Kebakaran yang sering melanda walau di musim hujan (Feb-Mar 2007) , kadang tidak terpikirkan. Namun jika kebakaran lebih dari satu dengan sebab berbeda, hal ini perlu mendapat perhatian serius utamanya merupakan jawaban dari artikel Aneh-aneh di Indonesia Timur
Levina terbakar, kemudian Petir membakar Istana dan belum lagi banyak kebakaran di musim hujan ini ..... sungguh aneh
Setelah saya cari ternyata kebakaran ini mengarah pada artikel berikut ini :
"Ada tujuh provinsi yang menganggarkan proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan termasuk di Kaltim. Hasil temuan KPK mengatakan bahwa petunjuk dari Mendagri memberikan spesifikasi barang untuk pengadaan mobil pemadam tersebut hanya ada di satu perusahaan milik Daud (kontraktor-red)," beber Sinaga.
Apakah kebakaran yang banyak itu menunjukkan sesuatu ? sesuai fondasi untold_stories
Hukum Allah QS 6:134 tentang bencana akan turun dengan sebab
1. Penjahat besar, tokoh, pejabat, orang kaya dan terpandang berbuat kejelekakan (QS 6:123)
2. Diantara manusia memanfaatkan manusia lainnya atau berkawan dengan jin (QS 6:128), seharusnya manusia itu memberi manfaat bagi manusia lainnya dan bukan malah berkawan dengan jin.
Bukankah aceh terkena Tsunami ketika Gub Aceh (Puteh'2004) korupsi Helikopter, dan kemudian heli itulah petunjuk terkuat ?
(baca Tanda_Tsunami_26_des_2006.doc)
- Kamis, 23 Des 2004 Menyiapkan Kunjungan SBY, Heli AL Jatuh
- Jumat, 24 Des 2004 Heli AU Tabrak Dieng, 14 Tewas Hanya Dua Jasad Yang Masih Utuh
KPK Ambil Alih Mobil Pemadam
Thu, 01/04/2007 - 08:12. www.tribunkaltim.com Samarinda, Tribun - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus dugaan penyimpangan pengadaan mobil pemadam kebakaran oleh Pemprov Kaltim senilai Rp 24 miliar, dari tangan Kejati Kaltim. Pengambilalihan ini menurut Asisten Intelijen Kejati Kaltim M Sinaga di Samarinda, Rabu (3/1) karena adanya persamaan kasus di Kaltim dengan di wilayah lain. Kasus sedemikian terjadi di tujuh provinsi di Indonesia. Kata Sinaga, pekan lalu empat penyelidik dari KPK yang terdiri dari dua orang dari kejaksaan dan dua dari kepolisian telah mengambil alih kasus pengadaan armada pemadam kebakaran di lingkungan Pemprov Kaltim. "
Sebelum ke Kejati, orang KPK itu ke pemprov lebih dulu meminta data-data. Orang Pemprov Kaltim mengatakan data itu sudah di kejaksaan. Lalu empat orang KPK ketemu saya dan menjelaskan kasus itu juga ditangani KPK," tutur Sinaga.Dijelaskan Sinaga, KPK mengambil alih kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran berdasarkan adanya temuan untuk pengadaan mobil pemadam tersebut telah mendapatkan petunjuk dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri) yang ketika itu dijabat Hari Sabarno.
"Ada tujuh provinsi yang menganggarkan proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan termasuk di Kaltim. Hasil temuan KPK mengatakan bahwa petunjuk dari Mendagri memberikan spesifikasi barang untuk pengadaan mobil pemadam tersebut hanya ada di satu perusahaan milik Daud (kontraktor-red)," beber Sinaga.
Dengan adanya petunjuk dari Mendagri itu, lanjut Sinaga, dari tujuh provinsi yang mengadakan proyek mobil pemadam kebakaran melakukan penunjukkan langsung berdasarkan spesifikasi barang yang telah ditentukan berdasarkan petunjuk Mendagri. "Jadi untuk mobil pemadam dengan spesifikasi yang ditentukan oleh mendagri cuma ada di kontraktor itu, milik Daud. Objek kasus di tujuh provinsi itu sama semua," ucap Sinaga.Menurutnya, pengusutan pengadaan mobil pemadam kebakaran di tujuh provinsi sudah ada calon tersangkanya. Hanya saja, kata Sinaga, KPK kini tengah mengumpulkan bukti dan keterangan dari pejabat di tujuh provinsi. "Calon tersangkanya sudah ada, karena ini ada muatan kolusi. Menurut KPK nilai kerugiannya mencapai triliunan," kata Sinaga.
Sedangkan pengusutan pengadaam mobil pemadam kebakaran, tambah Sinaga, masih dalam proses pengumpulan data. Namun sebagian data yang telah dihimpun oleh Kejati Kaltim telah diserahkan oleh KPK. "Kemungkinan pejabat daerah juga akan diperiksa KPK. Karena harga mobilnya terbilang mahal. Sementara, mobil pemadam dengan merek lain banyak yang lebih rendah harganya," jelas Sinaga.(bud) .
Sebelum ke Kejati, orang KPK itu ke pemprov lebih dulu meminta data-data. Orang Pemprov Kaltim mengatakan data itu sudah di kejaksaan. Lalu empat orang KPK ketemu saya dan menjelaskan kasus itu juga ditangani KPK," tutur Sinaga.Dijelaskan Sinaga, KPK mengambil alih kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran berdasarkan adanya temuan untuk pengadaan mobil pemadam tersebut telah mendapatkan petunjuk dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri) yang ketika itu dijabat Hari Sabarno.
"Ada tujuh provinsi yang menganggarkan proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan termasuk di Kaltim. Hasil temuan KPK mengatakan bahwa petunjuk dari Mendagri memberikan spesifikasi barang untuk pengadaan mobil pemadam tersebut hanya ada di satu perusahaan milik Daud (kontraktor-red)," beber Sinaga.
Dengan adanya petunjuk dari Mendagri itu, lanjut Sinaga, dari tujuh provinsi yang mengadakan proyek mobil pemadam kebakaran melakukan penunjukkan langsung berdasarkan spesifikasi barang yang telah ditentukan berdasarkan petunjuk Mendagri. "Jadi untuk mobil pemadam dengan spesifikasi yang ditentukan oleh mendagri cuma ada di kontraktor itu, milik Daud. Objek kasus di tujuh provinsi itu sama semua," ucap Sinaga.Menurutnya, pengusutan pengadaan mobil pemadam kebakaran di tujuh provinsi sudah ada calon tersangkanya. Hanya saja, kata Sinaga, KPK kini tengah mengumpulkan bukti dan keterangan dari pejabat di tujuh provinsi. "Calon tersangkanya sudah ada, karena ini ada muatan kolusi. Menurut KPK nilai kerugiannya mencapai triliunan," kata Sinaga.
Sedangkan pengusutan pengadaam mobil pemadam kebakaran, tambah Sinaga, masih dalam proses pengumpulan data. Namun sebagian data yang telah dihimpun oleh Kejati Kaltim telah diserahkan oleh KPK. "Kemungkinan pejabat daerah juga akan diperiksa KPK. Karena harga mobilnya terbilang mahal. Sementara, mobil pemadam dengan merek lain banyak yang lebih rendah harganya," jelas Sinaga.(bud) .
Original Link http://www.tribunkaltim.com/viewweb.php?id=10801'
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.