasus Timtim, sekarang diselesaikan dengan mencari kebenaran, rekonsiliasi, dan menjalin persahabatan. "Kita sekarang juga menjadi anggota Komisi HAM PBB," jelasnya.

Salah satu yang dibanggakan SBY adalah pelunasan utang Indonesia kepada International Monetary Fund (IMF). Menurut dia, rasio utang juga terus turun. Saat ini, rasio utang luar negeri pemerintah sudah di bawah 40 persen. Bahkan, angka tersebut jauh lebih baik daripada negara-negara tetangga. "Krisis utang Indonesia telah berakhir," tegas SBY yang juga ketua Dewan Pembina PD tersebut.

Kepada para anggota legislatif dari PD, dia juga meyakinkan bahwa Indonesia berada dalam jalur yang benar. "Indonesia is on track. World Bank juga mengatakan seperti itu," ujar SBY yang kemarin mengenakan kemeja biru dengan pin Partai Demokrat itu.

Dia menyatakan, dalam banyak hal, keadaan negara terus membaik. Hanya, karena ada external shock, yakni salah satunya kenaikan harga BBM, Indonesia masih harus berjuang mengatasi kemiskinan serta pengangguran.

"Atas perkembangan situasi nasional dan kinerja pemerintah yang saya pimpin, seluruh kader Partai Demokrat harus meyakini dan percaya bahwa keadaan negara membaik. Karena itu, kuasai semua fakta dan realitas yang sesungguhnya," tegasnya.

Dia menegaskan, tugas utama PD saat ini adalah ikut mendorong suksesnya program-program pemerintah. Karena itu, dukungan semua anggota legislatif dari PD kepada pemerintah perlu lebih diefektifkan, baik pada tingkat pusat, provinsi, kabupaten, maupun kota. "Kalau tidak gigih menyukseskan program-program di daerah, program-program di tingkat nasional juga tidak akan berhasil," ungkapnya.

Ketua Fraksi PD di DPR dan ketua DPP Partai Demokrat diminta memberikan data-data kemajuan yang dicapai pemerintah kepada seluruh anggota Fraksi PD. "Itu penting dilakukan agar para kader Demokrat bisa mengatakan kepada masyarakat bahwa pemerintah sudah berhasil. Tentunya dengan fakta dan data," ujarnya.

SBY menyatakan, sebagai partai yang sedang memegang kekuasaan, PD juga harus mendukung pemerintahan di daerah. "Meski gubernur dan bupati tidak dari Partai Demokrat, jika mereka kerja untuk rakyat, dukung mereka, bantu mereka," katanya.

Komunikasi politik yang baik merupakan investasi bagi karir politik setiap kader parpol. Setiap kader Demokrat harus jujur kepada rakyat, menghindari caci maki, dan menjalin hubungan baik dengan pers. "Saya tidak suka menyampaikan hal-hal yang tidak ada. Jangan bohongi rakyat. Katakan apa yang belum tercapai dan minta maaf," tegasnya.

Khusus kepada anggota legislatif dari PD, SBY juga menyampaikan pentingnya menjaga tata krama dalam berpolitik. Sebagai anggota parlemen, tentu saja mereka boleh mengkritik dan mengoreksi. Tapi, menurut SBY, hal tersebut harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang tepat.

"Saya tidak suka kalau ada anggota legislatif dari Partai Demokrat yang memaki-maki pemimpin, misalnya kepala daerah. Sebab, saya yakin, kader-kader Partai Demokrat juga tidak akan ikhlas bila pimpinannya dimaki-maki orang," katanya.

SBY menambahkan, setiap kritik yang keluar wajib disertai solusi dan approach (pendekatan, Red) yang baik. "Hati-hati, apa pun yang kita katakan dan lakukan, pasti akan selalu dinilai rakyat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, SBY menekankan pentingnya menjaga integritas partai dan semua kader PD. Caranya, jelas SBY, mencegah terjadinya praktik korupsi, tindakan asusila, dan pameran perpecahan.

Terkait dengan persoalan perpecahan, SBY menganalogikan kehidupan partai politik dengan keluarga. Menurut dia, jangankan parpol yang beranggota banyak orang, dalam sebuah rumah tangga saja bisa terjadi perselisihan.

"Jangan senang menunjukkan kepada orang luar kalau kita ini lagi berantem. Ayah ibu di rumah kan juga pernah berantem. Tapi, tidak perlu diwartaberitakan ke mana-mana. Selesaikan saja secara baik," ujarnya. SBY berharap, anggota legislatif dari PD mampu menampilkan dan menunjukkan citra diri yang matang kepada rakyat.

Satu lagi instruksi SBY kepada anggota DPR dan DPRD Partai Demokrat adalah rajin turun ke bawah. Anggota DPR rajin turun ke daerah, anggota DPRD provinsi rajin turun ke kabupaten/kota, dan anggota DPRD kabupaten/kota turun ke kecamatan dan desa.

"Saya juga turun ke seluruh daerah untuk mengetahui langsung kondisi rakyat. Meski sebagian pihak mengatakan itu tebar pesona, saya anggap nggak apa-apalah. Itulah seninya politik, anggap saja sebagai kritik yang konstruktif," katanya.

SBY juga menyinggung soal revisi PP 37/2006 yang mengatur dana rapel anggota DPRD. Sebelumnya, saat pembacaan sembilan pernyataan sikap anggota DPR/DPRD Partai Demokrat, salah satu poinnya adalah mendukung revisi PP kontroversi itu. Saat poin tersebut dibacakan, suara riuh, tawa, dan tepuk tangan campur aduk di Ballroom Sahid Jaya Hotel.

SBY pun mengomentari sikap yang ditampakkan anggota DPRD PD itu. Secara implisit, SBY meminta anggota legislatif PD yang terkena ketentuan revisi PP 37/2006 tersebut tidak ikut-ikutan mengajukan gugatan hukum pada pemerintah.

"Semua sudah dipikirkan untung ruginya, baik buruknya. Saya tidak ingin mendengar lagi, ada yang tidak mengerti persoalan ini. Tidak baik di depan rakyat, kita perjuangkan sesuatu yang tidak tepat, apalagi dengan cara yang tidak tepat," jelasnya.

Di acara kemarin, SBY didampingi ibu negara Ny Ani Yudhoyono. Hadir juga Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo, Ketua FPD DPR Syarief Hassan, serta jajaran pengurus DPP Partai Demokrat.

Acara bertambah gayeng dengan penampilan penyanyi Ebiet G. Ade. Bahkan, SBY didaulat untuk berduet dengan penyanyi gaek tersebut. Ebiet dan SBY menyanyikan lagu berjudul Untuk Kita Renungkan. (tom/pri)



Mon Mar 5, 2007 8:25 am

alkatiri.fuad@...
Send Email Send Email

Message #631 of 1048 |
Expand Messages Author Sort by Date

Mile Stone 3:3:2007 telah terbukti Sekali lagi fenomena musibah yang merupakan peringatan dariNya telah tertuang, ketika artikel Lagi Fenomena 22 : Petir...
fuad alkatiri
alkatiri.fuad@...
Send Email
Mar 5, 2007
8:25 am

Dari wartawan surya online Longsor Susulan Ancam Manggarai TELAN 89 KORBAN 42 Meninggal, 47 Hilang Ruteng - Surya Jumlah korban tanah longsor yang melanda...
komang syahputra
komang_syahp...
Offline Send Email
Mar 5, 2007
11:30 am
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help